Sep 092017
 

Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte, saksikan senjata yang disita dari pemberontak di Marawi, 21/7/2017 (@PresidentialCom)

Manila – Filipina menghentikan hubungan dagang dengan Korea Utara untuk mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB atas uji peluru kendali Korea Utara yang terus berulang dilakukan, ujar Menteri Luar Negeri Filipina, 8/9/2017.

Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya telah mendesak Perserikatan Bangsa Bangsa untuk mempertimbangkan penjatuhan sanksi baru yang keras terhadap Korea Utara, setelah mereka melakukan uji coba terkini pada minggu lalu, yang mereka sebut sedang mengembangkan bom hidrogen.

“Kami dapat memberikan keterangan bahwa kami telah menghentikan hubungan perdagangan dengan Korea Utara,” ujar Menteri Luar Negeri Alan Peter Cayetano kepada wartawan setelah bertemu dengan duta besar AS terkait kerja sama dalam kegiatan anti narkotika.

“Kami akan sepenuhnya mematuhi resolusi DK PBB termasuk sanksi ekonomi,” katanya.

Ketegangan di semenanjung Korea telah meningkat seiring pemimpin muda Korea Utara, Kim Jong Un, meningkatkan pengembangan senjata yang bertentangan dengan sanksi PBB.

Mereka telah menguji serangkaian peluru kendali tahun ini, termasuk satu peluru yang terbang di atas wilayah Jepang, dan melakukan uji coba nuklir yang keenam dan terbesar pada hari Minggu lalu.

Filipina merupakan mitra dagang terbesar kelima Korea Utara, dengan nilai dagang antara dua negara dari Januari hingga Juni tahun ini sebesar 28,8 juta dolar AS, menurut Badan Promosi Perdagangan dan Penanaman Modal Korea.

Menurut data tahunan, Korea Utara mengimpor produk senilai 28,8 juta dolar AS dari Filipina pada 2016, meningkat 80 persen dari tahun sebelumnya, sementara impor Manila dari Pyongyang melonjak 170 persen menjadi 16,1 juta dolar AS.

Menurut Departemen Perdagangan dan Industri Filipina (DTI), ekspor utama menuju Korea Utara pada 2015 meliputi perangkat komputer, papan sirkuit terpadu, pisang dan pakaian dalam wanita.

“Resolusi Dewan Keamanan PBB cukup jelas,” kata Cayetano.

“Bagian dari resolusi adalah sanksi ekonomi dan Filipina akan mematuhi. Kami telah berkomunikasi dengan sekretariat DTI dan kemarin atau beberapa hari yang lalu, kami sudah mendapat arahan dari istana (presiden) untuk mendukung Dewan Keamanan PBB, ” katanya. (reuters/antara).

Berbagi

  7 Responses to “Filipina Hentikan Hubungan Dagang dengan Korea Utara”

  1.  

    satu lagi
    lanjutkn

  2.  

    Takut diembargo US kah?

  3.  

    Sabar ya korut barat khusus nya amerika lg pusing mkirin kamu …mau nyerang kamu gk berani y harus muter otak dgn dalih bs mengancam amerika berarti amerika pemegang besar pbb…..hokya dan dgn sangsi baru kamu akan mati perlhan lahan itu maunya usa cs.

 Leave a Reply