Jan 122015
 

image001

Hamina class missile boat adalah kapal serang cepat Angkatan Laut Finlandia. Secara teknis diklasifikasikan sebagai “missile fast attack craft” atau ohjusvene yang secara harfiah berarti missile boat dalam bahasa Finlandia.

Lambung kapal terbuat dari aluminium dan superstruktur kapal terbuat dari serat karbon komposit. Kapal pesisir ini memiliki bobot yang sangat ringan sehingga mudah bermanuver. Menggunakan jet air bukannya baling-baling yang memungkinkan kapal untuk beroperasi di perairan dangkal dan pesisir pantai. Hamina class sangat tepat untuk berpatroli dan misi pengawasan dengan persejataan yang kuat yang biasanya dimiliki kapal lain dengan dua kali ukuran yang lebih besar.

Hamina class dirancang dan dibangun sebagai kapal siluman dengan jejak panas, magnet dan tanda radar yang minimal. Bentuk kapal telah dirancang untuk mengurangi jejak radar. Bagian logam telah ditutupi dengan bahan penyerap radar, dan bagian-bagian komposit yang memiliki bahan penyerap radar tertanam dalam struktur. Tidak seperti bahan fiber , serat karbon mampu menahan gelombang radio.

Selain itu, bahan ini mampu menghentikan setiap sinyal frekuensi radio yang dihasilkan oleh perangkat elektronik kapal. Kecuali anjungan kapal, Hamina tidak memiliki jendela yang memungkinkan sinyal untuk keluar. Hanya sedikit bahan baja yang digunakan untuk membangun kapal ini, sehingga menghasilkan medan magnet yang sangat rendah. Medan magnet yang tersisa secara aktif dibatalkan dengan elektromagnet.

Gas buang mesin diarahkan kebawah air untuk meminimalkan jejak panas atau gas buang diarahkan kesamping lambung untuk meminimalkan suara dalam air saat dalam misi memburu kapal selam. 50 nozel sekitar dek dan struktur atas dapat digunakan untuk menyemprotkan air laut di kapal untuk mendinginkannya. Selain itu nozel dapat digunakan untuk membersihkan kapal setelah terkena serangan kimia atau radioaktif.

image002

Nama               : Hamina Class
Operator           : Angkatan Laut Finlandia
Class                   : Kapal Serang Cepat (Fast Attack Craft)
Bobot                  : 250 ton
Panjang              : 51 m (167 kaki)
Lebar                  : 8,5 m (28 kaki)
Tinggi lambung : 1.7 m (5 ft 7 in)

Propulsion :
2 × MTU 16V 538 TB93 mesin diesel 5520 kW.
2 × Rolls Royce Kamewa 90SII waterjets

Kecepatan       : 30 + knot
Range             : 500 nm (930 km; 580 mil)

Sensor:
Ceros-200 FCS (Saab)
Consilium Selesmar radar maritim
TRS-3D / 16-ES multimode acquisition 3D radar (EADS)
ANCS 2000 Combat Management System (EADS)
MSSR 2000 I IFF (EADS)
EOMS (SAGEM)
Simrad Subsea toadfish sonar

Sonac / PTA sonar Array ditarik (Finnyards)
Peperangan elektronik & Umpan (Flare)
MASSA (Multi Amunisi Soft-kill System) (Rheinmetall)

Decoy             : Philax chaff, IR flares
Smoke system : Lacroix Atos
EMS               : Matilda radar sistem peringatan (Thales)

Persenjataan   :
1 × Bofors 57 mm / 70 SAK Mk3
2 × 12,7 mm senapan mesin (NSV)
8 × Umkhonto-IR SAM (Denel)
4 × RBS-15 Mk3 SSM (Saab)
1 × rel untuk bom kedalaman atau ranjau laut (Sea mine 2000)

image004

Meriam Boffors 57mm MK3 sanggup memuntahkan 220 amunisi/menit dengan jangkauan 8,5 -17km. Meriam buatan AB Boffors Swedia telah diekspor ke Finlandia, Brunei, Kanada, Kroasia, Indonesia, Irlandia, Malaysia, Meksiko, Montenegro, Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat.

