Jan 282014
 
Sukhoi SU 34 Rusia

Sukhoi SU 34 Rusia

Salah satu kandidat pengganti pesawat tempur F 5 Tiger Indonesia adalah Sukhoi SU 35. Panglima TNI Jenderal Moeldoko, dalam beberapa kesempatan, mengatakan tentang ketertarikan TNI terhadap pesawat tempur Su 35.  Gayung bersambut, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Ida Bagus Putu Dunia juga mengatakan,  Sukhoi SU 35 menempati prioritas pertama dari empat kandidat pesawat tempur pengganti F 5 Tiger, yang akan dipensiunkan.

Keberadaan fighter semacam Su-35 sangat penting untuk mengawal Kapal Selam Kilo, Amur yang akan dibeli oleh TNI. Pasalnya, sekalinya kapal selam ini menembakkan missile Klub-S, pesawat pencari kapal selam akan dengan mudah melacak lokasi asal-usul rudal itu ditembakkan. Apalagi, MQ-4C Triton, versi naval dari RQ-4 Global Hawk yang akan dimiliki Australia, sanggup terbang sehari lebih (30 jam). Cukup efektif meronda laut. Siapa tahu tiba-tiba muncul Klub-S dari tengah lautan, Triton akan bisa menganalisis asal-usulnya. Triton kemudian melapor ke pesawat MPA (P8 Poseidon, dan lain-lain) dan kapal perang, akhirnya bisa dengan cepat menemukan keberadaan kapal selam dan menghancurkannya.

Ya, lima tahun lagi, kapal selam termasuk Kilo dan Amur, makin rentan terhadap musuh dari langit. Tahun 2020 Australia akan memiliki P8 Poseidon untuk tracking dan menghancurkan kapal selam dari ketinggian yang sangat tinggi. Pesawat MPA yang ada saat ini, kalau mau menghancurkan kapal selam harus turun sampai ketinggian 200-300 meter di atas permukaan laut, baru meluncurkan torpedonya dengan parasut. Pada ketinggian yang sangat rendah ini, kapal selam semacam Kilo masih bisa menyerang pesawat MPA dengan rudalnya, meskipun harus “nyembul” dulu ke permukaan laut untuk menembakkan rudal.

Anti-submarine warfare and anti-surface warfare, Boeing P-8 Poseidon (Photo: photo by Greg L. Davis)

Anti-submarine warfare and anti-surface warfare, Boeing P-8 Poseidon (Photo: photo by Greg L. Davis)

Nanti P8 Poseidon tidak perlu turun sampai 300 meter di atas laut untuk menembak kapal selam, tapi bisa menembak dari ketinggian 18,000 meter dari permukaan laut. Gila !!! Dengan keunggulan ini, airframe pesawat akan lebih tahan lama, karena tidak mengalami perubahan stress berulang-ulang saat mengubah-ubah ketinggian dan tidak terpapar hawa dekat permukaan laut yang korosif. Boeing saat ini sedang mengembangkan sistem JDAM, yang biasanya dipakai pada bom pintar, untuk diaplikasikan pada torpedo. Dengan teknologi ini, dari ketinggian 18,000-an meter P8 Poseidon akan menembakakn torpedo yang dilengkapi kit JDAM sebagai pengarah ke koordinat yang ditentukan. Saat ketinggian mencapai 300-an meter dari permukaan laut, kit JDAM dilepas dan torpedo mengembangkan parasutnya. Setelah mencapai laut, parasut dilepas, dan torpedo sacara mandiri akan mengejar kapal selam.

Operasi P-8 Poseidon

Operasi P-8 Poseidon

Torpedo dengan kit JDAM diperkirakan operasional 2020, dan segera akan mengubah model pertempuran anti kapal selam dengan teknologi yang belum pernah diaplikasikan saat ini. Selain dibantu Triton, P8 Poseidon sendiri akan menggunakan teknologi terakhir dalam mencari kapal selam. Sonobuoy (jaringan sonar terapung) tetap masih akan dipakai, tetapi tidak lagi menggunakan MAD karena kapasitasnya yang memakan tempat dan lagian MAD akan efektif saat kapal selamnya tidak jauh-jauh dari permukaan laut. MAD akan menganalisis perubahan garis-garis medan magnit di suatu tempat, saat ada benda logam (kapal selam). Sebagai ganti MAD, P8 dilengkapi sensor untuk menganalisis kandungan hidrokarbon pada uap air laut yang dihasilkan dari gas buang mesin disel kapal selam.

