JakartaGreater.com - Forum Militer
Jan 122014
 
Lockheed Martin F-35 Lightning II

Lockheed Martin F-35 Lightning II

Pendahuluan
Prototipe pesawat siluman YF-22 mulai terbang tahun 1991 dan USAF berencana membeli total 650 pesawat. Model produksi F-22 Raptor mulai terbang tahun 1997 dan produksi pertama kali diserahkan ke Nellis Air Force BaseNevada, pada Januari 2003. Pada 6 April 2009, MenHan Amerika Gates mengusulkan penghentian produksi pada tahun 2011, dengan total produksi tinggal 187 pesawat, minus yang jatuh/ rusak, antara lain alasannya adalah untuk mempercepat produksi F-35. Estimasi biaya per unit pada tahun 2011 adalah 411 jt USD.

Lockheed Martin F-35 Lightning II adalah keluarga dari kursi tunggal, bermesin tunggal, pesawat tempur generasi kelima multirole yang sedang dikembangkan untuk melakukan serangan darat, pengintaian dan misi pertahanan udara dengan kemampuan siluman. F -35 memiliki tiga model utama, yaitu F-35A adalah varian lepas landas dan mendarat konvensional, F-35B adalah varian take-off pendek dan vertikal dan F-35C sebagai varian berbasis kapal induk. Program F-35 Lightning II telah mengalami sejumlah pembengkakan biaya dan keterlambatan perkembangan.

Semua pesawat di atas adalah yang disebut pesawat tempur generasi ke-5, atau pesawat siluman/ stealth, atau “VLO”, yang tidak bisa/ sangat sulit dideteksi oleh radar lawan, atau dengan kata lain anti-radar. Dunia (termasuk kita) kagum dengan pesawat siluman/ stealth dan menobatkannya sebagai jagoan yang selalu tak terkalahkan dibandingkan dengan pesawat tempur generasi sebelumnya gen 4 dan 4+ atau pesawat non-siluman. F-22 Raptor praktis menjadi benchmark pesawat tempur dunia.

Apakah memang demikian ?.  Tulisan ini, sebuah diskusi akademik yang disarikan dari berbagai sumber, mencoba mencari tahu jawabannya.

Kelemahan utama pesawat siluman
Pesawat jet cepat (siluman atau bukan) harus dipahami sebagai “obyek udara berenergi”. Jumlah “pekerjaan” yang diperlukan untuk mendorong sebuah objek dari transonik hingga kecepatan supersonik akan menghasilkan panas. Gelombang kejut yang terjadi merupakan fungsi dari kompresi dan gesekan udara oleh pesawat dan oleh karena itu terjadi pemanasan (lihat Gambar 1).

Gambar 1 Gelombang kejut

Gambar 1 Gelombang kejut

Hubungan ini disebut termodinamika. Setiap kali gas (udara) dikompres (diperas) – akan memanas. Hal ini sering disebut sebagai ‘panas kompresi.’ Daerah khas pemanasan termodinamika (bukan bagian dari pembakaran) adalah yang disebabkan oleh gesekan-panas “kompresi” dari atmosfer (gas) dengan badan pesawat (airframe) ketika kecepatan meningkat. Ditambah lagi sumber panas gas buang dari nozel mesin sebagai akibat pembakaran di dalam mesin (lihat Gambar 2).

Gambar 2 Sumber pemanasan pada pesawat

Gambar 2 Sumber pemanasan pada pesawat

Fitur “stealthy” F-22 mungkin memiliki kelemahan pertahanan terhadap deteksi dari sensor infra red airborne atau IRST yang diterbangkan pada ketinggian besar. Jika Raptor diterbangkan pada kecepatan tinggi dan ketinggian besar, terjadi pemanasan akibat gesekan badan pesawat dan kanopi, di samping sumber panas gas buang dari nozel mesin (Gambar 1, 2, 3,4 dan 6). Perlu dicatat bahwa pada 11.000 meter, temperatur atmosfer di luar adalah -56,5° C artinya di bawah nol, sedangkan temperatur karena gesekan udara adalah 54,4° C dengan kecepatan Mach 1,6 , dan 116,8 °C dengan kecepatan Mach 2; dengan kata lain, perbedaan temperatur antara pesawat dan udara ambien adalah lebih dari 100° C. Fenomena ini berlaku untuk semua pesawat tempur “VLO” pada kecepatan dan tinggi terbang tersebut.

Gambar 3 Sumber pemanasan gas buang

Gambar 3 Sumber pemanasan gas buang

Gambar 4 Lingkungan pesawat terbang

Gambar 4 Lingkungan pesawat terbang

Sensor IRST
Di atas disebutkan bahwa IRST (Infra Red Search & Tracking) yang dibawa pesawat terbang tinggi dapat mendeteksi fenomena pemanasan pesawat siluman (Stealth), dalam segala cuaca siang dan malam. Hujan dan awan memang berpengaruh, tetapi biasanya awan hanya terbentuk pada ketinggian 4000 m ke bawah. Dalam hal ini pesawat siluman tidak dapat menghindar (counter measure) karena ini adalah hukum alam/ fisika.

RCS – Radar Cross Section sasaran (Gambar 5) ditentukan oleh: 1) daya yang ditransmisikan ke arah sasaran; 2) jumlah daya yang mengenai sasaran dan dipantulkan kembali ke arah radar; 3) jumlah daya terpantul yang dicegat oleh antena radar; 4) lamanya waktu di mana radar ini menunjuk pada sasaran (TOT – time on target).

Gambar 5 Memindai VLO

Gambar 5 Memindai VLO

Masalah di sini adalah IRST (sensor IR) dapat “diperintahkan” radar, untuk mengikuti apa pun pelacakan radar, atau sebaliknya radar “diperintahkan” IRST untuk melacak apa pun yang “dilihat” oleh sensor IR. Jadi pada dasarnya: “TOT – time on target “. (Perhatikan angka “1” dan “4” dari Gambar 5 ).

Ini konsisten dengan informasi publik yang ada yang menyatakan bahwa Stealth lebih suka menghadapi “scanning” radar dari pada  “tracking” radar.

Ingat Stealth secara efektif adalah sebuah ‘radio spektrum airfoil’ dan niatnya adalah untuk secara pasif mengurangi kekuatan lawan “2” dan “3” . Stealth tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan “1” dan “4”. Stealth dapat menghasilkan beberapa jenis radio / radar transmisi jamming – penipuan, tapi ini kemudian berpotensi mengungkapkan posisinya . Bukan masalah mudah untuk menyelesaikan problem pesawat tempur Stealth – yang memerlukan transmisi energi radio sendiri / kawan untuk menggunakan senjata utamanya di kisaran jarak. Masalah diperparah karena tanpa radio – transmisi – dukungan penargetan sendiri / kawan, awak pesawat Stealth bisa dipaksa untuk terbang ke pertempuran udara modern, lingkungan yang bermusuhan, dalam cakupan deteksi IRST sebelum Stealth dapat menembakkan senjatanya.

Sekarang lawan sudah lama dilengkapi dengan IRST seperti pesawat tempur Sukhoi Advanced Flanker Series (OLS)Eurofighter Typhoon (PIRATE),  dan Rafale (FSO). Lihat Gambar 6, 7 dan 8. Gambar 6 menunjukan IRST pada Su-35 Flanker (kiri) and T-50/PAK FA (kanan). Salah satu saja dapat menyebabkan masalah besar bagi F – 22. Perhatikan distorsi – kilauan panas besar di latar belakang – panas yang dihasilkan oleh semua pesawat yang bertenaga – siluman atau sebaliknya , terlepas dari asal Negara.

Perlu diingat bahwa pesawat tempur seperti Flanker bisa menggunakan rudal menengah R-77 ‘Adder’ versi IR, terlepas dari apa yang terjadi (atau tidak terjadi) dalam spektrum radio (dengan kurang memperhatikan RCS). Juga Flanker tidak menggunakan radar untuk melacak sasaran pertempuran udara bermanuver agresif untuk solusi penembakan. Hanya IRST dengan  laser rangefinder yang diperlukan. Jadi adalah wajar untuk mengatakan Flanker dengan IRST memiliki kemampuan udara-ke-udara yang kuat.

Gambar 6 IRST pada Su-35 Flanker (kiri) and T-50/PAK FA (kanan).

Gambar 6 IRST pada Su-35 Flanker (kiri) and T-50/PAK FA (kanan).

Gambar 7 PIRATE (IRST) di Typhoon

Gambar 7 PIRATE (IRST) di Typhoon

Gambar 8 Sistem IRST and IFF Kamera Televisi di Rafale

Gambar 8 Sistem IRST and IFF Kamera Televisi di Rafale

Integrasi IRST ke dalam sistem senjata dapat menghasilkan sebuah pesawat yang sangat tahan terhadap manuver “Beaming” / “Beam -turn” / “Doppler-turn ” manuver yang digunakan oleh lawan untuk memecahkan penguncian radar – karena sasaran sekarang menyajikan peningkatan aspek panas ke sensor.

Catatan sejarah Perang Dingin membuktikan hal ini. Pesawat pencegat Soviet Mig -25 PD / PDS Foxbat dan khususnya MiG – 31 Foxhound secara rutin melacak sorti pesawat pengintai Amerika SR-71 Blackbird di perbatasan Pakta Warsawa hanya menggunakan saluran inframerah (IRST) MiG. Mereka hanya mengunci ke tanda tangan termal SR-71 yang sangat besar terbang pada kecepatan dan pada ketinggian – dilaporkan dari kisaran jarak lebih dari 100 km (62 mil). Foxbat dan Foxhound kemudian bisa mengunci Blackbird dengan radar utama mereka (info diperoleh dari IRST) ketika perintah diberikan untuk menyerang. Foxbat akan memakai 4 (empat) rudal R 40 (dua radar dan dua IR homing) dan MiG-31 Foxhound dengan R–33. SR-71 hampir pasti, akan tidak mampu mengatasinya bila ditargetkan dengan cara ini, yang selama ini tidak diketahui oleh publik.

Gambar 9 IRST pada MiG-31 (disebut peralatan multi-fungsi optical 'OMB') ditarik ke dalam hidung jika tidak digunakan

Gambar 9 IRST pada MiG-31 (disebut peralatan multi-fungsi optical ‘OMB’) ditarik ke dalam hidung jika tidak digunakan

Apakah supersonik Raptor bisa mendekat dan manuver ke posisi tembak yang tak terlihat oleh sistem IRST masa depan yang modern telah menjadi sumber perdebatan dan kerahasiaan untuk beberapa waktu. Sistem-sistem IRST baru sangat sensitif yang bahkan pelepasan senjata rudal lawan dapat dideteksi dari semburan roketnya dan bahkan pemanasan kerucut hidungnya. Cukuplah untuk mengatakan bahwa perbaikan dan siklus–desain sensor IR tentu akan melebihi badan/ airframe pesawat siluman.

