FNSS – Pindad Luncurkan Tank Medium di Indo Defence 2016

71
11

fnss

FNSS Savunma Sistemleri dari Turki dan perusahaan PT Pindad Indonesia telah meluncurkan Modern Medium Weight Tank (MMWT) di Indo Defence 2016. MMWT ini sedang dikembangkan untuk Angkatan Darat Indonesia dan dua prototipe sedang dibangun, satu di Turki dan satu di Indonesia -akan selesai pada tahun 2017.

Tank ini dilengkapi dengan CMI Defence two-person turret dengan kanon 105mm rifled dengan mode pengisian amunisi otomatis. serta dilengkapi senjata mesin 7.62mm yang dipasang co-aksial dengan persenjataan utama. Kanon 105mm bisa menembakkan berbagai amunisi.

Untuk bisa menembak target diam dan bergerak dengan tingkat probabilitas yang tinggi pada tembakan pertama, tank ini diinstal sistem pengendalian tembakan yang komputerize; komandan dan petembak dilengkapi alat pemantau target di siang dan malam hari yang digabungkan dengan pengintai laser. Komandan disediakan sistem pengamatan panoramik (luas) untuk memungkinkan memburu dan menghancurkan (hunter/ killer) target yang terdeteksi.

Lapis baja ini digerakkan oleh mesin diesel performa tinggi, digabungkan dengan transmisi otomatis yang dikontrol secara elektronik dan sistem pendingin untuk memungkinkan tank medium ini beroperasi di suhu lingkungan yang tinggi.

FNSS mengatakan kecepatan jalan maksimal 70 km / jam, daya jelajah hingga 450 km dan rasio power-to-weight dari 20hp / ton dengan berat kotor kendaraan sekitar 35 ton.

Baseline lambung tank medium ini semua dilas baja dan paket armor appliqu yang dapat dipasang untuk tingkat yang lebih tinggi dari perlindungan balistik.

Tank ini dilengkapi perlindungan ranjau, sistem pendeteksi kebakaran dan suppression system. Perlengkapan standar meliputi sistem AC, kamera untuk kesadaran situasional dan unit daya tambahan yang memungkinkan semua subsistem utama harus tetap berfungsi meski mesin diesel utama sedang mati.

Peran tank medium ini (MMWT) tidak untuk terlibat dengan tank tempur utama (heavily armed) atau melindungi main battle tank, tetapi untuk berhadapan dengan kendaraan dengan ancaman yang lebih ringan seperti platform pengintaian, kendaraan tempur infanteri, operator pasukan dan kendaraan tempur dukungan.

Kendaraan ini juga dapat digunakan untuk mendukung infanteri untuk langsung dalam pertempuran dengan mengusung kanon 05mm yang digunakan untuk melawan gardu pertahanan dan hambatan medan perang lainnya. Dengan berat yang ringan dan low profile memungkinkan tank ini untuk digunakan di daerah-daerah yang tidak dapat diakses oleh MBT tradisional yang saat ini biasanya memiliki berat lebih dari 70 ton.

Janes.com

71 COMMENTS

    • Harus maju, bung darmo. Ini salahsatu proyek strategis yang menyokong kemandirian nasional dalam memenuhi kebutuhan alutsista.
      Harus tetap maju, nggak boleh stagnan apalagi mundur.
      Yang maju-mundur-cantik itu Syahrini !

      • Mockup yg waktu lalu di tampilkan pindad lebih gahar
        Klo yg ini 100% design fnss kah? Lalu d mana kemandiriannya?apa design yg lalu gagal total n hanya bru sampai d mockup/dummy belum sampai ke prototype..
        Mohon pencerahannya

        • @KW

          Lha itu…masalah leopard AD belum dibeliin perangkat2 tsb. Jadi kalo mau nembak, gunnernya harus mengolah dulu/baca tabel dr berbagai sensor yang dimilikinya spt kecepatan&arah angin, sudut koreksi tembakan, jenis sasaran hrs dieliminasi dg amunisi jenis apa dsb. Sementara yang sdh lengkap dg komputer balistik, pekerjaan tsb dilakukan oleh komputer shg prosesnya jauh lebih cepat.

          Itu juga kalo tabelnya ndak ketinggalan atau luntur gr2 ikut tercuci sama pakaian kotor lho…

    • Hanya didesain untuk menghajar kendaraan dengan kelas di bawah main battle tank. Seharusnya nanti Pindad mau memodifikasi sehingga mampu menghadapi main battle tank walaupun dari kelas medium
      Istilahnya
      “Badan boleh kecil tapi bacokannya harus maut”

    • Auto loader pada tank ,punya banyak kelemahan ,seperti bila amunisi macet dalam pertempuan akan berabe sementara kalau manual bisa cepat diatasi .Maka sistem manual masih banyak di pakai sampai sekarang ,karena lebih handal .

    • ngapain laser utk mengintai?…bukanya laser utk pengukur jarak dan untuk designator/penanda/pemandu rudal atau bahkan penghancur rudal.

      jangan lupa pindad mendesain peluru yang paling canggih …sehingga bisa menembus baja tebal, dan meledak didalamnya.

  1. yg marder jerman hull chassisnya dari tahun 70andan 80an lagipula marder aslinya ifv(kendaraan tempur infantry) bukan tank cuma dikasih meriam 105mm sma elektorik, counter measure dan perlindungan tambahan aja aja

  2. Agak butel” gimana gitu bodi nya kaya tahu bulet hi hi hi ..
    Makin sangar aja PT. pindad. Lanjut bikin kendara’an peluncur rudal jarak 150km lah. Ya minimal kaya vampir nya marinir juga gpp kerja sama bareng LAPAN. Pelan tapi pasti indonesia pasti bisa ko produksi alusista untuk 3 matra TNI ..

LEAVE A REPLY