Jun 112014
 
Sigma class tembakkan rudal  exocet MM 40 Block 2

Sigma class tembakkan rudal exocet MM 40 Block 2

Dalam Latihan Gabungan beberapa waktu lalu, pihak TNI tampaknya berupaya tampil maksimal. Setiap alutsista yang dimiliki diuji habis seluruh sistem persenjataannya. Dari TNI-AL, paling tidak hal ini terlihat dari jumlah munisi peluru kendali yang dimuntahkan. Sepanjang sejarah, baru kali ini TNI-AL menembakan sekaligus 4 Peluru Kendali anti kapal yang harganya tentu tidak murah. Simak saja foto-foto yang didapat redaksi ARC dari Dinas Penerangan Angkatan Laut. Dalam foto terlihat 2 buah kapal perang kelas Sigma menembakan Exocet MM 40 Block 2. Sementara kapal perang kelas Ahmad Yani menembakan 2 buah Rudal C-802. Semua rudal sukses meluncur dan menenggelamkan kapal sasaran, yakni KRI Karang Banteng.

image

Ahmad Yani Class tembakkan Rudal C 802 (photo: dispenal)

TNI-AL sendiri merupakan pengguna setia rudal keluarga Exocet. Dimasa lalu, hampir seluruh KRI berudal dipersenjatai Exocet MM-38. Seiring waktu, TNI-AL pun memodernisasi persenjataan rudalnya dengan Exocet tipe terbaru, selain pengadaan tipe rudal lain. Sejak kedatangan kapal perang kelas Sigma, TNI-AL mengadopsi Exocet MM40 block 2. Rudal ini dinilai lebih baik dan berjangkauan lebih jauh dibanding pada Exocet MM-38.

image

Ahmad Yani Class tembakkan Rudal C 802 (photo: dispenal)

Saat tengah mendiskusikan aksi Rudal ini, ARC malah mendapat informasi langsung, bahwa TNI-AL telah membeli Exocet MM40 Block 3. Bahkan menurut agen penjualnya, Rudal itu telah tiba pada akhir 2013 lalu. Menurut sang agen, Indonesia sudah 2 kali membeli Exocet MM40, yang pertama pada tahun 2008 senilai 60 juta euro, termasuk rudal mistral dan test bench mistral. Lalu yang kedua, pada tahun 2011 pembelian Exocet MM40 Blok 2 senilai 70 juta Euro, termasuk rudal mistral dan test bench MM40. Namun pada kontrak kedua ini terjadi amandemen. Saat itu MBDA menawarkan pesanan Exocet MM40 Block 2 diupgrade ke Block 3 secara gratis, namun tentunya jumlah pembeliannya berkurang. Selain karena harganya lebih mahal, juga lantaran adanya modifikasi dan adaptasi 4 KRI pengusung rudal dari Block 2 ke Block 3.

Secara fisik, tidak ada perbedaan peluncur dari kedua jenis Exocet itu. Exocet MM40 Block 3 tetap bisa menggunakan Launcher ITL-70A yang biasa digunakan Exocet MM40 Block 2, tanpa upgrade apapun. Bahkan sejatinya, tanpa upgrade apapun, Rudal Exocet MM40 Blok 3 bisa langsung digunakan. Namun, penggunaannya tidak akan optimal. Maksudnya, kelebihan Exocet MM40 Block 3 yang mampu menjangkau sasaran 180 km serta menggempur sasaran darat tidak bisa dilakukan.

Namun demikian, memang Exocet MM40 Block 3 milik TNI-AL ini belum diuji coba pada Latgab lalu. Tetapi bolehlah kita berharap agar seluruh Exocet yang akan dimiliki nantinya berasal dari varian Block 3. (ARC.web.id).

  73 Responses to “Exocet MM 40 Block 2 TNI AL”

  1. unoooo

  2. Yg block 3 dibw sm bung tomo class?

  3. Semoga alutsista kita tambah hebat

  4. mudah – mudah exocet bisa jadi inspirasi pengembangan rudal nasional

  5. menyimak sambil menunggu para sesepu@

  6. 10 besar lagi..

  7. Buat menghajar kapal sebelah yang suka maen selonong..

  8. Wow mantabs… 😀

  9. Senjata yg selalu diasah tajam, siap setiap saat untuk digunakan, akan meningkatkan wibawa orang yg membawa senjata tersebut, Meskipun senjata tersebut tidak dipergunakan, atau tidak tahu kapan akan dipergunannya.

  10. Absen

  11. Iye le tuh?? Mcam best jerr..

  12. Exocet mantabz… lanjutken

  13. “Rudal itu telah tiba pada akhir 2013 lalu. Menurut sang agen, Indonesia sudah 2 kali membeli Exocet MM40, yang pertama pada tahun 2008 senilai 60 juta euro,”

    Lho? kok masih pk agen??? wah…

    • maksudnya gmn bung? biar udh G2G masa gak pake sales? trus salesnya ngapain?