IRST pada Flanker (Gambar 6)  ini jelas terlihat tepat di depan kanopi. Lihat ukuran fisiknya. Sensor ini sepenuhnya terintegrasi ke dalam sistem senjata dan dapat memberikan isyarat target termal untuk radar, pilot atau keduanya. Menggunakan HMS (Helmet Mounted Sight) – penampakan : sensor, radar dan kepala pencari rudal – terlihat di mana pun pilot melihat.

IRST mungkin juga menggunakan data APM – Atmospheric Propagation Model ‘ yang disimpan sendiri untuk secara efektif “membuat tebakan” kisaran relatif jarak, aspek dan kecepatan sasaran tanpa radar atau laser pengintai. Pada dasarnya kinerja sendiri sensornya dikonstruksi untuk membangun sebuah model sensitivitas terhadap benda yang dikenal pada jarak dan kecepatan dikenal. Kemudian selama masa perang ketika IRST melihat sesuatu – akan dibandingkan dengan data APM yang dimiliki  – dan sistem senjata kemudian mengekstrapolasikan kisaran jarak dan baringan sasaran.

Jadi pada dasarnya varian lanjutan Flanker (dengan rudal kelas IR seeker R-77) dapat mempengaruhi pertempuran melawan radio spectrum airfoil supersonik (F-22) dengan menggunakan – semua sensor yang tersedia – dalam lima (5) cara :

  • 1)    Positif – Benar (Doppler): IRST menggunakan inframerah Doppler -shift w / APM untuk menentukan kisaran jarak sasaran.
  • 2)    Positif – Benar (Laser): IRST menggunakan inframerah dan memverifikasi jarak ke sasaran dengan laser range -finder .
  • 3)    Positif – Benar (Radar): IRST menggunakan inframerah dan memverifikasi jarak ke sasaran dengan radar.
  • 4)    Positif – Benar (Siklus): IRST menggunakan inframerah dan memverifikasi jarak ke sasaran dengan ulangi melalui langkah 1-2-3.

Dan akhirnya …

  • 5)    Secara konsepsual seseorang/ pilot dapat bertindak pada – ‘ Positif – Salah ‘ – bahkan jika siluman adalah 100 % efektif dalam spektrum radio :
    • a)      IRST memindai sesuatu.
    • b)      Arahkan radar Anda ke situ.
    • c)      Tidak ada pantulan radar kembali (atau hal aneh)? = Siluman.
    • d)      Kami/ Kawan tidak memiliki siluman .
    • e)      Pilih rudal R-77 IR – ‘ Tembak ! ‘

Rusia telah mengidentifikasi dua bidang utama untuk mengeksploitasi Raptor supersonik .Yaitu berputar di sekitar, dan berulang kembali ke dalam dua masalah ini :

• Senjata utama F-22 .

• Tanda tangan/ signature Termal F-22.

Logikanya jelas. Jika Raptor mencoba untuk memperbaiki situasi kinematiknya dengan menggunakan ketinggian tinggi dan kecepatan tinggi – dia akan meningkatkan paparan termal nya. Setiap usaha untuk mengurangi masalah propagasi termal – oleh kecepatan atau ketinggian rendah – berdampak langsung pada daya ( mengurangi jarak ) senjata utama dari Raptor.

Tidak ada jalan keluar …

Kelemahan lain pesawat siluman
Selain kelemahan utama seperti uraian di atas, Raptor juga mempunyai kelemahan lain :

1. Harga kelewat mahal.

Konsekwensinya tidak dibeli dalam kuantitas yang memadai (rencana semula 650 pesawat menjadi hanya 187 pesawat).

2. Biaya pemeliharaan yang mahal.

Ada tantangan untuk mempertahankan fitur siluman secara logistik setelah dicapai secara operasional. Bertambahnya usia pesawat siluman, meningkatan pemeliharaan LO yang diperlukan untuk mencegah degradasi fitur desain siluman yang unik. Pesawat sebelumnya  F-117 dan B-2 telah menderita “tingkat kapabilitas misi” rendah – yaitu, jumlah waktu bahwa pesawat tersebut dinilai tidak siap tempur – karena berlebihnya waktu untuk mengganti dan memperbaiki struktur dan permukaan terkait LO. Bayangkan apabila kondisi medan tempurnya seperti di Vietnam atau Indonesia, dengan hujan yang deras dan kelembaban sangat tinggi? Permasalahan tersebut telah diperburuk oleh kekurangan angkatan kerja terampil yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan dan tuntutan pelatihan untuk menerbangkan jumlah pesawat yang terbatas, sehingga menunda perawatan yang dibutuhkan.

Tampaknya pasti bahwa F-22 yang supersonik, aerobatik dan F–35, termasuk yang berpangkalan di kapal induk akan menghadapi tantangan lingkungan dan logistik untuk mempertahankan fitur siluman mereka ketika dikerahkan ke garis depan.

Penutup
Pesawat siluman mempunyai kelebihan yang kuat, tetapi juga mempunyai kelemahan yang mendasar. Sampai sekarang, selain Amerika Serikat, baru Federasi Rusia dan China, yang mulai ikut mengembangkan pesawat siluman, antara lain karena kemampuan finansialnya selain teknologinya.

IRST adalah teknologi yang jauh lebih murah dan andal dibandingkan dengan VLO. Mungkin itulah sebabnya Negara maju Eropa serta Rusia lebih memilihnya dari pada VLO. Saat ini tingkat kemajuan IRST sudah hampir sama dengan kemampuan jarak sensor radar F-22. Tidak lama lagi hampir pasti akan melewatinya. Ingat bahwa sampai saat ini F-22 belum memiliki IRST, sedangkan F-35 memiliki Electro-Optical Targeting System (EOTS) dan Distributed Aperture System (DAS) yang optimal untuk sasaran di darat sesuai dengan misi utamanya yaitu ground attack bukan air dominance fighter.

Bagaimana dengan Indonesia? Kalau untuk memiliki pesawat tempur siluman semacam F-22 atau PAK FA, rasanya masih masuk kategori mimpi. Tapi untuk menghadapi siluman semacam F-35 cukuplah kita punya pesawat generasi 4++ semacam SU-35 atau Rafale. (written by Antonov).

Referensi

  1. Airborne Infrared and Supersonic Stealth, http://theboresight.blogspot.com/2009/07/airborne-infrared-and-supersonic.html
  2. Lockheed Martin F-22 Raptor, http://en.wikipedia.org/wiki/Lockheed_Martin_F-22_Raptor
  3. Lockheed Martin F-35 Lightning II, http://en.wikipedia.org/wiki/Lockheed_Martin_F-35_Lightning_II

Berbagi

  149 Responses to “FITUR STEALTH / SILUMAN TIDAK LAGI MANJUR ?”

  1.  

    Bagaimana locking panas tersebut membedakan flare dengan jejak thermal F22/F35 ya?
    Bagaimana dengan radar passive ellectronically scanned array yang dapat melacak jejak elektromagnetik stealth fighters? mungkin ini bisa locking stealth secara kontinu.

    •  

      IRST modern dengan mudah membedakan antara Flare dan Thermal Pesawat, hal itu dikarenakan pemakaian 2 warna pembeda, meninggalkan 1 warna pada sensor lawas, apalagi sekarang menggunakan pendinginan yang lebih bagus sehingga menambah sensitifitas sensor.

      ditambah lagi dengan memakai IIR (Imaging IR) yang mirip CCD pada kamera digital, sehingga tambah mudah lagi membedakan target

      ditambah lagi dengan kemajuan dunia KOMPUTER yang semakin cepat dan semakin kecil, sekarang aja ada 8-core hanya sebesar kuku jari, teknologi “FACE DETECTOR” pada kamera digital itu adalah diambil dari teknologi rudal IIR tahun 1980-an

      RADAR PASIF, sesuai dengan namanya dia hanya “PASIF”, menunggu sampai Target Memancarkan EM macam Radar dan Radio Komunikasi atau Alat EM lainnya, direntang Frekuensi Tak Terbatas. seperti yang dilakukan mbak VERA.

      Jadi Mbak VERA harus dicarikan SUAMI yang ideal, sehingga dia ngak sendirian lagi, Kasihan khan…………………..

  2.  

    masuk kategori mimpi…? benar cukup pesawat gen4++
    tetapi di darat pakai radar VOSTOK E dan rudal s300/400 ataw rudal hq 9
    yakin bisa menangkal f 35 ausil dan singapokpok

    •  

      Diatas kan termasuk tulisan ilmah, menurut saya. Klo mw meng-counter, sajikan jg dong alasan2 ilmiah yg menurut mbk/mz dengan kita tidak memiliki fighter gen 5 tidak akan ckp melindungi.itu akan ckp fair, dan berpendidikan bwt qt smw.

      •  

        Tulisan diatas bisa dikatakan sebuah rangkuman dan dengan bahasa yang diharapkan bisa dicerna oleh pembaca awam sekalipun, kalau di jabarkan, wadoouh bisa berapa halaman mas ?

        Nah tinggal nanti para Warjag Mania yang menjabarkannya lagi.

        Ingin memiliki Pespur Gen-5, siapa yang tak Ingin ? namun sesuaikan juga dengan Budget dan Kemampuan Pespur yang mau kita beli. jangan sampai kita beli barang SUPER MAHAL tapi SIA-SIA (sesuai dengan maksud Artikel di Atas)

  3.  

    Ne dia ulasan masuk akal, secangih apa pun pasti ada kelehan nya.. Makash om smoga NKRI jadi bangsa yg besar

  4.  

    Ulasan yg menarik, gamblang dan luar biasa. Lagi2, pilihannya jatuh ke SU 35. Berarti pasangannya (kyk pengantin)
    S 300/S 400 dong….
    ngarep_sangaaat…..

  5.  

    Secanggih-canggihnya F-22 dan F-35 bakal rontok S-400 dan sukhoi 35, mantabb dah ..
    Saya ngarep indo beli su-35, s400..

  6.  

    ulasan yg sangat menarik
    nyruput kopi lg sambil nglihatin yg lewat,siapa tau pak pur lewat sambil nggendong su-35 & s-300

  7.  

    kita lihat saja tim yg berangkat kerusia dari apa saja. klw dari 3 unsur TNI brarti ngak hanya lihat kapal selam aja, skalian lihat2 yg lainya.hehe..:D

  8.  

    Pernyataan petinggi militer dan sipil menhan selama ini membuat masyarakat pemerhati militer bingung….tapi klo ditelaah lebih lanjut…ternyata semua keinginan warjag…apa …bgm..yg harus alutsista dibeli pemerintah…terkabul.

