Jul 212015
 
Pangkalan militer baru Filipina di Teluk Subic akan mengarah langsung ke perairan yang diperebutkan dengan China. (Reuters/Lorgina Minguito)

Pangkalan militer baru Filipina di Teluk Subic akan mengarah langsung ke perairan yang diperebutkan dengan China. (Reuters/Lorgina Minguito)

Manila – Ekspansi China di Laut China Selatan, tidaklah membuat nyali Filipina menciut. Justru sebaliknya, Militer Filipina berencana membangun pangkalan jet tempur dan kapal perang di tempat bekas markas angkatan laut Amerika Serikat. Lokasi ini menghadap langsung dengan Laut China Selatan yang dipersengketakan dengan China.

Diberitakan AsiaOne, Senin (20/7), juru bicara Kementerian Pertahanan Filipina Arsenio Andolong mengatakan, pangkalan militer baru Filipina ini terletak di Teluk Subic, sekitar 200 kilometer dari laut sengketa yang kini diduduki China.

Andolong melanjutkan, di pangkalan itu nantinya akan ditempatkan pesawat jet FA-50 dan beberapa kapal tempur.

“Tempat ini ideal: memiliki pelabuhan laut dalam, dan landasan pacunya sempurna untuk FA-50,” ujar Andolong.

Sebelumnya pekan lalu pemerintah Manila memang mengatakan akan membuka kembali pangkalan militer di Teluk Subic. Tempat ini sebelumnya telah ditutup selama lebih dari dua dekade setelah menjadi salah satu pangkalan militer terbesar AS di luar negeri.

Untuk pertama kalinya militer Filipina akan menggunakan tempat ini usai menandatangani kesepakatan peminjaman dari pemerintah selama 15 tahun. Rencananya, pangkalan itu akan menjadi markas armada baru yang akan didatangkan dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari program modernisasi alutsista.

Pengiriman pertama sekitar 12 jet tempur FA-50 dijadwalkan dilakukan tahun ini, dan 10 lainnya akan dikirim dalam dua tahun, ujar Andolong. Militer Filipina juga akan membeli kapal fregat baru, namun belum memastikan dari mana akan membelinya.

Saat ini Teluk Subic menjadi pelabuhan komersial dan tempat pariwisata yang mengarah ke Laut China Selatan, perairan yang diperebutkan Filipina, China, Brunei, Malaysia, Vietnam dan Taiwan.

Andolong tidak menampik pemilihan Teluk Subic sebagai pangkalan militer karena konflik laut sengketa dengan China. Selain itu dia mengatakan, alasan lainnya adalah kedekatan wilayah itu dengan Scarborough Shoal- wilayah dangkal di Laut China Selatan yang diyakini kaya sumber daya laut- yang kini diduduki China.

Belum ada respons dari China terkait langkah Filipina ini.

Untuk menandingi China di laut sengketa, Filipina telah meningkatkan kemampuan militernya dan memperkuat hubungan pertahanan dengan Amerika Serikat sebagai sekutu dekat.

Andolong mengatakan bahwa kapal AS tetap akan berlabuh dan melakukan latihan militer di Filipina. Namun Manila menegaskan, Teluk Subic tidak akan digunakan sebagai pangkalan AS lagi.

CNN Indonesia

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  19 Responses to “Filipina Bangun Pangkalan Militer di Laut Sengekta”

  1. One

  2. Sepi amat? Yang lain pada kemana ya

  3. perdana

    • awas kasus artis narkoba – kasus papua . smua itu cuma pengalihan berita yang dbuat2 . tetap cicak buaya

  4. membuka kembali pangkalan asu di subic berarti kembali membuka luka lama bagi warga sekitar. Pangkalan ini di tutup karena demo masyarakat akibat ulah tentara paman sam yang arogan. Bagus sekali kalau di gunakan untuk militer sendiri

  5. @all jkgr

    mohon maaf lahir batin

    cucu minta maaf
    maaf cucu lancang

  6. USA sangat mndukung di karenakan pangkalan tersebut adlah bekas pangkalan USA..dan untuk mngaktifkan kembali harus memakai isu laut china selatan jika tdk sprt it.tdk ad alasan bagi USA utk mngunakan pangkalan trsebut..hehehehehe taktik yg sngat lihai di main kan oleh USA..dgn scr otomatis USA bs mngontrol asia tenggra scr khusus N scr umum asia.dgn it taktik strategi utk mngalihkan kekuatan tempur USA scr gampang tanpa dgn dalih mnjga keamanan kawasan laut china selatan sebagai laut internasional…jenius..salam NKRI

    • Selagi China masih menjadi momok di Asia, khususnya Asia Tenggara nggak usah malu-malu, munafik,sok hebat, sok kuat. Kawasan ini masih butuh USA.
      Tapi bukan berarti kita si “cengeng” dan si “manja” yang melekat ke USA.

      Setuju bung Yusdar …. mewreka memang Jenius. Kita harus akui….

      • Sebelum china membangun landasan pacu dipulau buatan di lcs , usa udah pasti taulah dari foto satelit atau intelejen mrka yg tersbar didunia ..
        Apa yg dilakukan china skrg di lcs bukan ancaman serius bagi usa .. Tapi usa dengan bijak melakukan pembiaran dan mengambil keuntungan dari isu lcs dengan mobilisasi pasukan besar2an ke asia tenggara dan menawarkan produk militernya dengan sebutan bantuan militer atau hibah berbayar .. Xixixi ,
        Dan china pun ga rugi .. Semuanya diuntungkan .. Rusia produk militrnya laris dibeli vietnam , myanmar , indonesia ..
        China dengan modus tidak mengganggu indonesia menghormati karena netral bs bebas berinvestasi ..dengan dalih bantuan tapi mengembalikan … Akhirnya smua proyek infrastruktur bs dipegang mereka …

  7. Yeah..makin panas..

  8. Siap2 naik lagi angka kriminal di subic

  9. bahaya laten ASU akan merdekakan papua klo sampai subic dibuka kembali

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)