Hamina class melaju dengan kecepatan tinggi diperairan dangkal

Hamina class melaju dengan kecepatan tinggi diperairan dangkal

image008

RBS15 missile firing

Menggotong 4 rudal anti kapal RBS15 Mk3, rudal dengan panjang 4.35m dan berat 800kg (booster masih terpasang) mampu melaju dengan kecepatan 0,9 mach dengan jangkauan >200km

image011

Kapal ini dilengkapi rudal Umkhonto-IR, rudal anti serangan udara yang mampu menghantam sasaran dengan kecepatan 2 mach dengan jangkauan 12 km (Umkhomto-IR) hingga 60 km (Umkhomto-R). Banyak fitur dan persenjataan yang bisa diadopsi oleh KCR-40m, KCR-60 M dan Klewang class Indonesia.

 

Pengirim : Pecinta Wanita JKGR biro Jepara

  63 Responses to “FNS Hamina Class, Missile Boat Yang Menginspirasi Kapal Cepat Rudal Indonesia”

  1.  

    1

  2.  

    ayo… kita pelajari…

  3.  

    Dah pada tdr ya..

  4.  

    diam2 dicontek aja

  5.  

    Semoga KCR kita juga bisa berkembang seperti harmina class baik system sensor maupun system persenjataan yg lebih mumpuni

  6.  

    Bagus nih buat nenggelemin kapal besar (4.000 GT)pencuri ikan yg bru tertangkap…

  7.  

    Bungkus buat patroli

  8.  

    merayu saab dgn join produk RBS 15 mk3,, dari pada C 705 china yg sampai sekarang ga ada kabar / action nya,,

    mlihat sisi kecepatan KCR di indonesia saat ini yang pantas menyandang KAPAL CEPAT RUDAL hanya KRI mandau class yang pantas di sebut KCR dgn kecepatan maksimal 40 knot,, yg lain masih 30 knot.. sementara frigate / korvet tetangga juga bisa di kebut sampai 30 knot

    •  

      Kcr kita kayaknya cuman ngejar kuantitas dari pada kwalitas untuk senjatanya.Kita sebut kapal cepat tapi kecepatannya rata rata biasa saja sama dengan kapal besar.Padahal nilai lebih kcr adalah kecepatannya ,Jadi yang cepatnya apa?,mirisnya tetap disebut kapal cepat.Mandau klas memang cepat bisa di genjot 40 knot tapi karena di bangun cuma dari allumunium ,kapal jadi liar di hantam gelombang.Karakteristikgelombang di Indonesia rata rata kecil kecil tapi rapat dalam kecepatan tinggi kapal terbanting banting.Untuk itu perlu ada studi khusus dalam merancang haluan kapal agar sesuai dengan karakter khusus laut Indonesia.Saya kira yang cocok jadi acuan kapal cepat kita adalah AMBASSADOR CLASS 60 mtr MESIR senjata komplit untuk kapal kecil ,8 harpoon bisa di bawa kecepatan 40 knot lebih walau cuma pake diesel ,tidak seperti Mandau yang pake turbin yang ribet dan boros.

      •  

        betul bung. memang mandau class juga banyak kekurangan juga, tp inti nya cukup cepat aja,, dan klo di bilang boros,, pasti nya boros ,, faktor boros juga yang mempengaruhi rancangan KCR 40 dan 60 di jadikan kecepatan nya hanya 30 knot,, sbenar nya masih bisa di tambah kecepatan dgn ,menambah mesin pendorong nya, hanya saja lebih boros BBM

        saat ini harapan kita cuma KRI klewang,, yg katanya bisa di geber sampai 35 knot, dgn model siluman, dan kelebihan lain nya,,, hanya saja perlu di tambah ASW,/ sonar dan torpedo juga pada KRI klewang berikut nya..

        dulu kita punya KCR komar class, yang lumayan di takuti dgn rudal stxy nya,,

        •  

          KRI Klewang bisa cocok dengan rudal rbs 15 mk3 ,rudal sub sonic .Rudal tiba tiba datang sehingga tidak cukup di antisipasi lawan karena klewang bisa menembakkan rudal dari jarak dekat tanpa diketahui.Tapi untuk KCR lain,karena tidak siluman maka rudal rbs mk3 akan bisa dihadang oleh CIWS seperti phalanx karena kecepatan rudal ini rendah secepat jet komersial cuma.

