Des 052018
 

Selain melintasi jembatan kebanggaan negeri Istana, flypast dengan formasi arrow tersebut juga mengelilingi kota Pekanbaru selama 15 menit.

Pekanbaru, Jakartagreater.com   –   Masyarakat Siak Sri Indrapura dikejutkan suara desingan yang cukup keras dari atas langit Negeri Istana, pada Senin 3-12-2018

Hampir seluruh masyarakat yang tengah beraktifitas menghentikan kegiatannya dan keluar melihat ke atas langit yang menjadi sumber suara. Kejutan buat masyarakat Siak ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penutupan Joint Fighter Weapon Course (JFWC) yang dilaksanakan TNI AU dengan Republic of Singapore Air Force (RSAF).

Selain melintasi jembatan kebanggaan negeri Istana, flypast dengan formasi arrow tersebut juga mengelilingi kota Pekanbaru selama 15 menit.

Sebanyak 10 pesawat dilibatkan dalam terbang formasi tersebut, terdiri dari 4 Hawk 100/200 dari Skadron Udara 12, 4 unit F-16 dari Sakdron Udara 16 dan 3 unit F-16 dari RSAF.

Turut dalam penerbangan tersebut, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T,. M.M, Danwing 6 Kolonel Pnb M. Yani Amirullah, Danskadron 12 letkol Pnb Asri Effendi Rangkuti dan Danskadron 16 Letkol Pnb Bambang Apriyanto.  (tni-au.mil.id)

Bagikan:

  2 Responses to “Formasi Pesawat Tempur TNI AU dan RSAF di Riau”

  1.  

    tdk ada sukhoi ya…..
    suaranya pasti kurang menggelegar.

  2.  

    ini kalau pasti ditanya ,

    RI: Ayoh pulangkan duit gw yang parkir di Tanah elo
    Sin: ayaoh juga sign up DCA agreement tempo tahun 2007 ,
    RI : ogah,…..
    Sin: np ogah , kan udah diratifikasi ama menhan elo , juga petinggi elo saat itu ( ES alm )
    palagi udah masuk di DPR elo
    RI : ” besar juga tuh nyali negeri sak uprit ini ” , waah jadi kok kalah nego nih …………………

    harap diperhatikan percakapan serta pandangan diatas , tidak peduli sampe kapanpun mereka akan tetap tagih janji ….

    NOTE : DCA ( Defense Cooperative Agreement ) pernah ditandatangan Bpk Alm Edi sudrajat dan di arrange Menhan Bpk Hasan Wirayuda ( Perjanjian MTA itu diteken oleh Menhankam Jenderal (Purnawirawan) Edi Sudrajat dengan Menhan Singapura Tony Tan pada 21 September 1995 silam.

 Leave a Reply