FNSS : Tank Medium-Berat Indonesia Diluncurkan Tahun 2017

104
32
Model Tank Medium FNSS-Pindad

Produksi Prototipe pertama sebagai bagian dari Program Tank Medium Modern Indonesia dilakukan di Triwulan I tahun 2017.

FNSS Turki membuat kemajuan yang signifikan dengan mitra Indonesia mereka, mengenai proyek tank kelas berat medium yang dilakukan di bawah naungan Undersecretariat Industri Pertahanan, ujar Direktur Program dan Pengembangan Bisnis FNSS, Aybars Küçük dalam Seminar 3rd Annual Land Platforms yang diselenggarakan Undersecretariat for Defense Industries di Ankara, 7-8 November 2016 yang dihadiri oleh 870 peserta.

Küçük melanjutkan : “Di sini, kami sedang mengembangkan sebuah tank dengan berat sekitar 32-35 ton. berat badan tank akan menyesuaikan berdasarkan konfigurasi armor di atasnya. Kami sedang mengembangkan sebuah tank dengan berat yang sesuai dengan kontur wilayah tertentu. Turret untuk tank langsung dipilih oleh Kementerian Pertahanan Indonesia. Tank itu memiliki turret dengan kanon 105 mm dan memiliki sistem sendiri di dalamnya. Kami bertujuan untuk mengembangkan sistem turret kami sendiri bersama perusahaan pertahanan Turki dan kami ingin memulai serial produksinya dengan turret kami sendiri”.

“Turret kami dipilih oleh Indonesia ada pada prototipe saat ini. Insinyur dari mitra kami di Indonesia PT PINDAD telah berkolaborasi dengan kami sejak awal proyek dan di semua tahapan pengembangan dan produksi. Kami akan memproduksi prototipe pertama di fasilitas FNSS. Saat ini kami telah memulai produksi dan produksi prototipe pertama akan selesai pada kuartal pertama tahun 2017, dan kemudian para insinyur yang dilatih di sini dan terlibat dalam semua proses akan memproduksi prototipe kedua dengan dukungan kami di fasilitas PT PINDAD. Prototipe kedua yang diproduksi di Indonesia akan ditampilkan dalam acara Hari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia pada 5 Oktober tahun 2017 dan setelah itu tes penerimaan oleh pengguna (user acceptance tests) akan diluncurkan dan Tentara Nasional Indonesia akan menerima sertifikasi”.

Sumber : Defenceturkey.com

104 COMMENTS

  1. Katagori Tank medium berat itu yg gimana ya.? Kalo berdasarkan klasifikasi tank :
    – Main Battle Tank
    – Medium Tank
    – Tank ringan
    Atau mungkin jenis tank nya kelas medium tp gotongannya yg kelas berat.
    Sukseslah buat PINDAD.

  2. Susah reply susah komen, komen tdak masuk, capek ngetik ismail & usernem klik home berita tranyar tidak masuk.
    Adakah alasan tertentu sehingga seakan trjadi hanya pada IP ku?

    diulang=kmen tak msuk lagi

  3. Tank yang dikembangkan bersama Turki ini harus punya kemampuan gerak, kecepatan, akurasi tembakan dan aoto loading yang tinggi untuk mengimbangi tipisnya armour, mottonya adalah harus lebih dahulu menembak dan terus bergerak

  4. Dari video yg terlihat seperti balok disusun 3 diatas dekat spt galon BBM itu fungsinya sebagai apa ya.? Kok penempatannya rada aneh bin janggal. Lalu penempatan galon BBM cadangan pada samping kanan kirinya apa tidak riskan ya utk dijadikan sasaran, andai itu berfungsi sebagai bbm cadangan.