          •  

            tp RBS 15 mk3 juga punya manuver unik, yang bisa menghindari CIWS loh bung,,, terbukti rudal ini juga di pasang pada truk utk pertahanan pantai,, yg notaben nya bukan bersifat stealth..

            bisa liat manuver nya di youtobe..

        •  

          Komar class memang revolusioner bung. Di saat KRI Irian saja masih mengandalkan meriam, Komar sudah pakai rudal

  9.  

    KCR 40 dan KCR 60 dari segi desain sudah ngga kalah. Hanya segi persenjataan (terutama rudal-nya) yang perlu diganti dengan yang lebih sangar. Kalau kita lihat di atas, Hamina class dengan bobot cuma 250 ton bisa dilengkapi dengan rudal RBS15. Seharusnya KCR 40 dan KCR 60 dilengkapi dengan C-802 juga.

    Sebenernya kalau dari negeri2 Skandinavia, saya kepengen Indonesia bisa bikin yang mirip dengan Skjold class nya Norwegia untuk melengkapi Klewang class yang lebih besar. Ini kapal bener2 bisa disebut sebagai hantu laut. Kecepatannya bisa mencapai 60 knot, rudalnya pun sangar.

    •  

      RBS 15 mk3 dgn C802 berat nya ga berbeda jauh ko,, hanya saja rudal ini baru di tawarkan saat pembuatan Klewang jilid 2 , sementara KCR rencana nya memang menggunakan c705 setelah dpt TOT dari china,, kemungkinan C705 ini akan di kembangkan lagi kemampuan nya,,, sayang nya TOT nya sendiri blm ada kabar lagi,,,

      klo kecepatan nya mencapai 60 knot,, dgn posisi laut angkal kyk nya sangat riskan pada pecah lambung kapal,, soal nya semakin cepat kapal,, klo nabrak sampah lautan.. bisa cepat hancur lambung kapal nya bung,, kecuali menggunakan lapisan baja yg kuat,, otomatis bobot nya juga bertambah,, dan mesin pendorong yang kuat pula,, ujung2 nya BOROS,, BBM,, dlu wktu perencanaan KCR , di perhitungkan biaya BBM nya juga , lantaran jatah BBM TNI AL dulu hanya sedikit..

    •  

      Itu pun missile nya biasanya dipasang cuma 2 …itu memang maximal 2 atau anggarannya cuma cukup untuk 2 missile saja?

  10.  

    Artikel yg bagus sebagai pencerahan. Kondisi geografis Finlandia memang cocok dengan alutsista jenis ini, dikeliliingi teluk Bothnia dan Finlandia yg lebarnya hanya 80 – 160 km. Kalau untuk Indonesia, hanya cocok untuk perairan KepRi atau ALKI I.

    Panjangnya hanya 51 m tapi senjatanya lengkap, range 930 km, kecepatan 30 knot meskipun hanya pakai diesel. Bandingkan dengan KCR 40 dan 60 kita. Karena itu demi efisiensi sumber daya, apakah tidak lebih baik kalau proyek KCR 40 dihentikan, dan konsentrasi ke re desain KCR 60 + KCR Klewang saja?

