Filipina Kirim Pasukan ke Laut Cina Selatan

26
10

Pulau Thitu, bagian dari kelompok pulau Spratly yang disengketakan di Laut Cina Selatan. (© AFP)

Seorang pejabat militer Filipina menyampaikan bahwa pihaknya telah mulai memindahkan pasukan dan peralatan ke sebuah pulau yang disengketakan di Laut Cina Selatan yang diklaim oleh Manila dan Beijing. Tindakan ini dilakukan menjelang konstruksi, termasuk memperpanjang landasan terbang di pulau ini.

Kepala Komando Barat Komando Militer Filipina, Letnan Jenderal Raul del Rosario, seperti dikutip AP, mengatakan bahwa pasukan dan pasokan awal tiba di Pulau Pag-asa pada pekan lalu.

Sekitar 1,6 miliar peso (32 juta dolar AS) telah disisihkan untuk pembangunan di pulau itu, yang akan mencakup penguatan dan pemanjangan landasan terbang serta bangunan dermaga.

Tenaga surya, pabrik desalinasi dan peremajaan perumahan militer, serta lokasi penelitian kelautan dan wisatawan, direncanakan dibangun di pulau ini.

Awal bulan ini, Duta Besar Tiongkok Zhao Jianhua memperingatkan bahwa pembangunan di pulau tersebut, yang dikenal secara internasional sebagai Thitu, akan menjadi ilegal.

“Kami melihat pendudukan oleh pihak Filipina dari pulau-pulau tersebut sebagai ilegal. Jadi bangunan di atasnya juga ilegal,” katanya, seperti dikutip Manila Times.

Zhao menambahkan bahwa Tiongkok akan memberikan “peringatan” pada pesawat terbang yang mengganggu di wilayah udara pulau itu, serta pesawat tak diizinkan terbang di wilayah udara Kelompok Kepulauan Kalayaan.

Departemen Luar Negeri Filipina mengabaikan pernyataan Zhao, juru bicara Robespierre Bolivar menyatakan bahwa pulau itu dan Pulau Kalayaan adalah “sebuah kotamadya Palawan,” sebuah provinsi di Filipina.

Tiongkok memprotes kunjungan pemimpin pertahanan dan militer Filipina ke pulau itu pada bulan lalu, beberapa minggu setelah Presiden Filipina Rodrigo Duterte berjanji untuk menduduki dan memperkuat pulau-pulau di Laut Cina Selatan guna membuat “titik kuat” di tengah perselisihan teritorialnya dengan Beijing.

Pag-asa merupakan pulau terbesar kedua di kepulauan Spratly, yang juga diklaim oleh Taiwan dan Vietnam.

Kepulauan Spratly telah lama menjadi pertanda antara Filipina dan Tiongkok, karena Beijing mengklaim hampir semua Laut Cina Selatan. Tiongkok mencoba mempertaruhkan klaimnya dengan mengubah tujuh terumbu karang menjadi pos terdepan, beberapa di antaranya memiliki landasan pacu, radar dan sistem senjata.

Sumber: RT

26 KOMENTAR

  1. Duterte pasti di sokong sm trump nh.
    T. Dut lu tumpuk to militer di pulau sengketa
    D. Ah gw takut di hajar sm jing ping bro.. Lagian Dana gw juga cekak, pinjemin sini
    T. Ah muke gile lu, gw aja lg meres korsel ni. Kalo si ping urusan gw tar gw suruh kacung gw si upil sm sonotan kalo lu ribut sm ping yg maju,gw Turun blkangan
    D. Boleh juga tu bro ide lu, Lah trus dana nya mana gw juga lg cekak.
    T. Masa gw ajarin juga si? Lu pinjem sm jokowi sono doi lg surplus tuh, lu rayu lah dut si owi
    D. Owh begitu bro, encer juga otak lu. Okeh gw coba deh langsung gw bel in si owi
    Kring….. kring….kring…
    J. Ya hallow ono opo dut tumben sampean tlp aku
    D. Wi wi urgent wi
    J. Ono opo le, ngomong yg bener ngono loh
    D. Okeh jd begini wi,gw mau tumpuk milier gw di pulau sengketa tp Dana gw cekak. Lu bisa kasbonin gw kan wi
    J. dengkul mu mlocot dut, lah trus untung e aku opo kasi kasbon sampean dut,lah wong aku jg lg mbangun kok
    D. Untung nya gw bisa jd bumper kalo lu ada masalah sm jinping di Natuna
    J. Opo meneh ?
    D. Gw beli kaprang lu stiap tahun 2unit ga pake nawar, gw beli beceng, semua nya Dari negara lu dah..
    J. MOOSSOO..!!!
    D. Srius wi kaga boong gw, ni mau bln puasa masa kaga percaya jg lu.
    J. Okeh okeh mana no rek sampean biar ta tlp mba sri biar langsung di transfer.
    D. Okeh wi suwon yo
    J. Okeh dut. Owh ya hampir lupa aku, sampean Bangun pulau sengketa Kuli,mandor,semen,pasir ambil Dari tempat ku yo
    D. ####€£¥{^*~€€£