JakartaGreater.com - Forum Militer
Mar 292014
 
Sejumlah petinggi TNI Angkatan Darat melihat simulator NBO 105 dan Bell 412 di markas Penerbangan Angkatan Darat, Semarang, Jawa Tengah (27/3). TEMPO/Budi Purwanto

Sejumlah petinggi TNI Angkatan Darat melihat simulator NBO 105 dan Bell 412 di markas Penerbangan Angkatan Darat, Semarang, Jawa Tengah (27/3). TEMPO/Budi Purwanto

 

heli-11

Sejumlah instalasi kaki yang bekerja secara hydrolik pada mesin simulator NBO 105 di markas Penerbangan Angkatan Darat, Semarang, Jawa Tengah (27/3/2014). TEMPO/Budi Purwanto – tempo.co

 

tempo.co.id

Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Budiman duduk di kursi copilot simulator Bell 412 di markas Penerbangan Angkatan Darat, Semarang, Jawa Tengah (27/3). Calon penerbang harus memiliki 20 jam terbang dengan simulator ini sebelum transisi copilot helikopter. TEMPO/Budi Purwanto. – tempo.co

tempo.co.id

Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Budiman melihat instalasi simulator NBO 105 dan Bell 412 di markas Penerbangan Angkatan Darat, Semarang, Jawa Tengah (27/3). TEMPO/Budi Purwanto. – tempo.co

by Gue. (tempo.co)

 

Berbagi

  67 Responses to “Foto Teknologi , Melirik Teknologi Helikopter TNI AD”

  1.  

    kesatux :mrgreen:

  2.  

    keduax
    😀

  3.  

    Info temen2 PT Di bisa buat beginian/simulator salam

  4.  

    Telu

  5.  

    mayan kelima dari pada ga dapat

  6.  

    Selagi masih membahas TNI AD, saya boleh dong kasih bocoran dikit soal matra ini…
    Bocorannya nih Matra sedang mengembangkan roket hipersonic, daya jangkaunya ngeriiii lumayan bikin streesss tetangga… Yang seru dislitbangnya bekerjasama dengan pihak2 tertentu (bukan Lapan)…

    Sekian sekedar info…
    Saya bangga dengan produk dalam negeri….
    IMO

  7.  

    wah makin bangga

  8.  

    bung satrio, bung nara dan para sesepuh sekalian. numpang nanya…
    heli kopter GANDIWA sampai mana perkembanganya?

  9.  

    Gandiwa nya kok g pernah di ulas??

    •  

      Nanti kalau Apache-nya sudah datang Insyallah akan saya ulas, 🙂
      Kalau saya-nya masih hidup ya, 🙂

      •  

        kalo belum dikarungin.. 🙂

        •  

          Aduh, mau dong dikarungin… Bercanda bung sas, 🙂

          •  

            bung jalo,
            bukan nya gendiwa itu ngambil dari basic helikopter Bell 412 ?
            klo basic nya bell 412, pantesan pemerintah kurang berminat,
            soalnya kemampuan nya pasti ga jauh dari dasar nya, kecuali di ambil basic dari APACHE.
            soalnya spesifikasi yg di rencanakan masih kalah jauh di banding Bell AH-1 SuperCobra, atau helicopter toufan 2 iran

          •  

            Jadi Gandiwa ini ada masalah kalau bahasa saya dengan teman2 saya itu namanya Missing Link dan akhirnya kurang diminati user. Missing link itu bisa dari desainnya, armamentnya, bobotnya, daya jelajahnya, efisiensi, dll.

            Nah agar sempurna dibuat desain baru, contoh dulu ada Bumblebee-001 lalu ada Gandiwa. Nah dengan kehadiran Fennec dan Apache nantinya ada desain baru. Kenapa Fennec dan Apache? Silahkan dilihat teknologinya. Nantinya desain dan kebutuhannya akan disempurnakan lagi.

            PT DI telah belajar dari produsen2 helikopter dunia. Selain belajar mengoperasikan Apache kita juga belajar soal maintanancenya. Dengan ilmu didapat dari Eurocopter, RH, dan Boeing mungkin kita bisa menyempurakan heli terbaik dengan kondisi geografis kita… Amieen

          •  

            ketika dengan prototipe Gandiwa yang tidak diminati user berarti ada kemungkinan ada prototipe baru dengan nama baru juga bung jalo??

