Jul 292014
 
PT Freeport Papua (photo Reuters)

PT Freeport Papua (photo Reuters)

Jakarta – Renegosiasi kontrak karya antara pemerintah dengan PT. Freeport Indonesia tidak membahas perpanjangan kontrak. Wewenang untuk memperpanjang operasional perusahaan tambang emas terbesar di dunia itu bukan tanggung jawab pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Kita tidak memperpanjang kontraknya, yang berhak adalah pemerintah yang baru. Maunya mereka diperpanjang tapi kita tidak mau,” ucap Menteri Koordinator Perekonomian, Chairul Tanjung di kediamannya, Menteng, Jakarta, Senin (28/7).

Dia menuturkan, Freeport dan pemerintah sepakat dalam enam poin renegosiasi kontrak karya. Mulai dari pengurangan area penambangan Freeport, fasilitas bea keluar, kewajiban membangun pabrik pengolahan atau smelter, pemberian royalti sebesar 3,5-4 persen dari semula hanya 1 persen dan adanya uang jaminan untuk pembangunan smelter.

Untuk pemberian fasilitas pembebasan Bea Keluar (BK) untuk ekspor konsentrat, wewenang sepenuhnya ada di menteri keuangan.

“BK sudah keluar, tanya menkeu jangan tanya saya. Kalau pun sudah keluar itu tidak bisa otomatis. Cek list tetap dibuat,” kata dia.

Dalam pandangan Chairul Tanjung, poin-poin renegosiasi tersebut menguntungkan pemerintah Indonesia. Pasalnya, pemerintah akan mendapatkan pendapatan dari Freeport sekitar Rp 1,5-2 triliun.

“Pemerintah Indonesia sudah menyelesaikan masalah itu. Kita sudah banyak keuntungan. Menaikkan profit pemerintah,” ucapnya.

Dia menegaskan, renegosiasi dengan Freeport tidak dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Mantan Ketua KEN ini menegaskan prinsip nota kesepahaman harus dilakukan terbuka ke publik.

“Itu penandatangan memorandum yang sifatnya definitif diterjemahkan di amandemen kontrak karya yang baru,” kata dia. (Merdeka.com).

  144 Responses to “Freeport Sepakat Beri Royalti 3,5 – 4 Persen”

  1.  

    gk juga bung @ djoeni..itu opini dan kritikan membangun buat RI kita selanjutnya koq kl bung djoeni menanggapi dgn arif. …Suara rakyat yakin? Suara yg milih kubu lainnya dan Golput kl d gabung banyak lho.. itu jg rakyat koq

  2.  

    nyimak

  3.  

    Ini mah bukan A1 lah, ntar kalo dah dilantik baru pasti hehehe…aya aya wae nih

  4.  

    Pastinya akan ada gugatan balik dari kubu No.2 bung jadi nggak kelar-kelar dah

  5.  

    jOKOWI ITU pencitraanya rapi,bisa dihargai oleh media,tp pernyataan dilapangan beda,seperti kasus,MRT,BUSWAY,KJS ( program in sebelum Jokowi jd gebernur udh ada tinggal ganti nama aj ),ESEMKA,kalau org Awam itu bahwa Jokowi baik,tp org yang tahu politik & wawasan bahwa jokowi tidak sesuai dg kata2nya

  6.  

    bung @Herman saya adalah pengidola sosok prabowo dan tentunya kecewa dengan kekalahan beliau, tapi tidak berarti dengan kekalahan beliau saya mencari2 kesalahan sang lawan. terus terang saya tidak terlalu yakin akan kepemimpinan pak jokowi kelak, tapi marilah berdemokrasi secara sehat, beliau dipilih oleh 70 juta rakyat indonesia yang saya yakin mereka punya alasan kuat tersendiri. kalau pun anda yakin pak jokowi selama ini melakukan pencitraan dan berbagai hal yg anda sebutkan, kawal kepimpinan beliau, jika dalam kepemimpinannya kelak hal yg anda sebutkan tentang beliau terbukti, saya yakin bukan anda saja yang akan menjatuhkan beliau tapi juga 70 juta rakyat indonesia yg memilihnya juga akan menjatuhkannya. jadi mari bung kita kawal pemerintahan yang baru dengan harapan indonesia lebih baik
    salam damai…… indonesiaku

  7.  

    @Djoeni saya suka gaya loe 🙂 🙂 🙂
    bagi kubu pasangan no.1, salam 3 jari
    jangan suka menebar fitnah, tidak baik 🙂 🙂 🙂
    macam ini contohnya
    http://www.youtube.com/watch?v=S9pfcbCzprU

    cie-cie ada yang fans sama JKT48
    http://4.bp.blogspot.com/-sisMs63mTXI/T7Z1QdIvHZI/AAAAAAAABDg/Y6umequm4cY/s1600/1761_-_ghaida_JKT48_kinal_sonya_ve_wallpaper.jpg

    Mana katanya jiwa prajurit, apalagi mantan seorang jendral (jendral luarbiasa) yang tidak bisa menerima kekalahan. malah mengundurkan diri yang justru mencedrai sistem

    dan buat yang alergi dengan pencitraan JOKO WIDODO monggo di baca
    kalau Jusuf Kalla saya kira tidak usah, karena sepak terjang beliau sudah sangat banyak 🙂

  8.  

    50%=deal / <10%=get out

 Leave a Reply