    Contoh.. Menhan: tni akan menerima hibah atau membeli ks terbaru dr rusia…….kalau diperhatikan ini bahasa bersayap artinya pernyataan seperti ini sewajarnya di ucapkan 1-2 tahun lalu, kalau tahun 2013 baru diumbar ke publik….sudah barang tentu dan pasti…..ks hibah maupun beli dah ada di laut nkri…..mengenai al.ausit yg masuk ke zee 5 mil di perairan route….denger2 pulangnya ngos2san waktu balik ke pangkalannya karena dibanyangi ks.nenggala…dibawahnya takut merasakan ..rudal yakhont….heee….makanya panglima santai menanggapinya…..tni bravo

    •  

      apa ada sumber yg bung jinggo share di sini klw kapal AUSIE pulang dengan ngos-ngosan atw mungkin itu hanya hayalan anda saja sampe ke bawa tidur malam tadi karena saking nyenyaknya !! klw saya berfikir para kru kapal perang AUSIE pasti pulang dengan tertawa senang ketika pulang ke kandangnya karena mereka beranggapan telah mampu masuk perairan indonesia sampi sejauh 5 mil tanpa terdeteksi keberadaannya oleh radar pantai kita,padahal YA radar kita sudah mendeteksi keberdaan kapal perang ausite itu cuma para petinggi melarang utk bertindak karena suatu alasan yg tidak kita ketahui ( hanya merekalah yg tahu alsan itu ),akan tetapi klw bagi pihak ausite saya yakin pastinya mereka berfikir beda,dengan kita,ataw mungkin mereka beranggapan TNI kita lom mampu mengawasi perairan kita secara kseluruhan ( mandiri)) (@

      •  

        Apa ada sumber yg bung NOAH bisa share disini kalo kapal perang AUSIE pasti pulang dng tertawa senang berdasarkan pikiran anda, atau mungkin anda segelintir orang yg berpikir skeptic terhadap kemampuan bangsanya.? Dan dari mana anda tahu bahwa para petinggi melarang untuk bertindak.? Logika mendasar adalah, kalo memang kapal AUSIE mempunyai keberanian kenapa hanya 5 mil.? knp tidak 30 mil.? apa bedanya 5 & 30 atau 100 mil sekalipun kalo memang tidak terdeteksi.?
        Sebaiknya tidak mengembangkan pemikiran yg apriori tanpa dasar2 argumentasi yg kuat…..salam NKRI.. 🙂

        •  

          @ bung noah…dulu waktu sy nulis…ks malon di lock..mungkin di bayangin..oleh ks tni…banyak juga yg minta share ..beritanya….ternyatayg buka menhan malon sendiri yg mengatakan bahwa tni al dah punya ks kilo………@ bung ruske..sama2 memberi masukan di warjag …petinggi militer membahas masukan dr warjag ini….salam juga untuk pemerhati dr negri..sebrang..di warjag ini

          •  

            ia saya tau @ BUNG JENGGO jadi siapa kah yang me lock ksnya scorpen milik di TLDM,,???, SALAH SATU KS KILO KITAKAH YG KATANYA SUDAH EXSIST DI PERAIRAN NUSANTARA mungkin ini jawabannya ( pendapat pribadi ) baru kemarin saya mampir ke blognya tetangga tanpa sengaja saya temukan ada seorang komentator asal RIAU yang neneknya keturunan dari JIRAN KITA MALAYSIA beliau adalah bagian peneliti dari PT.PINDAD orang trsbut mengatakan : bahwa indonesia telah mampu mengembangkan kapal selam siluman yang tidak terdeteksi radar musuh ( sonar ) dan di mana kapal selam ini mampu membawa torpedo dan rudal DXP sejauh 312 km ( saya tidak tau jenis rudal apa ini ? ) dan sukses mengembangkan kapal selam ini kemungkinan kapal selam ini akan di publikasikan pada tahun 2014,,,,,

            spesikasinya saya tidak tau betul type ks ini karena hanya itu yg saya dapatkan infonya,, linknya ada tapi mohon maaf saya tidak berani karena orang ini menyampaikan ada tugas mulia yg sedang di jalani yaitu kerjasama dengan otoritas palestina utk membantu militernya ( kemungkinan tot alutsista ) apakah ks ini dah eksis di perairan kita murni buatan kita

        •  

          klw masalah sikap ausite kita tau sendiri dengan kecongkakan watak mereka kareana mereka menganggap kasta di sealatn mereka lebih tinggi dari kita di utara itu hanya fikiran pribadi saya saja jadi bukan berdasarkan sumber dari manapun bahkan dari komentator di warjag ini sya masih ingat beliau mengatakan : orang2 ausite menganggap orang2 indo itu mudah di kibulin

          •  

            All @ gak usah pada debat omong doang butiin bahwa bangsa indonesia itu besar yh penting jangan besar kepala aja..
            Buktii. Kalow anak muda jaman sekarang bisa mengharumkan nama indonesia. Karna masa depan bangasa ada di pundak para pemudanya.

        •  

          Sepewrtinya penjelasan bung Satrio melalui komentnya pd topik “Australia Terobos Perairan Indonesia ” sudah sangat jelas… 🙂

  9.  

    Tim kemenhan bersiap ke rusia akhir januari.semoga SU35 dan S300 / S400 jadi dibeli

  10.  

    Intinya pilihlah senjata tepat guna. Cukup F-35 tidak perlu PAK-FA atau J-20, dan tidak perlu khawatir jika KFX/IFX tidak menggunakan weapon bay

  11.  

    andaikan aku gayus tambunan aku akan beli S35 dan S400 triumeh…..

  12.  

    saya pernah baca ulasan (saya lupa link nya) F22 juga di bekali senjata laser untuk serangan udara ke darat… nah kalo itu bener gimana cara diteksinya… sedangkan kecepatan laser hampir sama dengan kecepatan cahaya..

    •  

      Nggak lah, klo pun ada pasti powernya kecil (daya rusaknya kecil). Laser yg mematikan memerlukan daya yg besar, nggak mungkin sekelas pespur bisa menyediakan daya yg cukup buat laser pembunuh. Sedangkan radar dan perlengkapan elektronik buat pesawat aja dah menghabiskan daya yg ada. Mungkin yg dimaksud itu Laser Range Finder, ini mah buat ngukur jarak ground target dan hampir semua pespur make.

  13.  

    Pencerahan versi ilmu fisika mantap. Susie & singo harus baik2 dgn Indonesia apalagi tni au bentar lagi punya 2 skadron su 35 full armanen, 1 skadron euro fighter dari inggris, 1/2 skadron f35 dari Obama, 2 skadron Rafale Dari prancis dengan tot engine untuk k/ifx

  14.  

    TNI tetap su 35bm, coba harga su 35 antara 70-80 juta dolar. f35 amerik seharga 200an juta dolar. selain murah, tekhnologi shukoi melebihi f35. jangkauan radar su 35 3000km, f35 hanya 300km. shukoi banyak kelebihan serta murah.

  15.  

    KOMPOR GAS buat yg kasi artikel.. maksih udah mencerdaskan..

  16.  

    FANTASTIS URAIANNYA. SETUJU SEKALI UNTUK PEMBELIAN GEN 5 PESPUR (MIMPI-BOLEH KOQ) TAPI JANGAN SEKARANG. UANGNYA MASIH HOBI DI KORUP PARA PENYELENGGARA BANGSA. KALO BELI PALING DAPAT SEGELINTIR SAJA. MENURUT PEMIKIRAN SAYA SIH, PESPUR DIBAWAH GEN 5, TAPI AVIONIC SETARA GEN 5. GIMANA? PLUS PERISAI UDARA MIN S300/400. NGAREP DOT COM

  17.  

    Terima kasih artikelnya bung @Antonov

  18.  

    Ijin posting agak panjang untuk sharing bacaan sana sini plus kesimpulan awam. Namun bukan dari pendekatan teknikal, lebih ke melihat strategi US vs China termasuk di dalamnya penggunaan pesawat siluman F35/F22 dan Su35, serta apa yang kita/TNI adopsi dari konsep perang mereka.

    Salah satu strategi US yang sedang ramai dibicarakan adalah konsep Air-Sea Battle(ASB) . Konsep ASB muncul sebagai salah satu solusi US untuk menghadapi strategi AL China (PLAN) yakni Anti-Access Area Denial (A2/AD) . Strategi China ini didukung oleh Dong Feng 21D (DF-21D) anti-ship ballistic missile (ASBM), rudal balistik yang diklaim mampu menghancurkan kapal induk. Bagi China, strategi A2/AD penting berhubung klaim mereka atas Laut China Selatan dan Laut China Timur dimana ada sengketa Senkaku dgn Jepang serta pelaksanaan ADIZ sepihak.

    Sedangkan upaya US berupa konsep ASB secara singkat adalah “”dirancang untuk menjamin akses ke bagian dari ‘global commons’ (kebutuhan internasional) – seperti: wilayah-wilayah udara, laut, dunia maya dan wilayah ‘tak bertuan”, tapi sangat dibutuhkan oleh kita semua” . Maksudnya adalah jalur laut perdagangan internasional, termasuk (terutama?) LCS dan LCT yang mempunyai klaim tumpang tindih banyak negara namun kemudian hampir seluruhnya diklaim oleh China. ASB mempunyai lima domain, yaitu Pesawat, Persenjataan, Kawasan, Kekuatan maritim dan Electronic Warfare. Untuk penerapannya US harus membangun Anti-Access Area Denial-nya sendiri bersama negara2 sekutunya di kawasan.

    Bagi China dgn letak geografisnya, strategi Anti-Access Area Denial mereka bisa dilakukan dengan lebih mudah dan murah. Sebagian besar bisa mengandalkan penyebaran rudal anti kapal permukaan DF-21D. Strategi ini membuat US beresiko kehilangan pesawat tempur bahkan kapal2 perang permukaannya. Dan untuk mampu mendukung klaim wilayahnya yang sampai utara laut Natuna China membutuhkan Su-35 dari Russia. Tahun ini rencananya kontrak pembelian Su35 oleh China dilakukan. Banyak yang kaget dgn penjualan Su35

    Russia pada China, terutama karena China sebelumnya sudah mengkloning Su27 yg kemudian diprotes Russia. Tidak jelas mengapa sekarang Russia mau jual pesawat tempur 4++nya pada China.Namun bisa dipandang bahwa Russia ada di belakang China dalam berhadapan dengan US serta sekutu sekutunya.

    Salah satu saran dari lembaga think tank -RAND Corporation- untuk pelaksanaan konsep ASB US dalam menghadapi strategi A2/AD China adalah dengan menciptakan aliansi A2/AD regional blok mereka sendiri, mengandalkan terutama pada rudal anti kapal permukaan (ASM) dan pesawat JSF F35/F22. Saran ini juga termasuk penyebaran rudal anti kapal permukaan berbasis darat (land based) di Pasifik Barat. Strategi pasukan US dan negara-negara sekutunya dalam menanggapi agresi Cina adalah dengan mengerahkan rudal jelajah anti kapal berbasis darat dengan rentang operasional antara 100 km dan 200 km di berbagai chokepoints – di antaranya Selat Malaka , Selat Sunda dan Lombok dan rute laut Jawa , perairan antara Jepang , Taiwan dan Filipina , serta wilayah laut antara Jepang dan Korea Selatan – agar bisa membuat angkatan laut China (PLA Navy/PLAN) tertahan di first island chain.

