Mar 242017
 

Sebuah kabar mengejutkan datang selama sidang Komite Angkatan Bersenjata Senat (DPR) mengenai keadaan saat ini di Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF). Ketua Senat Joe Wilson meminta penjelasan USAF mengenai rencana yang sebelumnya tidak diketahui untuk mengakhiri layanan armada jet tempur F-15C/D Elang dan menggantinya dengan jet tempur F-16, sebagaimana dilansir dari The Drive.

Subjek pertanyaan itu sendiri tampaknya menjadi berita besar bagi Komite dimana anggota senat Vicky Hartzler kemudian bertanya tentang upgrade apa yang telah dilaksanakan pada F-15C/D agar bisa memenuhi ancaman pertempuran modern. Jelas jawabannya adalah tidak banyak jika Angkatan Udara berencana mempensiunkan jet tersebut dalam waktu dekat.

Dan akhirnya diteruskan ke perwakilan Martha McSally, sebuah pesawat A-10 yang dipiloti oleh dirinya sendiri dan salah satu kritikus paling vokal dari rencana gagal dan menyesatkan oleh Angkatan Udara untuk mempensiunkan pesawat A-10.

McSally adalah salah seorang yang yang paling kredibel untuk menyuarakan pertempuran udara di The Hill. Dia terkejut mendengar berita itu dan menuntut informasi lebih lanjut tentang rencana USAF tersebut.

Perhatikan pertanyaan awal Ketua senat pada menit ke 34, Harzler kemudian menindaklanjuti pada menit ke 55:20t, dan yang paling penting, pertukaran McSally dengan para jenderal di menit ke 1:06:30 dalam rekaman dibawah:

Ringkasan dari pertukaran ini adalah bahwa Angkatan Udara AS secara serius telah mempertimbangkan untuk memberhentikan seluruh armada F-15C/D, jika tidak perencanaan untuk melakukannya sudah berlangsung. Namun rencana tersebut tidak termasuk jet tempur F-15E Strike Eagle.

Ini benar-benar baru sebagaimana “Golden Eagle” memiliki armada sekitar 179 unit F-15C/D, serta pesawat latih, dijadwalkan untuk melayani hingga beberapa dekade yang akan datang dan sedang dalam proses menerima seri upgrade yang luas untuk melihat bahwa itu dapat dilakukan dengan kredibel. Banyak jet tempur F-15C/D telah menerima set radar AESA APG-63V3 yang bernilai jutaan dolar, kemampuan mereka sudah meningkatkan sangat jauh. Saat ini, radar tersebut adalah yang paling kuat dan mampu dalam pertempuran udara-ke-udara dimuka bumi.

Untuk menggantikan F-15C/D, Angkatan Udara AS ingin menempatkan F-16C/D upgrade dalam permainannya, radar AESA mereka lebih kecil. Para jenderal di persidangan menyatakan bahwa rencana tersebut merupakan pilihan sulit yang akan membuat lebih sedikit jenis pesawat yang digunakan untuk mendukung misi secara keseluruhan, sehingga menyediakan dana untuk prioritas lainnya. Layanan bisa membuat keputusan akhir pada awal tahun ini untuk anggaran tahun fiskal 2018, atau lebih besar kemungkinan bisa dimasukkan rencana tersebut ke dalam siklus anggaran berikutnya.

Ketika dipancing oleh McSally tentang dimana tepatnya posisi USAF dalam proses pengambilan keputusan yang sejauh ini masih dirahasiakan, panel menjawab bahwa hal ini masih “pra-putusan”. Ini tentu saja terdengar sebaliknya.

Berita ini berdampak membunuh seluruh isu-isu kritis dan jelas mengingatkan bahwa A-10 Warthog akan segera pensiun beberapa tahun lagi. Memang benar ada banyak jet tempur F-16 Amerika membutuhkan upgrade utama pada avionik, struktural dan radar. USAF telah menangguhkan semuanya untuk membantu mendanai program F-35.

