Aug 042014
 
image

Pesawat F-35B STOVL pertama yang diberikan kepada Korps Marinir AS di Beaufort, melakukan take off dan landing vertikal.

Pesawat F-35B STOVL Lightning II Joint Strike Fighter melakukan lepas landas / mendarat vertikal untuk pertama kalinya Jumat, 1/08/2014 di Marine Corps Air Station, (MCAS, Beaufort, AS. Jet tempur baru ini untuk menggantikan armada taktis yang sudah tua yang meninggalkan legacy (sejarah baik) bagi Korps Marinir AS.

Para pejabat militer mengatakan kemampuan pesawat untuk mendarat di lingkungan yang sulit dan lokasi terpencil di mana sedikit lapangan udara yang tersedia untuk pesawat konvensional (di mana F-35B bisa take off dan landing secara Vertikal), akan meningkatkan kemampuan ekspedisi Marine Corp termasuk kemampuan beroperasi dari kapal amfibi, kemampuan yang tidak ada pesawat taktis lainnya yang bisa melakukannya.

Pendaratan pesawat ini dilakukan oleh Skadron Training dari Skadron 501 Marine Fighter (VMFAT-501) yang mentransfer pesawat F-35B kedua ke Lowcountry sejak skuadron ini pindah dari Elgin Air Force Base, Florida.

image

Calon awak pesawat F-35B dari skadron Marine Corps VMFAT-501 tiba lebih dulu bulan April hingga Juli 2014, di Air Station Beaufort, namun pesawat F-35B yang ada di Eglin Air Force base Florida, baru dikirim awal bulan ini ke MCAS, sekaligus menandai dimulainya pelatihan pesawat F-35B bagi Korps Marinir Beaufort.

Bulan Agustus ini akan datang 2 pesawat F-35B dan akan terus bertambah menjadi 15 pesawat hingga bulan Maret 2015, yang dibagi dua untuk MCAS, Beufort dan Armada Angkatan Laut Readiness Center di North Carolina.

Karena tidak semua anggota skadron berada di Beufort hingga Maret 2015, maka pelatihan dibuat lebih kecil. Hanya 15 pilot yang ditargetkan lulus pelatihan untuk tahun 2014-2015. Setelah itu diharapkan setiap tahun akan dilakukan pelatihan bagi 60 pilot, ujar Letnan Kolonel Luis Villalobos, selaku Perwira Pilot Training Center.

image

Pelatihan terbang akan dimulai Oktober 2014 yang meliputi pelatihan bagi pilot untuk melakukan transisi ke pesawat baru, termasuk pilot asing yang ikut proyek pembangunan pesawat.

Training akan dilakukan selama 6 hingga delapan bulan, namun tidak akan banyak melibatkan kemampuan Vertikal pesawat. 70 persen pelatihan akan menggunakan take off dan landing konvensional.

Dalam waktu bersamaan, hanya dua dari lima bangunan landing pads (untuk take off / Landing vertikal) yang akan digunakan dalam pelatihan.

image

Di awal latihan juga tidak melibatkan latihan terbang malam maupun operasional senjata dan pesawat akan terus di-upgrade untuk kemampuan yang lebih advance. Belum jelas kapan transisi itu akan selesai.

180 Marinir akan berada di air station, Beaufort. Hingga kini belum ditetapkan berapa banyak F-35B akan berpangkalan di (Marine Corps Air Station) MCAS Beaufort, namun Kolonel Bill Lieblin, Perwira Komando dari Marine Aircraft Group 31 mengatakan MCAS akan memiliki 88 pesawat F-35B.

Pesawat baru F-35B akan terbang bersamaan dengan pesawat marinir yang digunakan saat ini, hingga tahun 2030. Skadron pertama F/A-18 diprediksi tidak akan menerbangkan F-35 hingga awal tahun 2020 dan pesawat skadron F/A-18 tidak akan hilang dari MCAS hingga tahun 2020.

Konstruksi fasilitas untuk Joint Strike Fighters di MCAS telah dilakukan sejak 2011 dan menghabiskan Dana 260 juta USD dan akan ada dana tambahan 300 juta USD, untuk lanjutan proyek konstruksi yang telah direncanakan. Meski demikian pembangunan fasilitas baru di Air Station untuk F-35B, belum akan selesai hingga tahun 2020.

Ujicoba F-35B di  Elgin Air Force Base, Florida., sebelum diserahkan ke Marine Corps Air Station (MCAS), Beaufort.

Ujicoba F-35B di Elgin Air Force Base, Florida., sebelum diserahkan ke Marine Corps Air Station (MCAS), Beaufort.

Kehadiran pesawat baru (bisa take off dan landing Vertikal) ini juga akan mengubah luas zona penerbangan maupun zona kebisingan dan akan dipeluas, sensual dengan study yang telah dilakukan. (Marine Corps Air Station, Beaufort).

  62 Responses to “F-35 B Marine Corps Air Station, Beaufort”

  1. Siji

  2. nyimak

  3. alhamdulilah pertama ke 8 kali

  4. Raptor… raptor. Keren habis dah.

  5. lha yang kemarin masih ada masalah itu test the water apa beneran masalah. apa nyang punya oushit doang. soalnya punyanya mama eli pasti ok nya lha wong kapal induknya udah di launching

  6. ?????