    • biarpun G to G tetap saja seperti membeli mobil di dealer, skemanya seperti ini Bung. kita mau beli Exocet, pemerintah kita menghubungi pemerintah prancis selaku negara produsen benda tersebut, kemudian pemerintah perancis akan menghubungi pihak2 yang mempunyai kewenangan dalam menjual benda tersebut yaitu sales exocet yang di beri kewenangan oleh pabrik exocet, jadi tetap saja kita berhubungan dengan sales exocet tersebut tapi transaksi ini lebih terjamin karena adanya pengawasan juga dari pemerintah perancis dan juga sales yang melakukan transaksi juga merupakan sales resmi dari pabrikan exocet
      gitu bung kurang lebihnya,

    • mungkin bahasa resmi nya bukan sales bung, tetapi agen resmi/penjual yang ditunjuk pemerintah yang bersangkutan..mungkin seperti Rosoboronexport kalau di rusia

  14. Ini sasarannya di ibaratkan destroyer / kapal induk kan ada double bottomnya 4 rudal baru ambles
    tapi yang dulu kok rudal Yanchont ya apa di samain fregat/corvette
    Salam & Trim

  15. mantap!!!
    di tunggu rudal buatan dlm negeri yg lbh mak nyus mudah2an bs kyk kampak indian. AMIN

  16. big five

  17. exocet MM 38 , MM40 blk 2 & 3

    C-802 , C-803 ,C-705

    yahkont

    Harpoon..???

    apalagi yah yang di miliki TNI sbg SSM (surface to surface missile) utk di kapal perang???

    • Maaf Bung Andri.. Sepertinya untuk C-803 TNI belum punya ya, kurang tahu juga jika memang tidak dipublish. Untuk Harpoon, apakah yang dimaksud harpoon generasi terakhir yang jarak jelajahnya sudah sampai 180 km?

      • iya bener bung EA , tapi saya baca di link ini
        http://lembagakeris.net/rudal-c-705-produksi-dalam-negeri-untuk-pijakan-kemandirian-di-bidang-rudal/

        terkait pegembangan C705 yang akan dikembangkan lg mejadi C803 atau yg lebih besar lg C805

        “Untuk diketahui baik Indonesia maupun China tidak terikat dalam Missile Technology Control Regime (MTCR) yang melarang perpindahan /transfer teknologi yang berkaitan dengan platform tanpa awak yang mampu membawa muatan 500kg dalam jarak 300km. Sehingga kedepannya kerjasama ini bisa dilanjutkan untuk platform yang lebih jauh dengan ukuran lebih besar seperti C-803 atau bahkan C-805 yang berjangkauan 500km.”

        harpoon TNI yang saya tau harpoon zadul bung thn 90an

        • @ ANDRI CAHYADI

          betul itu rudal jadul..!!

          TOLONG DI PIKIRKAN BILA MUSUH PUNYA RUDAL YANG JARAKNYA LEBIH DARI 300 KM ??
          bagai mana kapal pembawa exocet block 2 dan 3..??

          WADUH ANGGARAN HARUS DI TINGKATKAN NIH…!!
          bukannya malah di potong..gimana nih DPR,BPK,..

          • gampang bu, klo indonesia mau mengambil / mangajak kembali Jim Geovedi ke indonesia. mengerti kan maksud saya bu??

          • oh iyaini sedikit cerita ttg dia http://id.wikipedia.org/wiki/Jim_Geovedi

          • @ andri cahyadi..

            sy sudah kenal secara langsung..di london..,
            dia “katanya” sih..bisa geser orbit satelit..
            well..why not ..indonesia harus suruh dia pulang..!

            dulu sdh saya bahas di sini ,(threadnya lupa)

            oh yeahh aq juga bisa hancurkan satelit..dengan laser…itu kata sy loh…(just jokes)…..xixixi khayal.com

            lagi ingin ngoceh.com

  18. bung jalo,gmn kbr pengembangan exocet rasa indonesia?

  19. Maju terus TNI…..senggol -Bacok….

  20. Maaf OOT…
    bung @ jalo…gimana ya progres penyempurnaan struktur material pada bagian nossel motor roket RX 550? Adakah usaha2 menggandeng pihak laen untuk menyelesaikan problem ini…?

  21. jakartagreater.com/exocet-mm40-block-3-indonesia/

  22. apakah rudal sjenis FFAR,rudal anti tank mengunakan motor pngerak sprti rudal2 yg lain dn ap klebih dn kkurngnnya..mohon pncrahny..

