F-15 Saudi Ditembak di Yaman. Jatuh atau Tidak ?

F-15C Royal Saudi Air Forces (photo: Saudi88hawk via commons.wikimedia.org)

Jakartagreater.com – Menurut saluran televisi Yaman al-Masirah, “Pada hari Rabu, 21 Maret 2018,  tentara Yaman yang didukung sekutunya menembak pesawat tempur F-15 milik koalisi Saudi, dalam penerbangan di langit Utara Yaman, dirilis situs partiantisioniste.com. Sumber yang sama menunjukkan bahwa pesawat F-15, terbang di atas provinsi Saada, rusak dan dipaksa meninggalkan wilayah udara Yaman.

Juru bicara koalisi Saudi menegaskan bahwa salah satu pesawat tempur koalisi telah ditembak saat terbang di atas provinsi Saada, Yaman. Turki al-Maliki, juru bicara koalisi militer Saudi, menegaskan pada Kamis, 22 Maret, 2018 bahwa sebuah pesawat tempur koalisi telah ditarget pada hari Rabu oleh tentara Yaman.

“Pesawat itu ditembak pada pukul 3:48 sore (waktu setempat), Rabu, 21 Maret 2018,” katanya. Namun, ia mengklaim bahwa pesawat telah menyelesaikan misinya dan kembali ke basisnya tanpa mengalami kerusakan apapun.

Rudal R-27 sebagai SAM (Urik Urik)

Turki al-Maliki kemudian menuduh Iran memasok senjata ke pasukan Yaman. Dia mengklaim bahwa kemampuan militer Yaman tidak cukup untuk menarget pesawat koalisi Saudi. Juru bicara koalisi Saudi mengatakan kepemilikan Rudal permukaan-ke-udara oleh kelompok Yaman dapat mengancam pesawat dan pesawat yang membawa bantuan kemanusiaan.

F-15 Jatuh atau Tidak ?

Yang menjadi pertanyaan apakah tembakan Rudal itu menjatuhkan F-15 Saudi atau tidak ?. Sputniknews.com melaporkan sebuah pesawat Angkatan Udara Kerajaan Saudi telah jatuh di Provinsi Sa’da di Barat Laut Yaman yang dilanda perang, kata pemberontak, dikutip oleh outlet berita lokal.

Pemberontak Houthi mengklaim mereka telah menjatuhkan jet F-15 Arab Saudi, menurut al Jazeera. Press TV melaporkan bahwa pesawat itu dicegat dan dijatuhkan oleh pasukan pertahanan udara Yaman, yang didukung oleh petempur dari Komite Rakyat Sekutu. Pesawat yang dilaporkan ikut serta dalam serangan udara di lingkungan pemukiman di provinsi Sa’da ditembak Rudal permukaan-ke-udara.

Sementara Janes.com, melaporkan pesawat F-15 tersebut berhasil selamat : Satu jet tempur F-15 Royal Saudi Air Force (RSAF) “dicegat” oleh rudal permukaan-ke-udara (SAM) saat terbang di atas Yaman Utara pada 21 Maret 2018, tetapi berhasil menyelesaikan misinya, ujar Kolonel Turki al-Maliki, juru bicara koalisi yang dipimpin Saudi.

The Saudi Press Agency mengutip Col Maliki yang mengatakan rudal diluncurkan dari bandara Sadah pada 15.48 jam waktu setempat (1245 GMT), tetapi F-15 mampu “berurusan dengan sumber tembakan dan kembali aman ke pangkalan”.

Dia mengatakan insiden itu adalah bukti lebih lanjut bahwa Iran memasok senjata ke kelompok pemberontak Yaman Houthi karena itu bukan bagian dari inventaris pertahanan udara pra-perang Yaman.

Kelompok Houthi mengklaim menembakk pesawat koalisi di atas Sadah dengan SAM pada hari yang sama. Ini mendukung klaimnya dengan merilis rekaman video yang menunjukkan apa yang tampak sebagai rudal udara-ke-udara R-27T yang ditembakkan dari peluncur darat dan tampaknya menabrak pesawat yang kemudian terlihat membuntuti, tetapi tidak jatuh.

Rudal R-27T infrared guided adalah Rudal udara-ke-udara jarak menengah standar untuk MiG-29, sejenis yang digunakan oleh Angkatan Udara Yaman pra-perang.

Diketahui Kelompok Houthi telah memodifikasi rudal udara ke uadara R-27 menjadi surface-to-air missile setidaknya sejak November 2017. Saat itu koalisi pimpinan-Saudi merilis gambar pengintaian udara satu peluncur (R-27) yang dipasang di kendaraan.

Analisa

Ada analisa menarik yang disampaikan oleh penulis Thomas Wictor dalam cuitan twitternya. Menurut Thomas F-15 itu tidak jauh, namun mengenai active protection system yang dilepas oleh F-15 yang merupakan Rudal kecil anti-Rudal.

Hal ini karena tidak terlihat adanya ledakan (blow out) di udara, melainkan pembakaran pembakaran bahan bakar yang berasal dari Rudal. Thomas menduga F-15 Saudi memiliki automated anti-missile missiles.

Tentu itu hanya analisa. Klaim dari kelompok Houthi yang mengaku telah menembak jatuh F-15 Saudi akan kuat, jika bisa memberikan bukti tambahan selain potongan video pendek tersebut.

Tinggalkan komentar