Mar 282017
 

Menepis laporan tentang sudah terpilihnya Dassault Rafale atau Eurofighter Typhoon dalam program Multirole Combat Aircraft (MRCA) Angkatan Udara Malaysia, Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussain menyatakan masih ada peluang terpilihnya kandidat lain seperti SaaB Gipen dan F-18 Super Hornet.

Ketika disinggung tentang kans terpilihnya Eurofighter Typhoon atau Rafale, Hishamuddin Hussain mengatakan F -18E/F Super Hornet dan Saab Gripen pun masih dalam proses yang terus berjalan.

Lalu kira-kira, pesawat tempur mana yang sebenarnya akan dipilih Malaysia?

Malaysia terus menggulirkan wacana pemburuan pesawat tempur multi-role MRCA yang terus tertunda selama empat tahun ini karena terkendala anggaran yang terbatas.

Program MRCA selain untuk menggantikan pesawat tempur medium Mig-29N yang harus pensiun, karena selain mahal biaya operasional dan perawatan juga untuk penghematan dan efisiensi dengan mengurangi tipe pesawat tempur garis depannya.

Memiliki tiga pesawat tempur utama dari tipe medium fighter dan heavy fighter, seperti F-18 Hornet, Mig-29 dan Su-30MKM, Malaysia akan menciutkan menjadi dua type pesawat tempur utama.

Sesuai dengan rencana awal efisiensi, sebenarnya kandidat MRCA bisa terlihat dari tipe pesawat tempur yang sudah dimiliki Angkatan Udara Malaysia, yakni pesawat tempur Su-30MKM dan F-18 Hornet. Jika sesuai dengan pakem rencana awal MRCA, yakni penciutan type pesawat tempur, sebenarnya kans terbesar adalah F-18 Super Hornet.

F-18 Super Hornet adalah pengembangan dari F-18 Hornet lawas seperti yang sudah dimiliki Malaysia. Selain akan memudahkan maintenance, Angkatan Udara dan pilot-pilot Malaysia pun sudah familier dengan F-18 Hornet, menjadikan kemungkinan terpilihnya F-18 Super Hornet lebih masuk akal daripada kandidat pesawat tempur lain. Tentu dengan syarat yang diinginkan Angkatan Udara Malaysia, seperti paket persenjataan terbaru dan termodern yang harus disertakan dalam pembelian F-18 Super Hornet.

Atau kandidat pesawat tempur dari negara lain sebenarnya bisa dipertimbangkan, seperti Su-35 dari Rusia.

Su-35 adalah pesawat tempur heavy fighter multi-role terbaru buatan Rusia. Pesawat tempur dari generasi 4++ ini juga sudah teruji dalam perang nyata di Suriah.

Selain memudahkan maintantenance, dan juga para pilot yang sudah terbiasa mengoperasikan Su-30MKM, sebenarnya Su-35 juga bisa masuk pilihan MRCA Malaysia, namun mungkin karena menganggap pengembangan flanker varian tertinggi sudah mentok dan tidak ingin memiliki pesawat tempur yang sama dengan tetangganya, maka pilihan pesawat tempur flanker dari Rusia menjadi tidak mungkin bagi Malaysia.

Author : Muhidin

Bagikan Artikel:

  52 Responses to “F-18 Super Hornet atau Su-35, Pilihan yang Logis MRCA Malaysia”

  1. Ya sudah sama*jiran pilih SU 35..??

  2. No 1?

    • Kalo sdh bersih hati baru bisa No.1
      Xixixi

    • Kalau masih mau 2 macam saja … mendingan ..F 18 Super Hornet saja Dan Sukhoi 30 ..
      Ditambahkan jumlah nya ..dengan type ter baru ..upgraded…
      Tidak usah Beli atau bikin tender yang melibatkan pesawat tempur jenis baru ..
      Soal tawaran Dari Kuwait ..diterima saja hibah nya ..