    Bagi kita ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
    #Yang pertama yaitu US yang memasukan banyak jalur laut Indonesia ke dalam strategi perang mereka menahan kebangkitn militer China. Indonesia akan berada di tengah2 dalam adu pengaruh US dan China.
    #Ke dua, negara2 utama dunia saat ini smemandang penting (dan berebut) kawasan2 tak bertuan namun strategis. Selain Pasifik dgn LCS dan LCT kawasan yg saat ini menjadi rebutan negara2 dunia adalah kawasan Artic yang diperkirakan kaya sda. Dan dengan pemanasan global saat ini, pencairan es membuat daratan es menjadi jalur laut baru sekaligus membuka potensi eksplorasi migas dan sda lainnya. Btw, kapal dagang China adalah yang pertama lewat jalur baru ini menuju Eropa, jauh lebih dekat daripada muterdulu ke “bawah’. Selain ancaman pembangunan Canal di Thailand selatan, jalur ini juga mengancam jalur Selat Malaka. Saat ini wilayah ‘global common’ di sekitar Indonesia sudah ‘dikuasai’ asing.
    Indonesia yang negara kepulauan sangat bisa mengadopsi Anti-Access Area Denial (A2/AD) China maupun Air-Sea Battle( ASB) US. Dengan penempatan payung udara jarak jauh (belum ada), rudal anti kapal jarak jauh (kita sudah mulai dgn Yakhont) pada KRI maupun land based (seperti Vietnam/kita belum ada) setiap 100-200km dan/atau terutama di sekitar chokepoint ALKI, dan pesawat tempur yang bisa melihat dan melangkah jauh seperti Su35.(forthcoming)

    Kesimpulannya, tidak hanya alutsista saja yang gado-gado, namun secara strategi dan konsep pertempuran kita bisa mengadopsi barat dan timur juga. A2/AD China vs ASB US bisa dicomot sana sini dan digunakan agar kekuatan2 militer asing tetap berada di luar wilayah Indonesia. Strategi ini memungkinkan negara seperti Indonesia dgn kondisi georafisnya -walau mungkin kalah dalam beberapa pertempuran- namun punya kesempatan memenangkan peperangan asimetris menghadapi kekuatan asing yang lebih kuat dan dilengkapi pesawat tempur gen 5 siluman.

    Reading back, at the end saya kembali jadi pendukung Su35, S300 dan Yakhont :mrgreen:

    •  

      Dan endingnya adalah Russian Strooong..

    •  

      Untuk ASB, kita bisa menerapkan seperti yang diterapkan Iran di teluk Parsi, yang membikin AS membatalkan niatnya menginvasi irak, yaitu dengan sistem “asymmetric warfare”.
      Kuncinya adalah ratusan unit2 kecil yang dimiliki (kapal selam mini, Patroli Boat F1) melakukan keroyokan terhadap beberapa objek militer.
      Contohnya adalah, saat kapal induk AS (namanya lupa) melintas melewati teluk parsi, mendadak muncul seratusan Super Boat F1 yang menggotong 2-3 rudal dari segala penjuru, sehingga bila seandainya terjadi “ambush”, kapal induk tidak akan mampu menghancurkan sasaran yang banyak sekaligus, tetap tidak bisa bertahan dengan seluruh kemampuannya yang ada seperti rudal, apache, Dillon Aero Gatling Gun, karena jumlahnya yang banyak dan tersebar di segala penjuru, dan dipastikan “Raksasa” itu akan dikalahkan “semut” yang jumlahnya banyak.

      •  

        Ternyata ga selalu harus fancy ya bung 😀 Angkatan laut US dipersiapkan untuk menghadapi serangan dari kekuatan simetris tapi bisa disulitkan oleh ancaman puluhan speeboat bersenjata rudal. Iran juga memproduksi dan mengoperasikan Kapal selam midget yang diakui sangat sulit dilacak dan diantisipasi oleh armada kapal perang AS di selat Hormuz

        Saya berpikiran jika ToT Chanbogo berjalan baik ada baiknya mempertimbangkan produksi masal KS midget, ga usah hi-end plus AIP segala macam, biaya operasionalnya lebih rendah hingga jumlahnya yang operasional bisa banyak. Quantity has a quality all its own. Dalam perang asimetris 5 kapal selam midget dgn 1-2 torpedo bisa lebih menyulitkan musuh daripada 1 kapal selam samudra dgn banyak torpedo. KS midget bisa jadi mimpi buruk musuh dalam anti-submarine warfare.

        •  

          coba dicari strategi bee swarm
          itu strategi yang jitu dalam perang asimetris

          sayang ane harus keluar tuk cekup bentar
          kapan kapan aja saya jelasin gimana f 5 bisa menghajar f16 block 60 dan F 15 sg bila dibantu strategi itu.
          Juga KCR bisa mensalvo destro dan batelshipp
          Ampuhnya gerilya laut dan gerilya udara,

          •  

            Ah bung satrio bikin penasaran aja nich…

          •  

            Wah ini sesepuh sebelah da mau dolan kemari
            Ini pakarnya gerilya laut dan ahlinya dibidang strategi pertahanan laut

            Selamat bergabung bung KRI
            monggo ikut menjabarkan ilmunya disini

            Para warjager akan senang dapat pencerahan dari sekelas bung KRI
            monggo kang..

        •  

          Ks midged ini apakah termasuk tawaran dari korut / kah iran bung @nowyou/ satrio. Atau resmi pengembangan sendiri, sejarah mengatakan hanya dua negara itu yg saya tau , yg mau menawarkan Ks midged,biaya yg efisien tp mematikan… Untuk Ks midged.

          •  

            Saya ga punya perkiraan bung @patech. Dari potongan2 berita konon Korut memang sempat menawarkan teknologi pembuatan KS midget mereka. Mungkin juga Iran, karena Iran juga memproduksi KS midget dan dekat dengan korut. Mungkin basic dasar KS midget mereka sama

            Di dalam negri juga ada berita2 mengenai pengembangan KS midget, termasuk oleh beberapa universitas. Saya harap ke depan pemerintah pengucurkan dana lebih besar untuk R&D. Sayang banget otak2 potensial peneliti di negri ini masih banyak yang tidak tergali penuh potensinya hanya gara2 dana.

          •  

            Release remi yaa kita bikin sendiri dengan pengembangan
            salah satunya kerjasama dengan Universitas negeri di Indonesia

            Tapi ngomongin ini sensitif sama dengan ngomongin strategi yang suka dipancing pancing agar keceplosan,
            kalau berdasarkan data yang ada di googel dan kita mensimulasikan sendiri yaa monggo tapi jangan tanya apa strategi sebenarnya
            yang kata bung cepot biasanya dibahas dikelas oleh para gumil

            biarin jadi silent weapon kita dalam perang asimetris dan gerilya laut

          •  

            Ks midget tak lebih dan tak kurang spt srikandi yg masih simpangsiur kejelasanya, tapi saya yaqin bung satrio tau lebih detail,tp krn silent jd bahasnya cuma di gummil… 😀

            pasti ada udang di balik batu dg Ks midget,antara iran &korut, secara indonesia banyak melakukan project gelap yg tidak boleh banyak di publikasikan.
            Thanks buat agan” semua..
            Sayonara… 😀

  19.  

    Tulisan yang bagus sekali. Terimakasih untuk pencerahannya.

  20.  

    Terima kasih buat Bang Antonov yg telah meluangkan waktu merangkum dari berbagai sumber tentang kelemahan fitur stealth sehingga kami tak ada keraguan untuk mendukung Indonesia mengakuisisi Su-35 stroong. Ini enak banget dibaca dan mudah dipahami oleh nubie seperti ane…

  21.  

    Jika GRIPEN tidak memakai IRST maka, kecil kemungkinan TNI memilihnya !!! Sebenarnya tidak hanya Pespur yang semakin canggih, teknologi Radar pun tidak mau ketinggalan (Radar pasif mampu mendeteksi pespur siluman pada jarak 600 km). Untuk alasan itulah Vietnam membeli mobile radar VOSTOK-E dari Belarusia untuk mendeteksi jet tempur siluman China. Sekarang tinggal melihat bagaimana cara berpikir pimpinan kita, mau bergerak / jalan di tempat. Sekarang bukan jamannya diplomasi, negara kita sudah merdeka kita harus bisa mengolah, mempertahankan, dan menjaganya sendiri. Penduduk banyak, SDA melimpah, Anggaran ada, jadi anda jual kami beli. 😀

    NB : Jangan berkecil hati soal KFX/IFX yang generasi 4,5 karena kalau diberi kelebihan dibawah mungkin akan menarik hati banyak negara :

    – Low Cost
    – Keceptan minimal 2 mach
    – Sistem intregasi yang mudah
    – Memakai IRST
    – Sistem pengisian bahan bakar di udara (Air Refuiling)
    – Short take off and landing
    – Mungkin ada yang mau nambahin ?? 🙂

  22.  

    Melihat dalamnya artikel ini, juga lebih dalam lagi komentar yang tercipta, cukup membuat adem hati ini. Kenapa?
    Beberapa bulan ini, saya sibuk keluyuran ke formil Malay, Viet, Thai dan Phinoy. Terus-terang, belum ada yang sematang artikel ini. Kalopun ada hal teknis di mereka, kebanyakan copas atau share dari artikel bule, dan parahnya, komentar yang masuk entah newbie entah sok militer, apalagi yang dari negeri jaguh diatas awan itu hadeeewww, norak banget, kadang gak nyambung ama artikel atau tidak mendukung analisa secara obyektif.
    Saya yakin, kalo warga sipil aja udah berwawasan seperti ini, bagaimana dengan pengambil kebijakan strategic dan taktis di dalam militer kita sendiri? tentunya mereka punya jam terbang yang lebih donk, dan bisa mengambil kebijakan dan teknologi tepat guna seperti ulasan bung nowyou diatas. Artinya secara softpower kita masih diatas rata-rata analisa formil Asean, dan akhirnya juga (mudah-mudahan) secara strategic masih diatas rata-rata militer sekitaran. Ya tentu saja jika dibandingkan juga dengan pengalaman kita menghadapi ancaman riil dan non-riil sejak masa kemerdekaan.
    Bagaimana pendapat agan-agan yang lain?

  23.  

    mungkin maksud anda bukan F-22 mas.
    Tapi dari jerman,saya juga pernah baca ulasan tentang senjata laser. Dari darat ke udara. Untuk menghancurkan sasaran udara. Seperti kata bung wie. Butuh tenaga lebih kuat untuk menembus sebuah plat baja / dari jarak kejauhan. Untuk mmenghancurkan pespur / rudal .
    Tapi masih di kembangkan. .

  24.  

    5) Secara konsepsual seseorang/ pilot dapat bertindak pada – ‘ Positif – Salah ‘ – bahkan jika siluman adalah 100 % efektif dalam spektrum radio :
    a) IRST memindai sesuatu.
    b) Arahkan radar Anda ke situ.
    c) Tidak ada pantulan radar kembali (atau hal aneh)? = Siluman.
    d) Kami/ Kawan tidak memiliki siluman .
    e) Pilih rudal R-77 IR – ‘ Tembak ! ‘

    Secara teknis hal sprt diatas mmg bisa dpt diaplikasikan oleh pilot yg berhadapan dengan pespur stealth sprt F22 raptor aplg pespur semi stealth f35. jk gelombang dari radar pespur kita tdk dpt kembali terdeteksi oleh perangkat radar kita, kemungkinan besar pilot pespur kita lg berhadapan dgn pespur stealth, maka utk mencari jawabannya ckp di utus R77 dgn IR seeker mwpn rudal2 yg pakai IR utk ngelawan pespur siluman. Cukup masuk akal dan diterima logika saya.

