F-16 D Blok 52 USAF Grounded

116
104

F16 kop

Sehubungan dengan adanya informasi dugaan insiden yang menimpa pesawat tempur F16-D Indonesia, sesunguhnya hal ini sudah terjadi di Amerika Serikat. Berikut beritanya hasil blusukan ke sana ke mari dari berbagai sumber:

Departemen Pertahanan (PENTAGON) Memerintahkan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) mengandangkan sementara 82 jet tempur F-16D Fighting Falcon setelah ditemukannya retak pada canopy longeron sill antara kursi pilot depan dan belakang pada saat inspeksi pasca penerbangan rutin, menurut pernyataan Air Combat Command (ACC) USAF yang dirilis Selasa di Washington.retak tersebut menyebabkan daya tahan pesawat ketika terbang menjadi lemah dan bisa berakibat fatal

“Angkatan Udara Amerika atau United State Air Force (UCAF) memutuskan untuk menggrounded lebih dari separuh F -16D Fighting Falcon Air Combat Command (ACC). Hal itu diumumkan pada Selasa 19 Agustus 2014 waktu Amerika”.

Dari penemuan tersebut, sebanyak 157 jet tempur F-16D juga diperiksa oleh inspektor angkatan udara untuk memastikan integritas struktural pesawat dan keselamatan pilot. Hasilnya didapati 82 unit F-16 mengalami keretakan serupa sedangkan 75 sisanya dinyatakan layak terbang. Hasil pemeriksaan juga menegaskan bahwa varian F-16 lainnya tidak terpengaruh.artinya dari 157 unit, terdapat 82 unit yang dianggap tidak layak terbang karena berbahaya bagi pilotnya

Wakil Kepala Divisi Sistem Senjata USAF Letnan Kolonel Steve Grothohn mengatakan: “Sebagaimana jam terbang terus bertambah, keretakan pun muncul akibat penggunaan yang terus menerus.dan faktor umur pembuatan pesawat yang berusia lebih dari 25 tahun. Untungnya, kami memiliki pemeliharaan dan program inspeksi dan integritas struktural yang baik untuk menemukan dan memperbaiki masalah yang terjadi.”

Sementara itu, Kantor Program F-16 USAF dan produsen F-16 Lockheed Martin telah bekerjasama untuk menganalisa struktur F-16D dan melakukan prosedur perbaikan agar 82 pesawat tersebut aman diterbangkan untuk sementara waktu sementara prosedur perbaikan permanen masih dipelajari.

F-16 adalah pesawat tempur multiperan yang awalnya dirancang sebagai pesawat superioritas udara di siang hari, tetapi kemudian terus dikembangkan hingga menjadi pesawat siang-malam dan segala cuaca ditambah kemampuan multiperan untuk mendukung misi-misi sulit. Sedangkan F-16D adalah varian dua kursi dari F-16, yang utamanya digunakan USAF untuk melatih personel. Usia rata-rata F-16D saat ini adalah 24 tahun dengan lebih dari 5.500 jam terbang. Saat ini USAF mengoperasikan sebanyak 969 F-16 dari seluruh varian.

Meskipun sudah 40 tahun diproduksi, tapi para pejabat Lockheed Martin masih melihat pasar yang bagus untuk F-16, utamanya adalah untuk upgrade F-16 lama.

Sebelumnya, Amerika Serikat telah menyetujui penjualan 36 unit F-16 kepada Angkatan Udara Irak, termasuk di dalamnya paket pelatihan. Upacara penyerahan dua F-16 pertama kepada Irak dilakukan di markas pelatihan Fort Worth, Juni lalu. AS berencana mengirimkan seluruh pesawat ke Irak pada musim gugur, namun ditunda akibat pengepungan Irak oleh ISIS.

Bagaimana dengan negara lain ?
Norwegia mengakui telah menggrounded sejumlah armada F-16 mereka karena ditemukan retakan di beberapa jet tempur tersebut. Namun Kementerian Pertahanan Negara tersebut enggan menjelaskan lebih rinci tentang hal itu.

“Kami telah menemukan celah-celah di sejumlah besar pesawat, tetapi tidak akan mengomentari berapa banyak,” Kementerian pertahanan dan Angkatan Udara mengatakan Sabtu 11 Oktober 2014. “Angkatan Udara mengambil kasus ini dengan serius dan bekerja terus menerus untuk memecahkan masalah. Celah-celah terjadi di lambung bawah kokpit. Beberapa pesawat dengan retak masih bisa digunakan, sementara yang lain harus diperbaiki terlebih dahulu”.

