Filipina Tolak Tawaran Kapal Selam Kilo Rusia

16
13

Selama kunjungannya ke Rusia, Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana menyatakan tertarik dengan drone dan senapan sniper buatan Rusia, bahkan Rusia menyatakan bersedia menjual kapal selam Improved Kilo dari varian ekspor Project 636.1 kepada Filipina untuk meningkatkan program modernisasi militernya.

Namun Lorenzana menolak pengadaan kapal selam karena terlalu mahal dan militer Filipina belum membutuhkannya sekarang, dan lebih menginginkan akuisisi drone dan senapan sniper.

Meski pembicaraan kedua negara masih dalam tahap awal, Lorenzana mencatat Rusia sangat agresif dalam membangun kerjasama dengan Filipina. Namun kerjasama Filipina dan Rusia bukan dalam aliansi militer dan lebih difokuskan pada pelatihan militer, pertukaran personil dan tinjauan pengamat dalam latihan militer.

Lorenzana dan Menteri Luar Negeri Perfecto Yasay Jr. terbang ke Moskow baru-baru ini sesuai instruksi dari Presiden Duterte setelah Duta Besar Rusia Igor Khovaev memberikan rincian daftar bantuan militer yang bisa diberikan Rusia kepada Filipina.

Presiden Filipina telah menyatakan minatnya untuk mendapatkan senapan sniper dari Moskow, tapi Lorenzana mengatakan senjata tersebut belum tersedia selama kunjungannya ke Rusia.

Presiden Filipina kemungkinan akan memulai kunjungan kenegaraan ke Rusia pada bulan April atau Mei setelah berakhirnya musim dingin karena Duterte tidak tahan cuaca musim dingin di Rusia.

16 KOMENTAR

  1. Hahahaha….filipina paste ditawarin kilo bekas…sukhoi bekas dn mig bekas…juga beberapa s300 bekas gretongan…bukan buat lawan China…tp buat gebuk armada vii yg sudah kurang ajar tingkat dewa yg siap siap bawa isis masuk as-teng…bravo rusia (makanya rusia gerak cepat Di as-teng krn lcs Akan dibikin suriah jilid iii Ama perusahaan perusahaan maruk dunia barat)

  2. ya elah,..jauh2 k rusia cuman nyari sniper ama drone,..kaya’ gituan mah cukup lwt tlpon aja,…kasian rusia deh nyiapkan jamuan trbaik buat tamunya…tapi gakpa2lah buat langkah awal..smoga aja duterte bisa brtahan lama,…Pastiny si trump gak tinggal diam. kalo obama, krn januari bsok bln trakhir die d gedung putih,..ya die dah gak bisa ngapa2in.

  3. Duterte benar2 mengikuti apa kata Presiden Jkw bahwa pengadaan alutsista itu berdasarkan kebutuhan bukan keinginan. Duterte tau banget kemampuan keuangan negaranya jd dia membeli senapan sniper yg digunakan untuk menembaki Abu Sayyaf,NPA komunis dan kriminal.

  4. Andaikan saja Filipina memiliki second opinion untuk “senjata sniper”-nya melirik buatan PT Pindad.
    SPR II dan SPR III tidak kalah kualitasnya dengan buatan Rusia, karena SPR I & II sudah dijadikan senjata andalan untuk pasukan elite (khusus) Indonesia.