Apr 102017
 

Kemampuan Elektronik Yang Digunakan Tidak Sesuai Harganya

F-35 yang dijual kepada orang-orang Amerika bukan pada bagian kecil dari sistem misi, jajaran perlengkapan elektronik canggih yang terpasang pada jet. Artikel ini akan merinci tentang segala sesuatu yang merujuk pada kemampuan F-35 dengan mengumpulkan sejumlah besar informasi, seperti dilansir dari POGO.org.

Informasi ini seharusnya datang melalui sensor yang terpasang dan data link ke sumber jaringan luar, dan kemudian digabung dengan sistem komputer F-35 untuk mengidentifikasi dan menampilkan kepada pilot mengenai ancaman spesifik, sasaran, dan disertai kekuatan kesadaran situasional. Proses ini dirancang agar pilot dapat mendominasi ruang tempur (battlespace). Berdasarkan kinerja tes yang sebenarnya dari sistem ini selama pengujian pengembangan, namun, tampaknya yang terjadi adalah bahwa peralatan elektronik tersebut benar-benar mengganggu kemampuan pilot untuk bisa bertahan dan memenangkan pertempuran.

Secara keseluruhan, masalah pada sensor F-35 ini mencakup komputer dan perangkat lunak, termasuk menciptakan target palsu dan melaporkan lokasi yang tidak akurat, yang cukup parah bahwa tim penguji di Edwards Air Force Base telah memberikan mereka nilai “merah”, yang berarti F-35 tidak dapat melakukan tugas tempur seperti yang diharapkan.

Salah satu sistem, System Penargetan Electro-Optical (EOTS), telah dinyatakan inferior oleh para pilot dalam hal resolusi dan jangkauan dengan sistem yang saat ini digunakan pada pesawat warisan. EOTS adalah salah satu sistem yang dirancang untuk membantu F-35 mendeteksi dan menghancurkan jet tempur musuh dari jarak cukup jauh untuk melakukan dogfighting seperti pada masa lalu. Dipasang dekat dengan hidung pesawat, menggabungkan kamera televisi, sistem pencarian dan pelacak infra merah serta pengukur jarak dan penanda laser. Sensor ini berputar di bawah kontrol komputer untuk melacak target pada bidang luas dalam citra tampilan di layar helm visor yang digunakan pilot.

Namun keterbatasan EOTS adalah degradasi gambar dengan kelembaban, memaksa pilot untuk terbang lebih dekat kepada target daripada seharusnya ketika mereka menggunakan sistem yang sebelumnya hanya untuk mendapatkan gambaran yang cukup jelas guna meluncurkan rudal atau melakukan tembakan.

Dengan keterbatasan sistem yang demikian dapat memaksa serangan kejutan dari F-35 diketahui terlebih dulu oleh musuh, yang menyebabkan musuh bermanuver pada kesempatan tembakan pertama. Membuang unsur kejutan dan memungkinkan lawan untuk menembak terlebih dahulu adalah karena kita yang memaksa musuh untuk melakukannya dan bukan sebaliknya.

Beberapa pilot menggambarkan tampilan di layar helm sebagai “tidak dapat digunakan secara operasional dan berpotensi tidak aman” karena “kacaunya simbol” mengaburkan target darat.

Fitur lain yang sering disebut memberikan F-35 keunggulan atas kesadaran situasional adalah Distributed Aperture System (DAS). DAS merupakan salah satu sensor utama yang memberi umpan display yang dikenal sebagai sistem helm US $ 600.000, dan itu juga gagal menghidupkan sensasi. Sensor DAS adalah 6 kamera video atau “mata” yang didistribusikan di sekitar badan pesawat (fuselage) F-35 yang diproyeksikan pada helm visor mengenai situasi diluar pesawat sesuai keinginan pilot, termasuk melihat ke bawah atau ke belakang.

Pada saat yang sama, helm visor menampilkan instrumen penerbangan dan target serta simbol ancaman yang berasal dari sensor dan sistem misi. Tapi karena masalah dengan target palsu yang berlebihan, gambar yang goyang dan tidak stabil, serta informasi yang berlebihan, pilot akhirnya mematikan beberapa sensor dan input komputer dan lebih mengandalkan pada display disederhanakan atau panel instrumen yang lebih tradisional.

Di sini sekali lagi menunjukkan bahwa sistem instrumen tradisional sedikit lebih baik daripada sistem yang seharusnya menggantikan fungsi mereka.

Para pilot penguji juga mengalami kesulitan dengan helm dalam beberapa tes penting Pengiriman Senjata Akurasi. Beberapa pilot menggambarkan tampilan di layar helm sebagai “tidak dapat digunakan secara operasional dan berpotensi tidak aman” karena “kacaunya simbol” mengaburkan target darat. Ketika dicoba untuk menguji tembakan rudal udara-ke-udara jarak pendek AIM-9X terhadap target, pilot melaporkan bahwa pandangan mereka pada target terhalang oleh simbol-simbol yang ditampilkan pada visor helm mereka. Pilot juga melaporkan bahwa simbol-simbol tersebut tidak stabil saat mereka mencoba untuk melacak target.