          •  

            Sepertinya begitu bung, di PT.DI itu ada divisi yg bertugas untuk mendisain. Dan disitu banyak disain baik pesawat maupun helikopter. Nah mungkin dicari disain baru dari desain yg sudah ada atau membuat yg baru. Tapi tetap rencana pengembangan dalam negeri tetap ada.

  10.  

    Maju trus TNI Q..

  11.  

    maaf rekan warjager khususon buat bung @satrio, oot nih…
    saya mau nanya, kmrn saya ada baca komentar nya bung satrio mengenai foto pesawat sayap delta yg lagi kejar2an sama sukhoi kita, bung satrio mematahkan anggapan org2 yg bilg fotonya hoex hoex,tp kok sekarang postingan nya gak ada lagi ya?

  12.  

    bung [email protected] denger2 katanya helikopter NBO 105 TNI AD mau di ganti heli serang ringan AS 550 fennec,
    dgn muncul nya simulator baru apa kemungkinan helikopter NBO 105 tetap dipertahan kan , masalah nya umur NBO 105 ini lumayan tua,

    ?Helikopter NBO-105 mulai diproduksi PTDI tahun 1976″

    atau utk simulator produk terbaru nya NBO-105 CBS yg baru di serahkan kemaren thn 2012, seperti hal nya helikopter bell 412 EP produk terbaru nya yg di serah kan thn 2013 ?

    klo benar demikian , berarti heli serang TNI AD lumayan banyak juga yah,, walupun masih termasuk heli serang ringan, tp klo di gabung dgn heli serang/ serbu lain nya tambah gahar.

    ada heli serbu : MI-35 dan Battlehawks / blackhawk (klo jadi),
    heli serang : Apache AH 64E,
    heli serang ringan : NBO 105 CBS, AS 550 FENNEC,
    heli multirole : EC725 caugar
    heli angkut : MI-17 , Bell 412 EP. Bell UH-1 Iroquois
    heli latih : schweizer 300, Bell 47

    •  

      Coba disini bung…
      http://jakartagreater.com/13987/

      Kalau EC-725 Cougar untuk TNI AU…

      •  

        oh iya maaf, cougar utk TNI AU,

      •  

        dari link ini http://jakartagreater.com/13987/ tidak menjelaskan di ganti atau tidak bung, di link itu saya coment paling pertama nanya ke bung diego, kata bung diego
        ” menggantikan NBO 105 yang dipensiunkan. Heli serang ringan, fire support”

        •  

          Yup memang mau diganti bung, sparepartnya sudah susah makanya mau diganti…

          AS-550 Fennec dan Apache ini akan menjadi batu loncatan pengembangan dalam negeri.

          Saya senang dengan pimpinan matra ini, karena beliau all out untuk pengembangan dalam negeri. Kata beliau stop sudah membeli dari luar, mendingan uang importnya kita gunakan untuk pengembangan dalam negeri. Kalau ada alutsista yang belum bisa dibuat, kita belajar untuk bisa.

          •  

            betul bung jalo dan bung andri…. maaf baru jawab, sorry baru bales ada kerjaan yg nggak bs ditinggal.

            Menurut data pt di, helikopter yang telah diproduksi oleh PTDI, antara lain:NBO 105 sebanyak 122 unit, NBELL 412 sebanyak 40 unit, NAS 330 Puma sebanyak 11 unit, NAS 332 Super Puma sebanyak 20 unit dan Dauphin sebanyak 2 unit.

            Nah NBO 105 helikopter yang banyak digunakan untuk misi di Timor Timur (kini Timor Lester) ini, sudah tidak diproduksi lagi.

            Sebagai gantinya, PTDI menjual helikopter Fennec buatan Eurocopter

            Sebenarnya untuk nbo 105 ini pt di selain produksi fennec juga Ecuirrel (perusahaan yg sama Eurocopter), tapi pt di dlm hal produksi msh terbatas pada hanya membuat badan dan ekor helikopter. Sedangkan perakitannya dilakukan oleh Eurocopter di Prancis.

