Oct 022014
 
 RAAF AU-1 terbang menuju langit (photo: Lockheed Martin)

 RAAF AU-1 terbang menuju langit (photo: Lockheed Martin)

Fort Worth, Texas – Pesawat pertama Australia, Lockheed Martin F-35A Lightning II Joint Strike Fighter melakukan penerbangan perdananya pada 29 September, menandai tonggak penting untuk program F-35 Royal Australian Air Force (RAAF). Kepala Pilot Uji Lockheed Martin F-35, Alan Norman, menerbangkan langsung pesawat ini untuk melakukan serangkaian pemeriksaan fungsional yang berlangsung selama dua jam.

Pesawat, yang dipanggil Australia sebagai AU-1, dijadwalkan untuk dikirimkan ke Angkatan Udara Australia akhir tahun ini dan akan ditempatkan sementara di Luke Air Force Base, Arizona. Australia akan menggunakan jet tempur siluman F-35A ini, untuk pelatihan pilot.

F-35A diserahkan ke RAAF Australia akhir tahun 2014

F-35A diserahkan ke RAAF Australia akhir tahun 2014

Pesawat F-35 Lightning II memberikan kemampuan tempur generasi ke-5 transformasional bagi Angkatan Udara Australia dan juga memberikan manfaat yang signifikan bagi industri kedirgantaraan Australia. Industri pertahanan Australia telah memiliki kontrak senilai $ 412 juta USD, terkait pengadaan F-35A siluman bagi RAAF.

F-35 Lightning II adalah pesawat militer yang paling canggih di dunia dan untuk lebih dari satu dekade, AS dan sekutunya telah berinvestasi dalam mengembangkan pesawat generasi kelima ini, pesawat tempur multirole internasional sebagai penjaga keamanan global di abad ke-21 . (Lockheed Martin / F-35).

* Apakah Indonesia sudah menyiapkan radar ?. Minimal bisa mendeteksi dulu.

  157 Responses to “F-35 So Close, Are You Ready Indonesia ?”

  1. Pagi smua

  2. Wawww

    • maaf OOT, mau tanya nih sama bung-bung sekalian….

      kan utk KCR 60 TNI AL masih pake meriam 40 mm, yg idealnya (seharusnya) pake 57 mm, trus yg KCR 40, kan masih ada yg blom dipasang AK-630, nahhh …kira2 kapan yaa akan di upgrade ??? trus utk pemasangan rudal, apakah udh terpasang di KCR 60, kan seharusnya bisa ditempatkan 4 rudal ????

  3. ka 3

    • su-35 tidak akan mampu menandingi f 35 krna klah jauh dgn f 35 dri segi radar su 35 msih fke type pesa ndesoo kan? f 35 sdah fake aesa

      • perasaan radar su 35 adalah radar terjauh jangkauannya dan bisa deteksi pespur semacam f35 dr jarak 70 km
        maaf kalau salah ,tukang ukur bangunan

      • Su-35S sudah melampaui satu-satunya pesawat tempur generasi kelima yang telah digunakan hingga sekarang, yaitu F-22 Raptor buatan Amerika. Oleh karena itu, sistem kendali radar ‘Irbis’ yang dipasang di Su-35S mampu mendeteksi sasaran di udara pada jarak hingga 400 km yang merupakan rekor saat ini, dan melacak hingga 30 sasaran serta menyerang 8 di antaranya secara simultan.

        Sistem radar di F-22 lebih lemah: jangkauan deteksi maksimumnya hanya 300 km. Di samping itu, ‘Irbis’ memungkinkan pendeteksian dan pelacakan aktif terhadap hingga empat sasaran di darat secara simultan. Su-35S juga dilengkapi dengan sistem navigasi yang mampu menunjukkan lokasinya sendiri dan parameter pergerakannya secara mandiri tanpa harus melalui navigasi satelit atau komunikasi dengan stasiun di darat. Dengan kata lain, jika GPS atau GLONASS dimatikan, pesawat ini tidak akan menjadi ‘buta’.

        Angkatan Udara Rusia dijadwalkan menerima 48 pesawat Su-35S sebelum akhir 2015. Itu praktis sama dengan 50 buah pesawat generasi kelima karena Su35S hampir identik dengan PAK FA dalam hal perangkat elektronik onboard, sistem kendali, dan persenjataan. Oleh sebab itu, tidak akan sulit bagi pilot untuk beralih ke pesawat tempur generasi kelima dengan teknologi silumannya yang niscaya: setiap pilot yang telah mahir mengendalikan Su-35S dapat dengan mudah beralih ke T-50. Artinya peralihan ke pesawat tempur generasi kelima tidak akan dimulai pada tahun 2017 – proses itu sudah berlangsung saat ini di Angkatan Udara Rusia.

