Feb 272019
 

Jet tempur siluman F-35B deklarasikan IOC © Lockheed Martin

JakartaGreater.com – Sejak meluncurkan karir tempurnya di Afghanistan pada September 2018, jet tempur siluman F-35B AS yang sangat disanjung kontraktor pertahanan serta militer AS, telah bekerja di Irak dan Suriah, menjatuhkan bom pada sasaran selama lebih dari 50 hari, seperti dilansir dari laman Sputnik.

“Mereka aktif dan melakukannya dengan sangat baik”, tutur Kolonel Chandler Nelms dari Unit Ekspedisi Marinir ke-13 dalam sebuah wawancara dengan Military.com, di hari Senin. Marine Fighter Attack Squadron 211 melakukan 1.200 jam terbang dalam misi tempur dan dalam kampanye melawan Daesh, menurut sang kolonel.

Jumlah pertemuan antara pesawat F-35 AS dan angkatan udara Rusia masih minim, kata sang komandan. Pasukan Rusia berada di Suriah atas permintaan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

“Kami sadar mereka [F-35 AS] mengudara”, kata komandan pesawat Rusia, menambahkan bahwa ada beberapa zona dekonflikasi antara pasukan Rusia dan AS. “Semua ditaati, tetapi kami menyadari aktivitas mereka”.

Jet tempur siluman F-35 meluncurkan rudal AIM-120 AMRAAM dari weapon bay © US Navy via Wikimedia Commons

Misi tempur F-35 pertama terjadi pada bulan September, ketika jet tempur generasi kelima itu melaksanakan serangan di Afghanistan terhadap Taliban.

Pesawat dengan penampang radar kecil itu membuat lebih sulit untuk dideteksi, dan telah memimpin orang-orang seperti komandan-in-chief AS, Presiden Donald Trump, menyebut sebagai “invisible fighter” dalam sebuah pidato kepada personil Penjaga Pantai AS dibulan November 2017.

  3 Responses to “F-35B Amerika Bombardir Target Daesh Lebih dari 50 Hari”

  1.  

    Halah… hla ngapain di Afganistan??? bukanya pakai Tucano saja cukup??? atau ga pede terjun di Suriah??? atau di Yaman???

  2.  

    Pasti bertempur dengan manusia siluman bukan pesawat neh, yg tanpa radar dan rudal, hahaha … 😀