Fenomena Teror “Lone Wolf” Perlu Diantisipasi

Menkopolhukam Wiranto gelar Rakorsus Tingkat Menteri bahas beberapa Rancangan Undang Undang (RUU) yang masih dalam pembahasan di DPR RI, 3/7/2017. (Kemenko Polhukam R)

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan fenomena aksi teror yang dilakukan seorang diri atau “lone wolf” telah perlu diantisipasi secara serius oleh semua pihak.

“Di Indonesia terjadi beberapa kejadian teror yang dilaksanakan oleh ‘lone wolf’. Ini perlu perhatian agar penyebarannya dapat kita cegah,” ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, dilansir Antara, Senin 3-7-2017.

Mantan Panglima TNI itu menjelaskan salah satu cara untuk menghambat penyebaran aksi teror atas inisiatif sendiri ini, adalah dengan segera menyelesaikan perbaikan Undang-Undang (UU) Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Teorisme.

“Bagaimana mengatasi itu? Ya, UU Terorismenya harus diperbaiki dan supaya  segera diselesaikan,” kata  mantan Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat ini.

Wiranto  menerangkan tuntutan untuk mempercepat perbaikan aturan terkait terorisme bukan hanya sebab maraknya aksi lone wolf saat ini, tetapi, peningkatan jumlah kasus terorisme secara global juga menjadi alasan percepatan pembahasan perbaikan undang-undang itu perlu dilaksanakan, kata Wiranto kemudian.

“Kita akan terus mendesak teman-teman dari DPR untuk segera menyelesaikan undang-undang itu,” ujar Wiranto.

Menko Polhukam pada Senin 3-7-2017 mengadakan Rapat Koordinasi di kantornya, sehubungan Perbaikan UU Pemberantasan Tindak Pidana Teorisme, yang juga dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius. Hadir pula Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Tinggalkan komentar