        Ideologi pesawat yang akan mendominasi langit di paruh kedua abad ke-21 sedang ditentukan saat ini. Apakah ini akan berupa robot terbang atau pesawat tempur klasik berawak dengan perangkat elektronik yang semakin mutakhir dan persenjataan yang baru tidak begitu penting. Yang utama adalah industri pesawat Rusia telah memulai terlebih dahulu pengembangan pesawat generasi keenam. Semakin cepat Su-35S mulai digunakan dalam unit garis depan dan semakin besar jumlahnya, usaha menciptakan pesawat tempur generasi baru akan semakin sukses.(Rbth Indonesia)

        Apalagi dibandingkan dengan f35…..jauuuuuuuh diatasnya

        • Tapi sayang nya jangkauan 400km itu bukan itu pesawat siluman yang RCS rendah,
          Itu hanya utk pespur genre 4.5 ke bawah,,

          Klo yg siluman msh dicari radar yg ampuh dgn jangkauan jauh,,, blm sepenuh nya ada, klo pun ada blm di bukti kan kemampuaan nya di instal di pespur,

          • maaf …mau ikutan. saya selama ini hanya SR saja.
            pesawat siluman sudah bukan masalah lagi buat rusia. F22 raptor yang stealth kalau gak salah pernah dirontokkan oleh SU35 di daerak arktik. atau paling tidak sempat di lock.
            Rusia sendiri sudah mempunyai antidot buat teknologi stealth…macam yang dikembangkan USA ini. yaitu menggunakan radar berfrekwensi rendah.
            kalau radar masih menggunakan frekwensi tinggi memang tak akan mampu mendeteksi F22 dan F35.
            karena memang pesawat ini didisain utk anti radar frek. tinggi yang dipasang pada kebanyakan pesawat tempur gen 4 dan gen 4.5.
            dan rusia akan memasang radar canggih anti stealth ini di PAKFA, plus radar frek. tinggi.
            kalau lihat kejadian F22 dirontokkan atau di lock oleh SU35 beberapa waktu lalu…SU35 kayaknya sudah dipasang radar anti stealth juga.

            CMIIW

          • Wah,,, keren tuh bung,, bisa minta link nya.?

          • kalau udah pada terbang…….su 35 untuk detek pesawat siluman gak pakai radar tapi pake IRIST……juga untuk detek rudal……….75 km….irist su 35 bisa detek rudal yang meluncur………….

          • radar dengan L band sudah di pasang di pesawat ya.di PAK FA

            Meskipun sebagian besar informasi tentang Sukhoi T-50 PAK FA telah diumumkan secara luas, namun sebagian kalangan meyakini bahwa masih ada beberapa fakta yang disembunyikan. Misalnya kemampuan supercruise (mencapai kecepatan supersonik tanpa afterburner), persenjataan berupa misil udara ke udara dan udara ke permukaan, rudal anti kapal laut, radar AESA dengan elemen 1.500 array yang kabarnya memiliki kecerdasan buatan. Bahan komposit yang digunakan pada Sukhoi T-50 diperkirakan mencapai 25% dari keseluruhan berat pesawat dan sekitar 75% merupakan pelapis permukaan badan pesawat. Badan pesawat juga terdiri dari 75% titanium. Dilaporkan juga bahwa pesawat siluman buatan Rusia ini memiliki kemampuan maneuver yang melebihi F-22 Raptor.

            Radar kompleks PAK FA SH121 memiliki tiga radar X-Band AESA yang terpasang pada bagian depan dan sisi pesawat. Kemudian didukung juga oleh radar L-Band yang terpasang pada permukaan sayap yang terbukti telah meningkatkan efektivitas terhadap target VLO yang dioptimalkan pada frekuensi X-Band. Pesawat tempur ini juga memiliki IRST IR / search optik dan sistem pelacakan.

            Avionik

            * Radar: Radar N050(?)BRLS AESA/PESA
            (peningkatan IRBIS-E) pada Sukhoi Su-35
            o Frekuensi: 3 mm (0.118 in)
            o Ukur lilit: 0.7 m (2 kaki 4 in)
            o Sasaran: Menjejak 32, menyerang 8
            o Jarak: 400 km
            + EPR: 3 m² (32.3 kaki²) di jarak 160 km
            + RCS: 0.01 m² di jarak 90 km
            + Azimut: +/-70°, +90/-50°
            o daya : 4,000 W
            o Berat: 65 hingga 80 kg (143 hingga 176 lb)

      • justru radar yg low band yg ditakuti nie pesawat……….

        • radarnya VOSTOK E

          Dikembangkan oleh KB Radar yang berbasis di Belarus, radar Vostok E VHF band merupakan radar pengganti dari sistem radar P-18 saat era Uni Soviet. KB Radar sendiri mengklaim radar Vostok E mampu mendeteksi pesawat tempur siluman seperti F-117A Nighthawk pada jarak 74 kilometer jauhnya saat kondisi electronic jamming (gangguan/kacau elektronik). Dalam kondisi tanpa gangguan, jarak deteksi bisa meningkat hingga 350 kilometer.

          Dengan wideband “Kharchenko” square ring unik yang disusun dalam pola kisi berlian, kelincahan frekuensi radar Vostok E akan meningkat terhadap pesawat-pesawat tempur siluman. Dalam situasi tanpa electronic jamming, deteksi radar Vostok E untuk pesawat tempur non siluman seperti F/A 18 Super Hornet bisa sejauh 255 km. Bahkan ketika menghadapi pesawat tempur siluman seperti F-22, radar Vostok E dapat mendeteksinya pada jarak 57 kilometer dan lalu menembak jatuhnya dengan kombinasi sistem pertahanan udara S-300. Radar Vostok E dianggap sebagai penantang dominasi udara dari pesawat siluman Amerika.

