Filipina Perbanyak Aset Angkatan Laut di Laut China Selatan

Manila, JakjartaGreater  – Angkatan Laut Filipina meningkatkan keseriusannya dalam mengamankan Laut China Selatan. Manila akan menambah kehadiran angkatan lautnya di Laut China Selatan (LCS) untuk melindungi para nelayannya, seiring kekhawatiran tentang operasi penjaga pantai China di perairan yang disengketakan itu.

Langkah itu dilakukan setelah Filipina memprotes undang-undang baru di China yang memungkinkan penjaga pantainya naik atau menembaki kapal asing di perairan yang dianggap sebagai wilayahnya, yang menurut para pejabat Filipina dapat meningkatkan risiko salah perhitungan.

“Kami akan meningkatkan kehadiran kami melalui pengerahan lebih banyak aset angkatan laut, tetapi saya hanya ingin menjelaskan bahwa kehadiran angkatan laut kami tidak (untuk) berperang melawan China, tetapi untuk mengamankan rakyat kami sendiri,”ujar kepala militer Filipina Letnan Jenderal Cirilito Sobejana dalam sebuah pengarahan media, pada Selasa, 9-2-2021, dirilis Antara.

China mengklaim sekitar 90 persen wilayah LCS sebagai miliknya dan menyebarkan penjaga pantainya di sepanjang jalur perairan strategis itu. Kapal-kapal itu sering kali disertai dengan sejumlah besar kapal penangkap ikan yang dilihat secara luas sebagai milisi maritim China, yang dituduh oleh negara penggugat lain telah melecehkan nelayan mereka.

“Pernyataan China bahwa penjaga pantai mereka dapat menembaki orang-orang yang masuk ke wilayah mereka sangat mengkhawatirkan,” kata Sobejana.

“Itu pernyataan yang sangat tidak bertanggung jawab karena orang-orang kami tidak pergi ke daerah yang disengketakan untuk berperang tetapi untuk mencari nafkah,” ujar Sobejana, menegaskan.

Kedutaan Besar China di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pernyataan Jenderal tersebut. Filipina, bagaimanapun, memiliki kemampuan angkatan laut yang sangat terbatas dibandingkan dengan armada angkatan laut dan penjaga pantai China.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken bulan lalu menekankan pentingnya pakta pertahanan dengan Manila dan penerapannya yang jelas, jika Filipina diserang.

AS telah mengadakan patroli rutin di wilayah sengketa LCS untuk menggarisbawahi kehadirannya di wilayah tersebut, termasuk pada Selasa, ketika dua kelompok kapal induk AS melakukan latihan bersama.

*Foto: doc. The Philippine frigates BRP Gregorio del Pilar (PF 15), left, and BRP Ramon Alcaraz (PF 16), right, are underway with the guided missile destroyer USS John S. McCain (DDG 56). (@U.S Navy – Mass Communication Specialist 1st Class Jay C. Pugh).

Tinggalkan komentar