Oct 152018
 

Jet tempur siluman F-35B buatan Lockheed Martin © U.S. Navy

JakartaGreater.com – Awal pekan ini, Amerika Serikat menghentikan sementara semua operasi F-35 di seluruh dunia setelah kecelakaan pertama jet tempur F-35 Lightning II tercanggih pada bulan September, seperti dilansir dari laman Sputnik.

“Pada hari Minggu, jet tempur generasi kelima F-35 di AS dan luar negeri telah diberi lampu hijau untuk dapat melakukan penerbangan”, menurut keterangan produsen pesawat Lockheed Martin.

Produsen menambahkan bahwa pesawat siluman buatan AS kembali ke langit setelah mesin mereka diperiksa dengan cermat, dimana sejumlah pesawat tempur yang telah ditugaskan untuk melakukan penggantian pipa bahan bakar.

Akibat larangan terbang (grounded) armada F-35, Israel, Australia termasuk Inggris juga mengumumkan bahwa mereka telah memutuskan untuk mendaratkan semua armada jet tempur F-35 mereka.

Langkah tersebut muncul setelah Kantor Program Bersama F-35 Lightning II Pentagon mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa AS untuk sementara memblokir semua operasional F-35 di seluruh dunia setelah kecelakaan pertama dari jet tempur canggih akibat para penyelidik mencurigai adanya masalah umum dengan tabung bahan bakar jet itu.

Pentagon mencatat bahwa setiap tabung bahan bakar yang salah dipasangkan pada jet tempur F-35 akan dilepas dan diganti, tapi jika dari pemeriksaan mengungkapkan bahwa tabung bahan bakar yang baik sudah terpasang, maka pesawat tersebut akan dikembalikan ke status penerbangan.

Pada tanggal 28 September, F-35B Korps Marinir AS jatuh di South Carolina karena kegagalan teknis dalam pipa bahan bakar mesin jet, menurut para peneliti.

Pada bulan September 2016, Angkatan Udara AS (USAF) memerintahkan pembumian 15 unit jet tempur F-35A setelah ditemukan isolasi tabung pendingin yang dipasang di sayap jet “terkelupas dan hancur”.

Biaya operasional F-35 tetap menjadi masalah besar bagi para pelanggannya termasuk bagi militer AS dan Eropa. Menurut laporan akuisisi terbaru, biaya operasional per jam untuk jet tempur generasi kelima F-35 rata-rata adalah sebesar $43.200 dibandingkan dengan jet tempur F-16 sebesar $12.000 per jam.

  5 Responses to “Free to Fly, F-35 Kini Tak Lagi Grounded”

  1.  

    Indonesia ingin memiliki ya silahkan. Menurut saya caranya adalah sebagian fee green hilton diminta dalam bentuk alutsista.
    https://m.youtube.com/watch?v=NbhiRu_pgIg
    Silahkan ditonton, disubscribe dan dilike.
    Insyaallah bermanfaat.

  2.  

    Pesawat tempur ini …masih kalah sama F16 ….
    Kelihatan nya semua pembeli an nya dengan keterpaksaan dibawah tekanan USA ..
    Kalau sudah BEP ..USA mungkin tidak akan pakai lagi …

  3.  

    udah boleh terbang lagi nanti juga nyungsep lagi hihihi

  4.  

    Ini pesawat mending jgn terbang, ngglinding di jalanan aja lebih aman. Tanpa resiko

 Leave a Reply