  4. Beli radar dari Russia seperti punyanya Vietnam yang banyak, beli satelit milter yang realtime 24 hours awasi dari langit, beli s300 minim cuma 500 jt dolar Mesir dapat 22 truk kita pasti bisa sebar seluruh perbatasan khusunya di daerah Kupang, apalagi,,,
    Perkembangan Rudal Nasional sampai mana?
    Satelit harus punya,su35 2 skuadron harus punya

    • mudah2an indonesia tdk mengakuisisi f,16, f-15, f-18, gripen, rapel dan typhoon; krn bisa golung koming ngadepi f-35;
      jika indonesia tdk membeli su-35 seri terakhir, maka f-35 sonotan lebih bagusan dihadapi sama super tukino.

  5. 10 besar

  6. apakah kita sudah siap???

  7. Vostok E mana Vostok E ?

  8. Yaaaa….siap gk siap harus di siapin..

    #suruputkopigingseng ????

  9. semua penyakit ada obatnya…, semua masalah ada jalan keluarnya. siap atau gak siap, harus siap..!! *apa yang disiapin duluan ya, pesawat penangkalnya dulu, radarnya dulu, atau rudal SAMnya dulu…?

  10. rawe rawe rantas malang malang putung…………….

  11. Ni pespur kalau mau nyelonong kemari,musti pake tanki tmbahan,so pasti dah ilang silumanya..trus anti dot nya? Au ah gelap

  12. berharap su35 segera datang, agar kita punya penangkal untuk si Ayam..

  13. Let the party begin….biarkan sekeliling kita memiliki F35…malah menyederhanakan penangkal kita…lebih hemat…kita bs investasi ke alutsista lain…kalau sekeliling kita punyanya macam macam malah repot kita nyiapin penangkalnya…

    • Bener bung wehr,rata2 tetangga pakai alutsista barat,jadi buat perimbangan kita akuisisi dari blok timur,apakah memang harus gitu bung wehr…???

      • @bung wehrmacht

        sayangnya tetangga kita tidak pernah tulus bung, dimasa damai aja usil apa lagi masa tegang, kalau melihat lcs dan penguatan alutista tetangga ,kalau kita melihat sisi positif nya ya sudah waktu yg tepat untunk menguatkan alutista nkri,semoga atase pertahanan,diplomat dan para politik bisa bermain cantik mengambil kebijakan penguatan alutista nkri.

        ingat sda masa dpn kita yg akan menjadi pesaing rusky adalah gas dan eropiyah sangat tgantung dgn gas dan minerba sdg on progress,bila nkri berhasil dlm hal ini gas dan minerba maka daya tawar politik ekonomi kita kuat dan bs sbg efek deteren,maka kita bisa meminimalkan tekanan2 negara2 agresor.

        maaf cucu lancang

        • Kalau soal gas akan lebih baik berbagi pasar dan sepakat harga jual dgn rusky (kartel) ketimbang harus berebut pasar dgn rusky,bukankah begitu bung cucu? Pasar masih sangat besar drpd berdarah darah berebut pasar lebih baik atur manis sambil sama sama menekan barat…dr rusia kita bs dpt keuntungan politis dan militer dari barat bs dpt keuntungan ekonomi dan tot…

      • Kalau bs sih jgn beli lagi bung mirza…buat…untuk sementara kita peralat mereka…manis muka sama mereka dan kasih apa yg mereka mau selama mereka bs kasih TOT…masalahnya gak ada niat kesitu pemerintah kitanya krn anggota DPR yg gak dpt proyek slalu menghalangi….

  14. ijin nyimak dulu…

  15. SAM-400 & Pantsyr….wajib kita beli saudar-saudara.

  16. Selamat Pagi

  17. tni harus punya seluruh varian radar low band rusky sam s400 s500 su 35 selanjutnya pakfa …. sukoi tni au harus dilengkapi ecm knirti dll …

    • Betul bung, rusia sdh lama mengembangkan dan mencari anti dot, utk pespur siluman, salah satu nya radar low band,
      Klo radar low band biasa, banyak mengalami masalah, salah satu nya cuaca, tp denger2 rusia sdh mengembangkan nya lagi, hanya saja, penembakan nya butuh konektifitas dari radar ke SAM, agar misil SAM tidak salah sasaran,, soo yg saya baca di artileri.com , dalam penembakannya ga semudah menembak pespur biasa, ada cara2 yg harus dilakukan, agar bs menebak jatuh pespur siluman,,
      Say kurang paham cara2 nya…

      • mengaca dari jatuhnya f 117 nighthawk usaf di balkan ad serbia mengunkan radar vera E low ban untuk ngedetek psw tsb terus stl posisi koornidat dilock dan dilaporkan ke satuan arhanud serbia yg kala itu pakai buk m dgn tuntunan vera e tsb f 117 nhwk bisa dijatuhkan dan rongsokanya dikirim ke rusia ma rrt …. habis kejadian ini f 117 langsung dipensiun dini pentagon …

  18. setuju bung esbeye, lebih baik pembelian radar sebagai antidot yg di utamakan, dari segi biaya juga lebih hemat, apalagi kalau bisa dpt tot radar dari rusky……ngarep . com

  19. Tantangan utk capres jokowi di bidang pertahanan…..

  20. tenang mas bro semua sudah dipikirkan dan disiapkan antisipasinya

  21. jangan takut sama PRODUK GAGAL !

