F-16 Viper Lawan Gripen-E, Siapa Pemenangnya ?

Selain Su-35, ada dua pesawat tempur lain yang diincar TNI AU Indonesia, yakni F-16 Viper dan Gripen J-39E, keduanya merupakan pesawat tempur generasi empat tercanggih milik AS dan Swedia.

Su-35, F-16V dan Gripen-E silih berganti menghias media-media Indonesia sebagai pesawat tempur yang digadang-gadang akan menggantikan pesawat tempur F-5 TigerII milik TNI AU yang sudah tua. Pada artikel kali ini kita akan membahas perbandingan dua pesawat tempur selain Su-35, yakni F-16 Viper dan Gripen J-39E.

F-16V dan Gripen E, keduanya dianggap sebagai pesawat tempur yang sebanding, sama-sama dari generasi keempat. Keduanya memiliki radar yang luar biasa, mesin tunggal yang kuat, manuver yang lincah dan berteknologi canggih.

Seandainya kedua pesawat tempur bertemu dalam dogfight udara satu lawan satu, siapa yang akan menjadi pemenangnya?

F-16V dan Gripen-E memiliki kecepatan maksimal 2 Mach, sama-sama berkemampuan multiperan, keduanya juga dilengkapi rudal perontok pesawat jarak jauh (BVRAAM), rudal anti-permukaan, bom cerdas dan bom presisi. Keduanya memiliki kontrol canggih fly-by-wire dan kemampuan pengisian di udara juga dilengkapi radar modern AESA (Active Elektronically Scaned Array) dan beban bahan bakar yang sama.

F-16V dan Gripen-E juga memiliki sistem HUD (Head up Display) dan HMCS (Helmet Mounted Cueing Systems) dan dapat membawa pod pembidik dan pod laser. Keduanya juga dilengkapi datalink Link-16, sistem ROVER (Remotely Operated Video Enhanced Receiver), dan kemampuan komunikasi satelit, menjadikan keduanya adalah pesawat tempur dengan persenjataan dan kemampuan tempur yang mengesankan.

F-16V

F-16V adalah varian pesawat tempur F-16 paling canggih, dengan beberapa perangkat tambahan lebih modern membuat si Viper ini jauh lebih mematikan daripada F-16 lawas. ‘Si ular berbisa’ ini juga dilengkapi perangkat baru yang tidak dimiliki Gripen-E.

Kokpit Viper dilengkapi layar MFD (Multi-Function Display) di posisi tengah, selain dengan penampilan canggih ada beberapa item baru lainnya yang sebenarnya dicangkokkan di layar MFD Viper.

Display F-16V ditambahkan beberapa sensor fusion yang memungkinkan untuk menampilkan beberapa data berbeda dan ditampilkan di dalam satu layar, yang berarti semua data yang terjadi di medan tempur disekeliling Viper ditampilkan dalam satu layar terintegrasi. F-16 juga adalah pesawat tempur yang sudah battle proven, sudah lama terlibat dalam berbagai pertempuran di seluruh dunia.

Gripen E

Gripen E adalah varian Gripen terbaru, pesawat tempur lincah dan mungil dengan RCS (Radar Cross Section) yang kecil, sangat menyulitkan pesawat tempur musuh mendeteksi kehadirannya secara visual. Gripen-E juga dilengkapi sistem IRST (Infra Red Scan and Track) yang dapat mendeteksi pesawat tempur siluman sekalipun dengan menggunakan jejak panas yang dikeluarkannya.

Gripen-E dengan tambahan sayap canards juga dapat mempertahankan sudut serang (Angle of Attack) yang jauh lebih tinggi dari F-16. Lebih dari 50 derajat AoA, dibandingkan dengan F-16V dengan sudut serang 35 derajat AoA.

Meski menggunakan mesin yang lebih kecil dan daya dorong yang lebih rendah (20.000 pound berbanding 34.000 pound) daripada F-16, Gripen-E memiliki bobot yang lebih ringan dan dilengkapi sayap canard membuat Gripen lebih unggul dalam manuver serang.

Kedua pesawat tempur bisa dikatakan hampir berimbang dengan kelebihan dan kelemahannya masing-masing, namun Gripen-E dengan RCS kecil dan perangkat IRST juga sayap canard dengan daya dorong mesin yang kuat ‘sedikit’ lebih unggul dari F-16V.

Beredar info, Indonesia mungkin lebih memilih pesawat tempur Gripen untuk menggantikan F-5 TigerII, terutama untuk mendukung Transfer teknologi yang bisa menyokong ambisi Indonesia mengembangkan pesawat tempur masa depan IF-X. Akhirnya…apapun yang akhirnya terpilih semoga bisa membantu menegakkan kedaulatan udara Indonesia.

Leave a Reply