    Thanks.. bung @antonov buat pencerahannya.

    •  

      Bung Antonov di atas menjelaskan mengenai skenario bagaimana MiG31 Foxhound akan bisa menjatuhkan SR-71 Blackbird pada perang jaman dingin. Dan pada masa perang modern sekarangpun memang sama saja, karena koefisien gesek antara badan pesawat tidak mungkin nol dan setiap pesawat jet masih menggunakan tenaga dari pembakaran bahan bakar yang menghasilkan panas.

      Seorang mantan pilot tempur Russia menggambarkan bagaimana skenario Su35 vs F35, dimana Su35 melakukan tembakan salvo rudal AAM active-radar-homing dan heat seeker. Menambah keterangan bung @Antonov diatas adalah potensi kedatangan K-77M ‘absolute killer’ yang mulai produksi di tahun 2015 dan bisa dipasang pada Su35. Rudal ini dilengkapi ‘AESA seeker’ dengan jarak pandang luas hingga tidak bisa dihindari oleh manuver dodging pesawat, sementara rata2 pesawat modern sudah delengkapi dgn AESA radar. Rudal ini tidak ngejar structur pesawat (RCS) atau panas pesawat (thermodinamika) tapi mengejar gelombang radar. Belum ada padanan senjata serupa dari pihak barat

      Rudal AAM active-radar-homing > dilengkapi radar transceiver, yang dikejar/dibaca adalah pesawat itu sendiri

      Rudal AAM heat seeker > yang dikejar adalah panas yg dihasilkan pesawat, baik akibat gesekan udara maupun pembakaran mesin

      Rudal AAM AESA seeker (K-77M) . yang dikejar adalah gelombang radar AESA dari radar lawan. Jika heat seeker masih mungkin dihindari dgn manuver (hingga rudal kehilangan pandangan atas heat source), maka rudal aesa seeker ini -secara theory- tidak akan bisa dihindari dgn maneuver.

      Tembakan salvo dari AAM di atas memperbesar kills probability, saat ini baru produk Russia yang mengasilkan AAM aesa seeker

      •  

        ralat: “koefisien gesek antara badan pesawat dan udara tidak mungkin nol

      •  

        bagaimana bila pesawat itu dilengkapi dengan “device penghasil gelombang radar AESA” decoy yang bisa dilontarkan. Bila alatnya ada dan bisa diintegrasikan ke pesawat, mungkinkah K-77M absolute killer ini terkecoh dengan decoy penghasil gelombang radar AESA ini om now?

        •  

          Iya bung @desperado, bukan hal mustahil barat sudah memikirkan cara penanggulangannya. Tapi membuat AESA radar itu lebih sulit dan lebih mahal daripada PESA radar, itu dari segi ekonominya, apakah visible untuk produksi AESA untuk decoy atau tidak. Hal lainya adalah ukurannya, AESA kan terdiri dari banyak modul transmiter dan receiper hingga sangat sulit di-jam dalam perang elektronik. Apakah bisa dijejalkan seukuran decoy saya kurang yakin, minimal untuk saat ini 🙂

          Akan tiba masa dimana keunggulan AAM yang dilengkapi aesa seeker ini di-counter oleh teknologi yang lain, selalu begitu dan akan tetap begitu. Sampai saat ini belum ada pihak barat yang mengembangkan AAM dgn aesa seeker, sementara K-77M akan masuk produksi di tahun 2015. Mengingat R&D hingga produksi butuh dana besar dan waktu yang tidak sebentar, maka kehadiran K-77M ini akan memberikan Russia keunggulan dalam AAM dalam waktu tertentu yg mungkin agak lama. Mengingat F15SE, F18growler dan F35 semuanya dilengkapi AESA radar, rasanya K-77M adalah AAM wajib bagi flanker TNI AU melengkapi AAM BVR sebelumnya

      •  

        Didunia ini ngak ada yang “Sempurna” atau mungkin itu yang dimaksud “Absolut”.

        K77M masih menggunakan kendali “Potato Masher” sebagai ciri R-77, Potato Masher memang bagus untuk mengendalikan laju rudal pada kecepatan Hyper Sonic, namun TIDAK untuk Manuver Ekstrim.

        Kemampuan Manuver Ekstrim (Jagonya) masih dipegang Phyton-5 dengan sayap depan kembarnya, atau minimal single wing kayak Derby

        Untuk pilot yang cekatan, maka apabila RWR menyatakan Pesawat sudah di Lock, maka akan melakukan gerakan Zig Zag khusus. Pilot TNI-AU sudah sering di Briefing untuk melatih diri secara khusus apabila berhadapan rudal Macam AMRAAM, dengan kemungkinan lolos mencapai 60%.

        Dalam Peperangan Real yang sudah pernah terjadi, Kemungkinan Kill BVR jauh lebih kecil dari pada Dog-Fight Missile macam AIM-9, R-73, Phyton, Dll.

        hanya Pilot “Gugup bin Bodoh bin Apes” aja yang bisa tersambar rudal macam BVR

        •  

          Saya kurang ngerti mengenai maneuverability kendali rudal ini bung, dan “Absolute Killer” itu tentu hanya bahasa marketing

          Dari yang saya baca keunggulan utama K-77M ini adalah dari luas pandang-nya, hingga tidak bisa dikecoh oleh maneuver ektrim. Cmiiw, pengertian saya adalah walau maneuver ektrim untuk menghindari K-77M bisa saja dilakukan tapi berkat “pandangan luas” rudal jenis ini maka si rudal tidak akan kehilangan sasaran dan re-engage. Sementara rudal jenis lain bisa kehilangan pandangan dgn flare/decoy atau dodging maneuver namun rudal jenis baru tidak bisa dikecoh flare dan belum ada decoy-nya. Imo- minimal untuk 3-5 tahun ke depan belum akan ada solusi industrial US/NATO untuk melawan K-77M

          •  

            Mungkin bisa di ibaratkan Mata dan Kaki kita…

            Mata kita diibaratkan sensor rudal yang tajam dengan pandangan yang luas
            Sedang Kaki kita di ibaratkan kemampuan manuver rudal

            Apabila mata kita yang tajam nan luas tidak “diimbangi” kaki kita yang cekatan untuk berbelok (manuver) maka akan sia-sia kecanggihan mata kita

          •  

            Analogi yang bagus bung 😀

            Tapi jika pandangan mata sudah melekat erat, maka yang dikejar butuh tenaga, kegesitan dan stamina tinggi untuk benar2 bisa melepaskan diri. Semua hal yang konon terlanjur dikorbankan demi menebus aji halimunan.

            Skenario lain, jika ternyata maneuverability K-77M sama boyotnya dgn F35, maka upaya2 menghindari rudal ini bisa merusak RCS dan heat signature. Berhubung strategi Russia adalah tembakan salvo maka pesawat yang sedang dikejar2 rudal ini menjadi rentan terhadap rudal AAM jenis active-radar-homing dan heat seeker.

            Kecuali jika semua rudal AAM Russia kurang gesit, ini akan jadi episode Tom & Jerry yang berakhir dengan dogfight dimana flanker juga punya keunggulan.

            Maaf keukeuh, maklum sales Su35 :mrgreen:

          •  

            Yang dikomen diatas adalah teknologi Rudal K-77M yang katanya “Kill Absolute” yang menurut saya bahasa “sales” nya terlalu berlebihan.

            Bener sekali kalau kita berhadapan dengan F-35 Aussie yang rata-rata bergantung (manja) pada “kedigjayaan” elektronik, dan…

            Bener sekali kalau RCS dan Heat signature F-35 akan hancur bila terlalu banyak bermanuver. ..dan…

            Bener sekali kalau F-35, ngak ada apa-apanya saat dog fight dengan Sukro

            namun yang tetep jadi PR adalah “deteksi dini” untuk F-35, jangan sampai mereka Attack duluan terhadap kita. First Look – First Shot – First Kill kemungkinan akan jadi acuan mereka.

            Ya udah mas, tolong bungkus 16 biji ya ? bisa ngutang ngak ?…he..he..

          •  

            Deteksi dini memang belum ada bayangan apa solusinya. Saya agak penasaran apa rencana satelit militer 2014 ada hubungannya dgn rencana penambahan flanker, maksudnya Su35 juga kan link dgn Glonas

            Bisa, nanti saya kirim. Mau sekalian pake mesin juga unitnya? :mrgreen:

          •  

            jika suatu pespur diumpamakan seekor gazelle, maka filosofi rancangan rudal AAM adalah meniru seekor cheetah.

            seekor cheetah mempunyai kecepatan sangat tinggi, mampu menikung tajam tapi stamina rendah.

            kecepatan rudal AAM mutakhir jauh lebih tinggi dari pespur, dan lebih unggul untuk melakukan high-G turn karena tidak ada manusianya, sementara pilot memiliki keterbatasan untuk melakukan high-G turn, kebablasan maka ia akan black-out dan ujung2nya sama saja, tewas…

            gabungan kecepatan dan kemampuan high-G turn rudal AAM berarti kematian bagi pilot lawan, yang dibutuhkan tinggal 1, radar sudut pandang lebar (radar ‘kacamata kuda’ masih bisa kehilangan sasaran)

      •  

        bung Now y d,

        kalau dari kalimat ini, sepertinya K-77M bukan rudal anti radiasi radar seperti AGM-88 HARM;

        The major innovation of the K-77M air-to-air missile is its guidance system, based on an active phased array antenna (APAA) of its own, Izvestia daily reports. With APAA onboard, the missile has zero reaction time to unexpected evolutions of the target, which means that once it LOCKS ON AN AIRCRAFT, it would hit it no matter what aerial acrobatics the target would perform to shake off the inbound killer missile (RT.com).

        Rudal anti radar seperti AGM-88 dirancang uuntuk ‘home in on electronic transmissions’ suatu radar. Jika K-77M mengejar pancaran radar AESA suatu pesawat, begitu pesawat tsb berbalik arah (dan K-77M berada di belakang pesawat tsb), maka K-77M akan kehilangan transmisi elektronik radar yang diendusnya, karena pancaran radar pesawat mengarah ke depan…

        •  

          Bacaan saya mengenai K-77M ini baru umum dan tidak begitu teknikal bung @Danu, menarik juga info media Russia yang mengatakan rudal ini “has zero reaction time to unexpected evolutions” , saya pikir ini juga hiperbola saking cepatnya seakan tidak ada jeda. Dan cukup menarik juga jika dihubungkan dgn komentar bung @Melektech bahwa design sirip kendali K-77M tidak akan mampu mengikuti kecepatan daya jejaknya.