    • tpi ngeri jg bung..

      • ngeri karena nggak tahu kelemahannya.

        itu pesawat lamban dan kurang lincah…kalau diajak dogfight kena pelor 30mmm sukoi bakalan jadi bola api tuh.

        • Jangan terlalu underestimate begitu bung arya..ingat…semua yg kalah awalnya selalu meremehkan lawannya…itu menyebabkan victory desease…penyakit kemenangan…

          Kita dan lawan selalu punya potensi menang dan kalah berbanding lurus alias 50:50….yg membuat keadaan berbalik adalah perencanaan dan takdir…sesimpel itulah kemenangan…

          • ngremehin gimana? lhah itu kan memang salah satu, dua kelemahan F35 dari sekian kelemahan2nya.

            ya wis terserah maunya anda saja.

        • yang perlu di siapkan segera oleh indonesia adalah pesawat tempur yang bisa mengimbangi f 35 australia,jawabannya cuma satu SU 35 kemudian susul dengan T 50 FAKFA.

  22. TNI pasti tahu pa yang harus di siapkan….Jangan coba-coba TNI sudah kuat….bravo TNI

  23. untuk meiliki deteren yang cukup indonesia dalam 2 tahun ini perlu mendahulukan pengadaan beberapa batrey S400,beberapa batrey radar yang di tempatkan di Kupang,Biak,Makasar,Pontianak,jakarta,batam,natuna dan aceh. Cukup dengan satu skadron Su 35 campur Su34. Dengan kekuatan itu saja akan membuat negara manapun berpikir ulang untuk mengganggu dan berurusan dengan indonesia.

  24. Jangan takut buatan manusia pasti ada kekurangan dan kelemahannya

  25. DRONEEEEEEE

  26. tar tni beli copian f 35 dari mbah bowo yg gx klh ma punya tetangga

  27. Selamat pagi semua, semoga sehat dan tdk kurang suatu apapun semuanya aja.

  28. Izin absen..baru f35..cuman satu model doank ga pusing nyari antidotnye…bijimane nti indonesia punye pespur yg gado” tetangge lebih puyeng nyari antidotnye..!! Hehehe taktik perang yg jitu dari tni…

    …..NKRI HARGA MATI…

  29. ping!!

  30. Of course we are ready, do you ready to be a wreck ???

  31. Apakah TNI sudah siap untuk menyambut F35 sonotan, kalau belum negeri ini akan cilaka 12. Ada 12 ribu marinir di Darwin dan ada kurang lebih 100 F35?*

    • Jangan remehkan mereka bung. Mereka juga udah kenyang pengalaman tempur di irak dan afganistan. Tentara mereka bukan tentara memble. Meremehkan mereka akan menjadi boomerang bagi kita

      • Bung Sangkur, bukan meremehkan. tapi justru terkadang banyak komen dari orang2 indonesia sendiri yang “merendahkan” dan “melemahkan” bangsa sendiri. kita memang harus selalu siap dengan segala kemungkinan terburuk, tapi bukan berarti kita malah “keder” duluan dengar tetangga gelar alutsista canggih. soal tentara yang kenyang pengalaman di irak-afganistan, itu maksudnya tentara amrik ato aus? 🙂 salam kenal…

    • ostrali itu sudah kalah sebelum bertading,
      ibukota ostrali itu canbera, yang berada nun jauh disana
      mereka berusaha menjauhi “utara”
      sehingga mereka menjadi bangsa yg “terkucilkan”
      mereka lebih akrab dengan pinguin dan orca 😀

    • betul…
      yang penting kan “Man behind the Gun”

      dan kemampuan kita mencetak manusia yang tempur yang berkualitas tinggi
      secara kuantitatif yang signifikan.

  32. saya lebih setuju pertahanan rudal,jd pesawat militer asing pasti tdk mau berjudi utk masuk ke wilayah indonesia secara ilegal,pastinya harus di dukung dgn rudal dan radar canggih yg mampu mendeteksi pesawat stealth..dr sabang sampe merauke di pasang tuh rudal2nya hehe klo bs kita jg beli itu f35 yg konon pernah di tawarkan us kpd indonesia,biar mereka jg memiliki kekhawatiran yg sama terhadap kemampuan tni,byk solusi..yg penting duitnya aja siapin