    •  

      imo sih lebih baik kcr dibikin standar di kisaran kelas 80m (corvette class) biar mudah dibuat bermacam-macam fungsi. terutama asw role. jika kita punya banyak platform asw otomatis alki bisa dipantau juga oleh kapal2 dari kelas ini.kondisi sekarang parchim sudah tua. dibanding dilakukan mlu lebih baik dibikin baru platform kcr 80. semoga pal bisa melakukan desain yang bagus untuk kapal tersebut.

      •  

        Setuju Bung mungkin demikian tujuan pemerintah ,sambil tunggu kita bisa buat sigma ,setelah sigma bisa d buat akan memperbanyak korvet dari sigma itu sendiri atau turunanya.

      •  

        Dari dulu kan kita gak pernah bikin KCR 40″ bung JP, kecuali untuk maket di kantor PAL 🙂

        gak papa yang 40m dibangun, tapi khusus untuk Basarnas dan Bakamla……kecepatan digenjot sampe >50 knot buat ngejar maling ikan…

      •  

        bung joko,, klo koment di pikir dlu donk atau cari referensi dlu,,, masa ada kapal yang panjangnya 40 inchi … 40 inci itu cuma 1 meter. lebih kecil dari sea ghost,,

        kecepatan di atas 60 knot itu melebihi 150 km/jam apa ga takut hancur lambung kapal nya?

      •  

        Huahaha.. , Inch? , Meter kali ya Bung? 😛

        60 knot ??? Hmmm xixixi 😉 , Corvet Ausy yg modern aza Hull nya RETAK saat ngejar pencari suaka dgn kecepatan 30 Knot an.

        Speed segitu Mungkin maksudnya bukan Kapal Laut kalee ya?, tapi ground effect vehicle (GEV)
        seperti Boeing Pelican WIGE concept , atau Be-2500 Neptune , atau Hovercraft spt N500 Naviplane dgn speed 74 knot (137 km/h) , Yang mana Dunk?

        •  

          Ada bung kapal yg bisa mencapai 60an knot. Coba bung cari di google kapal skjold class.

        •  

          @bluesky_raider
          Skjold-class ( Kelasnya Hovercraft )
          Max Range: 800 nmi at 40 knots
          Max Speed: 60+ knots (classified)
          “The Skjold design is a “surface effect craft”, constructed of glass fibre/carbon composite materials”.
          —————————
          KRI Tombak (KCR-60)
          Range : 2.400 nmi @ 20 knots
          Max speed: 30 Knot
          ———————————

          *.Jadi ->> “surface effect craft” itu sama dgn Surface Effect Ship (SES) or Sidewall Hovercraft , atau juga “ground effect vehicle (GEV)”.
          Jadi Skjold-class itu Kelasnya Hovercraft dgn mesin gas turbines.

          *.stlh dibandingkan, Amat Jauh sekali Kemampuan range nya, Skjold-class mengorbankan Range nya untuk Speednya ya? Cocok Nggak untuk Indonesia Menggantikan KCR-60 ??

      •  

        Parchim itu baiknya diserahkan ke Bakamla ajalah. Daripada keluar uang beli kapal dari RRC

    •  

      Setuju bung,hapuskan saja program kcr 40 an mtr.Kalau ada perang atau bencana masak kapal tidak berani melaut karena gelombang tinggi.Lebih baik fokus ke 60 an mtr tapi arnament komplit maksimal.

    •  

      kalau saya kurang setuju klo di hapus,, terbukti dulu KCR komar class yang lumayan di takuti, panjang nya ga jauh beda dgn KCR 40,, sebenar nya cukup di upgarde aja,, dari sistem persenjataan, radar dan mesin pendorong…

      utk menerjang ombak yg lumayan tinggi bukan nya KRI klewang juga akan di tempatkan di bagian barat.. biar KCR 40 dan KRI klewang saling melengkapi,,
      rasanya KCR 40 juga masih sanggup klo harus menginstal RBS 15 mk3, berat nya ga jauh beda dgn C802,, klo mesin pendorong nya di upgrade

    •  

      finlandia berada di lingkar kutub (arctic circle), jika lihat desain jendela ruang kemudi kapal ini, wajar klo ada yang merasa geli lihat desain r. kemudi kapal fac myanmar kemarin..
      🙂

  11.  

