FA-18 Hornet Malaysia Dapat Menembak Target di Belakang

Delapan pesawat tempur FA-18 D Hornet milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) diyakini tetap mampu beroperasi hingga tahun 2035.

Panglima TUDM, Datuk Seri Affendi Buang menyatakan, semua pesawat tempur FA-18 D Hornet telah naik tingkat dan dapat melaksanakan berbagai misi untuk melindungi ruang udara Malaysia.

Peningkatan signifikan dari kemampuan FA-18D didapatkan dengan upgrade penggunaan helm Joint Helmet Mounted Cueing System (JHMCS) dan rudal udara-ke-udara AIM-9X yang baru.

Dengan helm JHMCS, pilot Malaysia dapat mengarahkan rudal udara ke udara, sensor infra merah dan senjata udara ke darat hanya dengan melihat targetnya melalui kaca helm.

Dengan helm JHMCS, kini pilot tidak perlu bermanuver mengarahkan hidung pesawat kearah pesawat target, cukup dengan hanya melihat melalui visor helm . Fitur penting yang mempercepat respon pilot dan pesawat saat terjadi doghfight pada jangkauan visual.

Selain itu, pilot dapat melihat berbagai data seperti kecepatan pesawat, ketinggian pesawat, dan jarak dengan target dari helm JHMCS.

Bersamaan dengan upgrade, Malaysia juga melakukan pembelian 20 rudal AIM-9X, sebuah rudal udara ke udara jarak pendek termodern yang terintegrasi dengan helm JHMCS.

Rudal AIM-9X bisa dikatakan merupakan rudal jarak pendek terbaik saat ini, dilengkapi dengan fitur 360 derajat dan link data, membuat rudal dapat ditembakkan pada target yang berada dibelakang pesawat tempur. Kini bukan hanya Su-35 yang dapat menembak musuh yang berada dibelakang, karena FA-18D Hornet juga dapat melakukan hal yang sama.