  33. Mau ga mau indonesia kudu siap menghadapi ancaman yg akan mengganggu kedaulatan NKRI ,,

  34. Laksanakan pre emptive strike + blitzkrieg 3 matra … jossss !!!

  35. bakalan ada yang senyum2 nih. kalem ajah udah ada antidotnya kok yang susah itu malah mereka, kalo punya kita di kasih pasir semua. bakalan sama2 ngilang plus mereka ngga tahu yang nunggu apa. super tucano apa super flanker hehehe

  36. jangan bilang radar lho yah kalo sama2 ngilang tinggal electro optic yang jalan dan punya plenki nyang paling yahud

  37. We’re ready,,,

  38. Tunggu selangkah lagi radar satelit Prof. Yohanes Surya & Indonesian Sky Scanner Drone Garuda radar satelit Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo

  39. Kalo sama2 ngilang pake mata batin dan mata hati kali ya, hehee

  40. @bung wehrmacht

    sayangnya tetangga kita tidak pernah tulus bung, dimasa damai aja usil apa lagi masa tegang, kalau melihat lcs dan penguatan alutista tetangga ,kalau kita melihat sisi positif nya ya sudah waktu yg tepat untunk menguatkan alutista nkri,semoga atase pertahanan,diplomat dan para politik bisa bermain cantik mengambil kebijakan penguatan alutista nkri.

    ingat sda masa dpn kita yg akan menjadi pesaing rusky adalah gas dan eropiyah sangat tgantung dgn gas dan minerba sdg on progress,bila nkri berhasil dlm hal ini gas dan minerba maka daya tawar politik ekonomi kita kuat dan bs sbg efek deteren,maka kita bisa meminimalkan tekanan2 negara2 agresor.

    maaf cucu lancang

  41. even we prefer drone than your pigeon 🙂
    maybe searcher or heron could intercept your visit next time, at least puna could hear your whisper….

  42. oalah mbok..ostrali kok paranoid sama f16id ya…

  43. lebayyy mampusss nih tulisann,proyek yg paling muaahhall,puaaling lamma,paling banyakk masalah,vertical take off masih masalah,eehh pas lihat speknya masih dibawah SU 35 wkwkwkwkwkwkwkw :mrgreen:

    “F-35 Lightning II adalah pesawat militer yang paling canggih di dunia dan untuk lebih dari satu dekade, AS dan sekutunya telah berinvestasi dalam mengembangkan pesawat generasi kelima ini, pesawat tempur multirole internasional sebagai penjaga keamanan global di abad ke-21 . (Lockheed Martin / F-35)”

  44. Oh yes…oh no…oh yes…oh yesss..lho kok kebanyakan yes nya ya? :mrgreen:

  45. Wuiih 60 buah helly konvoy menuju juanda jam 11.30 suaranya aja bikin yg ngelihat bangga..
    apalagi bisa ngelhat dari dekat

  46. Saya rasa Indonesia siap krn menurut link ini http://id.m.wikipedia.org/wiki/Tentara_Nasional_Indonesia_Angkatan_Udara
    TNI-AU sudah memiliki pesawat SU-27 sbnyak 15 unit serta SU-30 sebanyak 11 unit + 23 unit SU-30 Dlm tahap Order brati kan TNI-AU sudah siap

    • aq tadi habis nongkrong di juanda…
      habis gitu ada beberapa pilot pakai sragam merah
      skuadron 15 dan sragam biru muda datang makan
      di sebelah ku…
      setelah aq amati aq melihat 1 orang sama yg di foto
      wiki yg paling kiri…itu pilot sukoi apa akrobatik ya…?

      • Salam bung juanda wah sayang sekali kenapa tadi anda gak nyoba berkenalan kepada yg bersangkutan…sapa tau dpt bocoran hehe…salam kenal bung juanda

      • salam kenal bung @juanda..
        btw pada makan siang dimana pilotnya..??
        ane mau nyoba makan siang disono jg, sapa tau bisa ketemu langsung & ngorek inpormasi.. (kalo ga di dor…)) hehehehe

    • Wah … hebat kalau info ini bener ….

  47. Yes, absolutely ready. Setelah aussie melihat kemampuan Su30 kita, mereka langsung order lusinan F35 ini apalagi hoaxnya kita sdh punya SU35 tambah kebakaran jengkot mereka.

    Kita bisa prepare for that:
    1. Radar lowband dan perisai udara medium range spt S400 dsbnya.
    2. 2 Skuadron SU35 mutan (+AESA)

  48. Untuk antisipasi beli radar dari blok timur (rusia)..dan Rudal S400..untuk pemukul baliknya SU35 S spek pesawat ini dah mendekati pakpa..:)

  49. Sudah takdir kita punya musuh potensial bersenjata alusista barat dan timur. Sudah seharusnya antidotnya alutsista buatan barat dan timur. Jadi apakah kita mau beli Thypoon, rafale atau Su-35 saya kira gak masalah, kalau bisa beli semuanya. Hanya saja untuk yang alutsista barat heavy fighter cukup satu jenis saja, misalnya rafale saja.

    Logistic nightmare mungkin bisa jadi masalah, tapi saya yakin negara kita punya cukup pengalaman untuk mengatasinya. Kita akan punya tiga Kogabwilhan, masing-masing seperti negara kecil yang punya kemampuan mengorganisir kekuatan tempur trimatra termasuk kemampuan mengurus logisticnya.