  3. Tejas kok gak di lirik yah. Jaim nih

  4. TAK DE WANG

  5. Persis indonesia, kebanyakn mikir, kebanyakan akan dan terlalu banyak birokrasi…akhirnya mpe 4 thn lbh belum ada pembelian apa2…

    • Sepertinya si mimin yg sengaja bikin malaysia stress 😆 beritanya bikin kacau pikiran mereka 😆 galau deh mikir mau pilih yg mana… soalnya duit gak ada

    • Hihihi padahal rosoboron gk nawari Su-35 ke Malay loh… Tapi kok jiran mau ikut-ikutan kita beli Su-35…. Gk bakal di kasih lah sama Russia… Russia Kapok Pespurnya Di otak-atik sama amerika

  6. apa cuman saya yang berpikir kalau malaysia tidak ingin kalah dengan indonesia yang telah setuju pembelian su-35 dan ingin menyamai indonesia disaat perekonomian negara tuh sedang lesu

    • dan yang berfikir bgitu pasti intelek nya tinggi bung,seperti hukum ekonomi bagi kaum malonesyiah apakah membeli pesawat tempur atau membeli pisang karena keduanya sama penting.

  7. keknya jf sulfur lebih logis deh secawra kan mereka udah tak de wang lagi kuang kuang

  8. cuma milih aja kok pelit amat, pilih F-22, F-35, Sukhoi T-50, B-1B lancer, B-21 raider, Tupolev TU-160 Blackjack. Toh semua pilihan tidak kebeli.

  9. Mungkin nunggu kontrak heavy Fighter Indonesia baru mereka putuskan. Biasanya tetangga maunya yg lebih hebat dr kita punya. Seperti pembelian SU MKM mereka.
    Tp khans yg besar dipegang Boeing dng Super Hornetnya, sekalian upgrade F-18 lama mereka. Dijadikan satu paket penawaran. Mungkin spt itu.

  10. Lebih serem kalo Malon beli EA-18 Dan F18 Super Hornet. Makin gahar 🙂

  11. “tidak ingin memiliki pesawat tempur yang sama dengan tetangganya.”
    siapa yg dimaksud tetangga malaysia ini?

  12. kalau malon beli su35 untungnya akan lebih mudah dalam hal suku cadang, karena dengan adanya tot pembelian su35 Indonesia yaitu pembuatan sperpart su35 di Indonesia,,

  13. F-16 upgrade meskipun single engine, gak kalah manuvernya dibanding F-18 Hornet. Beda pada TWR & Payloadnya saja, krn F-18 sebenarnya utk Take off dari kapal induk dgn kompensasi BBM lebih boros.

    • oh begitu ya bung,… kasiahan malon beli pesawat takde wang beli BBM tak de wang padahal wang 1MDB najib dapat beli 2 Ska T50i korea bgitu ya bung :D

  14. Malaysia sebaiknya membeli pespur yg mampu menghadapi kekuatan China di LCS..
    Tapi jika ingin kompetisi kekuatan dengan Indonesia.. analis mereka sudah tau hasil akhirnya..

    Indonesia bagi mereka adalah tetangga pertama yg akan membantu kesulitan… dan akan jadi musuh terhebat jika dijadikan lawan…. tapi itu sih pilihan mereka…. xixixixi

    • maka dipilihlah typoon versi siluman oleh malon bung, konon malon hobinya kolektor yang menyangkut alustita jenis siluman, seperti tank pendekar katanya bisa hilang sampai2 wujud tank pun tak ketemu sampai kini alias raib dijual najib kwakk…kwakkk…kwakkk

    • Mau dong jika Shila Amzah jadi pampasan, saya mau.

  15. kalau analisa saya Malaysia Akan beli SU 35… agar bisa bersaing dengan tetangga sebelah, tapi kalau melihat pergerakan China di LCS makan super hornet adalah pilihan terbaik untuk antidot Su 35 China

    • uang cekak beli pesawat apa bisa bung!!! paling juga opsi nya minta bantu tante eli tombokin typoon dan konon malon suka yang siluman maka jadilah typon versi siluman kwakk…..kwakk…kwakkkk

  16. Malaysia paling tetap milih super kornet extra pedas untuk menandingi Sukro rasa balado extra pedas kita!he3. Klu tetangga reseh yg songong begitu, liat tetangga beli mainan baru ya uring2an gak mo kalah mesti beli yg lebih baru dan mahal pokoknya harus lebih dr tetangga.

  17. malay ambil aja surplus Hornet ny Kuwait, jangan nyama2in indonesia dgn Su 35

    • Soal Indonesia jadi beli Su-35 atau tidak, entahlah. Bisa jadi justru beli yang lebih ampuh. Pokoknya, rahasia.
      Nanti dihembuskan lagi “Kami beli sedikit saja karena kami menunggu yang lebih canggih”.
      Nah besok kalo yang sangat canggih itu sudah produksi, ngomong lagi “Kami sangat berminat dengan produk ini, tapi kami akan beli seri berikutnya saja yang lebih canggih lagi”.
      Begitu seterusnya hingga negara lain selalu beli senjata canggih yang sangat mahal-mahal hingga akhirnya negara itu bangkrut kehabisan duit.
      Sementara itu duit Indonesia tetap menumpuk. Rakyat Indonesia makin sejahtera.

