Okt 022016
 

Angkatan Laut Rusia semakin memperkuat Armada Laut Hitamnya dengan kapal selam diesel elektrik terbaru Varshavyanka class (project 636,6). Empat kapal selam tipe ini sudah bertugas di Laut Hitam dan dua lagi akan segera bergabung pada bulan November 2016 setelah selesai menjalani uji coba di Teluk Finlandia dan di Laut Baltik. Keenam kapal selam tersebut terkenal sebagai salah satu yang paling tenang di kelasnya.

Mendeteksi kapal selam Varshavyanka yang menyelam adalah tugas yang menakutkan. Militer NATO secara tidak resmi menamkannya sebagai “lubang hitam” di laut.

Desain dasar kapal selam Varshavyanka berawal dari kapal selam Project 877EKM Paltus (Halibut). Rusia mengupgrade sistem elektronik dan meningkatkan efektivitas tempurnya, Varshavyanka juga menggunakan sistem radio-elektronik dan sistem hydroakustik terbaru.

Project 636 memiliki panjang sekitar 74 meter dan lebar 10 meter, dengan bobot tidak melebihi 4.000 ton. Kedalaman tekanan lambung adalah 240 meter dan kedalaman operasi maksimum hingga 300 meter.

Varshavyanka memiliki dua generator diesel 1.500 HP, satu motor listrik dan satu motor listrik ekonomis. kapal selam juga dilengkapi dua mesin diesel cadangan dan dua set baterai listrik. Satu baling-baling dengan dengan tujuh bilah pisau menjamin kecepatan maksimum kapal selam hingga 17 knot (lebih dari 30 kilometer per jam) di permukaan dan 20 knot di posisi terendam.

Proyek 636,6dilengkapi senjata utama rudal jelajah Kalibr yang memiliki jangkauan 2000 km. Pada bagian hidung Varshavyanka memiliki enam tabung torpedo 533-mm. Dengan kemampuan angkut persenjataan lain yang terdiri dari 18 torpedo atau 24 ranjau.

Kapal selam Varshavyanka mampu mengidentifikasi kapal musuh dan target lainnya pada jarak yang jauh, mendekati dan mengintai tanpa terdeteksi, dan juga mampu menenggelamkannya dengan persenjataan yang kuat.

Varshavyanka dirancang dengan kemampuan anti kapal selam dan kapal permukaan musuh, memiliki kemampuan juga sebagai kapal selam pelindung pangkalan Angkatan Laut, mampu melakukan misi pengintaian dan patroli dilaut lepas serta menghancurkan infrastruktur militer musuh didarat dengan rudal jelajah.

Bagikan:

  17 Responses to “Foto-Foto Terbaru Kapal Selam ‘Si Lubang Hitam‘ di Lautan”

  1.  

    1

  2.  

    BOROOONG…..

  3.  

    7 bilah baling baling.
    Bukannya lebih senyap menggunakan water jet pump dibanding konvensional menggunakan baling baling? 😀

  4.  

    kmungkinan besar kita udah punya yg ini, mengingat kita membeli su 35 sembari menunggu ifx produksi. klu lontong jenis ini kmungkinan jg kita dah ada sejak pak by menjabat, sambil menunggu jg changbogo di produksi di galangan pt pal.. kmungkinan aja prediksi orang awam.

  5.  

    telat lageeeeee…. wkwkwk kasiann kasiannn

  6.  

    Black hole lg uji coba laut sebelum di kirim ke Indonesia. Ni kasel udah jelas botol pulpen. Dan yg pasti bisa nyelam.

  7.  

    Berdoalah semoga indonesia punya uang banyak, mau beli apa aja bisa

  8.  

    Sayangnya kemampuan jelajah rudal kalibr versi export melorot jauh dr kemampuan sebenarnya….

  9.  

    Namanya versi ekspor,,ibarat bikin kue mendia di enakin kue yg kita makan sendiri trus kita jual yg biasa” aja,toh mereka gc sanggup bikin ?

  10.  

    @ubed

    gk sah ngomong dana bed, hargai dulu karya anak bangsa. dana bisa di cari birokrasinya itu yg di persulit, ujungnya juga back to bisnis.

  11.  

    Beli… gak… beli… gak… beli… gak… beli… gak… beli… gak… gak tahu ah gelap!

  12.  

    Wkwwkkwkwkk

  13.  

    Konsep pertahanan RI adalah Defensif Aktif, jadi kemungkinan besar RI tidak akan memilih kasel ini yang berbobot 4000 ton… kasel yang dibutuhkan RI hanya kasel pesisir (kasel laut dangkal)… yang berbobot 1000, 1400, 1600 ton… kemungkinan RI memilih kapal selam mini (Midget) Scorpene 1000 atau Amur 950/1650…

    •  

      @wong cilik

      Bener bung….100% ane sependapat dg bung@wong cilik.

      Alur laut yang melintasi negara kita (yang memisahkan antar pulau-pulau)jumlahnya sangat banyak shg membutuhkan energi khusus utk mengawasinya….berbanding terbalik dg negara2 non-kepulauan yang hanya memiliki sedikit alur pelayaran internasional utk diawasi.

      Jadi utk mengamankan wilayah dalam negri saja sudah sangat merepotkan krn saking banyaknya alur pelayaran yang membelah wilayah nusantara….boro-boro mau mikirin menjadi kekuatan ofensif

  14.  

    Boroooooonngg

 Leave a Reply