  50. kemaren saya udah tulis di kolom ini Australia tgl. 29 Sept lalu udah terima jet tempur F-35A Lightning II Joint Strike yg pertama dari pariknya Lockheed Martin, lha di kolom ini topik malah bahas SAAB Gripen..udah deh jgn pake buatan barat (NATO), jaman Soeharto kita jadi pecundang pake alutsista barat (AS & Sekutu), beda jaman Seoakrno kita digdaya dgn alutsista Uni Sovyet, sekarang dgn 1 skuadron Sukhoi Su-27 & Su-30, Rudal balistik Yakhont udah ditakuti, belum ditambah submarine Amur yg lebih canggih dari Kilo class..makanya semoga besok Presiden Jokowi memutuskan ambil lagi 1 skuadron 2 lebih bagus Sukhoi Su-35 sama T.o.T juga dpt prioritas pesen PAK FA. 50 Rusia kalo sama Indonesia baik bgt, dulu kapal penjelajah & perusak raksasa (panjangnya 220 M) svedlov class aja dihibahkan ke Indonesia

  51. Ya, itu semua tantangan untuk kita,,, kita serahkan semuanya pada user-nya

  52. NKRI Harga Mati …!!!

  53. kayanyanya Pitch black tahun depan, Indonesia di undang lagi, buat menjajal F35 lawan Sukhoi…# pendapat tukang ikan hias

  54. Lu aja keleuuuss….

    Dari jaman kakek gua pake bambu runcing udah Merdeka Atoe mati….

  55. Sehebat apapun F35, kita sdh dibentengi Pak Panglima. “TNI kuat..jgn macam macam!!”.

  56. Indonesia ga perlu nguatirin Australia, negara Australia yg besar adalah sekutu Indonesia dan akan memberi perlindungan yg kuat utk kita. Makanya Indonesia perlu jg membeli F-35 dan alutsista lain dr USA spy bs bahu membahu dgn USA dan Australia dlm menghadapi si komunis karatan alias Cina. Perlu dibanguan pakta pertahanan baru Asia Tenggara (New SEATO) yg mencakup 10 negara ASEAN plus USA, Australia dan Jepang. Israel mngkin jauh, tp pst negara ini akan bersedia membantu. Menorah.

  57. ….dan lewat 2020an saat KFX (IFX) dah mau siap.. ehh Indonesia disodorin nih F35 juga yg versi downgrade pulaa… naudzubillahmindzalikkkkk…

  58. Ku jerat kau dengan S 400

  59. Untuk antisipasi dan penyetaraan kekuatan dengan negara tetangga,apabila mereka memakai pespur tercanggih dengan teknologi barat (US),maka antidot terbaiknya adalah dengan kita melengkapi kekuatan alutsista dengan pespur tercanggih atau misil SAM pemburunya dengan teknologi timur (russia).dan memang pertanyaannya,sudah siapkah dan punyakah kita antidot tersebut?namun setidaknya ada clue yang jelas,bahwa panglima TNI dan user TNI-AU,menjajaki SU35.semoga saja dapat terwujud.maaf harapan dari murid kecil..

  60. judulnya so close…??jawabanya cukup oooooooh aja deh/so why…???hehehe

  61. China berencana membeli 300 unit J 20 dan 400 unit J 31. Jumlah total pespur siluman cina 700 unit,
    Klo digabung ma rusia dan india serta china, akan ada 1500 unit pespur siluman,
    Thn 2030 jepang udag memproduksi banyak pespur ATDX mitsubisi ditambah F35 nya yg di beli dari, di kawasan asia timur, ada sekitar 300 unit F35 yaitu taiwan, jepang, dan korsel, blm termasuk ATDX,
    , otomatis di kawasan asia, thn 2030 udah bnyk pespur siluman,
    Klo konsef KFX/IFX kita masih di 4,5 thn 2025 baru produksi, apa kita tidak tertinggal jauh?

  62. bakalan jadi nih niatan australia mau bombardir jakarta.

  63. salam semua, numpang tanya nih, pespur hawk terbang beberapa meter di atas pohon pinus kira2 bisa ktangkap radar tetangga ngak y,maaf oot, lagi beruntung aj liat tu pespur terbang rendah hehehe

  64. Coba lihat ini, skenario penyerangan Ossie ke Makasar.

    Armada Ossie:
    -48 F-35 u/ AtoA dan AtoG
    -16 SuperHornet u/ CAP pengawal Wedgetail dan A-330 MRTT Tanker
    -1 Wedgetail
    -6 Tanker A-330 MRTT

    Armada Indonesia:
    -16 Flanker SU-27/30.

    Dilihat dari jumlahnya sudah jelas kita akan kalah. Ditambah 12 Viper pun sama (yg 12 lagi menjaga wilayah Barat). Disamping itu, kapan kita akan boleh beli AMRAAM (mengharap terus…).

