Feb 242018
 

Jet tempur F-15C Eagle Angkatan Udara AS. © U.S. Air Force via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pesanan Qatar pada F-15 Advanced Eagle akan memperkenalkan upgrade struktural baru untuk sayap yang bisa ditawarkan sebagai opsi perpanjangan masa pakai layanan untuk armada F-15C Angkatan Udara AS dan pelanggan lainnya, kata salah seorang manajer Boeing seperti dilansir dari laman Flight Global.

Pemerintah Qatar telah memberikan kontrak kepada Boeing senilai $ 6,2 miliar untuk pengadaan 36 jet tempur F-15QA (Qatari Advanced) pada akhir Desember 2017 dan memperluas jalur produksi yang berbasis di St. Louis sampai akhir 2022.

F-15QA memperkenalkan sejumlah fitur yang telah diumumkan sebelumnya, termasuk sistem kokpit canggih dengan tampilan format besar, kata Steve Parker, wakil presiden proyek F-15 Boeing.

Dalam sebuah wawancara dengan Flight Global pada tanggal 22 Februari, Parker juga mengkonfirmasi F-15QA juga akan dikirimkan dengan sayap yang didesain ulang guna memperkuat struktur internal tanpa mengubah aerodinamika.

Desain ulang ini dimungkinkan dengan menggunakan teknik manufaktur baru yang dikembangkan oleh Boeing dalam beberapa tahun terakhir, tambahnya.

Saat F-15QA memasuki tahap pengembangan, Boeing melihat sebuah peluang untuk mengganti sayap pada F-15C yang ada, jika US Air Foce memutuskan untuk menjaga pesawat tempur bermesin ganda yang sedang beroperasi, selama lebih dari 2 dekade lagi.

Selama dua tahun terakhir, US Air Force telah membahas pilihan untuk menjaga subset armada F-15C yang beroperasi sampai pertengahan tahun 2030-an. Pesawat tersebut membutuhkan pengganti yang lebih lama dengan biaya $ 1 juta per unit, kata Parker. Beberapa pejabat Angkatan Udara juga sedang mendiskusikan pilihan untuk menjaga layanan F-15C lebih lama lagi, yang memerlukan penggantian sayap, kata Parker.

“Ekstensi usia saat ini tidak diperlukan, tetapi itu merupakan sesuatu yang ingin mereka lakukan. Kami hanya memberikan mereka sejumlahopsi”, kata Parker.

Pelanggan lainnya, termasuk Angkatan Udara Bela Diri Jepang dan Singapura juga bisa mempertimbangkan peningkatan struktural untuk menjaga agar F-15 mereka mampu beroperasi melebihi tanggal pensiun yang telah direncanakan, kata Parker.

Upgrade baru yang diusulkan tersebut dilakukan setelah revitalisasi kemampuan F-15 multi-tahun, termasuk komputer misi baru, radar pemindai elektronik baru, rangkaian perang elektronik baru, kontrol penerbangan FBW, stasiun senjata baru dan mesin GE yang lebih bertenaga yaitu F110-GE-129.

“Kami hanya mengambil F-15 melalui metamorfosis”, kata Parker.

Apalagi, rencana untuk memenangkan pesanan baru untuk F-15. Qatar memesan 36, namun Kongres AS menyetujui untuk memesan sampai 72 unit F-15, kata Parker.

Boeing juga menyampaikan briefing yang dikemukakan tentang upgrade F-15 kepada Angkatan Udara Jerman, sebagai salah satu dari beberapa kandidat untuk mengganti armada Panavia Tornados Jerman, kata Parker.

Bagikan Artikel :

  9 Responses to “F-15 Qatari Advanced, Jalan bagi Upgrade F-15 USAF”

  1.  

    Trio maut AU Qatar.. F-15, Rafale, Typhoon..

  2.  

    Pertamax…

  3.  

    Untuk sekutu yg mau manut nurut dgn AS apasih yg gak bs, yg penting uang mengalir deras. Kira2 mandek, dibuatlah skenario panas dikawasan agar masing2 memperkuat diri dan ujung2nya larislah dagangan.he3

  4.  

    F-15 Amazing Mach Loop

  5.  

    Begh….. $ 6.2 miliar untuk 36 ekor… itu kalo d belikan SU-35 sdh dpt 60 ekor lebih….

  6.  

    Kalo Indonesia punya pesawat kayak gini pantes buat paja buat pajangan, nggak mungkin untuk bertempur apalagi melawan Sukhoi. Pesawat mandul

  7.  

    Videonya hanya begitu saja???

 Leave a Reply