Kementerian Pertahanan mengatakan pesawat operasi yang tersisa mempertahankan kesiapan tempur darurat Norwegia dan partisipasi di operasi pengawasan udara NATO di Baltik.

Departemen Pertahanan Belanda telah memberikan konfirmasi bahwa di temukan 3 unit f16 yang mengalami gejala serupa dan statusnya dilarang terbang sampai penyelidikan lebih lanjut. Lalu bagaimana dengan punya Indonesia ?. (by: Telik Sandi). Biro Jabodetabek.

116 COMMENTS

    • KembaLi ke Topik pembahasan , kasus ini harus diseLesaikan dengan Cepat , jangan sampai jet Hibah F16 setara Blok 52 kita yang Lain mengaLami nasib yang serupa , yang mau sy tanyakan ke ra sesepuh atau Rekan2 warjager :”apakah pengadaan jet ini ada tahap OFF SET ke-2 nya seteLah OFF SET pertama di jaman era Pak Harto , tapi andaikata tidak ada saran sy Lebih baik kita tidak usah mengambiL hibah kaLau begini jadinya , waLaupun untuk menutupi STOP GAP atau kekosongan penjaga udara kita , dan jet Hibah terLanjur yang diterima segera di Rehab kembaLi dari pada menjadi BEBAN di kemudian hari , Terima kasih .

      • itulah mengapa blok 52 kita bukan airframe blok 52 tapi ariframe blok 25.
        airframe blok 52 terlalu ringkih untuk mesin pesawat yang bertenaga besar.
        punya kita harusnya lebih aman karena airframe dan mesin blok 25, tapi upgrade avionic ke blok 52.

      • kalau menurut saya F 16 hibah kita cenderung aman karena sudah melalui proses refurbish dan tentunya airframenya juga ikut dibenahi, yang kedua pada saat terbang ferry menuju indonesia,jika memang ada sedikit cacat maka pasti akan segera disadari oleh pilot kita yg membawanya dan pasti akan segera dilaporkan. yang ketiga F16 kita kan masih ada garansinya,jd klu pun ada kerusakan kemungkinan besar kita tidak mengeluarkan biaya tambahan

    • terima kasih bung@pcm..
      artikel ini hanya sedikit mengambarkan kondisi F16D-52 secara umum di beberapa negara yang mengunakannya sehubungan dengan adanya temuan “penyakit ” pada pesawat tersebut.

      berkat bung@jalo memberikan sedikit bocoran adanya “accident” pada salah satu F16 punya TNI AU, maka saya coba carikan berita awal dimana asal mula nya. yaitu di USAF sendiri. sejak agustus, lalu norwegia bulan oktober,belanda oktober, dan yang jadi pertanyaan sebenarnya adalah ” apa yang dilakukan oleh ind0nesia untuk mengantisipasi peristiwa tersebut.karena perlu di ketahui bahwa TNI AU memesan sekitar 32 unit jika tidak salah.dan telah datang beberapa unit. maka dengan kondisi diatas sebaiknya mungkin pihak TNI AU melakukan sedikit cek and ricek terhadap sisa unit yang telah di pesan dan sedang di upgrade di amerika.kan ga mungkin jika kita sudah tahu ada sedikit “penyakit” yang menimpa pesawat f16 d-52 kita berdiam diri dan pasrah dan sekedar berkata ” semoga sisa unit yang akan dikirimuntuk TNI AU sehat walafiat semua. bisa di bayangkan dari 157 unit punya USAF terdapat 82 unit mengalami “sakit”

    • Bung beti, ikut nimpali, saya setuju bgt dgn pendapat anda, AS udah tahu sejak thn 2004 kita mulai fokus ke alutsista buatan Rusia..nah itu yg mereka ingin pecah dgn hibah F-15 D block 52, & BERHASIL….krn hibah Indonesia mau meski ternyata ada ongkos utk retrofitnya…semoga Menhan baru Pak RR menyadari itu, udah ngga bisa ditunda2 lagi Sukhoi Su-35 harus diseriusi apalagi menteri perdagangan Rusia sdh membuka kesempatan lebar2 utk Indonesia…apalagi ?…