  7. Baguslah,bisa gantiin harrier tuh…!!

  8. perlu ngga ya indonesia beli yang gini? tapi kemahalan yah harganya

  9. Su 35 tetap yg terbaik, sambil nunggu ifx.

  10. –deleted– admin –

  11. Sennopati , iki piye sih !!? kog kowe ngomongke mafia migas , lha wong iki forum militer.

  12. Deleted

  13. Kembali ke LAPTOP…. sambil menunggu pencerahan para sesepuh, krn tersedia anggaran pertahanan 2% GDB atau setara 8-10% APBN. Duduk manis sambil jualan ayam dan menikmati kopi di warung.

  14. sangat disayangkan Warjager mulai dipenuhi fanboy CAPRES…menurutku siapapun yg terpilih bukanlah seorang “DEWA” yg mampu mengatasi masalah bangsa semudah membalik telapak tangan. Kesuksesan seorang PRESIDEN sangat dipengaruhi oleh semua elemen bangsa ini. Apabila mampu menggerakkan & menyatukan semua elemen utk KEMAJUAN BANGSA bukan UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI/KELOMPOK maka pembangunan bangsa ini akan sukses. Diakui atau tidak, pak BEYE terhitung sukses memimpin bangsa ini, walau masih banyak kekurangannya disana-sini. itulah tugas pemimpin yg baru terpilih, melanjutkan dan memperbaiki kekurangan2 pemerintah sebelumnya. Siapapun yg terpilih kita harap mampu untuk itu! Salam NKRI

  15. Kalau bawa perabotan bom dan rudal full complete ngga akan bisa vtol?

  16. keren nih di us carrier f35b take off gk perlu pakai pelontar dan landing vertikall: http://www.youtube.com/watch?v=20sV9sZ03y8
    hanya blm lihat bagaimana kalau digantung senjata apakah efektif bisa takeoff tanpa katepel dari kapal induk?

  17. Back to basic … Militery …
    Semoga korsel tetap fokus melanjutkan KFX/IFX sehingga indonesia cepat merealisasikan Pesawat tempur nasional.

    • silaturahmi ketemu pensiunan PT DI, bahwa tenaga indonesia di PT DI banyak terlibat di disain tetapi untuk pabrikasi material bener2 masih bergantung luar. teknologi material masih blm dikuasai indo karena penelitiannya tidakmurah dan dipastikan sang peneliti harus mendapatkan IP right.. apakah benar demikian? tanyakan kepada pelangi yang sudah hilang di kota PT DI yagn sudah terburai digantikan asap polusi

  18. Bagaimana perbandingannya dengan SU35 yaa?,,,

  19. ijin nyimak aja boz..

  20. lwn s-37 menang mana

    • Emg su37 dprodukdi masal yach . Bknya su 37 terminator cm prototyp.

      • Semua plenki test bed kita nyang pake 3D vector thrust itu si arnold bung. Makanya kodenya ganti cuman di hoax corner bung nara ngga ada, ngga tau juga kalo disimpen. Apa ngga ngeh kalo knaapo produksinya sedikit bahkan untuk tante rosiyah sendiri

  21. Salam kenal semua warjager,Salam hangat dari Blitar Raya

  22. indonesia mending makai su 35 aja..pasti keren abis.

  23. kalo pribadi saya ttp suka SU35 🙂

  24. Lama-lama komandan gw pasti minat sama ni barang. Ntar dikibulin lg kayak apache..janji tot tp tak terealisasi.

    Disini sibuk F-16 upgrade setara block 52 tau2 dubes US bikin statement kalau itu block 25 upgrade dikit dan diaminin sama temen seangkatan di AU trus dijelasin lagi kalau airframenya lebih bagus yg F16 yg udah exist di IJW. Ya buat nambah2 bolehlah katanya. Realita lebih pahit dari gembar-gembor disini.

    Di ujung pembicaraan gw dengan doi, gw sempet nanya tentang SU 35 yg dulu pernah dibilang sama “orang dalam” (ngakunya) disini bahwa SU 35 sudah dibayar lunas..doi malah ketawa ngakak. Hikmahnya minggu depan gw diundang ke IJW dan bertepatan gw bebas tugas. Akhirnya bisa ngelus2 flanker disana. Sekalian mau buktikan apakah ada baby flanker yg setara SU 35 di IJW seperti yg digembar-gemborkan disini? Kita lihat mingfu depan 🙂

  25. bung sempak itu nyang duduknye boncengan, nyang ade id nye 100% baru. emang kite benerin jin plastik ngga ade bayarannye. romusha dong hehehe

  26. kami tgu kebenaran beritanya PakDe Sempak…Sapa yang bener dan Hoak…

    • Siap Pak Lek Laba-laba. Obrolan lainnya semalam mengenai jumlah flanker kita. Dipastikan jumlah flanker cuma 16 unit alias 1 skuadron home base Lanud Hasanuddin, Makassar.

      Saya ga tau minggu depan yang ada di IJW itu flanker yg mana, tp kata temen saya menurut jadwal ada flanker yg akan bermalam disana.

      1 info tambahan, akan dibangun skuadron fkanker baru masih di wilayah Sulsel, maaf saya lupa nama daerahnya. Nah pembentukan skuadron baru ini antara nambah skuadron flanker atau memindahkan skuadron Hasanuddin? Harapan petinggi2 di AU sih nambah fkanker. Mudah-mudahan disetujui oleh Presiden yang baru nantinya.

  27. Ada uang ada barang ada duit ada riset ada riset ada prototipe ada prototipe ga ada niat produksi jadi rongsokan. Kebiasaan NKRI semua program penuh muatan politis yang ujung2nya sing penting pantes dilihat rakyat tanpa ada goal yang jelas. Sama dengan program mef hangat hangat tai ayam.

 Leave a Reply