          •  

            KASAD Jend Budiman dulu dinas pertama kali di kompi b YONZIPUR-3 SILIWANGI org zeni mmg terkenal cerdas scra psikotes bung jalo cm karir mmg klh di banding infanteri

          •  

            Bung kawulo atit, terima kasih infonya… Bapak ini salah satu fans saya setelah pak moel… Orangnya humanis, lucu, tapi cerdas… Yg seru darj bapak ini adalah prioritasnya untuk menggunakan ploduk2 dalam negeri. Terbukti, di era dia banyak penelitian2 yg sangat membantu perkembangan teknologi alutsista dalam negeri. Dan beliau juga menjabat sebagai Sekjen Kemenhan, beliau sydah mengajukan mundur agar bisa fokus di matranya cuman gak dikasih… Mungkin karena kecerdasan beliau sehingga masih diperlukan di kemenhan…

    •  

      NBO 105 CBS

      AS 550 FENNEC

      •  

        Yup Fennec untuk mengganti Bolcow…

        •  

          Ngayal ni…bung jalo!? Bagaimana ya bung jika kita mengadopsi sistema heli tigre apa mangusta bung jalo?..maaf hanya ngayal..

          •  

            Nah itu saya kurah tahu bung, menurutku selama belajar helikopter dari tipe yg sudah ada seperti Bolkow 105 lahirlah bumblebee… Kalau tigre dan mangusta, itu saya kurang tahu bung…

            Kalau versi ngayal ya bisa aja, selagi ilmunya yah mari kita menghayal mengembangkannya… 😀

  13.  

    test

  14.  

    Siiippp tnan

  15.  

    Original Posted By kensama ?

    Leopard 2A4 yang diretrofit dan heavily overhauled aja cuma $ 700.000, lebih murah dari retrofitan AMX-13 yang nyampe 10 M sebiji

    Kenapa Pindad, Kemenhan dan TNI-AD gak berpikir membeli Leopard 2A4/5/6 bekas aja terus retrofit di Pindad. Seperti yang dilakukan Turki. Kan banyak yang bisa dijadikan partner menjadi konsultan & subkontraktor yang berpengalaman retrofit dan upgrade Leo mulai dari :
    Rheinmetall & KMW dari Jerman
    SAAB group Swedia
    General Dynamics St. Barbara Spanyol
    RUAG Swiss
    Aselsan Turki

  16.  

    Pasti setuju kalau itu utk riset dan pengembangan teknologi terkini, bisa canon, amour atau lainnya.

  17.  

    @ mas jalo

    mas… ada nggak optimasi quadrotor atau uav untuk dipersenjatai… dengan senapan mesin atau folding fin aerial rocket

    terima kasih mas jalo

    •  

      untuk UCAV memang ada rencana, itu dari pengembangan Wulung… Rencana nih UCAV akan dilengkapi dengan FFAR 2.75 buatan dalam negeri dan RX-70 yg dilengkapi sistem autopilot…
      Untuk FLIR juga sedang dikembangkan PT Len dengan negara di Eropa…
      Kalau untuk radarnya, nanti akan saya tulis itu pengembangan BPPT…

      •  

        @ mas jalo

        terima kasih mas… saya tunggu tulisannya…

        mau tanya lagi mas, boleh ya…

        kenapa kesannya tiap instansi bersaing membuat uav… ?

        uav lapan, uav bppt dan terakhir yang direncanakan oleh balitbang tni ad…

        seneng sih, jadinya banyak produk, tidak hanya mengandalkan satu…

        tapi efek lainnya… jika tidak saling tukar informasi maka tiap instansi start dari titik yang sama… bukannya malah lebih baik saling melengkapi, jadi pengalaman instansi satu jadi acuan instansi yang lain…

        terima kasih mas jalo

        •  

          Jadi UAV tidak hanya untuk pertahanan, ada yang fungsinya untuk cuaca, pemetaan lahan pertanian, dll…

          Kalau satu instansi doang yang buat kapan selesainnya nih UAV…. Semuanya terkoneksi antara Balitbang TNI AD, Lapan, BPPT, atau yg lain kok, malah mereka ada komunitasnya.

          Untuk tulisan, nanti ya. Karena musim pemilu jadinya kerjaan kantor menumpuk, 🙂

          •  

            @ mas jalo

            terima kasih untuk pencerahannya mas…

            jangan lupa pesan saya… tolong berlaku curang pada calon presiden yang tidak mendukung perkembangan industri strategis…

            hehehe…

          •  

            wkwkwkwkwkwk, gak netral dong saya…

  18.  

    lumayan sambil nyimak udah mulai naik ke 20 besar..

 Leave a Reply