  1. kalo masalah F 16 yang retak sih dah perkara lama, abis operasi badai gurun jaman tahun 90’an udah ditemukan keretakannya terutama di sambungan badan dengan sayap makanya ada paket program Falcon Star kalo sekarang muncul lagi berarti emang kelanjutan dari yang dulu dulu

  2. sebagai fansboy kita tidak usahlah kuatir, karena pengadaan F16 sudah melalui kajian yang matang. Para perwira yang mengkaji pesawat ini bukanlah orang sembarangan dan melalui proses yang panjang. Kebangkitan militer Indonesia sudah di depan mata, pemerintahan sekarang akan lebih condong ke saudara tua bangsa inndonesia yaitu rusia, masa kejayaan maritim Nusantara akan terulang kembali dan kita akan menjadi saksi sejarah kebanglitan itu. Untuk menjadi bangsa yang disegani dulia luar harus kuat di bidang pertahanan.

  3. sukhoi 27 india juga di grounded setelah kecelakaan dan itu kecelakaan setelah berkali kali su 27 india .. tidak ada pesawat yg sempurna .. T50 PAK FA juga terbakar pas uji coba .. heli black hawk , mi17v5 dan semua heli pernah di grounded karena kecelakaan .. berita keretakan udah lama sekali sebelum kita terima hibah …

  4. Ada berita oliver hazard pery kapal freegate milik usa dengan sistem aegis dan berbagai macam rudal nya dan 2 kapal selam serang LA JOLLA DAN NORFOLK akan di non aktifkan dan dijual kepada negara asing … pernah ditawarkan ke indonesia tapi ditolak pada pemerintahan SBY .. pada pemerintahan jokowi yg condong ke USA ditawarkan lagi semoga diterima .. sekarang lagi berlatih dengan KRI sultan hasanudin di belawan medan ….

  5. Yang pasti f16 emang pesawat sejuta umat, laris manis tanjung kimpul lah…. ane demen ni pesawat. Terlepas dari siapa yg bikin, si elang botak emg anggun tampilannya, cantik buat ukuran pesawat tempur

  6. balikin oh oh balikin ……. (slank)
    mending balikin lg duitnya !!!
    nyawa pilot lebih lebih penting !!!
    spek & kondisi airframe pesawat yg sdh habis masa pakainya tdk bisa dibohongi dg upaya apapun, umur material logam sdh habis artinya cuma bisa dipajang di gurun pasir … coba suruh pada belajar ilmu metalurgi lg dah … biar melek tekno

    • gk besar kok bro
      cuma bagian retaknya dipotong trus di sambung ama logam yg sejenis

      kalo main ke GMF bakal tau kok dan bakal merasa kaga mau naik pesawat
      apalagi sriwijaya
      dari bodi semua tambalan
      air framenya juga bnyak sambungan
      ane aja paling mls pas inspeksi sriwijaya
      banyak banget cracknya
      hehe

        • hai bung petruk
          maklum lg fokus ujian and jd SR
          sblmnya di komen baca ada kejadian ama f16 tak kira yg baru tp hibah
          taunya yg di AS
          hehe

          gk kok bung
          hampir sama sistemnya kayak kayu
          tp pmotingannya itu gk boleh smbarangan dan setelah pemotingan harus di cek lg di bibir potongan apa hasil potongan menghasilkan crack lg apa gk
          kalo udah ya di baut lg
          kalo bodi sama sistemnya tp biasanya 3 lapis trus kasih cairan yg bikin dia jd karet
          hampir mirip no drop yg bocor2 itu loh
          hehe
          abis itu di repet deh
          ane juga baru tau pesawat itu di repet bodinya
          tp repetnya kusus
          alumunium campur apa lupa jd kalo kesamber petir cuma hangus doang soalnya biasanya repet ini jd target petir

          bayangkan bung inspeksi boeng 747-400 lantai 2 pake crane yg buat listrik itu
          rasanya bung
          kaki gk bisa gerak
          wkwk

          mengenang PKL kmrn
          😛

        • oiya tambahan
          biasanya pesawat mau di inspeksi itu ada jadwalnya
          kayak landing gear itu buat pesawat komersil 50x landing take off harus di periksa
          sayap dll beberapa jam terbang
          tp kalo over hull engine turun, flape di lepas, ampe cargo door diperiksa
          lantai2 di lepas, cat di kelupas, radar dicopot
          udah kayak kaleng alumunium

          kalo ketemu crack pd bagian yg paling fatal
          (semuanya fatal)
          misal landing gear itu dilaporkan ke pabrikannya langsung harus di repear (ganti komponen) or beli baru

          kalo garuda itu bener2 mantep
          catnya aja 5th sekali
          kualitas catnya lebih mengkilap
          mantep dah kebanggaan negara mah