Pertanyaan kepada Angkatan Udara AS adalah apakah tidak ada hubungannya mengorbankan komunitas F-15C/D dengan rencana upgrade F-16 tersebut. Sebagian besar F-15 Eagle bertugas untuk operasi kontingensi luar negeri dan untuk melindungi wilayah udara Amerika di lima lokasi operasi yang disepanjang garis pantai AS.

Selain itu, langkah tersebut akan membuang banyak pekerjaan yang telah dilakukan atau sedang berlangsung pada upgrade F-15C/D, serta upaya membangun taktik dan kemampuan unik yang akan memungkinkan F-15 Eagle menjadi kekuatan pengganda untuk F- 22 dan bahkan F-35.

Ada juga pertanyaan tentang berkurangnya jumlah armada pesawat tempur taktis Angkatan Udara, yang telah turun menjadi hanya 55 skuadron. Kekuatan tersebut sudah sangat tegang dan komunitas F-15C/D USAF sangat penting dalam memberikan kekuatan jera disepanjang perbatasan Rusia dengan Eropa di bawah Operasi Atlantic Resolve.

Akhirnya, dengan hanya mengandalkan 187 unit F-22 Raptor yang pernah dibangun, dan hanya sekitar 125 kode tempur yang diberikan pada waktu tertentu, dengan pensiunnya F-15C/D berarti fokus kekuatan tempur superioritas udara Amerika akan sangat berkurang. Meskipun beberapa diantaranya berharap bahwa F-22 bisa kembali ke produksi, dan seharusnya USAF menjalani studi kelayakan untuk melakukan hal itu, sangat diragukan ini benar-benar akan terjadi. Hal ini sepertinya bukan karena rintangan logistik atau keuangan, tetapi karena akan mengancam program Joint Strike Fighter F-35. Pada akhirnya, semua anggaran perang USAF ditarik ke dalam lubang hitam anggaran tempur yang tersembunyi ini.

  54 Responses to “F-15C/D Akan Segera Pensiun dan Digantikan Oleh F-16”

  1.  

    Buat pengganti F-5 tiger bagus gak nih?

    •  

      Gk bagus Dah gitu rawan Embargo….hihihi F-15 di ganti sama Drone QF-16

    •  

      Ehh..si momod udah duluan. Luar biasa stamina momod yg satu ini. Dr malam sampe sore gini masih on fire trus. Anda layak dpt super momod…xixixi

    •  

      Untuk tambahan aja bung, tambahan pengiriman zombie hibah, kalo pengganti F-5 tiger harus tetap SU-35 lah bung, jangan downgrade. Nih si ASU downgrade pengganti F-15 jadi F-16. Mungkin cadangan minyak nya kurang bung. F-15 khan lebih boros.

      •  

        gak tau tuh… tapi yg seri C/D aja yg pensiun tampaknya (179 unit)… seri E Strike Eagle masih lanjut terus…

        apakah ini ada hubungan dengan pemindahan lini produksi F-16 kmrn ya?

        •  

          Dari segi efisiensi f16, memang lebih irit dari f15, mangkanya asu mo pake sebagian aje itupun yg f15se yg sdh full upgrade, asu pengen f16 viper sbg tandem dari f22/35, dan f15 sbg lapis kedua, ngikutin strategi Indonesia dimana f16 sbg tandem dari su35, dan su27/30 sbg lapis kedua……Xixixi begitu kira2…..

          •  

            masuk akal bung @Firman, karena F-16 menggunakan 1 engine, sedangkan F-15 menggunakan dual engine, tapi bukankah produk Rusia yg kita gunakan dan sedang kita pesan menggunakan mesin ganda? ditambah lagi sesuai permintaan Indonesia maka KF-X dan IF-X juga bermesin ganda.

      •  

        Saya lebih suka F15 Silent Eagle daripada Su-35.

        Waktu saya kecil, saya pernah dibelikan pesawat mainan berbentuk F15.

        Su-35 hanya bisa sampai ketinggian 18 km, F15 sampai ketinggian 20 km.

        Su-35 PESA 400 km, F15 AESA 410 km.

