Mei 132019
 

File:F-35C Testing Separationg With AGM-154.jpg From Wikimedia Commons, the free media repository.

Jakartagreater.com  –  Hypersonic Air-breathing Weapon Concept, atau HAWC, dikembangkan sebagai Rudal untuk serangan darat, tetapi menurut laporan terbaru, rudal itu dapat segera digunakan untuk serangan maritim. Pemerintah AS sebelumnya memberi Lockheed Martin, yang memproduksi pesawat tempur F-35, kontrak senilai $ 928 juta untuk mengembangkannya. Pesawat tersebut diharapkan terbang untuk pertama kalinya tahun ini, dirilis Sputniknews.com pada Rabu 8-5-2019.

Raksasa pertahanan yang berbasis di AS Lockheed Martin telah mempresentasikan konsep untuk Rudal lintasan udara HAWC-nya untuk F-35C Joint Strike Fighter Angkatan Laut AS, The Drive melaporkan. Perusahaan itu mendemonstrasikan versi visual dari pesawat tempur siluman, membawa Rudal di bawah setiap sayap, saat presentasi di Konvensi Tahunan Sea, Air, Space di AS.

Penerbangan pertama dengan HAWC, yang awalnya dikembangkan sebagai senjata serangan darat, akan berlangsung sebelum 2020. Seperti yang ditunjukkan oleh outlet, Jet F-35C digambarkan membawa Rudal secara eksternal, yang dapat memengaruhi kualitas silumannya. Namun, para pesawat akan mendapatkan kemampuan bertahan intrinsik berkat kecepatan dan jangkauan Rudal Hipersonik.

Varian serangan maritim dari Rudal Hipersonik Lockheed Martin dan varian lanjutannya juga dapat digunakan oleh pesawat tempur Angkatan Laut lainnya, yaitu F/A-18E/F Super Hornet, platform yang lebih besar, seperti Jet patroli P-8A Poseidon atau B- 1 atau pembom B-52 pembom. Namun, perlu dicatat bahwa perkembangan ini tampaknya masih jauh dari tahap implementasi.

Senjata Hipersonik generasi baru, seperti HAWC atau unpowered boost-glide vehicle, sedang dikembangkan di bawah program tersendiri. Sealin itu ada juga Tactical Boost Glide (TBG) yang diyakini sebagai game-changer untuk menyerang target yang sensitif terhadap waktu dan kritis. Karakteristik manuvernya membuatnya lebih sulit untuk ditahan dibandingkan dengan senjata Balistik.

Tahun lalu, Angkatan Udara AS dengan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) setuju untuk membayar Lockheed Martin $ 928 juta untuk mengembangkan Rudal udara Hipersonik. Drive menunjukkan bahwa penerbangan pertama HAWC akan berlangsung pada tahun fiskal berikutnya, yang dimulai pada bulan Oktober 2019 dan berlangsung hingga September 2020.

  21 Responses to “F-35C Akan Dilengkapi Rudal Jelajah Hipersonik”

  1.  

    cuma satu pertanyaanya.yg kmrn nyemplung di laut sdh ketemu blm.
    ini hny isu pengalihan spy dagangan tetap laku.

  2.  

    Russia sudah pamer… ini masih pengembangan…

  3.  

    Dalam hal peroketan USA emang tertinggal dari Russia.. Hohoho..

  4.  

    Tuh kan pesawat terlalu mutakhir dan terlalu canggih difungsikan buat bawa rudal sebagai domainnya pesawat pengebom tempur malah letoy saat tenteng perkakas utama rudal manakala akan lakukan tugasnya…. baikan beli rudal mutakhir nan canggih saja mampu sasar target sendiri, pengawasan seantero negeri cukup radar darat yg kuat dibantu pesawat surveilence AWACS atau semacam pesawat intai udara, tidak terlalu ribet, satbak baterai rudal tersebar di seantero negeri, sehingga bisa bagi2 area pengawasan dan penindakan ….jadi kata kunci nya adalah penguasaan dan kemampuan membuat rudal sendiri, mungkin banyak institusi yg tidak berani R&D rudal takut ditangkep hansip kali ya….

  5.  

    Tidak bawa apa2 aja jatuh tersungkur, apalagi bawa beban? Bisa meledak sendiri nanti, kasihan pilot nya.

    😎

  6.  

    Rudal hipersonik jarak berapa kilometer? 300 km? Memang nya muat di wadah nya? Ntar malah gak bisa terbang gimana 😀