        • masih layak kok bung zetri
          kan partnya udah di ganti
          rusak enginenya ya ganti enggine
          rusak framenya ya di ganti
          rusak kelistrikannya ya diganti
          rusak OCU nya ya di ganti

          malah lama2 dah kayak baru malah karna ganti2 terus
          hehe

          cuma penampilan pas dibingkar tinggal rangka bagian dalem dan cat di kelupas ampe engine di servis ama landing gear di copot rasanya gk semegah pas dah terbangnya

          ngomong2 pesawat kerajaan yaman itu malah pake pesawat thun 80an loh
          boeing 747-200 Sp
          tp kalo masuk dah kayak hotel
          ada ruang tidur king size
          karaoke
          ampe westafel lapis emas
          cuci muka disana jerawat rontok
          wkwk

  7. Sayang banget Rezim kmrn nguber kuantitas ketimbang kualitas,,meski bnnyk yg ngingetin bhw tujuan hibah F 16 ASU sebetulnya bener2 utk mengerem perkembangan kekuatan mililiter RI namun Resin nggak sadar juga,,lebih baik 6 biji SY 35 dari pada 24 biji barang rongsok yg sama sekali tidak disegani Sonotan,Sonora & Maloon..Paling sering terjadi Hibah hanya untuk menahahn laju kekuatan militer suatu negara (macam indonesia ini) shg keeimbangan militer regional tetap terjaga,,itu memang tujuan ASU,,yaa para tetangga adem2 aja NKRI dpt 24 F16, coba kalu NKRI akusisi SU 35 BM meski cm dpt 6 biji,,pasti laen

    • Lho kan pak Moeldoko sudah menyampaikan untuk SU-35 diharapkan diambil 16 biji/ 1 skuadron plus pinsil-pinsil mautnya buat gantiin F-5 yg sudah tua. Ya tinggal teken saja pak Joko dan Pak RR. kan pro Rusia. Apalagi BBM sdh mau naik, jadi makin tebal kan kantong negara. LanjutKAN

  8. banyak hal yg tdk diketahui dibalik pembelian F16,ada yg menganalisa untuk stop gap,ada yg blg bt kompensasi freeport,mnrt saya itu hny penyeimbangan pengadaan alutsista atau bs dblg obyek pembiasan,sprt hanya kita bt ifx dgn korea,pdhl disamping itu berjalan sejajar prject2 yg lain yg jauh lbh hebat dr yg kita ketahui.mengenai keretakan airframe dibwh cockpit saya yakin kok bengkel TNI sdh memperhitungkan.pembelian f16 kmrn dan tdk smuanya bekas,ada yg disisipkan disana.cmiiw

    • Artikel F16 block 52 diatas gak muncul kalu gak ada kejadian,,,perlu diketahui asal – usul F16 ini dari US National Guard (pernah jg di muat pd warjag ini),,artinya itu F16 bukan dari eks USAF langsung, tapi bekas pakai Air Nat Gurad, yg dulunya limpahan dari USAF,,tentu kualitas & reliabilitynya sudah jauh dibawah standar USAF…Air Nat Guard bukan utk perang, hanya menjaga wilayah udara USA..mari geleng-geleng kepala..tujuan baik dg cara yg baik belum tentu hasilnya baiik,,

      • wah ibarat motor dah tangan ke3 dong bung, 2 kali balik nama, 1 kali mutasi, celakanya kalo ama tangan pertama ato ke 2 dah di pake ugal ugalan pa kita gak kebagian uzurnya doang, tetapi saya tetap positif thinking semoga tidak demikian.