    Skenario yg kita harapkan :

    Meskipun misalnya radar Kohanudnas kita belum bisa mengendus F-35, tapi pasti bisa detect kumpulan SuperHornet, Wedgetail dan Tanker. Utk 600 km terakhir, F-35 juga harus re-fuel.
    Misalnya kita sdh punya 32 SU-35, wah kita bisa menang dengan taktik yg tepat. Taktiknya yaitu formasi tembok oleh SU-35 vs F-35, dan formasi capit udang SU-27/30 vs Super Hornet, Wedgetail dan A-330 MRTT Tanker.

    SU-35 dengan hi-altitude formasi tembok, 6 RVV-AE, 2 R-73, mungkin 1 drop tank, passive detection, menyisakan 2 pswt untuk active detection menggunakan Irbis E.

    SU-27/30 dengan hi-altitude formasi melambung, passive detection, kombinasi Kh-31P, RVV-AE, R-73 plus 1 drop tank menyasar Wedgetail, dan A-330 MRTT Tanker.

    Dengan data link, semua info dari 2 pswt SU-35 untuk active detection menggunakan Irbis E disebar ke semua pesawat kawan. Bila A-330 MRTT Tanker rontok, semua pesawat lawan akan ikut rontok jatuh ke laut bensin habis. Supaya lebih pasti, ada baiknya yg menghadapi F-35 hanya 16 SU-35, 16 lagi ikut SU-27/30 menyasar Wedgetail, dan A-330 MRTT Tanker. Disitulah titik lemah Osssie.

    Itulah gunanya punya fuel fraction yang besar.

    Bayangkan kalau kita punya bukan 32 tapi 48 (3 skadron ) SU-35. Lebih fleksibel kita menghadapi lawan.
    Bila kualitas (pilot) dianggap sama, maka kuantitas akan menentukan.

    • makasih tulisannya bung antonov…
      LIKE….

    • hallo..bung Antonov.
      saya suka kalau bung antonov lagi mengupas AU.

      masalahnya ialah…dimanakah pangkalan udara Aussie yang akan digunakan sebagai pangkalan aju bagi pemusatan semua pesawat ini? saya lihat ada 71 pesawat.

      berdasar info yang aku tahu ttg intelijen elektronik jarak jauh yang indo punya….dg kumpulan dan gerakan yg mencurigakan mengarah ke ofensif ini pasti sudah terbaca satelit militer indo…
      dg foto berresolusi tinggi dan kemampuan akan telemetri yang bagus…pasti sudah terendus oleh mabes TNI lah..

      apakah aussie akan melakukan penyerangan pangkalan sukoi di makassar dg tidak melakukan penyerangan dari laut juga? lalu keuntungan apa yang dari melakukan penyerangan jatak jauh yang penuh resiko tanpa melakukan penyerangan ke NKRI secara konphrehensif?

      apakah Aussie tidak takut/khawatir akan serangan balasan dari indonesia? dg pembom dan penempur udara macam SU27, SU30, SU34, SU35, TU22, TU150, TU142..plus F16, F5 ke pangkalan Darwin?

  65. BTO..idupnye dimane..??? Malon loe ya..!!!

  66. Kalau dari segi kekuatan bawah laut,TNI AL menang melawan negeri casey stoner.

  67. Nambah bung antonov, ketika situasi memanas, kopaska mengirimkan 6 anggotanya pake midget yg diangkut kri tom, mendarat di ujung terluar ossie dan melakukan operasi klandestein,sabot pangkalan A330MRTT, beri sedikit kejutan ke pangkalan f35 dg meledakkan gudang senjata f35, terjunkan satu regu kopassus utk membuat kericuhan di canberra dg meledakkan kantor intelejen dan kantor dephankam ossi, bangun klandestein bersama imigran2 arab dan asia utk membuat demo besar di ibukota, susupi dinas rahasia dan masukkan virus komputer ke database radar dan industri perbankan mereka sehingga dukungan keuangan melemah, cari gudang bahan bakar militer dan ledakkan, sementara itu denbravo dan tontaipur terjunkan ke pulau cocos utk melakukan perusakan fasilitas lapangan terbang dan pangkalan KS

  68. Untuk menghadapi F-35, gunakan formasi tembok. Formasi ini adalah beberapa elemen (2 pswt) masing2 berjarak 40-50 km satu sama lain. Kalau 1 skadron (16) berarti lebar tembok ini sekitar 280-350 km. Semua dalam passive mode, kecuali yg diujung/ tengah dalam intermittent active mode. Semua pesawat terkoneksi dalam data link.

    Bila jumlah pswt cukup, tambahkan masing2 2 flight (8 pswt), atau bahkan 1 skadron di kedua ujung tembok dengan tugas utama menyerang AEWS dan Tanker lawan. Posisi AEWS kira2 konstan 100 km di belakang F-35. Posisi Tanker fixed 500-600 km dari sasaran F-35 (pangkalan udara), dilindungi CAP Super Hornet. Menurut saya, konsentrasikan penghancuran Tanker daripada AEWS, sehingga pespur lawan sudah “bingo” tapi nggak bisa balik ke pangkalannya, akhirnya jatuh ke laut.