  5. Segera produksi massal, siapkan pabrik dan SDM infrastruktur lainnya dalam jumlah yang massif. Genjot produksi sampai dengan 30-50 tank per bulan. Target dalam 5 tahun kedepan minimal punya 1500 tank medium.
    Setelah itu kebut riset dan produksi MBT diatas 45 ton, target 5 tahun kedepan minimal punya 500 MBT.
    Jangan lupa pula riset dan produksi rudal RHan-nya dikebut, target 5 tahun kedepan sudah punya Rhan untuk medium range SAM dan versi jelajah dalam jumlah massal. Siapkan dana untuk membajak ilmuwan Russia yang butuh gaji karena negaranya yang sedang lesu ekonominya.
    Sumber dana?
    Banyal anggaran APBN dan APBD yang yang tidak efisien bahkan tidak perlu dianggarkan. Sosialisasi Bintek, Lokakarya, seminar, pertemuan dll yang tidak penting dan tidak perlu banyak yang dianggarkan dalam jumlah yang spektakuler. Belum lagi yang fiktif dan markup. Perjalanan dinas, makan minum, rapat2 dan lain2 harus diaudit total. dari situ bisa dapat 100 T.
    5 tahun dari sekarang harus punya minimal:
    1500 Medium Tank bina tempatan;
    500 MBT bikinan sendiri;
    Heavy fighter 5 squadron (beli dulu gpp)
    100 baterai SAM medium range (bina tempatan)
    20 Baterai longrange SAM (S 400/ S 500, beli dulu gpp)

    Rudal (SAM dan Cruiser missile) harus jadi fokus utama, karena untuk menghadang cruiser missile dan fighter siluman yang paling murah dan mumpuni adalah dengan SAM bukan dilawan dengan fighter.

    Wkwkwkwkw…..

    • bukannya meriam CT-CV 105HP juga bisa meluncurkan atgm

      gak masalah sih kalau ditambahin di luar buat spam nembus perlindungan mbt modern
      lagian atgm di zaman sekarang malah ditugaskan menjadi sniper melawan infantry

  6. untuk sementara pindad dg partnernya TNI AD memimpin, disusul tipis PAL dan AL. mereka saling berkejaran. sementara dibelakang tidak ingin ketinggalan PTDI dan partnernya AU bersusahpayah dg segala kekurangan dan keterbatasannya mulai menggeber terus lajunya se-AKAN-AKAN hendak menyusul kedua matra yg tersenyum kecut melaju PD di depannya. gmn cerita selanjutnya. siapa yg menang balapan? …. Bersambung..!” xixixh

  7. walaupun TNI sudah AKAN memiliki tank medium bersama turki sangat sulit melawan tank pendekar disebelah yang konon katanya dipasang armor dan versi siluman tak terdeteksi yang haibatnya konon menebak kat hanggar pun jadi ….. keh… keh… keh….

  8. Defile hut tni ke 71 bakal diramaikan dgn alutsista yg baru dan gahar2, kualitas dan kuantitas akan trlihat jg, pembelian besar2an ini akan beraksi tgl 5 oktober 2017 nti…..inngat!!! Jgn smpe lewat, catat tgl nya….

  9. Keren bgt booo…medium/heavy tank made in indo-turk pst akan trlihat gagah di defile hut tni ke 71 tgl 5 oktober 2017, ingat jgn smpe ketinggalan, catat tgl dan jam nya,..hehehe kora2 dinamain apa ya medium tank ini??

  10. Kurang RCWS,Kog depannya landai banget ya..Apa masih dimodif dengan proteksi reaktif?..Harus dicoba dulu ini disalvo pake RPG 7…Kalo kuat Joss..(ntah Kalo dimodif lagi pake teralis titanium)..35 ton..Semoga mumpuni dikelasnya..

  11. dari bobot nya yang 32 ton…kemungkinan sekelas T55. senjatanya juga kaliber hampir sama…
    kemungkan tebal bajanya 200 mm kali ya?

    cuman sayang dari segi desain….lapisan basa gull depan kok hampir tegak lurus dg arah tembahan meriam lawan. kok nggak bersudut tajam…?
    apa sudah sangat sakti jenis logam lapis bajanya?

LEAVE A REPLY