FA-50 Block 20 Multiperan, Siap Bidik Malaysia

Ilustrasi FA-50 dengan pod targeting, rudal AMRAAM dan probe pengisian bahan bakar di udara (Image : Edward)

JakartaGreater.com – Korea Aerospace Industries (KAI) akan membidik pasar Asia Tenggara yang membutuhkan sekitar 60 pesawat tempur ringan dengan mengandalkan pesawat tempur FA-50 Golden Eagles.

Pabrikan dirgantara Korea Selatan itu juga menngincar program Malaysian Light Combat Aircraft, sebuah rencana dari Malaysia yang membutuhkan 12 pesawat tempur ringan dengan opsi tambahan 24 unit lagi.

Request for Information (RFI) yang dikirimkan oleh Malaysia kepada KAI akan dipelajari karena pihak Malaysia belum mengeluarkan spesifikasi rinci terhadap kebutuhan pesawat tempur ringan yang diinginkannya.

Manajer KAI mengatakan bahwa ia mengharapkan RFI yang lebih rinci akan dikeluarkan dalam waktu dekat, setelah Malaysia memiliki gambaran yang lebih jelas tentang persyaratannya berdasarkan RFI pertama.

“Pesawat tempur ringan adalah pasar yang cukup jenuh,” tambahnya. “Ini akan menjadi kompetisi yang ketat antara platform seperti Tejas India, JF-17 Pakistan-China, dan L-15. Tetapi kami berharap untuk terus maju melalui rekam jejak yang kuat dengan pengguna internasional, serta layanan purna jual yang baik. ” kata Manajer KAI.

KAI saat ini sedang mengembangkan pesawat tempur ringan multiperan FA-50 Block 20 yang akan dimulai pada tahun ini.

Blok 20 akan memberikan FA-50 kemampuan serangan darat presisi dengan perangkat Lockheed Martin AN/AAQ-33 Sniper targeting pod, dan serangan diluar visual range dengan rudal AIM-120 AMRAAM.

Untuk menyesuaikan dengan perangkat terbaru tersebut, KAI akan mempelajari cara meningkatkan kekuatan radar dan memperluas jangkauan deteksi FA.

AIN

Tinggalkan komentar