    Pindad kaga bikin kapal perang kali.

  12.  

    Sebenarnya design kapal cepat rudal itu sudah ada sejak tahun 1989 hasil kerja keras para ahli kapal lulusan Jerman di lingkungan BPPT. { Laksma TNI Pur. Wulang Widodo).
    Waktu itu, design dan rancang bangunkapal cepat rudal itu akan di lengkapi dengan rudal Exocet MM 38 dan di tenagai dengan mesin MTU agar kapal dapat memacu kecepatan hingga 32 Knot.
    Design dan rancang bangun itu kemudian di implementasikan oleh ahli-ahli kapal “jebolan” PT PAL yg kemudian mendirikan galangan kapal PT. Palindo di Batam.
    Disamping design dan rancang bangun ex BPPT, selanjutnya, PT PAL juga telah menyiapkan design dan rancang bangun kapal patroli cepat lain.
    Ilmu design kapal dan rancang bangun kapal-kapal itu di dapatkan dari Jerman.

  13.  

    Kerjasama dengan China tidak ada kabar dengan Rusia malu-malu tai kucing, tidak lain TNI kena rayuan gombal ASU

  14.  

    iiihhh……waouw………

    keciL2 nyakitin ini kapaL

  15.  

    kok Pindad sih?? PT.PAL kali kang…

  16.  

    Kalau kapal sejenis KCR ( yg kita miliki) dengan jangkauan radar sekitar 96 Nmill atau sekitar 160 Km menggotong 2x rudal berjangkauan 80 Km-120km, mengepung 1 buah frigat musuh dengan kemampuan endus radar 400 km dan menggotong 4x rudal berjarak tembak 180-300 km.

    Kalau dipaksakan nasib KCR akan sama seperti KRI Macan tutul yg merupakan Kapal cepat torpedo bila berhadapan dengan frigat musuh

    Destroyer perlu di beli 😀

    •  

      radar dg daya jangkau 400 km atau 160km itu untuk radar pertahanan udara yg dipasang di kapal jadi utk memantau langit…bukan untuk navigasi. untuk mengawasi objek di permukaan laut…terbatas hanya 50 km saja. karena jarak horison yang mampu dipantau mata dan radar hanya segitu. karena bumi itu bulat.

      jadi selama belum masuk zona 50 km KCR 40 belum terpantau radar navigasi…jadi aman2 aja. kecuali terpantau oleh aewc…atau satelit itu lain soal.

      CMIIW

    •  

      Bagaimana tuh ceritanya MTB RI Matjan Tutul dapat ditenggelamkan kapal Belanda, padahal MTB cukup bisa bikin ketar-ketir Belanda? 😉

      •  

        MTB itu dulu keunggulannya pada speednya. Dulu kepergoknya juga bukan sama destroyer belanda tapi sama pesawat Neptune.

        Faktor lainnya adalah waktu itu keempat MTB ngga bawa torpedonya karena udah overload ngangkut infiltran. MTB tanpa torpedo yah ga ada taringnya

        •  

          Nah terima kasih bung bluesky_raider sudah menerangkan kenapa MTBnya jadi bulan2an. 🙂

          Seandainya MTB membawa torpedo, sejarah bisa berbeda 180°. 🙂

          Kalau tidak salah, RI Matjan Tutul itu MBT buatan Jerman dan karena solidaritas Eropa kepada Belanda maka torpedo akhirnya tak datang bersama MBTnya.

          Jadi, RI Matjan Tutul dkk saat itu tidak inferior jika berhadapan dengan frigat Belanda.

          •  

            Makasih juga bung DropZone, salam kenal 🙂

            Dulu saya pernah baca, sebenernya torpedo-nya bukan buatan Jerman. Saat itu Jerman masih terkena sanksi pasca PD II, belum boleh bikin senjata2 tertentu (salah satunya torpedo). Jadi kapal2 MBT itu sebenernya dilengkapi dengan torpedo2 buatan Inggris.