    F-35 pasti juga dalam passive mode (selain dibantu AEWS). Mungkin F-35 akan bisa search & track SU-35 sebelum sebaliknya SU-35 search & track F-35. Namun dalam jarak tembak AMRAAM, Irbis E pasti bisa detek F-35 atau detek penembakan AMRAAM (internal bay door F-35 terbuka dan AMRAAM diluncurkan).

    Setelah ini ada 2 opsi: SU-35 balas menembak dengan masing-masing 2 RVV-AE dan balik kanan, atau langsung balik kanan evasive action (flare dll) kemudian setelah aman balik kanan lagi mengejar F-35 yang, apapun opsi yg diambil, F-35 sudah “Winchester” dan terpaksa balik pulang nyusu ke Tanker (Ingat bahwa dalam stealth mode, F-35 hanya bisa bawa 2 AMRAAM internal). Tapi Tanker-nya mungkin sudah rontok karena dalam selang waktu yg sama diserang oleh SU-35 lain yg melambung!

    Karena SU-35 punya fuel fraction yg besar, maka mampu melakukan manuver2 tersebut di atas. Typhoon, Rafale apalagi Gripen belum tentu bisa, selain harganya jauh lebih mahal dan kemungkinan kena embargo.

    Kesimpulannya kita tidak usah kawatir menghadapi F-35 asalkan punya SU-35 yang cukup.

    • baru kali ini ada pembabaran taktik perang udara antar pesawat tempur.. salut buat bung Antonov.. LIKE…

      • mantap strateginya……tapi kalau .plan B mereka menggunakan pangkalan di timor leste.gimana kira kira strateginya….

        • Sebetulnya kecil sekali kemungkinannya, kecuali Ossie menduduki Dili dengan suatu operasi militer besar yg pasti tidak dapat disembunyikan dari kita.

          Tapi baiklah for the sake of argument, jarak Dili-Makasar adalah 780 km. Taktik kita sama. Ossie juga masih perlu MRTT Tanker utk minimal satu kali air refuelling. Kemungkinan Super Hornet ditinggalkan di Dili untuk proteksi pangkalan, karena tentu saja kita akan mengerahkan F-16 dari Lombok utk menyerang Dili.

          Osie lebih repot karena harus melindungi AWACS + MRTT, dan Dili pada selang waktu yg sama.

          Saya kira opsi ini tidak akan dipilih oleh Ossie.

    • Yupp.. Keren Simulasinya..!
      Radar Su-35 memang sudah Mumpuni kok , dgn L-Band mode saja sudah bisa mendeteksi target dgn RCS 0,01m2 pada jarak 90Km , (Against stealth target with 0.01 square meters, the head-on effective range is in excess of 90 km) , peak power 20Kw di ERBIS-E , itu dari datasheet sukhoi. JADI kesimpulannya : “F35 NO MORE STEALTH”…, sama saja menghadapi pesawat F16 dengan Radarnya F16 sendiri , sekelas APG-80 lah, chancenya 50:50 kan??.
      # dengan L_BAND dan HF Radar , RAM material di F35 menjadi tidak efektif lagi, karena RCS menjadi lebih besar dari yg disebutkan dgn acuan pengukuran X-Band Radar mode..
      # Sudah dengar berita US F22 di Lock Oleh Su-35S di Arctric????

  69. Mana siluet nya bung ? ……….. he he he

  70. Padahal australialah yg was2 dan merengek minta mainan baru F-35 karena TNI dah punya mainan pespur yg josss… Su-30 rasa Su-35 walau cuma beberapa biji saja, apalagi klo udah punya 1 skuadron, bisa meriang tuh negara usus buntu.. hehe

    #semogaBenar

  71. Tabe daeng @pcm…enaknya baca komen ta daeng sambil nongkrong di warung coto paraikatte di’…anyway,sepaha dengn daeng pcm SU-35 n jin rafa wajib akuisisi…salam kenal daeng.

  72. Kita memang harus mewaspadai negara australia ini, karena selalu mencampuri urusan dalam negeri kita dari dulu khususnya masalah timtim dan papua. Politik luar negeri kita haruslah ditegakkan sehingga tidak ada negara lain yg bisa mendikte negara kita.

    Untuk memperkuat posisi dan daya tawar kita, perlu diperkuat hubungan dengan negara-negara blok timur dan negara berkembang dlm forum nonblok, G77, G8, Asean atau OKI. Apalagi posisi dan geo politik kita yg strategis, kita tidak boleh bisa diperlemah oleh campur tangan australia ini. sekali kita memberi lampu hijau, maka mereka akan menuntut yg lainnya lagi.

    Untuk memperkuat posisi kita, harus ditunjang oleh kekuatan militer kita yang tangguh sehingga negara lain tidak melihat sebelah mata thd kita. Untuk ini, “Big thank you for Mr. Sby for your great effort to strengthen our military defence”.

  73. jauh lebih baik pengadaan radar rusia dan SU 35.. krn siluman f35 saat ini bukan siluman lagi.. krn sudah bisa terbaca radar…

  74. jangan ngandelin presiden yang sekarang…..!!!!

    menunggu pemimpin berikutnya…..

  75. F35 masih kalah sama F5, percaya deh…

 Leave a Reply