Jun 042012
 

Hubungan Indonesia dengan Perancis, semakin mesra saja pasca pembelian Meriam 155 mm Caesar dan kendaraan taktis Sherpa. Rusia telah menjual rudal yakhont ke Indonesia. Amerika Serikat menawarkan AIM-120 AMRAAM utk melengkapi hibah 24 F-16 Block 32++. Tidak mau ketinggalan, Perancis juga menawarkan salah satu senjata andalan mereka, yakni rudal anti-kapal Exocet MM-40 Block III.

Indonesia boleh saja telah bekerjasama dengan China untuk membuat rudal C-705. Bisa jadi, rudal C-705 akan diproduksi masal oleh Indonesia. Akan tetapi Indonesia tetap membutuhkan peluru kendali yang mumpuni secara kualitas, sebagai deteren terhadap negara lain. Kemampuan deteren itu, dimiliki oleh rudal Exocet MM-40 Block 3.

Exocet MM40 Block 3


Versi terbaru dari rudal Exocet memiliki jangkauan tembak hingga 180 kilometer. Rudal ini digerakkan oleh mesin jet turbofan yang dilengkapi air intake modern. Rudal Exocet Blok 3 juga dilengkapi GPS guidance waypoint, sehingga bisa menyerang kapal atau sasaran permukaan, dengan sudut serang yang rumit, agar susah diantisipasi.

Sejumlah kapal perang Indonesia telah dilengkapi rudal exocet versi terdahulu. Antara lain Rudal Exocet MM38. Ada beberapa KRI yang masih mengusung Exocet MM 38, yakni Frigat: KRI Fatahilah, KRI Malahayati, KRI Ki Hajar Dewantara dan KRI Nala.

Empat Kapal Cepat Rudal buatan Korea, yakni KRI Rencong, KRI Mandau, KRI Badik dan KRI Keris, awalnya mengunakan Exocet MM 38. Namun secara bertahap rudalnya mulai diganti dengan C-802 China, yang memiliki jarak tembak maksimum 120 Km. Bandingkan dengan Rudal Aerospatiale MM-38 Exocet yang jarak tembaknya hanya 42 Km. Dan kini sejumlah KRI telah mengusung rudal C-802 buatan SACCADE, antara lain: KRI Todak, KRI Layang, KRI Hiu dan KRI Lemadang.

KRI Mandau Mengusung Rudal C-802


Sementara Korvet Sigma Class, menggunakan Exocet versi lebih baru yakni MM-40 Block 2. Rudal tersebut dipasang di KRI Diponegoro, KRI Hasanuddin, KRI Sultan Iskandar Muda dan KRI Frans Kaisiepo.

Jika jangkauan rudal Exocet Block 2 hanya 70-80 Km, maka Block 3 mampu mengejar sasaran hingga 180 Km. Rudal Exocet Block 3 bisa dioperasikan secara fire and forget, mampu menghindari jamming dan termasuk rudal lintas cakrawala.

Rudal Exocet MM-40 Block 3 pertama kali ditembakkan oleh Frigat Perancis, Chevalier Paul pada 18 Maret 2010 dan sukses menghantam sasaran. Selain Perancis, negara yang telah menggunakan Exocet Block 3 adalah Angkatan Laut Yunani, UAE, Peru< Maroko, Oman dan Qatar. Saat ini TNI AL memiliki 114 Kapal Perang. Sementara jumlah yang dibutuhkan sedikitnya 376 unit kapal perang. Jadi kekurangannya masih banyak. Dengan adanya rudal Exocet MM-40 Block III, diharapkan jumlah kapal perang yang sedikit masih bisa ditutupi sementara oleh kualitas senjata yang mematikan.(Jkgr).

Bagikan :

  13 Responses to “Exocet MM40 Block 3 Indonesia”

  1.  

    Tambahan, KRI Todak juga mengusung Rudal Exocet MM 38.

  2.  

    Tampaknya rudal di KRI Todak sudah menggunakan C-802

  3.  

    tampaknya……….indonesia tdk jadi pakai misil c-802……….juga tdk ada bukti kalau korvet sigma sudah dipasangi/di install dtg misil exoet mm40….entah mau dipasangi apa….dan kapan…tdk ada anggaran..mungkin…….

  4.  

    SIPRI: 30 unit rudal anti-kapal MM-40 Block-2 Exocet (Perancis) untuk korvet SIGMA diterima 2010.

    Ada info lain Nabil…?

    •  

      Sampai hari ini…yang belum ada kejelasan ..korvet fatahilah & FPB kelas Mandau …
      Missile Exocet MM38 Nya belum resin diganti .
      Tapi ..apa Saya telat informasi ..
      So Ke 8 kapal itu sudah diganti dengan C802??
      Propellant nya sudah expired …

      •  

        Kelihatan nya juga sampai awal 2017 ini….ke 8 korvet Dan kapal cepat rudal era OrBa 1980 an itu masih tetap pakai Exocet versi MM38 … belum juga diganti …
        Padahal sebagian besar sudah tidak bisa dipakai lagi ..
        Kasihan …

  5.  

    Nmpaknya indonesia harus memiliki rudal jenis ini!

  6.  

    Mantab

  7.  

    wih 7 besar?

  8.  

    10 besar !

  9.  

    10 besar….!

  10.  

    Bung @ Diego, untuk Exocet MM40 Blok 3 Indonesia apakah sama spesifikasinya dengan negara produsennya?

 Leave a Reply