            Maaf OOT.

          •  

            Ooo iya, anda benar, bung bluesky_raider!
            Torpedonya dari Inggris, dan jelas Inggris lebih memilih Belanda (yang termasuk allied forces dalam menghadapi Axis).

    •  

      gak perlu destroyer bung Nyeleh Tangan, kapal ukuran 60an meter aja udah bisa kok bawa yakhont,

      http://old.nationaldefense.ru/5380/5522/index.shtml?id=5474

      jika diperhatikan konfigurasi version 3, masih tersedia ruang cukup luas untuk heli drone dengan fungsi otht (over the horizon targetting).

      sekedar untuk mempertahankan LCS kapal ukuran ini udah top markotop, imho destroyer hanya dibutuhkan jika ingin perang ke tempat2 jauh / blue water navy…

  17.  

    Apa siih yg Indonesia gak bisa bikin??

    Bikin yg buanyak. Bwt ngejar pencuri ikan dan penyelundup bbm..

  18.  

    MEF2 memang ditujukan utk upgrading persenjataan KCR40 & KCR60 yg skrg masih kopongan selain jg Parchim, Fatahillah & Van Speijk Class
    KCR40 untuk SAM bakal pake Manpads lungsuran dari upgrading Parchim Class & Van Speijk Class
    KCR60 selain CIWS yg rencananya AK630 untuk SAM jk melihat maket & gambar 3D dari PT. PAL sepertinya bakalan pake antara FL3000N ato SeaRAM

    •  

      Kalau tidak salah, bukan cuma peningkatan / pembaharuan senjata, tetapi sistem yang terintegrasi dan tersambung ke jaringan. Sehingga meningkatkan kesadaran keadaan (situational awareness) seluruh alutsista.

  19.  

    Jadinya KCR 40 dan KCR 60 Indonesia dipersenjatai dengan rudal apa ???

  20.  

    PAKE BAMBU RUNCING MUEHEHE

  21.  

    Mungkin Pindad buat bikin rudalnya yah mas bro

  22.  

    Mantap jga tuh rudalnya(ekor nya dua xixixi) akurat/stabil mana ya? ama yg ekor satu. maklum masih oon kalo barang ginian.

  23.  

    saya sepertinya selaras dengan bung antonov@ di atas, sebaiknya untuk kelas KCR di fokuskan ke KCR60 dan di tambah dengan klewang klass PT lundin saja untuk klass 40m saya kira justru banyak kurangnya dan segala kemampuan KCR 40 bisa di lakukan KCR 60.

    dengan alasan apapun KCR 40 dengan kecepatan yang sama dengan KCR 60. saya rasa masih lebih baik KCR 60. ini juga berkaitan dengan pengembangan rudal nasional yang bisa di tanam dan di gunakan di KCR.

    Maaf saya masih OOT.

  24.  

    kunjungan presiden Jokowi di Bdg kmrn, beliau mendukung penuh Pindad & PTDI … bersyukur mo bantu dana jg … dg penekanan hrs fokus pada core bisnis masing” … sipp dah

  25.  

    lebih pas disebut kapal induk … biasanya sbg penadah utk tampung ikan kapal penangkap ikan / kapal nelayan yg lebih kecil, selalu bawa byk duit cash bertindak spt bank di tengah laut + supply logistik

  26.  

    Menurut saya apakah 3 atau 5 unit kcr yg kita miliki bisa menghancurkan 1 unit destroyer kelas uss sampson milik uncle asu ,bila berhadapan dan fight di tengah alki kita, kalau bisa yg persilahka perbanyakan kcr, kcr 40 60, tapi kalau tidak bisa mengalahkan 1 unit destroyer sekelas uss sampson, kenapa kita tidak buat kprang destroyer yang bisa beroperasi di air dangkal dan samudera, kenapa kita suka sama yg kecil kecil ya kalau buat kprang, mikir irit melulu sih, saya rindu sekali tni al kita punya kprang kprang yg berbobot seperti destroyer, battle ship, yg kalau penjarah penjarah ikan coba coba masuk laut kita pada ketakutan jgn jgn ketemu sama destroyer destroyer Indonesia, atau super cruiser, gitu dong barulah kita bisa bangga sama tni al kita yg ditakuti negara negara lain, maaf cuma harapan rakyat indonesia yg awam.

