Feb 242018
 

Sistem pertahanan udara jarak pendek (SHORAD) VL MICA milik Angkatan Bersenjata Arab Saudi. © Ismail Khoja/Twitter

JakartaGreater.com – Angkatan Bersenjata Arab Saudi tampaknya telah mengakuisisi sistem pertahanan udara berbasis darat buatan MBDA, yakni Peluncur Vertikal MICA  atau VL MICA.

Dalam akun media sosial twitter Ismail Khoja, terlihat foto sistem pertahanan udara VL MICA berbasis darat yang baru tiba di pelabuhan Jeddah, Arab Saudi.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan dan Penerbangan Arab Saudi telah menunjukkan ketertarikannya pada sistem pertahanan udara VL MICA berbasis darat yang diproduksi oleh MBDA sejak tahun 2010.

Peluncuran Vertikal MICA (VL MICA) merupakan sistem pertahanan udara jarak pendek berbasis darat atau SHORAD. MICA adalah jenis rudal tembak dan lupakan, dan saat ini merupakan satu-satunya rudal di dunia yang hulu ledaknya mampu dipasangi pencari panas (VL MICA IR) atau dengan radar aktif (VL MICA RF).

 

Menurut MBDA, pengorganisasian unit VL MICA ini didasarkan pada kendaraan Pusat Operasi Taktis (TOC) yang juga dikenal sebagai Platoon Command Post (PCP). Sistem ini mampu melaksanakan fungsi Komando, Kendali dan Koordinasi termasuk keterlibatan secara real-time, perencanaan misi, pemantauan sistem serta koneksi dengan tingkat komando yang lebih tinggi.

Sistem pertahanan udara jarak pendek (SHORAD) VL MICA milik Angkatan Bersenjata Arab Saudi. © Ismail Khoja/Twitter

TOC mengendalikan radar 3D (tiga dimensi) yang terpasang dikendaraan terpisah dan 3 hingga 6 unit peluncur vertikal juga terpasang pada kendaraan tersebut.

Perancangan sistem VL MICA untuk memastikan kemudahan penyebaran, memfasilitasi integrasi dalam jaringan pertahanan udara global, dan meminimalkan kebutuhan akan personil serta mengurangi jejak logistik termasuk Biaya Siklus Hidup.

Bagikan :

  15 Responses to “Foto VL MICA Arab Saudi Beredar di Media Sosial”

  1.  

    Rudal petir

  2.  

    Arab Saudi jagoannya borong! Coba duitnya yg banyak digunakan R&D alutsista dlm negri yg gahar.

    •  

      Sepertinya hal seperti itu belum pernah ada dalam sejarah bangsa Arab bung Andre 😀 hehehe

      •  

        Justru dasar dr ilmu barat itu dr masa keemasan Islam bung, para ilmuwan2 Islam dulu sangat mengandrungi ilmu pengetahuan beserta riset2nya. Cuma mengalami kemunduran sejak konflik politik diantara mereka jg ada andil Yahudi jg dlm memecah belah pihak Islam sehingga mengalami kemunduran. Ahli Filsafat,Kimia,Matematika,Fisika, ahli atom bahkan dasar2 ilmu penerbangan dipelajari, Leonardo DaVinci aja membuat sketsa pesawat jg dipelajari dr ahli2 Arab tsb dll semua manuskripnya byk tersebar dan diambil, dipelajari dan dikembangkan Barat hingga tersebar keseluruh dunia. Banyak jg penemuan2 Arab yg dirubah diakui penemuan ahli2 barat. Barat gak jujur dlm mengungkap itu semua, bahkan yg menjejakkan kaki di benua Amerika pelaut2 Arab Muslim yg akhirnya petanya diambil dan digunakan Cristoper Columbus dan byk lainnya! Klu kita buka sejarah akan terungkap semua!

        •  

          betul om, tapi di arab pula sejarah terjadi gak pernah akur… salahudin al ayubi aja sulit mengakurkan bangsa arab….
          hobynya perang melulu jadi gampang diadu domba sejak dulu dan gak nyadar2 hahahhahaa, andaikata mereka mau bersatu

        •  

          Benar banyak ilmu diambil dr ilmuwan Islam, tapi yang pasti bukan dari suku yg berkuasa di Arab saat ini bung, cendikiawan muslim yg anda maksud memang banyak tersebar di jazirah Arab, tapi sayangnya bukan Arab Saudi 😀

    •  

      ya namanya pembelian alutsista biasanya ada hubungannya dengan offset bung…..
      lihat saja di arab sono, sudah beli banyak F-15 sudah bisa bikin pabrik perakitan disono.

      makin banyak belinya makin banyak dapat offsetnya.

      lha klo blok sebelah gimana ya ?
      dengar2 ada negara konsumen yg minta ToT tapi ga dikasih….minta bikin pabrik ga dikasih…..
      seharusnya kita belajar dari arab saudi……..banyak duit tapi klo kita banyak akal aja ….. pasti Indonesia bisa maju. salam NKRI.

  3.  

    SIAP-SIAP BUAT GANYANG REPUBLIK SYIAH IRAN LAKNAT RAYA

 Leave a Reply