LongShot kit on MK54 torpedo

LongShot kit on MK54 torpedo

Dengan teknologi-teknologi ini, kapal selam akan semakin rentan menghadapi musuh dari udara. Tugas SU-35 untuk menyingkirkan benda-benda langit semacam ini: Triton, Poseidon, Pesawat MPA, dan lain lain. Fighter Bomber Su-34 lebih mantap lagi, karena selain membawa misil jarak jauh anti pesawat, juga bisa dikombinasi dengan membawa Klub-S atau 1 Yakhont untuk sasaran di laut dan daratan.

Variasi lain adalah jangan melupakan pengadaan kapal selam Type 212 Jerman, yang sekelas Scorpene, Lada, dan lain-lain. Atau sekalian turunan 212 semacam Type 216 yang sudah punya VLS untuk land attack. Kapal selam 212 sudah bisa dilengkapi missile IDAS. IDAS adalah misil anti pesawat pertama di dunia yang bisa ditembakkan dari bawah permukaan laut. IDAS menjadi salah satu ancaman P8 Poseidon karena jangkauannya cukup jauh, 20 km. Tahun lalu Singapore beli 2 KS Jerman turunan 216, masing-masing seharga 800 juta US$. Saya curiga KS ini sudah dilengkapi IDAS.

Northrop Grumman supplies the P-8's electronic warfare self-protection (EWSP) suite, which includes the Terma AN/ALQ-213(V) electronic warfare management system (EWMS), directed infrared countermeasures (DIRCM) set, radar warning system, and BAE Systems countermeasures dispenser. The Northrop Grumman ESM system for the P-8A has been officially designated the AN/ALQ-240(V)1.

Northrop Grumman supplies the P-8’s electronic warfare self-protection (EWSP) suite, which includes the Terma AN/ALQ-213(V) electronic warfare management system (EWMS), directed infrared countermeasures (DIRCM) set, radar warning system, and BAE Systems countermeasures dispenser. The Northrop Grumman ESM system for the P-8A has been officially designated the AN/ALQ-240(V)1.

Teknologi perang anti kapal selam model baru ini, saat ini memang masih baru, belum mature, termasuk torpedo ber-JDAM nya. Kita tunggu di 2020 nanti. Apapun P8 yangg dibeli Australia nanti, juga bisa di-upgrade dengan teknologi terakhir yang proven. Yang perlu diantisipasi TNI adalah pandai memilih alutsista yang juga bisa untuk menghadapi model perang 2020-up. Misalnya jangan hanya terkancing dengan kapal selam Kilo yang tidak punya AIP.

Tanda tanda jaman mengarah ke teknologi yang sedang dikembangkan di P8 Poseidon. Hal ini mirip dengan perkembangan pesawat stealth, yang diawali F-117, dan kemudian muncul model perang antar fighter gaya baru yang “curang dan tidak adil” yang dipelopori F-22 Raptor. Dan seluruh dunia kini mengarah ke model perang ini. (written by WH).

  67 Responses to “Fighter SU 35 Game Changer Indonesia”

  1. foto SU 34 muncul lagi..
    untuk mengimbangi kekuatan maritim strike mereka memang sudah saatnya kita berpikiran untuk mengambil SU 34 sebagai patroli maritim sekaligus anti kapal selam untuk negara tetangga

    • Lihat di foto SU 34 diatas
      keunggulan teknologi yang disandang fullback itu yang MUMPUNI bahkan bisa bertarung dengan gowlier dan F 35 masih sanggup.,
      Teknologi SU 34 Fullback mampu /EFEKTIF menghindari tembakan rudal Sam atapun Aam

      kenapa kok dincer hehehehe

      • pak satrio, maaf sy mau nanya pak, di blog sebelah kok katanya kilo yg diambil cuma 2? kan kmrn menhan bilang mau ambil selusin, apa ini bagian dr strategi tni biar kawasan gak makin demam, atau mmg yg diambil cm 2 ya pak?

