JakartaGreater.com - Forum Militer
Apr 112018
 

Transport-Charging Unit (TZM) 22T6 untuk sistem rudal S-400 Rusia © Russian MoD via Wikimedia Commons

JakartGreater.com – Meskipun sebagian besar karakteristik teknis sistem terbaru tetap menjadi rahasia, tetapi dengan datangnya hari pertahanan udara Rusia, Sputnik masih mampu menjelaskan beberapa fitur kunci dari mereka.

S-500 akan berada pada tingkat teratas dari sistem pertahanan udara berlapis Rusia, yang diharapkan mampu melibatkan sasaran pada ketinggian lebih dari 60 mil, hingga mampu mencapai target-target yang berada jauh diluar jangkauan sistem pertahanan rudal yang sekarang ada.

Ketinggian diatas 60 mil merupakan zona mendekati antariksa tempat mayoritas satelit militer asing sekarang mengorbit planet kita. Menurut informasi yang tersedia secara publik, sistem S-500 Prometey akan menampilkan rudal jarak jauh 40N6 yang mampu menjangkau target hingga 250 mil atau sekitar 400 km jauhnya.

Radar 92N6A (tengah) untuk Sistem rudal pertahanan udara S-400. © Vitaly V. Kuzmin (CC BY-SA 4.0) via Wikimedia Commons

Dikarenakan sistem radar berbasis darat tidak akan berguna diluar angkasa, maka rudal 40N6 akan berbeda dari semua rudal pertahanan udara lainnya yang ada saat ini.

S-500 Prometey Tulang Punggung Pertahanan Udara Terpadu Rusia.

S-500 Prometey atau Prometheus diharapkan mampu untuk mendeteksi dan secara bersamaan menyerang hingga sepuluh rudal balistik yang terbang dengan kecepatan lebih dari 4 mil per detik. Hulu ledak mandiri “self-homing” akan mencari target dan menemukannya, dan beralih ke dalam mode “automatic-homing“.

Rudal dua tahap berbahan bakar padat sepanjang 9 meter berjalan dengan kecepatan 9 Mach tersebut mampu mencegat target yang bergerak pada kecepatan 15,6 Mach. Rudal 40N6 membawa hulu ledak fragmentasi dengan akurasi 95 persen.

Sementara itu sistem pertahanan rudal yang ada dibangun mengelilingi sebuah radar serbaguna yang dirancang untuk mengunci dan melacak semua jenis sasaran, S-500 akan menampilkan sejumlah sistem radar khusus yang mampu mengidentifikasi 4 jenis pesawat udara yakni pesawat terbang, helikopter, pesawat tak berawak dan rudal.

S-500 tersebut merupakan satu-satunya sistem rudal pertahanan udara yang mampu mencegat target hipersonik. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, resimen pertama S-500 dijadwalkan akan memasuki layanan di sekitar Moskow dan Rusia Tengah pada tahun 2020.

Bagikan:

  36 Responses to “Fitur Utama dari Sistem S-500 Rusia Terungkap”

  1.  

    S-500 Prometey / Prometheus Bener bener Garang !!!

    S-500 Prometheus – Surface to Air Missile/Anti Ballistic Missile System

    https://www.youtube.com/watch?v=tLvXwOuhOvo&t=80s

  2.  

    Cape Dengar Berita Ini

  3.  

    Rudal 40N6 takkan sanggup menangkis Trident D-5 dan Minuteman 3 yg kecepatannya bisa lebih dari 7 km/detik.

    •  

      Anda yakin? Toh semua penjual senjata pasti mengatakan dagangannya yg terhebat baik barat dan timur, tgl pembeli harus pandai dan bijak dlm memilih!he3

    •  

      loe kira rudalnya adu speed trlebih dahulu sblm dicegat? oops, perasaan loe merasa betoel kalleeee, itu rudal bisa mencegat disaat radarnya mendeteksi adanya ancaman serius, kemudian rudal diluncurkan dgn kecepatan yg dimilikinya, bukan pula rudal ancaman trsebut dibiarkan dulu lewat dr pendeteksian radar permukaan keudara, kemudian dikejar secepatnya, oops, loe keliru.

      & itu rudal memiliki cara yg brbeda dalam menjatuhkan pesawat

      hahhaahaaaaa

      •  

        Emangnya cara menjatuhkan rudal balistik pada S500 kayak gimana sih??

        •  

          S-500 Prometey atau Prometheus diharapkan mampu untuk mendeteksi dan secara bersamaan menyerang hingga sepuluh rudal balistik yang terbang dengan kecepatan lebih dari 4 mil per detik. Hulu ledak mandiri “self-homing” akan mencari target dan menemukannya, dan beralih ke dalam mode “automatic-homing“.

          Rudal dua tahap berbahan bakar padat sepanjang 9 meter berjalan dengan kecepatan 9 Mach tersebut mampu mencegat target yang bergerak pada kecepatan 15,6 Mach. Rudal 40N6 membawa hulu ledak fragmentasi dengan akurasi 95 persen.

          •  

            Dikarenakan sistem radar berbasis darat tidak akan berguna diluar angkasa, maka rudal 40N6 akan berbeda dari semua rudal pertahanan udara lainnya yang ada saat ini.

            Sementara itu sistem pertahanan rudal yang ada dibangun mengelilingi sebuah radar serbaguna yang dirancang untuk mengunci dan melacak semua jenis sasaran, S-500 akan menampilkan sejumlah sistem radar khusus yang mampu mengidentifikasi 4 jenis pesawat udara yakni pesawat terbang, helikopter, pesawat tak berawak dan rudal.

  4.  

    berarti digadang2 mampu beroperasi exoatmospheric ya nyegat hulu ledak mirv udah fase pemisahan selain dari anti satelit

  5.  

    Th ini datang putin boleh pa jokowi buat kejutan buat rakyat indonesia sekaligus bungkam yg nyinyir indonesia pembeli pertama S 500 keren khan???

  6.  

    TNI gak butuh S300 S400 S500 ampe S cendol daripada mahal2 beli itu barang mending beli Fregath dan KS karena indonesia mulai jaman dlu kuat dimatra Laut

  7.  

    ada yang usil ni…masak langsung diblock akun gue….xaxaxaxa….

  8.  

    Di era jokowi tni ga beli peralatan militer bekas selalu baru radar,su 35 dll

 Leave a Reply