        • itulah bung Amoeba..sy miris dr awal krn memang sdh gak layak pakai,,selain itu tujuan hibah itu sendiri sebenrnya bukan untuk meningkatkan kemampuan TNI AU tp kebalikannya dengan hibah beserta biaya retrofitnya/up grade nya duit RI kesedot ke US & sdh gak bisa beli ke Rusia lagi namun barang yg didapat ya cuma itu2 aja..meski di upgrade avionik & radar dll,,tetep aja airframe nya sdh terbatas umurnya..masa menjelang fatique makin mendekat..sisi lain tujuan US menahan laju kekautan TNI AU sdh tercapai, negara sekutu S’poer, aussi, maloon tetep adem ayem merasa tidak terancam lagi..bagi yg tdk ngerti tentnag hibah ini,,dimaknai sbg simbol kedekatan USA – NKRI, dimaknasi peningkatan kekuatan significant..coba bung seandainya duit itu hanya utk beli SU 35 BM 6 biji aja,,,keadaaan regional akan ramai ..

          • rame pake banget bung bakalan pada merengek, nangis gulung gulung kayak anak kecil sama kanjeng bendorone ASU, ngotot harus minta F22, atau kalo gak di kasih pindah kiblat, secara pas horny mereka kalah ma su 30 kita di pitchblack 2012 ja mereka merengek minta f22 tapi gk dikasih, malah dikasihnya si merpati pedaging gemuk f35.

  9. What the…………
    Nggak moncer ni barang….
    Plist deh lain kali tu hibah hubah heboh dari ASU kagak usah dilirik lagi…meskipun kondisinya Indonesia butuh kuantitas pespur untuk mnutupi kekurangan alutsista udara qta,tp kayaknya barang hibah dari si ASu kagak usah masuk daftr lg deh…
    Kalo udah gini kan cuma bisa tapok jidat,elus dada sambil berbisik “oi ASu ente ngerti kagak,sakitnya entu dimari”….

  10. Kapan ya Indonesia belajar..belajar soal hibah barang bekas, soal embargo, beli alutsista tapi gak boleh buat perang oleh negara produsen-nya (inget waktu kasus Aceh dan mungkin juga kalo suatu saat ada konflik di Papua, jangan2 kita gak boleh gunakan alutsista made in barat buat mempertahankan NKRI) etc etc..semoga Presiden dan petinggi2 TNI bisa lebih bjaksana.

    Hati-hati dengan ‘kata manis’ dari AS dan Inggris, tidak ada yang tulus.

    Saya yakin petinggi2 TNI kita sudah tahu mana yang bisa di percaya : AS atau Rusia.

    Setuju dengan bung@Itto lebih baik 6 SU 35 daripada 24 F-16 barang bekas

  11. Saya tidak tahu harus berkomentar apa tentang insiden F-16 blok 52 ini.
    Soalnya saja belum tahu apa penyebab F-16 kita crash, apakah faktor human error atau pesawat yang bermasalah.
    Saya juga belum tahu apakah hancur total atau masih bisa terbang.
    Kalau soal alutsista di grounded sementara sih, saya rasa rusia, eropa, china pernah melakukannya.
    Kita tunggu saja keterangan lebih lanjut tentang F-16 blok 52 kita yang crash.

  12. bungkusss lagi nih :mrgreen:

    Frigat kelas OHP akan pensiun seluruhnya dari US Navy tahun 2015, sebagian besar akan ditransfer ke negara-negara sahabat
    ————————
    Decommissioning plan pulls all frigates from fleet by end of FY ’15
    Start saying goodbye to the frigates
    By October 2015, the fleet will be devoid of frigates for the first time in more than 70 years, according to the Navy’s latest decommissioning plan.
    The Navy plans to retire all of the remaining frigates, as well as five ships and two subs, during fiscal year 2015, the service announced Tuesday.
    The last Oliver Hazard Perry-class frigate to be decommissioned is the Kauffman, scheduled for Sept. 21, 2015. After that, the battle force will be without a frigate class for the first time since 1943, according to fleet composition records kept by Naval History and Heritage Command.
    Most of the frigates are to be sold to foreign navies.
    The only technical exception to frigate retirements is “Old Ironsides”: the Constitution, rated as a “frigate” when it was launched in 1797, remains in commission. The tri-masted sailing ship does not count toward the Navy’s force levels.
    In addition to the frigates, the ship inactivation plan announced Tuesday said the minesweeper Defender, the attack submarines La Jolla and Norfolk, and the amphibious assault ship Peleliu will be inactivated next year. The replenishment ship Rainier and two research vessels also will be inactivated, as will the survey ship Sumner.
    The fiscal 2015 inactivation schedule, according to NAVADMIN 152/14:
    ? Oct. 1, 2014: Minesweeper Defender, dismantling; research vessel Melville, Foreign military sale.
    ? Dec. 1: Attack submarine La Jolla, conversion to moored training ship.
    ? Dec. 15: Attack submarine Norfolk, dismantling.
    ? Dec. 31: Research vessel Knorr, foreign military sale.
    ? Jan. 14, 2015: Frigate McClusky, foreign military sale.
    ? Jan 30: Frigate Elrod, foreign military sale.
    ? March 31: Amphibious assault ship Peleliu, out of commission/in reserve; frigates Ingraham (dismantling), Vandegrift (foreign military sale) and Rodney M. Davis (foreign military sale).
    ? May 8: Frigate Taylor, foreign military sale.
    ? May 22: Frigate Samuel B. Roberts, dismantling.
    ? Aug. 5: Frigate Gary, foreign military sale.
    ? Aug. 14: Frigate Simpson, foreign military sale.
    ? Sept. 21: Frigate Kauffman, foreign military sale.
    ? Sept. 30: Replenishment ship Rainier, out of commission/in reserve.