      • sebelum kontrak F35 final, ada lembaga thinktank Australia menyarankan Su35 dan/atau fullback bagi RAAF, pilihan mereka Su35S. Tapi menarik bahwa Su34 Fullback termasuk salah satu yang disarankan sebagai alternatif F35

      • “Ada spekulasi mengenai pengembangan kemampuan perang elektronik/pendukung jammer Su34 Fullback dilengkapi kemampuan yang selama ini merupakan keunggulan EA-6B Prowler, EA-18G Growler dan EF-111A Raven. Kemampuan Su34 lebih baik dari kemampuan EA-6B dan EA-18G, tetapi belum akan menyaingi EF-111A” – “Fungsi pesawat ini adalah multirole deep strike yang punya kemampuan menembus jauh ke wilayah lawan” -ausairpower

        “Su 34 mempunyai fitur sayap frontal dan moncong lebar dan pipih dengan ujung yang meruncing (seperti design SR-71) untuk mengurangi radar cross-section” – “Keuntungan dari kokpit dengan posisi duduk side by side adalah tidak diperlukannya duplikasi instrumen dan kontrol penerbangan, yang akan meningkatkan efisiensi dan kenyamanan. Sebagai pesawat bomber misi jarak jauh yang membutuhkan kenyamanan, cabin pesawat ini mempunyai tekanan udara yang memungkinkan untuk beroperasi hingga 10.000 meter tanpa memerlukan masker oksigen, walau demikian masker oksigen tersedia untuk keadaan darurat dan situasi pertempuran. – globalsecurity

      • Diincer karena cakep, bung Satrio. Oh ya, kalau saya perhatikan dulu waktu beli Sukhoi Su30MKII, kita mencampurnya dengan Su27 Flanker. Tentu ada perbedaan fungsi. Jadi nanti juga mungkin kita bentuk mix skuadron Sukhoi yang terdiri atas Su35 dan Su34. Kalau kita ibaratkan kedalam sebuah kesebelasan, kira2 siapa yang lebih pantas memegang peranan striker atau defendernya, bung? Sebagai negara kepulauan dengan luas maritim yang besar, kira2 klasifikasi apa sih yang dikedepankan oleh TNI dan Dephan dalam membuat skala prioritasnya? Mohon pencerahannya Bung…

      • Jika Gripen tidak jadi dibeli, sebaiknya beli Su-34 karena keduanya mampu meluncurkan rudal udara ke permukaan yg jaraknya lebih jauh daripada brahmos/yakhont

  2. Bung WH, di warung sebelah ada posting begini :
    [TERNYATA] P-8I POSEIDON dinyatakan tidak Efektif oleh INDIA.

    Kayaknya India kecewa berat ama Poseidonnya….karena ternyata enggak mampu mendetect KS Kilo punya India….

  3. Wah bahaya nih, rupanya militer australia ude jauh2 hari beli p8 poseidon ngantisipasi kalo2 indonesia beli12 ks kilo..ckck
    Jalan keluarnya mau ga mau TNI harus ngimbangin kekuatan militer tetangga dengan beli su 35, sebarin pertahanan s 300 di bbrp check point, kalo gamau di dilecehin lagi, kalo nggak makin tambah sombong aje tuh “NEGERI IMIGRAN DARI SELATAN”..

  4. Jika benar singapoor beli kasel yg pake IDAS dan ausi siap beli P8 poseidon,jelaslah mrk sdg antisipasi SU35 dan kasel kilo/amur kita.mrk sadar betul dg kekuatan kita yg andalkan kilo/amur dan SU35.AS bekerja keras tingkatkan kemampuan 2 bonekanya.

  5. Thanks n Keep update brother, semoga semua kemajuan teknology ini sudah diantisipasi dan masuk dalam restra TNI, NKRI harga mati, jayalah negeriku Indonesia!!!

  6. Hari ini kita kedatangan tamu, menlu inggris. Agenda yg dibicarakan mengenai tindak lanjut atas kedatangan pak SBY ke Inggris pada taun 2012. Bbrp waktu yg lalu kita jg kedatangan muhibah kapal perang Inggris ke Tg. Priok, disusul kemudian pengumuman kerjasama rudal Starstreak.
    Adakah agenda yg lbh besar antara 2 pemerintah ini yg tdk kita ketahui??

