Filipina Semakin Kuat dengan Frigate BRP Antonio Luna

Frigate BRP Jose Rizal (FF-150) Filipina. (@Philippine Navy)

Manila – Jakartagreater.com – Frigat kedua Angkatan Laut Filipina (PN), BRP Antonio Luna (FF-151), akan secara resmi diluncurkan pada bulan November 2019.

“Fregat kedua kami akan diluncurkan pada minggu pertama atau kedua November. Pada saat itu, fregat pertama (BRP Jose Rizal (FF-150) akan selesai (pemasangan equipment),” kata Perwira Angkatan Laut Filipina, Vice Admiral Robert Empedrad saat wawancara dengan wartawan di kantor pusat Angkatan Laut Filipina di Stasiun Naval Jose Andrada, Roxas Boulevard, Manila, 29-08-2019, dirilis pna.gov.ph.

Upacara peluncuran akan berlangsung di galangan kapal Hyundai Heavy Industries (HHI) di Ulsan, Korea Selatan. BRP Jose Rizal, fregat rudal pertama negara itu, diluncurkan di fasilitas yang sama pada 23 Mei 2019 lalu.

Fregat Rudal pertama diharapkan dikirim ke Angkatan Laut Filipina pada April 2020 sementara BRP Antonio Luna dijadwalkan untuk September tahun yang sama. Filipina dan HHI menandatangani kontrak PHP16 miliar untuk dua fregat bersenjata Rudal dengan PHP2 miliar lainnya disisihkan untuk sistem persenjataan dan amunisinya.

Pemotongan baja untuk BRP Jose Rizal berlangsung pada 1 April 2018 sementara upacara yang sama untuk BRP Antonio Luna berlangsung pada November tahun yang sama. Acara ini secara resmi menandai dimulainya pembangunan kapal fregat.

Sementara itu, upacara peletakan lunas untuk BRP Jose Rizal berlangsung pada Oktober 2018 sebagai pengakuan resmi atas dimulainya pembangunan kapal. Peletakan keel mengacu pada awal resmi pembangunan kapal apa pun dan dianggap di antara 4 sorotan kapal permukaan mana pun dengan 3 lainnya adalah pemotongan baja, commissioning, dan penonaktifan.

Kedua kapal dipersenjatai dengan senjata utama Super Cepat Oto Melara 76mm, sebuah meriam sekunder yang dikendalikan jarak jauh SMASH 30mm Aselsan, torpedo anti-kapal selam, dan Rudal anti-udara dan kapal.

Frigat kelas Jose Rizal dari PN juga dilengkapi dengan sistem manajemen tempur Naval Shield (CMS) Hanwha Systems, yang mengintegrasikan semua sensor dan senjata kapal dan memutuskan mana yang ideal untuk menghadapi ancaman yang masuk.

Sistem ini juga dapat mendeteksi dan melacak target udara, permukaan dan bawah permukaan dan digunakan dalam berbagai konfigurasi oleh Angkatan Laut Republik Korea, Angkatan Laut Kerajaan Malaysia dan Angkatan Laut Indonesia.

“Ini adalah langkah strategis karena (ini) kapal akan menjadi yang paling kuat di PN karena berbagai kemampuannya,” kata Empedrad sebelumnya.

Tinggalkan komentar