F/A 18 Midcourse Tomahawk untuk Kapal Perang

32
84

Bulan lalu Angkatan Laut AS menguji cara baru untuk memandu rudal jelajah jarak jauh untuk memukul target bergerak secara akurat – caranya dengan menyerahkan kontrol rudal Tomahawk kepada Super Hornet F/A-18 untuk memandu rudal dalam menyerang kapal bergerak.

Pengujian dilakukan di pantai San Nicolas Island, California. Pada 27 Januari 2015, kapal perusak USS Kidd meluncurkan rudal Tomahawk dan menyerahkan kontrol rudal ke pilot Super Hornet, yang mengarahkan ke kapal sasaran dan menghajar sasaran berupa kapal kontainer.

“Ini menunjukkan terkoneksinya komunikasi jarak jauh untuk update posisi target bergerak,” ujar Manager Sistem Senjata Program Tomahawk untuk Naval Air Systems Command, Kapten Joe Mauser, dalam sebuah pernyataan Angkatan Laut yang dilansir USNI News.

tomahawk

“Keberhasilan ini lebih lanjut menunjukkan kemampuan yang ada pada Tomahawk sebagai senjata berjaringan (netted weapon), yangmemperluas jangkauan melalui fix point dan re-locatable point, untuk menghancurkan target bergerak.

Metode ini akan memungkinkan Angkatan Laut memperpanjang jangkauan 1.000 nautical mil Tomahawk Blok IV, yang dapat menerima informasi baru di pertengahan penerbangan untuk memperbarui jalan (path) dan target serangan bergerak.

Menurut The Aviationist, platform tambahan ini akan mencakup pesawat F-22, F-35 dan mungkin drone, untuk mendukung penargetan rudal jelajah. (dailycaller.com).

32 KOMENTAR

    • Anda salah mencerna apa yg ingin disampaikan oleh artikel diatas. 😆
      maksud dari artikel diatas amerika sdh mengembangkan tomahawk gen4 yg mana sdh control pemandu rudal sdh terkoneksi dgn datalink ke berbagai pesawat tempur serang amerika. jd rudal dpt memperbaharui lintasan rudal serta pergerakan target sasaran yg dipasok melalui datalink oleh pespur amerika kedepannya. jd bukan target sasaran bersenjata mwpn tidak? tp artikel diatas menjelaskan kemampuan tomahawk generasi terkhir yg berkemampuan menyasar target bergerak. kalau dulu kan tomahawk hanya sanggup mengenai target statis (diam) sprt gedung,bunker,jembatan dll.

      Salam..

      • tetapi tetap masih subsonik…alias masih dibawah mach 1.

        gampang sekali untuk ditembak jatuh dg missil yang lebih cepat. mach 2 keatas.

        lagian tetap masih kurang greget…kalau hanya kapal non kombatan sbg target.
        kayaknya juga target yang kena (pada photo diatas) bukan bagian pada sea skimming ( 5-7 m dari atas permukaan)…masih tetap polanya dg missile2 barat lainnya.

        jadi masih jauh hasilnya dibandingkan dg yakhont TNi kemarin.

    • Ngapain berpikir keras.. ??

      Cara menangkalnya kan mudah, tinggal nembak jatuh aja itu pemandu rudalnya ya itu si pesawat F/A 18 hornet. yang repot itu kalau pemandunya pakai drone yang kecil, karena mungkin akan di anggap sebagai pengintai tapi ternyata sekian menit berikutnya ada rudal tomahawk nyelonong dan meleduk tuh target

  1. Keberhasilan ini lebih lanjut menunjukkan kemampuan yang ada pada Tomahawk sebagai senjata berjaringan (netted weapon), yangmemperluas jangkauan melalui fix point dan re-locatable point, untuk menghancurkan target bergerak.

    Metode ini akan memungkinkan Angkatan Laut memperpanjang jangkauan 1.000 nautical mil Tomahawk Blok IV, yang dapat menerima informasi baru di pertengahan penerbangan untuk memperbarui jalan (path) dan target serangan bergerak.

    Jadi, Tomahawk ini menjadi rudal dengan network centric. Dan berarti bukan hanya two-way datalink.

    Jika satu mata (misalnya F/A-18) dihancurkan musuh, maka dapat berganti dengan mata yang lain.

    Kalau MBDA Meteor baru sampai pada two-way datalink. Gripen NG dll pun baru sampai berbagi sensor / data, belum sampai berbagi senjata?