    • udahlah biarin aja mau ambil apa aja monggo silahkan, asal ya jangan EJECT KAT HANGGAR. mau sebagus apa wis tho…kalo cuman ngendon di hanggar dilap mulu, sekali terbang opmil nembak pokok pisang udahlah biarin aja.. diemin aja dah…. kita pantau sambil ngopi xixixixixi

  18. KT 1 wong bee kayaknya lbh cocok, dikasih brahmos hehehehe

  19. Malay nunggu KFX/IFX produksi massal bung..borong 5 skuadron sekaligus..

  20. jagan di beli mubazir..ntr rugi cuma parkir doang bisa bisa karatankelamaan ngangur karena mahal perawatanya. dan pesawat itu cocok untuk indonesia aja ..tapi kalo malaysia mau beli mendingan tejas ataw jf 17 aj lebih cuco untuk malaysia mah….. #DUKUNG MALSLAYSIA** beli tejas atawa jf 17…

    • Ngak ada rencana malaysia mau jet tempur jf sulpur dan tejas tapi mengapa indonesia tertarik dengan pesawat ini terutamanya tejas … aneh bangat

      • malon memang gak ada rencana apa apa orang tak de wang

        typhoon rafale aja cuma pilihan ,,pilihan doang beli gak wakakakaakakk

        ato malon mau ngekor su 35 yah ,,dasar negara gaka da kemaluan

        • Hihihi padahal rosoboron gk nawari Su-35 ke Malay loh… Tapi kok jiran mau ikut-ikutan kita beli Su-35…. Gk bakal di kasih lah sama Russia… Russia Kapok Pespurnya Di otak-atik sama amerika

          • hooh. tuh dengerin apa kt sales is deu bes idola ane bung jimmy rosoboron..hihihi

          • Bung Jimmy masalahnya bukan atut di otak atik ,…
            cara habuitat malon dg cara nyicil itu yang gak tahan… kwakk…kwakkk…kwakk

  21. Yang paling real tindakan malon adalah meminta tolong sama Indoesia, inggris, amerika dan australia utk menempatkan pasukannya diwilayah malon …..

    malon tidak perlu beli pesawat tapi cukup ngasih bbm dan duit operasional :D

  22. Paling malonsia beli Su 35..Sudah menjadi kebiasaan Malon suka ngikutin tetangganya itu..

  23. SU-35 bukannya tidak bagus, tetapi kurang sesuai pada ketika ini kerana isu pertindihan di LCS. Sebagaimana yang kita sedia maklum, China mempunyai akses yang besar terdapat persenjataan terkini Rusia berbanding lain-lain negara. Walau pun telah terbukti China banyak menyalin persenjataan Rusia secara haram, China tetap memperolehi apa yang mereka inginkan daripada Rusia memandangkan mereka merupakan sekutu yang paling dipercayai. Katakan, sekiranya berlaku senario terburuk peperangan antara Malaysia-China, SU-35 Malaysia sudah tentu tidak dapat bersaing dengan kecanggihan SU-35 China. Malahan, risiko Malaysia akan diembargo oleh Rusia adalah sangat tinggi sedangkan satu-satunya pesawat yang segenerasi dengan Su-35 China iaitu F/A-18D yang dimiliki oleh Malaysia hanyalah 8 buah sahaja. Jadi tidak hairan SU-35 tidak pernah disebut sebagai calon MRCA Malaysia. Tetapi saya tidak menolak kemungkinan pertambahan SU-30MKM yang berlainan variasi dengan yang dimiliki China. Sekiranya Indonesia ingin membeli SU-35, maka terpulang kepada pemerintah Indonesia sendiri untuk memilih pesawat mana yang paling sesuai.

  24. Menurut sy , sebaiknya malaysia upgrade 8 existing hornetnya menjadi seperti super hornet + beli 10 new super hornet supaya lengkap 1 skuadron.

  25. Kalau menurut saya khas terlogis untuk MRCA hanya EF2000 & rafale.

    Saya Kambing, salam Meong..

 Leave a Reply