Sep 082018
 

Demonstrasi “live firing” Tank Medium Harimau Hitam buatan PT Pindad (RI) dan FNSS (Turki) © PT Pindad

JakartaGreater.com – Filipina dan Bangladesh kemungkinan akan memesan sekitar 100 unit medium tank “Harimau Hitam” yang dikembangkan dan diproduksi bersama antara kontraktor pertahanan FNNS asal Turki dan PT Pindad asal Indonesia.

Menurut keterangan yang diperoleh dari Windu Paramata, Kepala Proyek Medium Tank di PT Pindad, mengatakan bahwa kedua negara telah menyatakan kesediaannya untuk membeli antara 40 – 50 unit masing-masing.

“Pada bulan Oktober silam, kami akan memperagakan kemampuan medium tank di sana, sebagai syarat untuk pengadaan peralatan pertahanan di negara mereka”, ujar Paramata kepada Anadolu Agency, pada hari Jumat.

Lebih lanjut, Paramata mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan Indonesia sedang mempertimbangkan untuk membeli medium tank tersebut dan kementerian kini sedang mengevaluasi jumlah unit yang akan dibeli.

Disebutkan pula oleh Paramata bahwa Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Angkatan Bersenjata Indonesia telah mensertifikasi medium tank awal tahun ini. Ia juga memuji bahwa medium tank Harimau Hitam ini menampilkan teknologi terbaru dalam industri pertahanan global.

Polandia saat ini sedang mengikuti untuk memproduksi tank sejenis, namun mereka itu masih dalam tahap konsep.

Medium tank cocok untuk digunakan di negara-negara Asia Tenggara yang hanya punya dua musim seperti Indonesia, Malaysia, Singapura dan Filipina, namun di negara-negara dengan empat musim juga dapat beroperasi karena Harimau Hitam dirancang dengan suhu maksimum 50 derajat Celcius dan minimum minus 30 derajat Celcius.

Spesifikasi Harimau Hitam:

  • Jumlah kru: 3 orang (komandan, penembak, pengemudi)
  • Berat: 32 ton
  • Mesin:
    – Tipe: Diesel
    – Daya: 700 hp
  • Rasio tenaga-berat: 20 hp/ton
  • Kecepatan maksimal: 70 km/jam
  • Transmisi: Otomatis penuh
  • Jangkauan jelajah: 450 km
  • Gradien: 60%
  • Kemiringan sisi: 30%
  • Hambatan tanjakan: 0,9 m
  • Penyeberangan: 2 m
  • Senjata utama:
    – Meriam: Cockerill 3105 kaliber 105 mm
    – Mekanisme: Autoloader (12 peluru di turret, 26 peluru didalam hull)
  • Senjata sekunder:
    – Senapan mesin 7.62 mm
  • Perisai:
    – STANAG 4569
    – Lambung Balistik
    – Pelindung Modular Tambahan

  13 Responses to “Filipina – Bangladesh Tertarik Beli “Medium Tank” Pindad”

  1.  

    Keren Pindad, edisi pertama langsung pakai autoloader 😀 hihihi

  2.  

    Laris manis tanjung kimpul, dagangan habis uang terkumpul

    😆

  3.  

    setelah itu buat rudal

  4.  

    Mantaps…pindad, lanjutkan

  5.  

    Baru Philipina dan Bangla toh yg tertarik? Malaysia msh banyak pertimbangan …

    •  

      Mungkin, karena mereka juga sepertinya ada kerjasama dgn Turki utk produksi tank bersama, dengan perusahaan Otokar klo gak salah, tp ya emng saat ini Malaysia sedang krisis parah, sehingga itu jd penyebab tertundanya proyek mereka

  6.  

    Kemandirian alutsista wajib hukumnya, baik untuk AD/AU/AL tinggal teknologi mesinnya mampu bikin sendiri biar nggak tergantung dengan impor mesin

  7.  

    Penuhi dulu kebutuhan TNI nya. baru pikirkan pesanan negara lain. palin tidak TNI harus punya 1000 buah tank jenis ini. tank kelas berat sekitas 300 atau 400 buah.

 Leave a Reply