    • Astute kah agenda lainya, *ngarep

    • Dulu pernah dengar isu, selain MBT Leopard, kita juga akan mengakuisisi MBT lainnya. Banyak yang memperkirakan kita akan mengambil PT91. Tapi apakah mungkin justru kita akan ambil Challenger. Soalnya kalau kita backstep to Eyang Soeharto era, dulu ada rencana kita mengambil MBT dari Britain. Bahkan kononnya, sang Scorpion adalah produk yang tidak pernah kita rencanakan kedatangannya. Beberapa jenderal banyak yang kecewa karena di pikiran mereka, tank yang datang itu Challenger, tapi nyatanya si kala jengking. Entah karena ada taktik dan intrik politik, atau mungkin…..rasuah?

  7. Jawabannya: SU 35 minimal 2 Skuadron, S300 minimal 4 baterai.
    Ngarep.sangaaaat.com

  8. kapal selam scorpena india keupayaan ada memusnahkan pesawat p8 dan heli sh-60 sea hawk anti kapal selam, kapal selam scorpena ada rudal manpad mistral jarak tembakan 6km dan mica 20km tak ada masalah baginya memusnahkan pesawat p8 dan helicopter seahawk aw itu

    • Pak Cik …untuk menembakkan manpad dan mica, kapal selam nya harus naik ke permukaan laut. Dengan kata lain, kapal selam akan menampakkan dirinya sehingga mudah dideteksi MPA, fighter dan kapal perang. Seperti dalam permainan catur, chess, tinggal dihitung untung ruginya, apakah kapal selam perlu menembak helikopter atau P8 dengan resiko mengorbankan dirinya dideteksi dan diserang kapal lain. Saat kapal selam menembak, helikopter ASW juga punya waktu untuk melepas torpedonya, apalagi posisi kapal selam terpapar jelas di permukaan laut. Dan bisa dipastikan torpedonya mengenai kapal selam. Dan kalau sama sama kena, kapal selam akan rugi jauh lebih besar.
      Yang paling aman bagi kapal selam tetap berada di dalam laut, dan fungsi melawan musuh dari langit diserahkan platform lain seperti kapal perang dan fighter.

      Bagi reader yg sering mendalami case ini, silakan kalau ada koreksinya.

    • Hi, brother System Baru. Thanks to your nice info. How about your Scorpene, does it has similar capabilities? I think the RSN’s submarines also equiped with this armament. Any info about them? Thanks for your sharing…

    • bung @system baru, MBDA memang sedang mengembangkan short range SAM untuk Scorpene India, but imo- saat ini yang sudah operasional hanya IDAS untuk type 212, di kawasan ini yang punya kemampuan menembak objek udara tanpa perlu mengorbankan posisi kedalaman -mungkin- baru RSN

      namun saya pikir tembakan di kedalaman atau di permukaan akan sama2 rentan terekspose posisi terhadap ASW permukaan ataupun airborne, walau memang kemampuan IDAS akan memberikan perlindungan yang jauh lebih baik daripada rudal SAM kapal selam konvensional

    • Saya kira jaman sekarang bisa, MICA-RF memiliki kemampuan “lock after launch”

      Sehingga kapal selam tidak perlu naik kepermukaan, namun hanya mendeteksi suara baling-baling Heli yang pasti sangat jelas terdeteksi sonar pasif KS, cukup luncurkan SubMICA, dan ketika sudah muncul ke permukaan langsung Radar MICA mencari Air-Target terdekat dan LOCK, yaitu heli ASW

  9. jika mahu melihat kapal selam’ pesawat p-8 perlu lepaskan alatan sonobuoy dan kemudian ya tambak torpedo

    • kalo masih perlu sonobuoy P-8 kemahalan, jelas lebih baik mempertimbangkan CN-235 ASW produk dalam negeri

      • Sama bang, CN-235 ASW juga butuh sonobuoy untuk akurasi serangan,
        semua peralatan detektor hanya untuk deteksi dini, maka sonobuoy biasanya sebagai final action

        • iya bung @Melektech, jika masih sama2 mengandalkan mengandalkan sonobuoy mendingan melirik produk dalam negeri demi menghemat devisa, soalnya P8 jelas tidak murah. kecuali, jika teknologi baru P8 sudah terbukti efektif dalam ASW barulah harga ga usah dipikirkan

        • tapi jika kelebihan teknologi P8 adalah secara efektif mampu memberikan “deteksi dini” ya bagus juga dipertimbangkan, jadi penyebaran sonobuoy juga efektif dan dan lokasinya tidak terlalu luas

  10. mungkin cara tembakannya dan systemnya longshot kit mk54 sama seperti club N torpedo, cuma beda ia tembak dari kapal dan longshot kit mk tembakan dari pesawat p-8

  11. klau sy sih pilh S-400/300 it lebih efektif, apa lagi d kombinasikan dngn pesawat JT S35
    pasti…mantabbbbbb…

  12. NKRI harga mati ! SU 35 Harga Pasti ! SU 34 Harga Solusi ! TNI AU butuh alutsista berkelas dan sudah saatnya meiliki Long Range Bomber !!!

