Aug 082018
 

Kapal selam diesel listrik, Kilo-Class buatan Rusia yang dijuluki sebagai “Black Hole” alias “Lubang Hitam” atas kesenyapannya. © USAF via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Angkatan Laut Filipina (PN) dan Angkatan Laut Rusia sedang mendiskusikan syarat-syarat perjanjian untuk memperluas kerjasama pada kapal selam diesel-listrik, seperti dilansir dari Kantor Berita Filipina (PNA).

Kantor Berita Filipina (PNA) melaporkan pada 6 Agustus bahwa kedua angkatan laut baru-baru ini membahas rancangan Nota Kesepahaman (MOU) yang akan digunakan Rusia untuk memenuhi persyaratan Angkatan Laut Filipina untuk bisa mendapatkan kemampuan bawah laut.

Mengutip juru bicara Kepala Staf Angkatan Laut, Jonathan Zata, Filipina melihat Rusia sebagai “sumber yang mungkin” untuk kapal selamnya dan bahwa MOU yang tertunda akan memungkinkan Rusia untuk memberikan pelatihan kapal selam kepada Angkatan Laut Filipina untuk mendukung operasi militer, pemeliharaan dan termasuk kegiatan pendukung.

Pejabat Angkatan Laut Filipina juga telah diundang untuk datang ke galangan kapal Rusia guna mengamati program konstruksi kapal selam secara langsung, katanya.

Pada akhir Juli 2018, Departemen Pertahanan Nasional Filipina mengkonfirmasikan komentar kepada PNA bahwa saat ini sedang melakukan “penelitian pasar dan studi doktrin” untuk mendukung program pengadaan kapal selam.

Pada bulan Juni, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan dia telah memberikan persetujuan kepada Angkatan Laut untuk mempercepat pengadaan kapal selam guna menyediakan kemampuan serang bawah laut, patroli dan pengawasan.

Akuisisi tersebut sebelumnya dijadwalkan pada periode 2023-2027 di bawah program modernisasi militer “Horizon Ketiga” tapi sekarang telah bergerak maju untuk segera dimasukkan pada “Horizon Kedua” periode 2018-2022.

Pejabat Angkatan Laut Filipina sebelumnya mengatakan bahwa mereka membutuhkan setidaknya 2 unit kapal selam dan bahwa pengadaan dimulai pada tahun 2015 melalui permintaan informasi awal (RFI).

Angkatan Laut juga telah mendirikan kantor program kapal selam yang sebagai bagian dari proses perencanaan, sedang meninjau desain kapal selam kontemporer dan juga menyusun konsep operasi.

  8 Responses to “Filipina Pertimbangkan Kapal Selam Kilo Rusia”

  1.  

    KAPAN KITA JD BELU SE KILO YA

    APA DARI DULU CM SEKEDAR WACANA SAJA Y.

  2.  

    Jempol buat kawan kita di utara ini yg sgt aggressive memperbaharui alutsista dgn kondisi ekonomi lemah. Harusnya tahap awal Midget kelas pesisir dulu.Mudah2an biaya perawatan kilo yg mahal sdh diperhitungkan.

  3.  

    Kapal selam sudah beli barusan, mending tank boat saja di realisasi

  4.  

    Hmmm…

  5.  

    Kapal selam kan beli sama pal sdh bisa bikin sendiri mau di improve kayak apa terserah usernya, sama nunggu midget bppt

  6.  

    kilo menggunakan double hull, dan konstruksinya rumit, dan juga kgk mau kasih tot atau share ilmu ke kita.

    klo changbogo single hull, kontruksi mudah, perawaran sip, korea mau kasih ilmu ke kita.
    pernah anggota legislatif negara indonesia nge jepret hull kapal selam,,,,,disangka selfie itu asyik, tpi malah membahayakan….

  7.  

    Semoga Philipina beli kasel kilo, biar kita juga tidak takut beli

    😎

  8.  

    Tetap saja, Kilo lebih ditakuti daripada Changbogo…

 Leave a Reply