Nov 182018
 

Tank Harimau Pindad-FNSS, di Indo Defence 2018

Jakarta – Jakartagreater.com – Indo Defence 2018 yang diadakan 7 sampai dengan 10 November 2018 memberikan kesempatan emas kepada PT Pindad Indonesia dan FNSS Turki untuk menampilkan kemampuan tank medium Harimau, sekaligus cara efisien untuk mengiklankan tank Harimau / Kaplan.

Harimau adalah nama Indonesia, sementara Kaplan MT Modern Medium Weight Tank (MMWT) adalah yang Turki. Seperti yang dikatakan kepada situs Army Recognition oleh perwakilan FSS, bahwa Bangladesh, Filipina, dan Brunei telah menyatakan minatnya untuk membeli tank, kedua negara terakhir itu masing-masing ingin mendapatkan 40 hingga 50 unit.

FNSS dan PT Pindad meluncurkan pengembangan proyek Medium Weight Tank (MMWT) yang disebut Kaplan MT (Medium Tank) untuk menanggapi permintaan dari tentara Indonesia untuk tank medium baru.

Kendaraan sepenuhnya beroperasi dalam berbagai ketinggian, kelembaban dan suhu skala -18 ° C / + 55 ° C. Pengembangan bersama arsitektur desain tank berat Medium mencakup sistem pertahanan balistik dan ranjau, serta memilikin daya tembak yang kuat untuk dukungan dekat infanteri hingga anti-armor.

Tank Harimau Pindad-FNSS, di Indo Defence 2018

Kemampuan tembakan langsung langsung dari tank generasi baru ini memastikan daya hancur dengan mobilitas taktis dan strategis yang luar biasa. Turki dan Indonesia memulai proyek untuk mengembangkan MMT pada tahun 2014.

FNSS dan PT Pindad adalah kontraktor utama proyek, yang hak kekayaan intelektualnya dimiliki oleh kedua negara. Kerjasama FNSS-PT dan Pindad dalam Joint Development Medium Weight Tank meliputi platform teknologi modern dengan senjata unggul didukung dengan manajemen medan perang dan sistem peringatan laser, memberikan kesadaran taktis kepada komandan.

Konsep desain MMWT telah selesai dan diperkenalkan selama Indo Defence 2016. Prototipe pertama Kaplan / Harimau diresmikan pada Mei 2017 selama IDEF, Pameran Industri Pertahanan Internasional di Turki.

Pada bulan Agustus 2018, Perusahaan Indonesia PT Pindad mengumumkan uji penembakan akhir dengan Kaplan untuk mengendalikan semua fungsi sistem turret CT-CV 105-mm, yang dirancang dan dikembangkan oleh Perusahaan Belgia CMI Defense.

PT Pindad telah menyelesaikan uji coba Harimau dan sekarang dalam proses mencapai sertifikasi untuk tank, yang diharapkan sebelum akhir 2018. Menurut PT Pindad, tentara Indonesia memiliki pesanan untuk 400 tank Harimau.

Bagikan:

  4 Responses to “Filipina dan Brunei Berminat dengan Tank Harimau”

  1.  

    jika sudah produksi masal dan jadi di beli negara lain, di tingkatkan lagi kemampuannya, agar semakin kuat dan canggih dan di minati negara negara lain.

  2.  

    semoga bisa membuat MBT
    tapi sebelum itu tank pindad harus dikembangkan dan di tingkatkan lagi teknologi dan armor tank harimaunya.
    armor hull bagian depan, samping, belakang dan armor turetnya di upgrade/diganti stanag level 6, berhubung kan modular jadi mudah di upgrade dan diganti.
    di kasih RCWS, dan laser designator untuk amunisi ATGM. meriam turetnya diganti menjadi meriam smoothbore universal munition 120mm +, biar bisa menembakkan mortir dan anti tank guide missile
    laser warning receivernya ditingkatkan
    dikasih optical sight/termal sight dan infra red sight
    fire control system nya di tingkatkan biar mobilitas dan akurasi tembakannya makin hebat
    kalau bisa dikasih jammer dan APS
    biar makin hebat
    setelah itu baru bikin MBT hasil pengalaman mengembangkan tank medium harimau nya

  3.  

    padahal harganya mahal amat… tapi yang mesen udah antri…pasti ada sesuatu nilai lebih yang tidak dimiliki oleh tank sejenis di dunia yang bikin ngiler mereka

 Leave a Reply