F-16 Mungkin Gantikan Jajaran MiG-21 India

NEW DELHI – Lokalisasi produksi pesawat tempur F-16 bisa membantu India menggantikan armada usang yang sebagian besar tergantung pada MiG-21 Soviet yang telah usang sebagai ganti karena kesepakatan pembelian jet tempur Rafale antara Paris dan New Delhi yang tak kunjung diperoleh dan terkesan diulur-ulur, Praful Bakshi, mantan kkepada omandan Angkatan Udara India dan mantan juru bicara kepala Departemen Pertahanan, mengatakan Sputnik pada hari Sabtu (06/08/2016).

Pada hari Kamis (04/08/2016), wakil presiden kontraktor pertahanan AS Lockheed Martin mengatakan bahwa perusahaan bersedia untuk mengubah India menjadi produsen tunggal pesawat F-16 dengan menutup satu-satunya jalur produksi aktif di Texas dan bergeser ke India.

“F-16 dapat menjadi pengganti yang bagus untuk pesawat MiG-21. Karena kesepakatan yang belum jelas terwujud dengan Rafale”, katanya. Bakshi menambahkan bahwa transfer teknologi akan menjadi bagian penting dari kesepakatan tersebut.

“Kita harus melihat apakah mereka membawa teknologi mereka, kita harus melihat bahwa mereka tidak harus membuat India hanya tempat berkumpul. Mereka harus membawa teknologi mereka kesini dan pesawat tempur harus dibuat disini. Ini akan menciptakan kesempatan kerja disini dan mendorong kami pengembangan teknologi, “jelasnya.

Pada bulan Januari 2016, India dan Perancis menandatangani kesepakatan antar pemerintah atas pembelian 36 jet tempur Rafale. Produsen penerbangan Dassault Prancis awalnya meminta hampir 12 milyar dolar AS untuk pembelian pesawat tersebut, sementara New Delhi meminta diskon 30 persen dari harga tersebut. Pada bulan Mei, Paris telah sepakat untuk menurunkan harga antara 7 – 8 persen, sehingga tawaran Perancis saat ini sekitar 8,6 milyar dolar AS.

Sharing

Tinggalkan Balasan