  13. Disinilah peran Pindad dapat lebih ditingkatkan. Arahnya bukan untuk mengembangkan senjata saja, tapi juga membuat penetralisir sensor dengan teknologi tepat guna. Untuk melawan sensor MAD, bisa dikembangkan remah/percikan logam magnetic ringan-middle-berat yang dapat dimuat pada hulu ledak torpedo untuk diledakkan di sekitar MAD yang jauh dari KS, sehingga MAD akan salah mengenali target karena sebaran partikel magnetic itu.
    Sedang untuk menetralisir sensor hydrocarbon, bayangan saya justru malah lebih sederhana, kumpulkan partikel buangan/limbah mesin diesel di pabrik seperti jelaga, dan dimuat dalam torpedo dengan penempatan mesin khusus yang mampu membaurkan (apa namanya, osmosiskah) jelaga yang sudah di-nano partikelkan dengan air laut, sehingga sensor mengira adanya jejak mesin diesel disekitarnya. Saya kira teknologi penipu sensor ini jauh lebih murah meriah (ingat dulu jerman menggunakan taktik tank palsu terbuat dari balon untuk mengecoh musuh). Bagaimana pendapat warjag senior???

    • satu lagi, Pindad bisa mengembangkan Club S gaya baru, yaitu tidak langsung meluncur vertikal sehingga membahayakan posisi KS, tapi dipasang kit torpedo biasa dulu, setelah meluncur cukup jauh, torpedo mengarah ke permukaan. Sensor yang membaca posisinya jika sudah ada di permukaan, maka mesin roket baru menyala mengejar target. Nah cara ini kalo bisa dikembangkan pasti jadi trend torpedo masa datang nih.

      • ide anda perlu buru2 dipatenkan 🙂

        bisa juga “klub-s” dilepas ke permukaan di dalam kapsul, KS langsung menghindar.
        kapsul terapung dalam posisi vertikal untuk beberapa waktu, setelah 10 menit timer akan meluncurkan rudal tsb ke sasaran, sementara KS sudah menghindar cukup jauh…
        ini akan lebih murah daripada opsi torpedo…

      • Itulah yang terjadi pada Club-S. Diamater Club-S sama dengan diamater torpedo standard (533 mm) shg ditembakkannya dari peluncur torpedo. Tidak ada kabar setelah berapa jauh dari kapal selam si Club ini akan keluar dari dalam laut (rahasia niye …).
        Setelah di atas laut, untuk yang anti ship, motor roket pendorong akan dinyalakan di ketinggian 150 meter di atas permukaan laut agar segera mencapai kecepatan terbang jelajah (cruise), menjulurkan saluran air intake, menyalakan mesin jet, membentangkan sayap dan ekor, sambil kemudian menurunkan ketinggian. Club ini kemudian akan terbang jelajah di bawah kecepatan suara 10-15 meter dari permukaan laut, hingga mengenai target maksimal 300km. Untuk type Club yang maksimal “hanya” 220 km, pada jarak 20km dari target akan melepas sayap dan mesin jet sambil menyalakan motor roketnya untuk sprint terbang supersonic 2.9 Mach. Club yg ini kemudian akan terbang zig zag.
        Kehadiran Club memberikan tantangan baru bagi pertahanan rudal CIWS Phalanx maupun Aegis.

        Untuk yang anti submarine, Club bisa ditembakkan dari kedalaman 150 meter dengan target sejauh 50-70 km. Setelah keluar dari permukaan laut akan meluncur secara balistik (tanpa sayap) dengan kecepatan 2,5 Mach. Setelah mencapai titik yang ditentukan, roket dimatikan dan torpedonya ditendang keluar sambil mengeluarkan parasutnya. Setelah mencapai laut, parasutnya dilepas dan torpedo meluncur mandiri menuju kapal selam target.

