Mar 232017
 

Helikopter Mi-8 Angkatan Udara Rusia dalam sebuah latihan militer gabungan dengan Belarusia dan Serbia. (© Sputnik News/Nikolay Hiznyak)

Filipina telah menyatakan minatnya untuk membeli sejumlah helikopter, kapal cepat, drone dan persenjataan Rusia, menurut Wakil Direktur Layanan Federal untuk Kerjasama Teknis Militer (FSMTC) Rusia, seperti dilansir dari Sputnik News pada hari Rabu.

“Para mitra menyatakan minat untuk peralatan militer Rusia, termasuk peralatan helikopter, kapal cepat, pesawat tak berawak dan persenjataan lainnya” kata Mikhail Petukhov.

Mikhail Petukhov menekankan bahwa Rusia siap untuk melakukan pembicaraan yang konstruktif dan kerjasama yang saling menguntungkan dengan Filipina. “Namun kami belum menerima permintaan resmi untuk persediaan produk pertahanan dari Filipina”, kata Petukhov.

Meskipun Rusia dan Filipina belum menyimpulkan kontrak kerjasama teknis militer untuk saat ini, namun Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah menyuarakan kemungkinan menghentikan kerjasama teknis dan militer dan dengan Amerika Serikat dan mendukung kerjasama dengan Rusia dan China sebagai gantinya.

Selain itu, juru bicara BrahMos Aerospace, pada pameran pertahanan dan keamanan di Thailand menyebutkan bahwa Filipina termasuk di antara negara-negara yang telah menyatakan minatnya untuk membeli rudal jelajah supersonik jarak jauh BrahMos.