Selanjutnya ada isu pilot benar-benar melihat tampilan ganda dari “jejak palsu”. Ada masalah dalam mengambil semua informasi yang dihasilkan oleh berbagai instrumen yang terpasang dan penggabungan kedalam gambar yang koheren untuk pilot, suatu proses yang disebut sebagai fusi sensor.

Pilot melaporkan bahwa instrumen yang berbeda, seperti radar pesawat F-35 dan EOTS mendeteksi sebuah target yang sama tetapi komputer mengkompilasi informasi tersebut dan menampilkan target menjadi dua. Pilot telah mencoba untuk mengatasi masalah ini dengan mematikan beberapa sensor untuk membuat menghilangkan target berlebih. Mengenai masalah ini, DOT & E mengatakan, bahwa hal tersebut “tidak dapat diterima untuk pertempuran dan melanggar prinsip dasar kontribusi pemicu beberapa sensor menjadi jejak yang akurat dan tampilan yang jelas untuk mendapatkan kesadaran situasional serta untuk mengidentifikasi target dan menyergap musuh”.

Dan yang terburuk adalah bahwa masalah ini bukan hanya terjadi pada satu pesawat, tetapi juga pada pesawat-pesawat yang sedang berusaha untuk berbagi data di seluruh jaringan. F-35 memiliki sistem Multifunction Advanced Data Link (MADL) yang dirancang untuk memungkinkan pesawat berbagi informasi dengan F-35 lainnya guna memberikan gambaran umum pada semua pilot mengenai battlespace. Hal ini dilakukan dengan mengambil seluruh data yang dihasilkan oleh masing-masing pesawat dan menggabungkannya menjadi satu, berbagi pandangan dunia bersama.

Akan teapi sistem ini juga menciptakan gambar yang keliru atau split target. Meracik masalah, sistem ini juga terkadang memberikan gambar dari target yang ada bersamaan, menyebabkan kebingungan dalam kokpit mengenai apa yang ada atau yang tidak ada.

Kesimpulannya bahwa sistem yang seharusnya memberikan pemahaman yang lebih baik kepada pilot mengenai dunia di sekitar mereka malah melakukah hal sebaliknya. Menurut laporan itu, sistem ini semakin menurunkan kesadaran situasional dan meningkatkan beban kerja para pilot. Pekerjaan untuk mengatasi kekurangan ini memakan waktu bagi para pilot dan mengurangi eksekusi misi yang efisien dan efektif.

Para pendukung F-35 mengatakan bahwa itu hanyalah masalah jaringan, apa yang menjadi masalah sebenarnya adalah bahwa jaringan tidak bekerja sebagaimana mestinya.

  14 Responses to “F-35 Masih Terus Bermasalah – Elektronik”

  1. sempurnakan terus,, agar mendekati kebutuhan

  2. Terlalu banyak sensor.., bikin pilot jdi bngung sendiri…
    Pesawat mahal tpi segudang perbaikan..
    Untung ausie belinya yg ini…
    Su-35 >2 skuadron
    Su-27 SKM2>2 skuadron
    Su-30 MK2>2 skuadron
    Su-34 fullback>1 skuadron

    THE BEST COMBINATION FLANKER FAMILY
    Udah cukup buat tetangga sekitar panas dingin…
    Berfikir 10 kali tetangga2 yg jahil mau ganggu indonesia..

    SIAPA YG SETUJU SUKHOI ALL FAMILY TERUS DI TAMBAH???
    MANA SUARANYA…..

  3. Borong saja f 35 1 skuadron…Supaya bisa update teknologi USA,Tp tetap Su 35 juga diborong 2 skadron

  4. f 35 pesawat kaga mooonnnccceeerrrr …muuhehehehehe

  5. sebenarnya…tujuan battlespace sangat bagus..benar benar generasi pespur kategori 5++
    mungkin sekarang bisa ditertawakan krn banyak masalah..tapi bila nanti seluruh masalah terpecahkan, akan tampil digdaya..makanya celaka lah tejas gripen apalagi supertakinoy…hehehehe

  6. gak percaya, itu fitnah, produk AS pasti bagus, sebab harganya mahal, pasti paten lah…

  7. Yg sudah pada borong pasti kecewa berat, harga mahal mesti diperbaiki terus dan lgsg berhubungan dgn biaya perawatan yg tdk sedikit. Maknya F22 gak dieksport AS karena sudah terbukti salah satu yg terbaik dan takut teknologinya diketahui NATOcs apalagi saingannya/musuh bebuyutannya. Pantaslah Kanada menolak mentah2 F35 tsbt!

 Leave a Reply