Sep 182016
 

Dibawah Pemerintahan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, militer Filipina sangat mungkin mengalami modernisasi yang cukup besar. Beberapa waktu lalu Presiden Duterte mengumumkan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan untuk mendapatkan peralatan pertahanan dari Rusia dan China.

Analis militer menilai modernisasi militer di bawah Pemerintahan Duterte akan cukup menarik bila dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya yang hanya bergantung pada persenjataan refurbish atau sumbangan peralatan militer tua dari sekutu-sekutunya.

Beberapa peralatan militer yang dibeli oleh pemerintahan Aquino, seperti pesawat serang ringan FA-50 yang meski baru tapi masih kalah kelas teknologi dan kemampuannya dibandingkan pesawat tempur negara-negara tetangga .

Menurut ahli militer Analysis of Strategies and Technologies (CAST) yang berbasis di Moscow. Filipina harus lebih serius membeli peralatan militer dan persenjataan, khususnya dalam mendapatkan pesawat tempur multirole yang dapat melakukan beberapa peran sekaligus.

“Filipina tidak hanya harus mengandalkan pada pesawat tempur Barat yang begitu mahal seperti F-16V, F-15SE dan Jas 39 Gripen yang berharga sekitar US$ 60 juta sampai US$ 100 juta per unit, tetapi juga harus melihat sumber dan pemasok lain, “tulis ahli militer tersebut.

Untuk mendapatkan 12 unit pesawat serang ringan FA-50 Filipina harus mengeluarkan biaya sekitar US$ 402 juta atau US$ 32,5 juta per unit. Dengan nilai yang hampir sama, Filipina bisa mendapatkan pesawat tempur MiG-29 atau Su-27 yang memiliki kemampuan dan daya gentar yang lebih menakutkan daripada pesawat FA-50.

Atau dengan nilai yang sama walau dengan jumlah yang lebih kecil, Filipina bisa mengakuisisi pesawat tempur canggih Su-35 yang dibanderol Rusia dengan harga US$ 85 juta. Dengan diperkuat Su-35, Filipina bisa berdiri sejajar dengan kekuatan udara negara-negara tetangga yang sudah lebih dulu mapan.

  42 Responses to “Filipina Seharusnya Membeli Su-27 Atau Su-35”

  1. Beli ifx nya Indonesia aja.

    • Presiden ngak waras, suka komentar ngak ngak
      Negara miskin banyak tingkah
      FA-50 itu untuk latih tempur dahulu ndul…………………….
      baru kemudian beli pespur sungguhan

    • ..iya .tanggung bagi Philippines…
      Beli F16 rombengan dulu …Atau perbanyak F/A 50 Korea ….
      Lalu beli K/IFX ….beberapa tahun lagi…
      Kalau mau beli Sukhoi 27/30/35…? Tanggung ..mahal juga….
      USA keberatan…pes.an nya juga kapan…

  2. Toppp

  3. Tekanan politiknya as itu lo yg membuat filipina cuma ngarep alutsista dari rusia

  4. Seharusnya kfx jadi program jet tempur negara asean. sangat di sayangkan asean terbagi 3 blok, rasa saling curiga antar tetangga masih tinggi, dan lebih mendukung negara di belakangnya. iya begitu lah kebangkitan negara asean masih kalah dengan uni eropa hanya selalu jadi pasar komoditi mereka.

  5. Ide bagus….

  6. ko ga ditulis satuan kecepatan nya.??? padahal si Rini Koplak mau comen Mach.!!! kasihan si Rini ga bisa comen gara” diartikel ga ada kata Mach.

  7. satu persatu mulai beralih dari sekutu barat…udah mulai nyadar kalau condong kebarat itu sulit berkembang #dikibulin mulu

  8. menurut terawangan, Filipina adalah salah satu buyer potensial yg akan menaruh minat pada IFX kelak..

  9. bila pespur dan kasel indonesia mulai di produksi d dlm negri tak menutup kmungkinan past bkal di lirik negara2 kawasan.. berusahalah agar umur kita panjang, kita akan menyaksikan indonesia menjadi negara pengekspor alutsista tak kalah dgn si abang dan si paman.. optimis ah.

  10. uang dari mana filipina beli alustista beli fa uang boleh utang dan sumbangan negara lain

  11. bakalan jarang terbang kalo beli sukhoi, kan katanya si GI sukhoi kan mahal di biaya terbang dan perawatan

    .

  12. wah klo pinoy berminat beli su35 ngr kita bisa2 disalip lagi.