        • Dengan semakin canggihnya teknologi deteksi KS, survivability KS-pun perlu ditingkatkan. Ide @Maling Jemuran agak mirip dengan konsep ‘loitering munition’ yang relatif baru, munisi tidak straight to the point dari penembak ke sasaran, tapi jalan2 dulu. Opsi yang lebih murah tidak loitering tapi ‘hang-out’ di permukaan laut untuk beberapa lama, baru dilontarkan keluar dari kapsul. Fase loitering/’hang-out’ nya dibikin molor, buy-time agar KS kabur jauh…

    • o iya.. kalo gkk salah dlm perang irak.. tank palsu banyak di pake buat tipu2 .. tapi bener gak ya..? he..3x

    • besaran anomali magnetis yang terdeteksi ditentukan oleh massa/volume suatu benda logam, dan massa KS sangat besar praktis (khususnya Kilo), tidak mungkin ditiru oleh keping2 logam magnetis sehingga menyesatkan lawan…

  14. Pikirin buat beli pespur yg lebih hebat dari SU-35 dong, dan yang ongkos operasionalnya jg murah. Mending beli IDF Ching Kuo dari Taiwan dan K-Fir dari Israel drpada beli SU-35….

    http://www.flugzeuginfo.net/acdata_php/acdata_kfir_en.php

  15. si kilo setrong digadang” mau dikalahin dg si p8 poseidon yg blm tentu propenya.ktika si su35 mengudara bisa merontokan poseidon.awacs aew&c, bila memang tjd psy wars..
    setiap pespur us rata” memiliki musuh yg seimbang dari blok timur.awacs.poseidoon dan MPA aka luntur ktika sukkro melemparkan rudal the killer nya..bila indonesia jadi mengadopsi su35 SVV &34 berkut nya. lengkap sudah untuk menyeimbangkan kawaasan.spt yg pernah sya utarakan dlu.rata” alusistabaru indonesia hanya menggantikanalutaista yg lama.bila indonesia masih bertahan pada zero enemy d kawasan maka sama saja blm bisa dikatkan gahar.terkecuali meniru gaya s’por yg mnyimpan alusistany diluar kwasan.indonesia jg bs mnyimpan d luar spt di ruski bl suatu saat tjd prang barulah di suruh plang.

    jgan smpai ktika alutsist canggih dtg tapi suit di anggaran/bbm .smg pemimpin baru nanti bisa mengrti pertahanan.bukan sekedar janji pangan murah tp anggaran hbs hny buat subsidi pangan,demi kursi pertama rela jual tambang negara.

    dg harga poseidon yg slangit dibwh hrg B-2 spirit ,f22,& C17A GLOBEMASTER III P8 poseidon dengan harga $290 juta.
    smoga pimpinan kemenhan sudh merumuskan perang masa depan ((maaf org awam))

  16. kl mo dicermati yg ngeri itu bukan P8 Posaidonnya, toh CN 235 MPA kita jg bisa bawa terpedo n terpedo ada range jg, kl ngga salah terpedo SUT kita 11 – 14 km. menurut ane MQ 4C Triton itu yg ngeri.. itu udh stealth bisa auto ngeronda 30 jam di udara lagi. pesawat MPA mana yg bisa ngeronda 24 jam non stop.

    Untuk masalah KS nembak ke udara ane setuju ama om WH

    “Yang paling aman bagi kapal selam tetap berada di dalam laut, dan fungsi melawan musuh dari langit diserahkan platform lain seperti kapal perang dan fighter”

    emang KS ngga butuh input data buat nembak target udara kl dia ada dalem air krn setau ane KS ngga ada radar dari dalam air ke udara buat tau posisi pesawat udara / heli. untungnya si OZ punya radar darat yg sangat mumpuni, mungkin bisa dari situ inponya, tapi radar darat ngga bisa dibawa kemana mana jadi ya si MQ 4C Triton itu yg diandalin buat ngaduin posisi kapal udara / heli bahkan kapal permukaaan lawan ke komandannya. entah KS bisa ngga tu Triton ndeteksi, kl bisa ya gile bener bisa 24 jam nonstop ngeronda udara, permukaan n dalam air sekaligus sambil minum kopi di base operatornya.

