Filipina dan Rusia Segera Lakukan Kerjasama Pertahanan?

9

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte bertemu di sela-sela acara Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Summit di Lima, Peru, pada 19 November 2016. (Sputnik / Kremlin / Mikhail Klimentyev / Reuters)
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte bertemu di sela-sela acara Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Summit di Lima, Peru, pada 19 November 2016. (Sputnik / Kremlin / Mikhail Klimentyev / Reuters)

Kementerian Luar Negeri Rusia melalui situsnya merilis dekrit yang menyatakan bahwa Rusia dan Filipina berencana menggelar pembicaraan terkait penandatanganan perjanjian kerjasama pertahanan. Dekrit itu ditandatangani oleh Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev.

“Untuk menerima usulan Kementerian Pertahanan Rusia, bersama-sama dengan Kementerian Luar Negeri Rusia, untuk menegosiasikan kesepakatan antara Kementerian Pertahanan Rusia dan Departemen Pertahanan Nasional Filipina pada kerjasama pertahanan,” bunyi dekrit tersebut, seperti dilansir Sindo News pada Sabtu (26/11).

Sebelumnya, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan bahwa pihaknya akan mengirimkan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan negaranya ke Rusia. Pengiriman dua menteri itu dilakukan menjelang kunjungan Duterte ke Moskow untuk memenuhi undangan pribadi Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sumber: Sindo News

23 KOMENTAR

  1. Mau beli mig 35 atau sukhoi 35 pengganti f16 bekas asu yg gak di ACC sama kongres asu.
    Mau beli tank T90/T14 armata buat ngadepin T95/T99 china.
    Mau beli S300/S400,pantsir,buk,igla sbg solusi terbaik rudal hanud ketimbang buatan barat yg kemahalan dan rawan embargo.
    Mau beli kasel lada/amur lengkap dg rudal kalbr ketimbang U class series yg gak nutut buat kantong buat ngadepin tiongkok.
    Cuman masih mau (berharap)…xixixixixi

  2. Duterte hanya boneka amerika
    Skenario besarnya, jangan sampai negara asean perang dengan Cina.
    Amerika yg sudah kerepotan biaya perang, ditambah pusing harus mendukung pihak mana.
    Kedua kubu punya bisnis strategis dengan Perusahaan-perusahaan amerika.
    Oleh karena itu, si Duterte lah yang dimainkan agar dekat dengan Cina dan sekutu besarnya Rusia.