Mei 102019
 

File:RAF F-35B STOVL RIAT 2016.jpg From Wikimedia Commons, the free media repository.

Maryland, Jakartagreater.com  –   Skadron Korps Marinir AS F-35B akan melayani penyebaran pertama kali pada kapal induk asing oleh skadron AS pada 2021, yang akan berlayar dengan HMS Queen Elizabeth Inggris, dirilis Sputniknews.com pada Rabu 8-5-2019.

“Ini akan menjadi cara baru yang luar biasa  dan saya akan menawarkan, berpotensi norma baru, melakukan koalisi yang menggabungkan operasi sekutu dengan mitra maritim,” kata Letjen Steven Rudder, Kepala Penerbangan Korps Marinir, mengatakan di Sea- Konferensi Air-Space di Maryland awal pekan ini.

Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson kala itu, membuat pengumuman pada bulan Februari 2019, meskipun saat iya yakin tur tugas ini akan mulai pada 2019 nanti, Sputnik melaporkan.

“Pikirkan tentang kapal induk ini di mana Anda akan memiliki skadron F-35Bs Inggris; dari (detasemen) Korps Marinir AS F-35Bs. Anda akan memiliki Helikopter serta Marinir Kerajaan Inggris di atas kapal,” ujar Letjen Steven Rudder.

Angkatan Laut Kerajaan Inggris, tentu saja, sudah memiliki F-35Bs sendiri, yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal. Williamson bulan lalu mengumumkan pesawat siluman akan dikerahkan ke pangkalan udara RAF Akrotiri di Siprus musim panas ini, Sputnik melaporkan.

Queen Elizabeth yang berkapasitas 65.000 ton itu ditugaskan pada akhir 2017 dan merupakan kapal perang terbesar yang pernah dibangun untuk Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Kapal induk itu dapat membawa 60 pesawat, meluncurkannya dengan tanjakan di haluan kapal. Pengerahan pertama kapal itu diharapkan pada awal tahun  2021, menurut juru bicara Korps Marinir Kapten Christopher Harrison.

Angkatan Laut Kerajaan Inggris bukan satu-satunya yang bersiap untuk mengerahkan F-35B: Italia akan mengganti AV-8B Harriers dengan pesawat stealth di kedua kapal induknya, dan Jepang akan menempatkan F-35Bs di  kapal “Destroyer Helikopter” khusus, yang merupakan kapal induk dalam semua hal kecuali namanya.

“Mereka bekerja bersama untuk semua hal dan memastikan kepastian dukungan dengan benar,” kata Letjen Steven Rudder tentang Marinir dan Angkatan Laut Kerajaan Inggris. “Sangat menyenangkan bekerja dengan mitra Inggris kami dalam hal ini. Saya pikir ini akan menjadi titik data yang sangat menarik dan kesuksesan operasional.”