Des 112018
 

Sistem radar pertahanan udara FPS-3 buatan Mitsubishi Electric, Jepang © Asian Review

JakartaGreater.com – Jepang sedang mempertimbangkan penjualan teknologi radar pertahanan udara ke Filipina yang akan menjadikan ekspor perdana atas peralatan pertahanannya sejak mengakhiri larangan hampir 50 tahun pada tahun 2014, seperti dilansir dari laman Asian Review.

Tokyo memberi penawaran kepada Filipina untuk membeli model yang ditingkatkan dari sistem radar pertahanan udara FPS-3 buatan Mitsubishi Electric, yang digunakan oleh Angkatan Udara Bela Diri Jepang sejak tahun 1991 dalam pertahanan rudal dan memantau wilayah udara.

Pemerintah Jepang sekarang ini telah mulai menawarkan informasi teknis mengenai sistem radar FPS-3 kepada Manila.

Menurut Jepang bahwa meningkatkan radar yang kurang mutakhir demi memenuhi kebutuhan Filipina akan menekan biaya, yang mana akan membantu memenangkan pesanan.

Harganya kontrak diperkirakan antara ¥ 1 – 2 miliar yen atau sekitar US $ 8,87 – 17,7 juta. Manila juga telah mendekati AS dan Israel mengenai masalah ini, kata sumber yang terkait dengan pemerintah Jepang, dan dapat memutuskan secepatnya di awal tahun depan.

Pesawat maritim Beechcraft C-90 Angkatan Laut Jepang © Kemhan Jepang via Wikipedia

Kerjasama pertahanan Jepang-Filipina, yang berpusat pada latihan militer bersama, telah berkembang pada peralatan pertahanan dalam beberapa tahun terakhir. Pada bulan Maret, Pasukan Bela Diri Maritim Jepang menyumbang pesawat latih TC-90 untuk Angkatan Laut Filipina.

Dan Jepang pada bulan Juni setuju untuk memberikan suku cadang helikopter multi-misi UH-1H yang sebelumnya digunakan oleh Angkatan Bela Diri Darat ke Angkatan Udara Filipina.

Kedua pihak tertarik untuk bermitra dalam bidang keamanan maritim karena China terus membangun kehadiran militernya di Laut China Selatan. Dengan mengekspor radar pertahanan udara kepada Filipina, Jepang berharap itu dapat meningkatkan kemampuan deteksi dini dan pengawasan Filipina dan mampu membantu menjaga keselamatan di kawasan tersebut.

Jepang pada dasarnya melarang ekspor senjata selama beberapa dekade hingga April 2014, ketika kabinet meletakkan aturan dasar yang mengijinkan negara mentransfer peralatan pertahanan dan teknologi serta berpartisipasi pada pembangunan bersama internasional dalam kondisi tertentu. Menjual radar ke Filipina dinilai tepat karena akan meningkatkan kerjasama bilateral dibidang pertahanan.

  2 Responses to “Filipina Minat Akuisisi Radar Pertahanan Udara Jepang”

  1.  

    Kok gak menawarkan ke RI ya? Adakah teknologi radar prof.Josaphat dsn?