Nov 102015
 

635825486361340644-DSC01008

Pesawat tempur siluman buatan China telah memulai debut internasionalnya tahun ini di Dubai Air Show, lapor China Militer Online. Menurutnya, ini adalah pertama kalinya FC-31 “Gyrfalcon” (alias J-31) dipamerkan di luar negeri.

Di ajang pameran dirgantara kail ini Aviation Industry Corporation of China (AVIC) mencoba menghadirkan pesawat tempur generasi kelima FC-31 sebagai alternatif daripada pesawat siluman F-35 Joint Strike Fighter, bagaimanapun, dengan keberhasilan yang masih terbatas sejauh ini.

Sampai saat ini, hamya People’s Liberation Army Air Force (PLAAF) yang telah menyatakan minat untuk membeli FC-31, ungkap manajer proyek AVIC. Pelanggan potensial lainnya adalah Iran dan Pakistan.

Perwakilan AVIC di Dubai airshow memuji ” kesadaran situasional luar biasa ” pesawat siluman ini dan menekankan bahwa FC-31 dirancang untuk “memenuhi tuntutan perang masa depan,” lapor Defence News.

Desain pesawat diyakini merupakan salinan dari F-35 buatan Amerika, pada bulan April 2009 hacker Cina berhasil membobol jaringan kontraktor pertahanan Lockheed-Martin dan memperoleh akses cetak biru dari pesawat F-35.

Memang, badan pesawat FC-31 menyerupai F-35. Seperti F-35, FC-31 juga memiliki dua bay weapon internal yang dapat memuat rudal modern. Secara keseluruhan, pesawat diduga mampu mengangkut beban senjata hingga 3.6 ton, 910 kg didalam badan pesawat dan 2.7 ton di bawah sayapnya.

Kemiripan lain, sebagai contoh, sistem penargetan elektro optik FC-31 yang dijuluki EOTS-89, menyerupai F-35. “Kesamaan termasuk penggunaan two tracking mirrors dan a flat-facetted optical, dengan penempatan radome radar memanjang di bawah hidung pesawat ,” ungkap IHS Jane Defence Weekly.

Namun, sebagian besar ahli pesawat percaya bahwa pesawat siluman China, yang dikalim sebagai pesawat tempur generasi kelima, tidak bisa bersaing dengan jet tempur siluman Amerika.

Prototipe dari pesawat bermesin ganda ini dilengkapi dengan mesin RD-33 turbofan Klimov buatan Rusia. Beberapa laporan menunjukkan bahwa Cina sedang mngembangkan versi perbaikan dari mesin WS-13 turbofan Taishan buatan sendiri yang merupakan turunan dari mesin Klimov RD-33 turbofan buatan Rusia.

Sebuah prototipe dari FC-31 pertama kali terbang pada bulan Oktober 2012. Mendemonstrasikan penerbangan perdana ke publik pada Zhuhai Air Show di China tahun lalu. Penerbangan pertama dari pesawat produksi ini dijadwalkan pada tahun 2019.

AVIC berencana mempersiapkan operasional pesawat pada awal tahun 2022. Jet tempur siluman ini diharapkan sudah mencapai kemampuan operasional penuh pada tahun 2024.

Thediplomat

 Posted by on November 10, 2015

  23 Responses to “FC-31 “Gyrfalcon” Di Dubai Air Show”

  1. Kahiji

  2. China joss

  3. Asyiiiiiiikkkkk….

  4. barang KW , kgk moncer ini barang .

  5. Barang gak halal hasil hackeran, kagak muncrat nih barang

  6. masih hebat Indonesia punya tentara siluman..bikin tentara negara lain ketar ketir….

  7. dikit amat payloadnya, 3,6 ton? kfx aja 7 ton’an, ini versi eksport doang atau J31 juga segitu

  8. kuwalitas dpt di tutupi dngn kuwantitas jk 1 pesawat f35 d lawan 5 pesawat fc-31 ttp rontok.

  9. Tukang jiplak gatau malu

  10. biar kw yang penting mandiri…….! salute atas usahanya

  11. KMNB…HAHAHAH…!!!

  12. produk china dari waktu ke waktu mulai menunjukkan kwalitasnya,kita harus akui bhwa bangsa china adalah bangsa pekerja keras dan berani,,,

  13. 2024 sama seperti programnya IFX.
    Modelnya
    fc 31=kfx/ifx c 100
    j 20=kfx/ifx 200

    hmm….

  14. alternatif bagi F35

    kasamago.com/motogp-2015-milik-rossi-dan-seluruh-pembalap/

  15. Ada informasi seputar RCS nya nggak VS Radar IRBIS E SU 35?

  16. kalau ditanya siapa penirunya?
    Jawabannya sederhana, si pencuri atau yang suka mencuri.

    seperti yang di film2 jika saya akan mencuri suatu desain maka saya harus memunculkan bentuk replika desain itu terlebih dahulu dari pemilik desain sebenarnya walaupun jika desain itu masih belum jadi atau setengah matang, hal ini untuk memberi gambaran kepada masyarakat bahwa “ini lo saya punya desain, siapa yang memunculkan desain ini selain saya maka dia meniru saya” padahal kenyataannya tidak.

    Seperti yang saya jelaskan sebelumnya china itu orientasinya ke bisnis, dimana biaya R&D suatu produk bisa ditekan dengan menduplikat produk lain, hal itu bisa diperoleh dengan mencuri desain atau menyuap orang dalam, guna mendapatkan harga produk yang murah.

    seperti yang kita ketahui biaya R&D adalah biaya termahal suatu produk karena berkaitan dengan inovasi yang memberi ciri khas produk itu sendiri.

  17. kalau ditanya siapa penirunya?
    Jawabannya sederhana, si pencuri atau yang suka mencuri.

    seperti yang di film2 jika saya akan mencuri suatu desain maka saya harus memunculkan bentuk replika desain itu terlebih dahulu dari pemilik desain sebenarnya walaupun jika desain itu masih belum jadi atau setengah matang, hal ini untuk memberi gambaran kepada masyarakat bahwa “ini lo saya punya desain, siapa yang memunculkan desain ini selain saya maka dia meniru saya” padahal kenyataannya tidak.

    Seperti yang saya jelaskan sebelumnya china itu orientasinya ke bisnis, dimana biaya R&D suatu produk bisa ditekan dengan menduplikat produk lain, hal itu bisa diperoleh dengan mencuri desain atau menyuap orang dalam, guna mendapatkan harga produk yang murah.

    seperti yang kita ketahui biaya R&D adalah biaya termahal suatu produk karena berkaitan dengan inovasi yang memberi ciri khas produk itu sendiri.

    china dengan kekuatan ekonominya bisa memutar balikkan fakta.
    contoh: klaim LCS secara sepihak oleh china.

  18. awas bus rongsok terbang…. wakakakaka

  19. Semua jet tempur modern AS termasuk pesawat siluman kan hasil nyuri desain dari NAZI juga, jadi jet2 AS Juga barang KW

  20. habis ni IFX Kw………jossss

 Leave a Reply