  13. Indonesia mestinya beli su 27 lengkap armor dan tot senilai @USD 45 jt, sebanyak 200 unit jd kira kira 9jt dolar atau 120 trilyun dibayar 5 thn. pengiriman utk 5 tahun, Indonesia jd superior, sambil nunggu ifx, sekalipun Indonesia ga punya su 35.

  14. Indonesia msh tenang” aja kata tetangga mah, padahal diem” sudah menyusun kekuatan….rasakan bedanya bedakan rasanya… hehehehe, salam warjager.

  15. Saya suka sekali langkah dari militer filipina yg membangun kekuatannya dari bawah.. Smart move deh pokoknya..
    Untung ngak ada warjagyang jadi presiden filipina.. Kalau ada bisa kacau negara2 tetangganya.. Hhi”

    Nb: ngak ada negara yg memiliki wing tempur hebat tampa trainer yg memadai, semuanya itu saling berhubungan..

  16. saya berharap ini murni politik pertahanan.. saya khawatir,, ini strategi USA tuk dpetin pesawat rusia biar bisa dioprek cri kelemahan nya,, krn pinoy kn n7rut sama abang Emrik, SU-35 tinggal nunggu d kunci F-35..

  17. Niru Indonesia aja, cukup beli f16 refurbished, super tukino

  18. apabedanya filipina ama yg disini?????cuma koar doang tapi gak mampu beli su35 juga

    • Beda dong mas….
      Itu vampire nya marinir ga koar2…tiba tiba nungul….tiba tiba trend tahun 2017 adalah sistem senjata pertahanan-udara….kapan deal?kapan kerjasama?kapan beli nya?kapan survey nya?kapan tender nya?kapan tot nya?
      Kalo C705…anggap ajah…sinyal dr indonesia untuk tiongkok…jng coba usil (mungkin sangkut pautnya ama sikap bank Singapore yg menahan wni untuk tax amnesty) ..indonesia bisa bikin tiongkok lebih blangsak lagi…mungkin yak…let we see

    • berarti sampean jg termasuk tuh bung …. 😀

  19. jiahahahaaa…

  20. Ya, memang SU27 dan turunannya SU30 & 35 adalah pesawat2 bagus. Tapi Philipine berat gak nanggung biaya mtc & opr nya ? Kl lihat luas wilayah & musuh potensial nya di LCS, kenapa gak pilih Gripen C/D ? Sdh dibuktikan Thailand sebagai “Sukhoi Killer” (SU27 versi china). Apalagi kalo pilih Gripen NG (E/F), dgn radar & rudal yg lbh canggih.

  21. Fa50 atau T50 golden eagle disandingkan dg sukhoi waduh…koplak tenan. Jet latih tempur serang ringan diadu dg heavy fighter,dg medium fighter aja bisa jadi perkedel tuh pesawat macam spt F16,mig29/35,gripen.
    Filipina biarpun sekutu asu,nyatanya minta f16 refurbish aja gak dikasih,sama senasib dg argentina yg dibully sekutu2nya hanya beda versi aja. Tiru aja indonesia,mesir,pakistan,yg bkn sekutu siapa2 bisa pake kombinasi alutsista. Kalo si asu embargo,yg lain tetap bisa dipake menjaga kedaulatan.

  22. Perlu kita ketahui, tarik ulurnya Sukhoi SU35 lebih di karenakan UU untuk TOT dari negara / perusahaan penjual kepada negara kita.
    Saya berpikir untuk 2 – 3 tahun kedepan langit negara kita tidak tertinghal jauh dari negara ASEAN.
    Mungkin kita belum sekelas dengan Ausie, China, India dan Korea Selatan (dari jumlah pespur) akan tetapi track record kita sudah benar selangkah demi selangkah maju kedepan sesuai dengan perekonomian negara kita.
    Saya berharap program TAX AMNESTY pemerintah dapat berjalan lancar, karena uang orang kaya di negara kita -+ 2000 triliun hanya di satu negara yaitu Singapura.
    Bayangkan jika pajak orang kaya kita di kumpulkan dari semua negara, mungkin ceritanya akan lain…

  23. Test

  24. lagian belum tentu Rusia mau jual SU-35 ke Filipina, bisa2 diprotoli dan dicuri teknologinya sama US, lagian ngapain kita bahas negara lain kita sendiri saja belum tentu jadi ambil SU-35 sampai entah tahun kapan kita senasib dengan Filipina andalan kita sekarang cuma T-50(-2), HS-Hawk, F-16 refurbish, sedikit SU-30/27 atau mungkin Hawk TNI di cap SU-35 buat nyenang-nyenangin saja karena gak kesampaian

  25. ngapain ngurusin tetangga bagusan ngurusin negara sendiri ajalah

 Leave a Reply