“Flying Tank” Ilyushin Il-2 Sturmovik, Dahulunya Tidak Kalah Ganas dari A-10 Warthog

Pesawat serang Ilyushin Il-2 Sturmovik adalah otot udara Uni Soviet selama Perang Dunia II. Pesawat-pesawat tersebut diproduksi secara massal untuk melawan tentara Jerman di front Barat. Meskipun dibangun hingga 30.000 unit pesawat dari tahun 1941 hingga 1945, tidak banyak Ilyushin Il-2 yang bertahan hidup hingga hari ini.

Menurut BBC, salah satu pesawat terjatuh di sebuah danau saat menembus blokade udara di Leningrad. hampir 40 tahun kemudian pesawat itu ditemukan dan dibeli oleh seorang kolektor AS, yang kemudian disumbangkan ke Pima Air & Space Museum di Tucson, Arizona AS.

Ilyushin Il-2 Sturmovik layak mendapat tempat terhormat di kalangan pesawat serang darat seperti pesawat tempur ikonik dan terkenal, Spitfire dan Flying Fortress yang banyak membantu mengalahkan rezim Nazi.

Mirip seperti pesawat serang modern A-10 Warthog, Sturmovik banyak menggunakan lapisan baja untuk melindungi bagian bawah kokpit yang sangat berbahaya, dengan misi terbang rendah (kadang-kadang hanya 21 meter dari tanah) yang menempatkan kedua pilot berisiko sangat tinggi terkena tembakan dari darat.

Bahkan, menurut BBC, menjadi penembak belakang di Sturmovik adalah seperti mendapat hukuman hampir pasti mati, sehingga Uni Soviet akhirnya mengisinya dengan orang-orang dari gulag (pekerja paksa).

Ilyushin Il-2 dipersenjatai dengan dua meriam kaliber 23 mm, dua senapan mesin 7.6 mm dan satu senapan mesin berat 12.7 mm dibelakang pilot. Ilyushin Il-2 juga mampu menggotong bom hingga 600 kg atau 8 roket RS-82 atau RS-132.

Popularmechanics
Editor : Muhidin

Tinggalkan komentar