Fleksibel, Tepat & Andal, GLSDB Memiliki Jangkauan 150 Km

Ground-Launched Small Diameter Bomb (GLSDB) kerjasama Saab-Boeing © Saab

JakartaGreater.com – Tim Saab dan Boeing telah memulai dorongan baru untuk menjual sistem senjata presisi jarak jauh barunya, yang disebut Ground-Launched Small Diameter Bomb (GLSDB), seperti dilansir dari laman Saab Group.

Menurut rilis tersebut, tim pertahanan itu bersama-sama mengembangkan Bom Diameter Kecil yang diluncurkan dari darat (GLSDB) – amunisi artileri roket yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan angkatan bersenjata yang semakin berkembang.

Dengan jangkauan hingga 150 km, kemampuan untuk mengenai sasaran di area yang luas dan presisi dengan akurasi mencapai radius satu meter. Saab dan Boeing bersama-sama mengembangkan Ground-Launched Small Diameter Bomb (GLSDB).

Angkatan darat di seluruh dunia menghadapi misi yang membutuhkan jangkauan lebih besar dari sebelumnya. Saab bersama-sama dengan Boeing mengembangkan Ground-Launched Small Diameter Bomb (GLSDB), sebagai solusi untuk persyaratan ini. Amunisi berpemandu yang diluncurkan dari darat ini menawarkan presisi tinggi bersama dengan jangkauan yang lebih jauh.


Small Diameter Bomb I (SDB I) sebagai hulu ledak GLSDB. SDB adalah bom luncur yang dipandu dengan presisi yang telah terbukti dan telah diproduksi sejak tahun 2006. Lebih dari 20.000 SDB telah diproduksi dan 10.000 digunakan dalam pertempuran. Ia terkenal karena akurasi dan keandalannya yang tinggi. SDB memiliki pengguna di seluruh dunia, termasuk Angkatan Udara AS, Angkatan Udara Norwegia, dan 13 negara lainnya.

GLSDB memanfaatkan investasi yang dilakukan oleh Angkatan Udara dan memberikan kemampuan biaya rendah untuk Angkatan Darat. Keluarga hulu ledak SDB menyediakan berbagai solusi, dengan varian saat ini untuk memindahkan/menempatkan kembali target dan jaminan kerusakan yang sangat rendah. SDB juga menyediakan operasi dilingkungan yang anti GPS, serangan area dan menyerang target pemancar energi.

“GLSDB adalah solusi utama bagi pelanggan yang mencari solusi yang terjangkau, presisi tinggi dan jangkauan luas”, kata Svein Daae, kepala pemasaran GLSDB di Saab.

High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) buatan Lockheed Martin, AS. © Spc. Russell J. Good via Wikimedia Commons

Karena versi asli dari SDB adalah solusi udara-ke-permukaan, maka semua teknologi yang diperlukan seperti sistem navigasi berada di dalam bom. SDB menuju sasarannya dengan navigasi INS yang didukung oleh GPS anti macet. Karena sistem tidak memerlukan jalur balistik menuju target, dimungkinkan untuk meluncurkan GLSDB dari sebuah wadah dan melibatkan target 360 derajat tanpa memindahkan peluncur. Selain itu, peluncur apa pun yang mampu menggunakan wadah MLRS juga dapat digunakan seperti M270, HIMARS atau CHUNMOO.

GLSDB memiliki kemampuan untuk terbang di lintasan dan manuver non-balistik untuk menyerang target yang tidak dapat dijangkau tembakan langsung senjata konvensional, seperti dibalik bukit. GLSDB menawarkan kemampuan mobile ke Angkatan Darat yang sebelumnya target itu berada di luar jangkauan mereka. Sistem ini adalah solusi Saab dan Boeing untuk kebutuhan angkatan bersenjata hari ini dan masa depan.

Tinggalkan komentar