Agu 182018
 

Uji peluncuran Sistem Pertahanan Udara Taktis (TLVS) berbasis darat yang disebut juga sebagai Medium Extend Air Defense System (MEADS) © Humas WSMR

JakartaGreater.com – Pejabat Kementerian Pertahanan Jerman telah merilis permintaan kedua dan terakhir yang telah lama ditunggu-tunggu mengenai proposal ke MBDA dan Lockheed Martin untuk senjata pertahanan rudal terbaru, seperti dilansir dari rilis pers Lockheed Martin pada hari Kamis.

Langkah Jerman ini menutup negosiasi tahap pertama atas program TLVS Bundeswehr, singkatan dari Taktisches LuftVerteidigungsSystem, antara pemerintah dan tim industri trans-Atlantik.

Pada tahap berikutnya, para pejabat diharapkan menuntaskan biaya yang mengikat dan parameter teknis yang akan mengarah kepada kontrak akuisisi tahun depan. Bundestag, parlemen Jerman, masih harus menyetujui pendanaan untuk program pada tahap itu.

Sistem Pertahanan Udara Taktis (TLVS) berbasis darat © bernhardhuber via MBDA Systems

Dikembangkan dari Medium Extended Air Defense System atau MEADS, sistem senjata ini dirancang untuk mencegat rudal yang diarahkan dari segala arah. Jika Jerman dapat melakukan proyek itu, maka akuisisi akan memberi Angkatan Udara Bundeswehr sistem pertama yang memiliki kemampuan 360 derajat.

Pejabat di Berlin telah mengambil waktu mereka dengan menggerakkan TLVS ke depan, dengan alasan bahwa pengaturan program pada jalur yang menjanjikan dianggap lebih penting daripada menunjukkan hasil terlebih dahulu. Kegagalan pada program ini akan memberikan pukulan yang sangat besar kepada Kementerian Pertahanan Jerman yang belum pulih dari laporan memalukan tentang kurangnya dalam kesiapan militer.

“Fase negosiasi yang komprehensif dengan tegas meningkatkan pemahaman bersama kami mengenai risiko dan mencari solusi yang mungkin serta akan memastikan tender TLVS sepenuhnya memenuhi persyaratan BAAINBw”, jelas Gregory Kee, direktur pelaksana usaha patungan TLVS.

BAAINBw singkatan singkatan Organisasi Pengadaan Departemen Pertahanan Jerman yang mengawasi semua aspek kontraktual dari program tersebut.

Program TLVS secara efektif adalah proyek berskala besar pertama yang telah melewati persyaratan baru dari proses akuisisi pertahanan Jerman yang bernama Agenda Rüstung. Reformasi sistem akuisisi Bundeswehr adalah salah satu tujuan Menteri Pertahanan Ursula von der Leyen, menjadikan sistem anti-rudal yang baru sebagai preposisi yang harus dimenangkan.

Dalam kasus kegagalan, Raytheon kini sedang menunggu untuk menjual lebih banyak upgrade rudal Patriot kepada armada pertahanan Jerman. Perusahaan itu bekerjasama dengan Rheinmetall awal tahun ini dengan harapan menjual solusi pertahanan udara terpadu ke Berlin, juga mengatasi jangkauan roket, artileri dan mortir yang lebih pendek di samping segmen menengah.

Bagikan:

  One Response to “Fase Akhir Program Anti Rudal Jerman Dimulai”

  1.  

    mantap.lancrooootkan.

 Leave a Reply