Jan 122020
 

Jakartagreater.com – Finlandia telah meluncurkan tahap terbaru dari program pengadaan pesawat tempur HX, dan sekarang akan dilakukan evaluasi pada kandidat pertama di pangkalan udara Pirkkala Finlandia.

Merinci fase baru dalam posting blog, manajer program Kementerian Pertahanan Finlandia Lauri Puranen menggambarkannya sebagai “acara pengujian dan verifikasi untuk kandidat HX”. Fase tersebut dimaksudkan untuk mengevaluasi kinerja pesawat tempur multifungsi dan sistemnya di darat, udara, saat lepas landas dan pendaratan,” tambah Lauri Puranen, lansir Flightglobal.

Typhoon dari konsorsium Eurofighter adalah pesawat tempur pertama yang memulai proses tersebut, dengan dua Typhoon dari Angkatan Udara Inggris telah dikerahkan untuk penilaian pada 9-17 Januari.

Setelah Typhoon, kandidat program lainnya akan menjalani proses yang sama. Kandidat lainnya adalah Dassault Rafale (pada 20-28 Januari), Saab Gripen E (29 Januari-6 Februari), Lockheed Martin F-35A (7-17 Februari) dan F-A-18E / F Super Hornet (18-26 Februari).

“Lingkungan operasi dan metode pengoperasian Finlandia mungkin berbeda dari cuaca dan kondisi alam pengguna lain,” catat Puranen. “Kondisi musim dingin memengaruhi pengoperasian pesawat tempur multifungsi dan terutama kinerja sistem elektro-optik, tetapi mungkin juga sistem aktif dan pasif lainnya.”

“Kegiatan evaluasi lebih lanjut yang akan dilakukan akhir tahun ini akan menilai efektivitas operasional sistem masing-masing pesawat tempur dengan mensimulasikan permainan perang yang sudah berjalan lama bagian dari sistem pertahanan Finlandia,” kata Puranen.

Helsinki berencana untuk memilih pemenang kontes pada tahun 2021, dan jet tempur yang dipilih nantinya akan menggantikan pesawat tempur F-18C / D pada tahun 2025. Operasi dengan jet tempur Hornets akan selesai pada tahun 2030, dan data armada Cirium menunjukkan armada aktif jet tempur F-18C Finlandia berjumlah sekitar 62 unit.

 Posted by on Januari 12, 2020

  2 Responses to “Finlandia Mulai Evaluasi Jet Typhoon”

  1.  

    Ini negara yang katanya enggak ada ujian sekolah ya? Kok enggak bisa buat pesawat tempur sendiri sih?

  2.  

    Ini negara kecil tapi jumlah hornetnya saja 62 biji belum pesawat2 lain yg dah disebutkan di atas tadi