Jul 202019
 

Surabaya, Jakartagreater.com – Komando Pasukan Katak TNI AL bersama US Special Operations Commands Pacific Naval Special Warfare Unit -1 (SOCPAC NSWU-1) kembali menggelar latihan bersama Flash Thunder Iron 19-2441, yang baru saja dibuka oleh Dansatkopaska Koarmada II Kolonel Laut (T) Ariyadi, S.E. pada Jumat 19-7-2019 di Auditorium Puslatkaprang Kolatarmada II, Surabaya.

Latihan bersama ini merupakan wujud kebijakan luar negeri antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Amerika Serikat dalam bidang kemiliteran. Adapun materi latihan kali ini meliputi Radio Komunikasi, Tactical Combat Casuali (TCCC), Small Arms Range, Post Assault Procedure, Full Mission Profiles (FMP).

Dalam amanat Asops KSAL Laksda TNI Didik Setiyono, S.E.,M.M yang dibacakan Dansatkopaska Koarmada II menyampaikan selamat datang di Mako Koarmada II kepada seluruh Prajurit yang akan bergabung untuk melaksanakan latihan bersama ini.

Menurut Asops KSAL Latma Flash Thunder Iron 19-2441 merupakan pelaksanaan hubungan bilateral antara negara Indonesia dan Amerika dalam bidang pertahanan, dimana latihan bersama ini dilaksanakan adalah untuk meningkatkan kualitas, profesionalisme, dan kerjasama kedua negara dibidang kemaritiman.

“Saya percaya latihan ini akan meningkatkan hubungan bilateral dan akan mendapatkan efek positif untuk mempererat tali persaudaraan antara kedua angkatan laut dan antar kedua negara yang telah terjalin selama ini “, tandas Asops KSAL Laksda TNI Didik Setiyono.

Flash Thunder Iron, TNI AL dan US Navy

Sebagai penutup Asops KSAL Laksda TNI Didik Setiyono, memberikan penekanan kepada seluruh peserta tentang Zero Accident yang harus diutamakan selama melaksanakan latihan bersama Flash Thunder Iron 19-2441 selama 12 hari kedepan. (Dispen Koarmada II)

  2 Responses to “Flash Thunder Iron, TNI AL dan US Navy”

  1.  

    Sebenarnya ndak begitu penting latihan dengan tentara lik Sam kesannya saja bersahabat soalnya dah pakemnya mereka itu dalam hitungan detik bisa langsung musuhi kita tanpa ampun, itu semua cuma basa basi diplomasi saja, kalau memang bersahabat seharusnya yang jadilah sahabat yang baik syaratnya :
    1. Coret Indonesia dari daftar CAATSA
    2. Hibahkan armada Hazard Perry Class ke TNI AL
    3. Ijinkan kita beli rudal Harpoon buat Nagapasa Class
    4. Ijinkan beli rudal AIM-120 AMRAM buat NASAM kita
    5. Ijinkan kita beli CIWS Phalanx buat kapal2 perang
    Kalau itu sudah mereka lakukan barulah lik Sam sahabat

  2.  

    Ngetes kemampuan mereka