  27.  

    SENAPAN SERBU RAKSASA
    Klewang is the best!
    Klu bisa meriam, rudal2, dan torpedo utk Klewang juga semuanya produk dlm negeri, agar menambah kebanggaan rakyat RI.
    Rasanya, tdk percaya klu PT Pindaad tdk mampu buat amunisi kaliber besar, sbb dia kan sdh mampu mmbuat amunisi SS2 dll sndiri.
    Bukankah klu mau bikin kal 155 mm tinggal memperbesarnya saja?
    Jadi sbtlnya, klu Pindad mau, mk dia bisa buat Senapan Serbu Raksasa kal 155. Dan itu sama saja dgn meriam besar.

    •  

      beda lagi pungsi nya .. CIWS terintgrasi dgn radar,, jangkauan nya serta kecepatan tembak nya.. brbeda dgn meriam di darat bung.. klo kapal zadul mungkin bisa seperti itu,,

      •  

        Apa menurut anda anda semua 3 atau 5 unit kcr bisa menghancurkan sebuah kapal sekelas detroyer seperti yg empunya uncle putin yg sangar itu, yg membuat asu and the gang aja mundur teratur pada waktu berhadapan dilepas pantai Suriah beberapa waktu lalu, pada saat asu dan gang mau invasi Suriah, weleh weleh, maunya kita rakyat indonesia buat kprang entuh yg kayak uncle putin itu dong jadi bisa buat nakutin asu and the gang, jadi enggak berani macam macam lagi sama kedaulatan laut kita, giliran buat kprang kok yg dipikirkan mesti iriiiiiiiiiit bahan bakar melulu, nah kalau korupsi gimana ya mikir nya, kok enggak irit irit ya, ya mbok kalau mau korupsi iriiiiiiiiiit iriiiiiiiiiit juga dong, masalah kedaulatan harusnya jgn mikir irit irit bahan bakar dong, buatnya yg kecil kecil melulu, kita ini bangsa yg besar, dgn laut yg luas pula, jgn bikin kprang yg imut imut kayak kcr 40,60 mtr, lah enggak dianggap dong sama tni al kawasan nantinya, karena sebelum bisa fight sama kprang asing tuh kcr dah pada tebalik semua tuh dihantam badai yg ombaknya bisa sampai 3,4, mtr tingginya, maaf hanya analisa rakyat awam Indonesia, weleh weleh.

        •  

          klo pinsil nya C 705, sedikit meragukan meski pun banyak kapal nya,, tp klo pinsil nya RBS 15 Mk3 ada kemungkinan bisa hancur ,, dgn catatan berantem nya di indonesia yg bnyak pulau,,

        •  

          Saya jelaskan. KCR 40 dan KCR 60 itu fungsinya bukan buat perang frontal tapi untuk patroli. Kalo patroli pake destroyer berapa borosnya?

          Sebagai perbandingan, negara sekelas korsel dan RRC aja
          punya puluhan kapal2 patroli seperti kcr40 dan 60

      •  

        bukannya para peneliti di indo…sudah pernah merancang dan membangun penggunaan S-60 beberapa biji yang teintegrasi dg radar dan optik elektronik sebagai AA gun? 2-3 tahun yang lalu.

        bukannya kita sudah pernah bikin sample/tek.demonstrator meriam 105 mm (me105) oleh pindad. bukannya kita sudah mampu peluru kaliber 20mm, 12,7mm, ….kenapa gak bikin sekalian yang kaliber 30mm atau 35mm.

  28.  

    markotop

 Leave a Reply