  17. Update yang lebih aneh:

    Jan. 27, 2014
    The Navy’s P-8A Poseidon has entered full-rate production, despite the Pentagon discovering major problems with the aircraft…

    http://www.navytimes.com/article/20140127/NEWS04/301270042/Troubled-P-8A-Poseidon-enters-full-production

    • Kerugian ekonomi akibat delay atau bad pers apalagi pembatalan seluruhnya akan sangat besar, entah berapa banyak politikus yang dapat dana dari perusahaan Boeing mikitary, bisa jadi seperti F35 yang terus maju ke tahap produksi walau masih banyak pertanyaan terkait teknis

      • iya, tapi yang saya baca link berbeda. F35 design baru dan masih akan berkembang, nantinya mungkin semua kendala teknis akan terselesaikan semua, tapi sementara ini belum sebanding dengan harganya yang super mahal. walau harga termasuk termasuk update ke masa depan, tapi sepertinya RSAF mungkin akan nunggu beberapa tahun lagi sebelum memutuskan jadi mendatangkan F35

      • Yang lucu ya India, ada orang nawarin kucing dalam karung langsung diborong 8 ekor seharga $2.1M… 🙂

  18. @ TAUFIKLASENA

    salah ….indonesia butuh s 300/400 untuk yang di darat
    dan kapal2 tni al khususnya fregard sudah dari dulu bawa SAM yakhount (sejenis dgn s 300)

  19. Ada apa bung taufik kok cari saya
    kalau bukan rahasia anda bisa tanya disini saja
    lagian rahasia apa yang bisa kita obrolkan wong kita tidak kenal :mr green

  20. Maaf beda pendapat.
    Prinsionya SU-35 dalam rangka MEF dibeli untuk menghadapi F-35, utk mempertahankan air supremacy di wilayah udara NKRI zona pertahanan II garis pantai sd ZEE.
    Sepanjang sejarahnya, operasi ks adalah rahasia yg tahu hanya AL. Bisa saja ks beroperasi di zona pertahanan II bahkan III (di luar ZEE).
    Secara tidak langsung, dengan air supremacy ini semua pesawat musuh termasuk P-8 akan dicegat bila masuk ke zona pertahanan II (anggap ADIZ Indonesia).

    • BETUL sekali bung antonov
      Bila Killo dalam peran defensif masih di ZEE tentunya akan tergabung dalam (SSAT sistim satuan armada terpadu)
      Killo bila dalam operasi gugus tempur maka killo tidak akan sendirian melawan armada musuh pati killo akan tergabung dalam Satgas L-3 (orang navy pasti tau istilah ini)
      Killo akan di lindungi oleh beberapa unsur kapal perang permukaan dari berbagai satuan dan unsur penerbangan yaitu CAP combat air patrol
      Jadi bila masih didalam ZEE kita killo tidak akan sendirian maka p8 poseidon yang mengancam bisa dihajar dengan sukhoi maritim fighter dengan rudal rudal bvr dan anti radiasi,,atau dari sistim AAW kapal permukaan
      Awacs yang terbang tinngi saja bisa kok dihajar ama rudal anti radiasi apalagi p8 poesidon

      Bila Killo menyusup jauh ke wilayah perairan oz
      maka killo hanya tugas penyusupan saja
      tetapi bila dalam masa perang maka killo harus menyelam lebih dari 100 meter karena bila kurang dari 100 meter satelit militer akan bisa mendeteksinya..
      Saat menyelam dikedalaman 200 meter dan menembakkan rudal club S tuk hajar daratan ausy atau kapal kapal permukaan ausy
      maka killo harus cepat menyingkir dari kejaran p8 poisedon dan rute ngacirnya black hole sangat susah untuk dideteksi dengan penyebaran sonobuoy karena akan memerlukan area yang luas menentukan rute ke arah mana pelarian black hole
      sedangkan keefektifan sonobuoy adalah area yang sempit untuk dideteksi
      IMHO

      selama ini dalam combat test p 8a poisedon masih belum efektif dalam pendeteksian kapal selam
      terutama terhadap si black hole

  21. KEPALA Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mr. M. Galuzin di Mabesau Cilangkap pada Kamis (30/1/2014).

  22. 1 aja kena dah keder apa lagi 17.000 mau rata tuh ???. ente tau gak kekuatan nulkir sekarang berapa,,,? bisa beribu2 kali kekuatan hirosima. belm lagi radiasinya wkkkk gak nahan

 Leave a Reply