          Antena yang ada di rudal K-77M adalah active, sedangkan AESA terdiri dari transmitter dan receiver. active phased array antenna pada K-77M cukup peka dan hanya perlu ‘sedikit’ bacaan/reaksi

          Each cell receives only a part of the signal, but once digitally processed, the information from all cells is summarized into a “full picture,”

          AESA memancarkan dan menerima gelombang radio, saya kira gelombang radio ini tidak seperti beam yang hanya mengarah ke satu arah saja. Karena jika hanya ke depan artinya pesawat tempur modern buta terhadap object yang datang dari kiri, kanan atau belakang. Cmiiw

          •  

            Kalau tidak salah ada satu tipe Su yang memiliki kemampuan menembak sasaran di belakang (?), tapi umumnya pespur dilengkapi RWR untuk mengcover ‘blindside’-nya.

            Hanya radar AWACS sejenis Sentry / Hawkeye dan versi Rusianya yang memiliki coverage 360 derajat, Erieye Saab dan B-737 Surveiller TNI bertipe side-looking…

            http://www.ausairpower.net/XIMG/Su-35S-vs-JSF-Engage-1.png

          •  

            Iya, Su35 bisa menembak ke belakang, menurut bung @Satrio kemampuan rear shooting ini juga bisa diisntal pada Su30MK2

            Jika AESA radar pespur tidak 360 saya kurang tau, melihat menara kapal perang pendapat anda aesa hanya pespur hanya memandang ke satu arah masuk akal juga. Hanya saja jika AESA hanya pada satu arah artinya keuntungan pesawat modern dgn AESA terbatas hanya terhadap musuh di hadapan dan rentan penyergapan dan jaming dari samping/belakang, alias salah satu kelemahan F35 bahkan ketika disergap F16 dgn EW mumpuni dari samping/belakang

            Klaim Russia bahwa K-77M “zero reaction time to unexpected evolutions” mengindikasikan bahwa pesawat target tidak akan sempat membelakangi rudal ini

          •  

            bung @Danu sepertinya AESA radar juga digunakan sebagai perlindungan data link dan komunikasi antar pesawat, satelit atau dengan ground stations. Imo- selain fungsi scanning pada area tertentu, ada fungsi komunikasi/data link yang menjangkau ke semua arah. Mungkin itu yang di lock, only a part of the signal yang bisa jadi “full picture” setelah proses digital. Setelah locking baru nempel terus dengan kemampuan reaksi instan terhadap setiap perubahan gerak sasaran

            Barangkali :mrgreen:
            Sepertinya agak pas jika dihubungkan dgn claim Russia dan penggunaan aesa radar

          •  

            Pada ilustrasi di atas, area berwarna kuning adalah medan pandang (field of vision) radar. medan pandang inilah yang di-scan oleh radar beam (=radar beam yang mendeteksi keberadaan pesawat lawan).

            http://img242.imageshack.us/img242/215/2escan.png

            Ilustrasi untuk rafale
            hijau muda : medan pandang radar
            hijau tua : radar beam yang melakukan scan dari tepi kiri ke tepi kanan medan pandang, terus menerus.

            Pada AESA, scan dilakukan secara elektronis, piringan radar tidak bergerak/fixed, gerakan scanning dari tepi ke tepi lebih cepat.

            Pada radar model lama, scan dilakukan secara mekanis, piringan radar menoleh ke kiri dan ke kanan, gerakan scanning lebih lambat.

            Kelemahan AESA, pada tepi2 medan pandang, range radar berkurang.
            Lebar medan pandang radar AESA Rafale = 120°

            The Rafale with its ESA, in this case, I’ve put 3 positions of the same beam (which moves extremely quickly to scan the light green area). One at 0°, an other at 45° and the last at 56°. The red line is at 60° and the limitation of such radars.
            The facts are that phase shifters induce huge losses, and thus, as the radar tries to look on the side, its range decreases.
            This is the problem all E-Scan have to cope with. This includes APG-77/79/80/81/63(v)2 as well as RBE-2 AESA and even the Selex solution.
            (network54.com)

        •  

          Sepertinya anda betul bung, AESA ketika beaming dan scanning ke arah tertentu memang tidak 360. Saya liat design aesa pada tower kapal perang demi ngejar ngejar 360 agak susah diaplikasikan pada pesawat terbang

          Maksud saya di atas AESA radar ternyata adalah juga bisa digunakan untuk perlindungan lebih bagi data link dan komunikasi: Using the radar’s antennas simultaneously for radar sensing and as a high-speed data link, fighter aircraft would be able to transmit full sensor data — previously only available within the aircraft — to other aircraft and ground stations.It might transform fighter aircraft and other vehicles equipped with Active Electronically Scanned Array (AESA) radars into powerful intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) platforms, sending synthetic aperture radar images at speeds as fast as 4 gigabits/sec. Jul 02, 2009
          Jadi saya pikir walau scanning dan beaming untuk pelacakan object memang mengarah ke satu arah, namun gelombang radio aesa dalam fungsi data link dan komunikasi tentu harus 360 dan 3D

          Sebenernya apa yang ditangkap AESA seker pada K-77M berkenaan dgn AESA radar saya juga tidak yakin, apa beamingnya atau yang lainnya. Namun kelebihan lebar pandangan dan reaksi zero reaction time rudal ini -diatas kertas- menyebabkan kemungkinan “K-77M akan kehilangan transmisi elektronik radar yang diendusnya” adalah kecil, maneuver pesawat tidak bisa mengalahkan kecepatan data elektonik/pandangan aesa seeker. Satu2nya faktor yang bisa mendukung kondisi sasaran lolos dari K-77M dgn maneuver (sebelum ada antinya) adalah seperti yang bung @Melektech katakan, bahwa design sirip kendali rudal ini mengindikasikan rudal sejenis tidak begitu agile. Dan untuk antitesis faktor itu, saya bisa pinjam pendapat anda mengenai G-force dan kelemahan manned aircraft terhadap rudal AAM 🙂

          •  

            Menurut ‘tafsir’ saya, ‘AESA seeker’ berarti seeker/penjejak berbasis AESA, beda dari ‘heat seeking’ yang memang penjejak panas.

            Ini terlihat pada kalimat sbb dari f-16.net;

            x : So Russia’s new K-77M medium range air to air missile is projected to have nearly 100% success rate because of its onboard AESA array. I am obviously skeptical of these claims, because there is still the problem of missile kinematics, but surely there is an advantage of having a dedicated electronically scanned radar on the missile itself?

            + : I’m sure the US can have AESA based seekers if it ever found funding for it. But currently, it’s a paper missile, unless we see more evidence of it’s production / efficacy, I’d call it more of a technological showcase vs. actual use.

          •  

            Mungkin begitu bung @Danu, saya sendiri berasumsi K-77M yang based on an active phased array antenna (APAA) of its own adalah bentuk lain dari teknologi AESA radar. Atau rudal berbasis aesa dan menjejak gelombang aesa. Tapi ga yakin juga, asumsi saya mungkin salah.

            Jika AESA seeker adalah penjejak berbasis AESA dan bukan pencari AESA jadinya skenario lolos sasaran akibat rudal kehilangan beam AESA ketika bermanuver tidak tepat juga. Soalnya jika rudal ‘berbasis aesa’ (bukan menjejak aesa) yang dikejar tentu structur pesawat (RCS) dan tidak akan hilang pandangan akibat perubahan arah beam/scan aesa radar. Skenario ini masih cocok dgn berbagai masukan2 sebelumnya

          •  

            om, bagaimana bila K-77M dikontra dengan K-77M juga.
            Misalnya satu pesawat pemburu meluncurkan K-77M untuk menghancurkan lawannya, nah pesawat yang diburu ini juga punya K-77M, dan juga meluncurkan K-77M nya untuk mengcounter K-77M pemburu tsbt. Bagaimana peluangnya om. Peluang keselamatan pesawat yang diburu dan juga peluang K-77M memburu K-77M lawan. Trims om now. sorry, Kebanyakan nanya…

          •  

            wah.. itu saya ga tau bung @desperado 😀 Jika hanya menimbang dari bacaan2 sepertinya mungkin saja. Misalnya jika phased array antenna (APAA) bisa menjejak dan mengunci APAA lainnya. Jika terjadi maka akan jadi rudal AAM pencegat rudal AAM

            Jika 2 pesawat sama2 menembakkan K-77M maka pesawat dgn maneuverability dan agility yang lebih baik punya survivability lebih besar. Karena kemampuan pandang/pantau yang luas dan klaim mampu bereaksi seketika terhadap pergerakan pesawat yang sudah terkunci, maka -diatas kertas- tidak ada pesawat yang bisa menghindar dgn kemampuan manuver saja. Minimal itu theory-nya dan alasan kenapa rudal ini dijuluki ‘absolute killer’. Tidak bisa dihindari pilot paling jago sekalipun, dan tidak bisa dikecoh flare serta decoy (untuk saat ini). Kendala yang paling besar untuk K-77M adalah ongkos produksi yang tinggi akibat aplikasi teknologi active phased array yang masih mahal

          •  

            thx om now…. emang bener2 harus kita bungkus nih rudal….
            dan kalo bisa, titip salam buat lapan untuk membongkar satu K-77M, kita pelajari.. terus kita bikin sendiri…….. hehee..
            saya yakin kalau hanya membuat phisiknya (saja), kita bisa dan mampu.
            Mengenai source code, algoritma program dan mekanisme systemnya itu yang harus lebih kita dalami.

            Kayaknya KemHan ataupun kementrian lain/stake holder pemerintah lain (yang disinggung di warjag ini), harus memiliki wadah untuk menampung ide2 kreatif (yang mungkin takkan pernah terfikirkan oleh mereka) dari luar institusi, contohnya ya seperti wadah warjag kita ini.

            Setelah ditampung dan dikumpulkan, mereka menganalisa apakah bisa diadaptasi ke dunia nyata atau tidak. Tentunya mereka harus memiliki sejenis cyber team yang mengumpulkan ide2 kreatif dari dunia maya, atau juga h*cker team untuk mengkoleksi blueprint alutsista2 dari pabrik laen. Tidak perlu malu bila sumber2 ide kreatif itu berasal dari luar institusi ataupun dari para suhu warjag ini. karena adanya kita disini adalah untuk kebersamaan dan kemandirian.

            Adalah suatu catastrophy dan kehilangan yang besar bila ide2 kreatif yang bertaburan dari para suhu di warjag ini menguap begitu saja, tak teraplikasi ke dunia nyata….

  25.  

    jossssss

  26.  

    ngilat n menerka soal penerobosan al ausi k wilayah indonesia….bisa jadi ini taktik mrnhan n panglima muldoko supaya kilo klass bisa kita borong dengan alasan sering terjadi pelanggaran k wilayah kita…….smoga aj begitu supaya kita bisa borong tuh kilo klass

  27.  

    Saya yakin Su35 pesawat yang superior dengan semua kelebihannya. Tapi, Su35 kan lebih mahal dari Su30 karena kelebihannya tadi.

    Saya ada pertanyaan, bisa tidak Su30 dipasangi IRST, radar2, dan upgrade lain dari Su35? Kalau bisa, kenapa tidak beli Su30 saja? Uang yang bisa dihemat bisa buat beli rudal, amunisi, dan spare part lebih banyak kan?