  13. Kalau dilihat photo diatas & diperbesar,,lingkungannya alam Indonesia, mobil sekitarnya juga (spt suzuki carry lawas atau daihatzu) rasanya hanya ada di Indonesia,,jd sangat mungin gbr diatas adalah F 16 TNI AU yg nyungsep,,gak jelas tandanya apa kah F16 A B laswas atau F16 25 setara 52 hibahh..alam lingkungan landansannnya yakin itu Indonesia

  14. Jangan sampai demi mengejar kuantitas mengabaikan keselamatan pilot , cukup barang bekas ini saja yg dibeli walaupun dengan kajian seketat apapun itu ,cukup sdah pilot” kita bermain nyali dengan barang bekas dan tua .

  15. BTW…KRI Teluk Bintuni kebakaran…..walah kejadian lagi kayak KRI Klewang..beruntun dengan info accident F-16 C/D 52I…kok ga pernah belajar dari kesalahan…TNI AL berulang melakukan ini…KPK harus segera masuk ke dalam indikasi korupsi dalam proses procurement di TNI. Kejadian teluk bintuni bagian dari tidak beresnya perencanaan dengan vendor serta speksifikasi barang. Sejak mulai diluncurkan PT DRU tidak profesional…Audit pengadaan hal yang sangat mendesak di tubuh TNI

  16. Jangan karena euforia politik dan isu keamanan yang ditanggapi dengan belanja alutsista besar-besaran tetapi kita tutup mata dengan proses pengadaannya….TNI harus membuka diri…Semua Kementrian bahkan POLRI sudah membuka diri dengan KPK..tinggal TNI yang menutup diri. Isu rahasia negara dan keamanan informasi hanya menjadi alasan tidak terbukanya institusi TNI.

    Kalo bersih kenapa harus risih……

  17. Comment nya pada sotoy (kaya gue juga).. Waktu pembelian F 16 baru zaman president soeharto juga ditemukan crack..baru ada crack bekas ada crack ya mending beli bekas…F 16 ID kita tuh ok banget ,yang block 52 apalagi! Sudah di modif seperti 16 soufla ISraeli (cirinya bangku tandem kaca kuning)
    Ada pilot F16 nato mencoba Mig 29 eks AU jerman timur..commentnya mig 29 susah diajak dogfight..si malon kan pakai mig 29..
    Pilot f16 kita juga pernah latihan dogfight dengan Pilot USAF yg memakai F15 eagle ..kalah tuh pilot f15ASU, si negara unyil pakai F 15.
    Asal tahu aja belum pernah ada record PESPUR ASUatau RUssia menjatuhkan pespur dari jarak BEYOND VISUAL RANGE . Meskipun ngegotong rudal bvr, tetap pilots ngancurin dari jarak visual range. ,F 16ID JAGOANNYA dogfight

  18. Mantap Bung, semoga era pak Joko makin membahana. yg pertama 16 unit SU-35 yg sudah diusulkan era SBY untuk mengganti F-5 cepetan didatangkan. Kalau bisa 2015.
    10 unit Kilo 877 yg dlu batal diakuisisi semoga pak Ryamizard dan Pak Joko bisa gantikan yg lebih gahar misal 12 unit Amur 1650 / Improved Kilo.
    Pak Joko LanjutKAN

LEAVE A REPLY