        Jadi ? Su-35 seperti burung pipit dan F15 seperti burung elang yang memburunya.

        Su-35 nggak ada ditterent sama sekali bagi F15SE, bagai dikitik-kitik saja.

        Xixixi sambil celingak-celinguk sebab mungkin fans Sukhoi marah2…

    •  

      USA sendiri bukan bangsa yg bersih. Proyek yg mengadakan ngada, pengadaan yg boros, mark up harga, biasa terjadi disana.
      Jika dihitung nilai, korupsi kita tidak ada apa apanya.
      Jangan terlalu percaya jika bule itu ga pernah korupsi? Pengalaman saya dengan bule Amrik, Perancis, Rusia sama saja.

      •  

        betul bung @Senopati, lihat aja contohnya tuh kemarin ada kabar bahwa Lockheed akan tuntut Pentagon karna putuskan harga pembelian F-35 secara sepihak, tapi setelah ternyata sekarang senyap aja πŸ˜† hehehe

    •  

      Sebenarnya bagus…Tapi kurang pas…Mending perbaharui yg sudah ada..Lebih kuat lebih banyak lebih efisien,soalnya dikita kedepannya..Pertahanan udara=pespur+combo anti udara sedang+long…Sudah pas kombinasi pesawat kita Sukhoi+(medium fighter=F-16/Gripen/),menurut saya lho..

  2.  

    kemarin saya tempelin linknya disini dari the stripes

  3.  

    F16 upgrade, pake radar setara F35, terus dikasih cat anti radar, lalu instal SPECTRA, jadi deh Super Falcon πŸ˜†

  4.  

    tidak semua F-15 C/D memakai radar APG-63v3, kira2 setengahnya lah yg pakai v3….
    sisanya masih pakai APG-63v2 yg lumayan bagus.
    tpi itu juga mungkin sudah ada keputusan dari sononya mungkin mau prioritas pake F-16 untuk workhorsenya.
    krn sudah banyak alutsista amrik yg sudah expired, contohnya mereka lagi ngidam SSBN baru versi columbia utk menggantikan Ohio yg sudah lewat 42 tahun. dan juga nambah kapal induk baru.
    tpi itu sudah urusan negara lain, jadi gw ga ikut campur.

  5.  

    Wah klu dengar ini kemenhan bs pindah kelain hati nih, tergoda dgn F15 CD bekas!he3.

  6.  

    Njir… Your comment is awaiting moderation ….

  7.  

    Hibahkan f15 c/d ke Indonesia..sy yakin Walau bekas Tp f15 sangat berderetent tinggi..Lumayan lah

  8.  

    Ga usah ngapain yg bekas lagi, ntar pilotny mogok takut mati karna alutsista bukan karna ditembak musuh

  9.  

    ganti yg lebih murah….cengap-cengap anggarankah krn populasinya yg terlalu banyak banyak….paling ditimbun di gurun ntar bisa dijual lagi…

    •  

      Jumlah F15 AS tdk terlalu bnyk bung, USAF mengoperasikan sekitar 197 unit F15C/D dan 257 unit F15E. Total cuma 449 unit

      •  

        Sedangkan F16 AS yg aktif saat ini sekitar 900an (saya lupa jumlah pastinya πŸ™‚ )

      •  

        Btw…. itu ralat, bukan 197, tapi maksud saya 192 Unit F15C/D, hehehehehehe…..

        •  

          lumayan lah kalau biayaain pesawat segitu banyak, kita klo dapat hibahan sebayak itu negara bisa bangkrut untuk operasionalnya.. …mungkin ongkos terbangnya yg 2x f-16 belum lagi biaya perawatannya…..bagusnya sih US pelihara f-15 varian e atau se sekalian aja buat superioritas udara dan sbg gantinya c/d, f-16 viper… f-15 c/d simpan di gurun buat cadangan atau dijual..
          warthog katanya juga mau pensiun dan kandidat penggantinya salah satunya juga f-16 untuk CAS terbatas…dan dibantu spectre atau f-35….

  10.  

    Tes

  11.  

    Tes

 Leave a Reply