    Mohon pencerahannya, salam…

  28.  

    Artikel pembahasan yg JOSSSSSSS ….. gak rugi nangkring di warjag, Ilmunya “byurrrrrrrr maknyessss dingin ke kepala” …hebat enthusiast2 Militer Indonesia.
    Sbg orang awam utk hal pembahasan spesifik sperti ini merupakan penambah wawasan yg sangat berharga bg saya.

  29.  

    kalau kata pak bondan ini artikel “MAK NYUSS”

  30.  

    Artikel yang BAGUS Bung Antonov pernah juga saya jelasin sedikit saat gimana skenario sukhoi bila ketemu F 35
    maaf baru sempat baca setelah capek sehariann. Teknologi IRST bisa dicantolin di SU27/SU 30 kita. Tetapi YAKINLAH semua armada sukhoi kita sudah punya IRST seperti gambar di atas.

    coba perthatikan gambar ini saat Pitch black kemarin

    Kita sekarang NGUBER nya teknologi Jos gandos lainnya buat armada flanker yang sudah ada. Teknologi itu membuat orang yang ngelihat sepintas sukhoi kita jadi mirip seperti SU 35.
    teknologi apa hayooo?

    Nanti pas february saat milih SU 35 yang (konon sudah deal pd bulan desember memakai dana MEF 1) para petinggi yang berangkat february sekalain nyobain teknologi jos gandos diatas karena mau sekalian DIBUNGKUS.

    MEF II dalam renstra 2015-2020 akan ada pembelian pesawat medium dalam jumlah besar (ini baru tuk nggantiin F 5 dan Hawk 100/200 yang akan digeser dari lanud perbatasan). Jadi menurut saya SU 35 siap beroperasi dan dipamerin saat 5 Oktober 2014.
    cmiiw

    •  

      mas satrio sy org sipil jd g tau tekhnologi militer..tp mksh ya cluex. hehehehe
      mas untuk pengadaan pengganti F 5 apakah udah tanda tangan kontrak juga.?hanya pembayarannya nanti pada 2015, atau masih dalam tahap penjejakan.?

      •  

        nurut penerawangan saya ya itu sudah deal
        tapi masih dikeep tuk diDANAI dalam renstra MEF II (kontrak)
        Dan semoga diteruskan oleh pemerintahan yang baru karena banyak faktor yang mendukung kemandirian alutsista dan pengintegrasian semua alutsista

        tapi itu hanya terawangan saja wajib untuk tidak diperjaya

        •  

          makasih infonya yg tidak bisa dipercaya mas..heheheh
          saya juga berharap bgtu mas,tinggal dikuatkan oleh UU agar pemerintah selanjutnya wajib melanjutkan pembelian alutsista yg sudah disepakati, jadi jangan lagi ada pembelian alutsista yg batal. 44

      •  

        all hail, flanker series, hail 😀

    •  

      bung @Satrio, menurut RiaNovosti pembelian Su35 TNI AU adalah untuk tahun 2015, tp jika ternyata sudah deal dan menggunakan dana MEF1 maka harapan medium/light fighter pengganti F5 pada MEF2 2015 memang besar. Apa sudah diputuskan pilihannya (issue 44 Gripen)?

    •  

      Produk Knirti?

      •  

        si ria itu kagak pernah bohong
        dia nulis yang sudah ada aja jadi abu abu apalagi yang sdh pasti dibeli pasti diberitakannya dengan jelas.
        Yang masuk akal alasan nambah sukhoi itu yaa untuk menggantika F 5 tiger..padahal belum tentu pensiun,,,hehehehe

        apa berkaitan dengan perjanjian informasi dgn rusia ?
        wis ane berangkat dulu tlp da berdering terus
        adiu

        •  

          berangkat brp lama mas.?kalau lebih dr seminggu ane titip olehj” yah. hahah

          •  

            Ane gak kemana mana kok
            hanya kedokter bentar tadi sudah janjian

            @Bun gue
            bener bung data ente
            Yang sempat jadi gunjingan tetangga itu adalah kedatangan SU 30 MK 2
            batch terakhir,,karena konon banyak teknologi baru yang digotong.
            salah satunya itu bila ada musuh nguntit dari belakang.
            Si flanker bisa ngelock dan menembakkan rudalnya ke belakang,,

            yang lain disimpen dulu hehehehe

          •  

            Itu kan fitur Su35? mantap euy..
            Jika Su30MK2 TNI AU adalah chimera Su30-35 mudah2an Su35 nanti juga chimera Su35-Pakfa

    •  

      Bung satrio, menuru data yg saya punya….. Untuk su-27sk yg Lama dan su-27skm yg baru misalnya…..
      dibanding SU-27SK, SU-27SKM telah mengalami peningkatan dengan avionik layar kaca berupa Multifunction Liquid-crystal Display/MLD dan Head-Up Display/HUD

      Tidak itu saja SU-27SKM juga menggunakan Radar Warning Receiver/RWR untuk memandu rudal antiradiasi Kh-31P, termasuk peningkatan Infrared Search-and-Track Device/IRST dengan penjejak laser untuk melepaskan rudal laser “beam riding”.

      Yang membedakan dengan pendahulunya lagi, SU-27SKM berkemampuan membawa senjata yang lebih beragam seperti rudal udara ke udara RVV-AE “active radar homing”, rudal udara ke permukaan Kh-29T (TE), Kh-29L, Kh-31P, Kh-31A, serta bom berpemandu KAB-500Kr dan KAB-1500 Kr.
      Maaf klo salah …. Silahkan dikoreksi….

    •  

      mantap bung satrio, koment anda menggetarkan hati saya, semoga tercapai

    •  

      Bung Satrio ini bisa aja….
      Bikin saya pingin busungkan dada….trus ditutup lg…trus buka lg….bisa masuk angin entar jadinya….hehehe

      •  

        yang penting kan para patriot muda tidak pesimis
        dan bangga dengan negara dan bangsanya
        sehingga persatuan dan kesatuan tetap terjaga,,,

        bravo bung ruskye

        •  

          setuju banget bung….tp boleh donk sedikit bocorannya, berapa yg dibungkus.? lengkap dng penyengat yg di darat.?

          •  

            yang mana ini yang ditanyakan yang mau dibungkus?

          •  

            kalau saya maux dpt bocoran tentang yg angka 44 mas..hehehehe

            btw mas diego knp sekarang ada tambahan menanti SU 35.?

          •  

            bung @faadhil, connecting the dots sepertinya Su-35 adalah rencana penambahan armada Sukhoi, bukan pengganti F5. Sedangkan pengganti F5 baru akan dilakukan pada MEF2 2015, kedatangannya full squadron akan sinkron dengan jadwal pensiun F5 TNI AU pada tahun 2020. Di sini issue Gripen sebagai pengganti F5 ‘agak’ masuk akal 🙂

          •  

            yg jos gandos itu lho bung satrio…???
            Kalo SU 30 MK2 aja kemampuannya sudah spt SU 35, trus kalo SU 35 apakah super jos gandos.? Lalu masih perlukah pakpak di datangkan.?
            yg didarat rencananya mbungkus apa bung.?

  31.  

    Nah, semua sudah hampir terjawab sudah, bahwa warjag tetap pada pilihan pada Russia strong……

    Insyaallah th 2014 kemhan + TNI gerak cepat untuk mewujudkan apa yg akan mjd andalan TNI kedepannya. Yg jadi permasalahan kyknya anggaran mef 1 sudah ditutup jd th 2014 menurut kemham tinggal menunggu semua pesanan dari kontrak mef 1.

    Untuk Russia stroong seperti improved kilo/amur, su-35 paling cepat kontrak masuk anggaran mef 2 krn anggaran th 2014 sudah didok bulan2 kmrn. Doa kita semoga pimpinan RI yg akan dtg tetap meneruskan program ini dan malah lebih Hebat lagi.

    Th 2014 Tahun yg sangat penting, apabila yg jd presidennya ternyata punya sponsor Amrik misalnya (krn untuk mjd RI 1 membutuhkan modal yg Sgt besar) maka siap2 aja apa yg mjd target kemhan+TNI untuk mengakusisi Russia strong mjd tinggal kenangan……

    Coba skrg banyak partai mulai mencari sponsor yg mempunyai modal besar untuk biaya kampaye dan meraih RI 1, padahal tdk sadar klo dibekakang itu semua ada sponsor negara lain……..

  32.  

    Tp kalo di sukhoi TNI kalo diperhatikan ada tonjoloan di depan kokpit,,apakah itu IRST atau bukan???
    Kalo iya berarti armada sukhoi kita secara teori sudah bisa mendeteksi F-35 Australia di kemudian hari begitupun juga dengan milik Singapura,,

    •  

      setahu yg saya baca dr beberapa artikel, semua keluarga flanker memiliki penjejak IR, yg kelihatan menonjol d depan kokpit

      •  

        berarti boleh dibilang di atas kertas dan dalam prakteknya kemampuan sukhoi TNU sdh bisa mengimbangi F-35 Singapura dan Australia,,
        tp mungkin sekali lagi itu semua hanya terkaan,,,

        •  

          Kalau untuk menjejak F 35 sukhoi kita tidak akan kesulitan..
          Tetapi bagaimana cara menghindar yang efektif dari kejaran rudal bvr dan rudal bvr
          dan bagaimana memenangkan perang BVR baik itu one by one atau one by many.(dikeroyok) oleh pendukung pesawat musuh seperti destro AAW,AWACS,gowlier,SAM,ground radar dll.

          Maka dari itu kita lagi nguber Teknologinya flanker dan kita akan memakai kombinasi teknologi tersebut agar supaya flanker aman dari ancaman dari berbagai platform.

          wah dari kemarin ane nyrempet nyrempet melulu
          hehehehe

  33.  

    terima kasih atas infonya gan
    sangat bermanfaat bwt newbee seperti saya

  34.  

    @NOAH

    wow……bagus itu….beritanya bikin bangga kita semua
    cuma ane mau nanya nih…
    apakah mesin pesawat,panser,kapal,semuanya apa sudah bisa di buat indonesia..??
    cuma nanya…nih…
    mungkin ada yang bisa bantu…?

    •  

      mesin blum hanya beberapa negara di dunia saja yang bisa bikin pesawat tempur sekaligus mesin nya.. …cina aja yang sudah jago cloning sukhoy, tetap aja mesin nya beli dari rusia.

  35.  

    Bung Mas Agan TERIMA KASIH KEMBALI SEMUA.
    Yg terpenting adalah “the man behind the gun” karena itu perlu simulator dan BBM juga.
    Btw Rafale itu cabe rawit/ kuda hitam lho, rumornya dia punya “active cancelling radar” efeknya sama dengan stealth namun tanpa kelemahan maintenance yg berlebihan.
    Tapi kita kan sdh “akrab” dan familier dgn Flanker.
    Prediksi tetangga norak akan ambil Rafale utk program MRCA-nya…..

  36.  

    * Permintaan kemungkinan skenario Perang Global di Proxy LCS *
    Baik kepada @Satrio, Diego, Antonov, Nowyou, Danu atau sesepuh lainnya.