  23. Test..

  24. tu five, oot

  25. kelemahan dan keunggulan rudal exocet dan C802 dibaningkan yakhont..:
    1. Meskipun kecepatannya hanya subsonik, kedua rudal ini baru akan dideteksi musuh pada jarak 6000-8000 meter dari sasaran karena profil terbangnya yang hanya beberapa meter dari permukaan laut.
    2, jangkauan nya masih dibawah 200km

    rudal yakhont

    1. Meskipun supersonik, rudal yakhont akan dideteksi musuh yang memiliki radar kuat, karena profil terbang rudal ini adalah menanjak ke ketinggian ribuan meter sebelum menukik, pada saat menanjak inilah rudal tidak bisa memanfaatkan kelengkungan bumi untuk bersembunyi. Namun kecepatan rudal akan membuat reaction time yang dimiliki musuh akan hampir sama jika dibandingkan untuk menghadapi rudal subsonik.
    2. jangkauan nya lebih dari 200km

    Dari 2 kali uji coba exocet, uji coba pertama berhasil menghantam ex-KRI Teluk Bayur, hasil ini dibuktikan dengan terdengarnya ledakan pada sonar KRI eksekutor pada waktu yang sesuai dengan kalkulasi flight time Exocet. Uji coba kedua juga berhasil menghantam ex-KRI Teluk Semangka pada bagian dek kargo. Untuk uji coba C-802 sendiri platformnya berubah-ubah sehingga membuktikan rudal ini mampu diintegrasikan pada beberapa jenis KRI. Uji coba terakhir dilakukan dari KRI AHP, frigate kelas Van Speijk. Setelah melayang selama 122 detik, rudal C-802 mampu menghantam sasaran pada bagian haluan kapal. Jika sasaran adalah kapal korvet/frigat dijamin akan meledak hebat karena bagian yang dihantam biasanya menjadi tempat penyimpanan amunisi meriam. Keberhasilan uji coba ini juga menjawab keraguan keraguan yang muncul karena uji coba sebelumnya dianggap kurang memuaskan. Yang harus menjadi catatan bahwa karakteristik rudal seperti C-802 dan Exocet adalah membuat internal fire dengan menembus badan kapal dan meledak di dalam. Warhead yang dibawa tidaklah seberat rudal yakhont dan energi kinetiknya juga tidak sebesar rudal yakhont karena kecepatannya yang subsonik. Jadi dalam hasil uji coba bisa dilihat bahwa lubang penetrasi rudal C-802 dan Exocet tidaklah besar dan kapal tidak langsung tenggelam seperti ketika dihantam yakhont. Namun, kapal akan terbakar perlahan sehingga kapal akan terbakar dan tenggelam atau paling tidak disabled sehingga menurunkan kekuatan armada musuh.

    • beuhh…. ini elmu pensil bagi kita..
      makasih bung andri.

    • @Andri, C-802 & Exo akan kesulitan ketika harus menghajar flagship/destroyer yg mempunyai ketebalan baja yg tinggi & kualitas yg baik, untuk menenggelamkan kapal sasaran cenderung dgn melakukan tembakan salvo. Hal ini berbeda dgn P-800 Oniks/Yakhont mempunyai sudut serang yang unik ketika sudah mengunci sasaran, daya kinetik & besarnya warhead yg di bawa mampu membuat kapal patah menjadi dua, hal ini di sebabkan patahnya lunas kapal dan adanya rongga udara akibat reaksi dr ledakan. Ttp P-800 Oniks/Yakon jg tdk akan mampu menenggelamkan CV/Kapal Induk dgn sekali tembak, ttp harus melakukan salvo tembakan.

  26. Empat serangan beruntun, ternyata Combat Management System kita bagus juga.

  27. nyai roro kidul@klo gtu malaysia senasib dong dgn indonesia,sm2 pake sukhoi kan hehe
    Klo raptor mangkal trus di jiran gmna ya?
    Kira2 mau gak rusia bw alutsista tercanggihnya ke indonesia,minjem daah..biar kita jg bs pamer dikiittt

  28. Top Speed.. mudah2an ga kena kapal nelayan 😀

  29. radar over horizon harus diperkuat agar KRI kita punya mata dan telinga untuk mengendus posisi musuh, ada baiknya dipikirkan untuk membuat UAV sebagai wahana pembawa radar pemandu ………. akan lebih baik lagi jika dibuat di dalam negeri

  30. Berharap. .
    Sem0ga TNI makin kuat. .
    Mandiri alutsista. . .

  31. ########

  32. Waktunya raptor ujinyali pakfak
    Heer ngrepnih Mr Putin kasih mainan pakfak

  33. #######

  34. sebenarnya ada juga yg menarik selain mm40 block 3 yang luput dari pemberitaan. yaitu perihal uji coba cms dari kelas amy. beritanya tidak ada tetapi tahu-tahu sudah uji coba. lain halnya jika yg ditampilkan uji coba fatahillah class yang memang ada berita upgrade dari ultra electronics.

  35. Kalo saya kangen ulasan nowyoudont ❓ ❓ ❓

  36. tanya langsung ke panglima TNI bung!

  37. rudal rudal hebat yang telah dimiliki oleh TNI AL.. semoga negara kita sendiri mampu membuat sendiri rudal rudal berbagi jenis dan kegunaannya secara mandiri sehingga lebih gahar dan menakutkan lagi bagi negara luar ynag mencoba mengganggu..

 Leave a Reply