    Mohon sekiranya dibuatkan Model Peperangan seperti apa dan Bagaimana yg akan terjadi (Prediksi Simulasi), dikaitkan kan dgn :
    1. Alutsista yg sudah eksis skrg,
    2. Siapa saja yg bertarung dan aliansi nya,
    3. Kemungkinan penggunaan Warfare baru.
    4. Kaitannya dgn Posisi NKRI yg terletak diantara 2 basis Kekuatan. Bagaimana dgn Negara Asean lainnya.
    5. Kemungkinan2 Perang Melebar dgn turunnya Rusia atau bahkan menyeret India, Korea Utara..dll.
    6.
    7.dll

    Pastinya Prediksi Alur cerita Perang LCS sudah mulai di kaji dan terus diupdate oleh TNI, nah bagaimana versi para sesepuh disini. Tentu saja Peperangan Pasific ini akan berbeda secara teknologi juga efek akibat yg ditimbulkannya, dibanding Perang IJN VS USMC di PD-2 jaman doeloe.
    Prediksi model Peperangan diatas tentu akan selaras dgn program MEF yg lagi digenjot.

    #Mohon maaf ngerepotin, pengen paham tapi cekak pengetahuan…hehe
    Terima kasih

    •  

      Ini kayaknya ranah bung Satrio 🙂 terutama jika berkaitan dgn alutsista “saat ini” dimana yang akan terjadi adalah perang asimetris. Sedang pasca MEF2 atau 3 juga masih mungkin yg terjadi adalah perang asimetris, tergantung siapa lawannya.

      Jika diestimasi akan sangat panjang bung @donnie, dan susah 😀 contohnya China dan Russia terlihat satu kubu, padahal mereka juga punya issue wilayah. Demikian juga dgn Jepang dan Korsel yang masuk kubu US tapi 2 negara itu juga punya issue. Sedang Asean terpecah terutama antara India, China, US serta abu2. Saat ini sepertinya di ASEAN India sudah kalah pengaruh oleh China.

      Tapi secara umum yang utama adalah US vs China, skala dan konsekuensi persaingan dua negara ini membuat issue yang menyangkut negara2 lain akan menyesuaikan dengan perkembangannya.

      •  

        Colek2 Bung Satrio ya..biar meluangkan waktunya hehe..(maksa.com)

        dalam tema Perang terbuka :
        Kalo kita runut secara Militer Power diantara China – Iran – Syria tentu China lah yg paling kuat dan Syria yg paling lemah, membuat Proxy langsung dg syria z US masih mikir2, gue kira Malah US vs China tidak akan terjadi apa2 hanya perang pengaruh,
        mari kita bandingkan dgn Posisi NKRI yg jomlo, dimana NKRI – Sonora cukup matang gesekan kebenciannya, NKRI – Oz lagi digosok termasuk digosok sama Snowden ini, cukup satu Bullet dari Sonora jelas akan memantik Api dibanding satu Bullet dari Sonotan, tapi posisi sonotan sepertinya yg akan jadi Penyapu.
        Walhasil, yg dulunya agenda MEF 2 dan 3, semuanya wajib diusahakan terealisasi di MEF 2,

        # Jangan2 pusaran itu bukan di LCS tapi dirumah kita sendiri….

        •  

          Kalau membahas itu mesti mengaitkannya dengan geopolitil dan geostrategi,
          pernah ane bahas tuntas dibeberapa seri disebelah beberapa bulan yang lalu.

          Kenapa Indonesia sebagai negara cantik yaa karena Sumber dayanya melimpah dan geostrateginya dan geopoltiknya mempunyai beberapa alki dan berhadapan dengan selat malaka.dan politik luarnegrinya yang nonblock zero enemy,bebas dan aktif

          Banyak yang berkepentingan dengan Selat malaka,ALKI dan Sumber daya indonesia.maka Indonesia tetap cantik dan DIJAGA oleh para block agar tetap non block dan tetap menjadi satu negara kesatuan.,,

          Selat malaka selat tersibuk akan tetap menjadi selat yang kondusif bila Indonesia yang nonblock ikut menjaganya (harapan blok timur)
          Harapan block barat selat malaka tetap dibawah control mereka makanya ada hibah radar maritim dll ,,bisa ente tebak kenapa thailand gak pernah bisa adem yaa karena ada kaitannya dengan selat malaka ini,,,coba dicari kenapa..

          Berkaitan dengan ALKI bila Indonesia kondusif dan tidak terpecah pecah maka block timur dan block barat bisa gampang mengontrolnya melalui Jakarta.
          Padahal sesuai Unclos 1982 kita mempunyai opsy untuk menutup ALKI apabila terkait kepentingan nasional dan demi keamanan nasional kita ,,secara geopolitik ini mengkawatirkan berbagai pihak,
          Maka proyek Jembatan selat sunda(JSS) pada berebut untuk membiayainya..tanya kenapa..?

          tentang Sumber daya Indonesia sudah sering dibahas disini bagaimana potensinya dan sekarang explorasi dan pengolahannya didominasi dari pihak barat,,

          Indonesia harus tetap NETRAL kalau tidak akan digangbang oleh salah satu block..dan meraka beruasaha menarik Indonesia kedalam pelukan salah satu block.dan mereka sudah punya skenario bagaimana mengahadapi indonesia yang sudah memilih kepada block mana kita akan berpihak,

          Kita tidak percaya begitu saja terhadap salah satu block maka dari itu potensi ancaman tetap juga dari duablock tsb ..Dan kita harus mengambil alutsista dari kedua block tersebut dan menguatkan diri sendiri (mandiri).,,meskipun bisa saja dalam perkembangannya saat meletus perang salah satu dari mereka menjadi proxy kita,

          Pertanyaannya Negara mana yang benar benar Ingin Indonesia itu Utuh dalam satu kesatuan NKRI??? ..
          Atau dibiarkan saja cangkangnya utuh tetapi isinya sudah porak poranda dan tersedot semua Sumber dayanya ??

  37.  

    Waduh kalo menurut saya, pertanyaan agan enggak layak dibahas di sini….harus dibahas di dalam kelas kayak di SEKOLAH – SEKOLAH itu…Karena menyangkut study kasus dan solusinya. Dan biasanya merupakan tugas para SISWA dari SEKOLAH-SEKOLAH itu, terutama SEKOLAH yg ada di CIPULIR…….

  38.  

    Menarik .. sgt menarik…

  39.  

    Ikut nonkrong,.ah disini bhasanya adem

  40.  

    Muannn..teppp…puol….. tambah bangga jadi Indonesia. ..

  41.  

    Analisa: Daftar gado2 alutsista Renstra TNI MEF berupa kamuflase mengejar ketinggalan alutsista untuk mengambil TOTnya. Sesungguhnya TNI sebelum adanya MEF sudah melakukan negoisasi rahasia alutsista dari pihak rosobon. jadi TNI hanya jemput Kilo tahun ini juga SU35. Pangkalan KS di palu dan LANUD2 untuk shukoi 2014 sudah selesai.

  42.  

    @yudhagiz saya doakan analisa anda jitu, karena secara pribadi saya juga bermimpi seperti analisa anda

  43.  

    Santai aja bro.. semua pengadaan alutsista strategis sdh sesuai skenario dan strategi yg matang. polanya sdh disusun matang dan jk anda jeli anda bs mlht pengambil kebijakan skrg sdh memandang lbh jauh kdpn dan mengantisipasi agar rncn pengadaan alutsista yg terangkum di dlm 3 thp MEF ttp brlnjt wlw presiden mndtng bkn penganut russian strong tp ttp klop dan berkesinambungan dgn pengadaan thp awal MEF. bnr sekali, MEF thp1 nmpk lbh dipercepat, khususnya utk alutsista strategis yg mempunyai efek deterent tinggi sprt SU35,kilo,amur,fregat,Sclub,BukM1,pantsir,rudal bvr plus R77M1 trmsk radar. pokoknya yg berbau russian strong sdh deal dan tinggal bungkus dan menunggu pengiriman. jd di 2014 sesuai kt menhan, kita tinggal menunggu barangnya sesuai jadwal dtg, dan tdk ada lg transaksi pembelian thn ini. Jd bs dibilang jamannya pak SBY adlh jamannya alutsista rusia. dan rencana MEF thp2 dgn presiden baru, klwpn bkn penganut russian strong dan lbh condong ke prdk barat, mk jg sdh sesuai skenario awal, kita akan lbh terfokus ke prdk alutsista barat tnp menafikan ke papa bear, klw ada yg lbh canggih dan lbh mrh knp tdk? dan kemungkinan bsr opsi pengadaan pespur barat sprt gripen akan terjadi,trmsk opsi kapal perang sekelas destroy dan fregat. Yg jelas intinya alutsista yg urgent dan penting krn menimbang dan memprediksi kwsn global dan regional yg smkn acak adut dan memanas khususnya dgn tetangga selatan dan utara, sdkt banyak kita sdh agak lbh siap menghadapi mrk tnp embel2 embargo krn lbh byk prdk rusia itupun klw kedepan diprediksi kita bnr2 bergesekan dgn ausie, urgentnya kita sdh lbh siap. dan strategi kita skrg ini kuat dulu di atas udara dan dibawah air. Jd saya pikir smw sdh terkonsep dgn matang mulai dari kmrn2 dulu, sampai utk kedepannya, siapapun presidennya. tinggal kewajiban NKRI kedepan, hny membayar seluruh alutsista tsb kpd phk negara produsen alutsista tsb yg begitu percaya kpd kita, sampai2 bs dibilang kita pakai dulu, byr belakangan. tp gak ada namanya Makan siang gratis..? ttp jaminan dan hrpn bsr mrk (om putin) agr blok2 pertambangan SDA dan hsl bumi kita utk dpt mrk garap sklgs kerjasama yg smkn erat dibidang teknologi dan pertahan antar negara. dan jg sbg iming2 agr mrk percaya kt mampu membayar prdk mrk yg kt pakai duluan. semua ini hny reka2 saya sj.. lbh krg minta maaf, dan dr smw itu yg paling tau itu adlh Tuhan, pak SBY dan om putin. hehehe..

  44.  

    Salam kenal dari Anak kecil untuk sesepuh warjager..warung yang asik buat nambah wawasan bagi orang awam seperti saya yang ngertinya hanya membaca dan menebak ..

  45.  

    I am grateful for this collaboration.. The post is exactly what I wanted. I subscribe to the blog and I am aware of new developments.

  46.  

    Have good content on the blog, I congratulate you.. I will keep coming occasionally to view updates, since I see that the post is old. kisses

  47.  

    ini nih gara-gara efek teknologi yang semakin canggih

  48.  

    Keren kecepatannya

  49.  

    nice .. kapan ya bisa nyobain naik jez

  50.  

    Even though at times you may not be looking for the exact information, one thing i always do is to recognize the presence of quality and professional content on any given page. This is a great page, which i can confidently refer to someone else.

  51.  

    ini nih gara-gara efek teknologi yang semakin canggih

 Leave a Reply